Pain Is Art

Pain Is Art
Sirup Darah


__ADS_3

Deep menyuruh anak buahnya untuk mengurus surat-surat itu sementara ia menyiapkan daging untuk membuka restoran.


"Pak tolong ini diurus ya suratnya, balik nama jadi nama saya, terus surat pendirian usahanya juga karena rumah itu mau saya jadikan galeri seni, ini nomor hp pemilik rumahnya, saya ada urusan, dalam waktu dua hari kedua surat itu harus sudah jadi ya pak" pinta Deep memberikan surat rumah yang baru saja ia beli.


"Dua hari dua surat? apa bisa?" batin pak Bambang.


"Pak Bambang" panggil Deep.


"Iya tuan"


"Pak Bambang dengar kan perkataan saya tadi?"


"Iya tuan dengar kok"


"Oke kalau begitu sana urus"


"Siap tuan"


Ketika asisten pribadinya pergi, Deep juga pergi. Deep pergi mencari banyak korban yang akan ia gunakan sebagai menu di restoran barunya dan juga sebagai acuan dalam dia melukis.


Deep menyusuri jalanan dengan berjalan kaki sembari membawa belatinya. Tak tanggung-tanggung Deep mencari korbannya di tempat wisata alam. Deep pergi ke tempat yang lumayan sepi dari pengunjung. Deep menusuk dada setiap orang yang ia temui di jalan sepi itu, hingga mereka tumbang. Deep menyeret mereka ke mobilnya yang berada tak jauh dari sana. Deep membawa mereka ke rumahnya untuk di eksekusi. Melihat darah yang sangat banyak, Deep malah justru teringat akan sirup merah.


"Hm warna darah ini seperti warna sirup coco pandan yang berwarna merah itu bukan? apa aku jadikan darah mereka sebagai sirup saja ya? biar tidak ada satupun yang terbuang sia-sia, tapi bagaimana cara menghilangkan bau amis darah dan juga membuat darah ini terasa manis seperti sirup?" tanya Deep melihat seember darah korbannya yang telah ia potong-potong.


Deep mulai mencari di internet cara membuat sirup homemade. Deep mengganti pewarna makanan merah menjadi pewarna merah alami yaitu menggunakan darah manusia. Setelah sirup buatannya jadi, Deep mencobanya apakah masih tercium aroma amis darah yang menyengat atau tidak dan juga apakah rasanya menjadi seperti sirup pada umumnya atau tidak.


"Hm rasanya enak sih, manis gitu, baunya juga harum gak ke cium bau darah sama sekali, tapi ini kalau ditaruh di kulkas terlalu lama bakalan berubah gak ya? takutnya ada perubahan lagi, kalau ada perubahan mampus nanti aku ketahuan kalau bikin sirup dengan darah manusia bukan dengan pewarna makanan, aku harus uji coba ini dulu di kulkas, awet sampai berapa lama dan apakah ada perubahan atau tidak sebelum aku menjualnya" kata Deep memasukkan sirup darah buatannya ke dalam kulkas.


Deep membungkus daging-daging manusia itu layaknya daging sapi yang dijual di mall beserta tulang-tulangnya, serta kulitnya agar ketika nanti restorannya dibuka, tidak ada satupun karyawan yang curiga kepadanya dan tahu jika yang ia jual itu sebenarnya bersumber dari manusia yang telah ia bunuh. Deep melukis korban barunya terlebih dahulu sebelum mencari korban lain lagi. Setelah selesai melukis semua korbannya, Deep pergi mencari korbannya lagi.

__ADS_1


Kali ini Deep pergi ke taman kanak-kanak, entah apa yang mau dia lakukan disana, dia masuk ke dalam taman kanak-kanak itu. Deep memberikan masing-masing uang seratus ribu kepada anak-anak disana.


"Dek mau duit gak?" tanya Deep menghampiri anak-anak kecil disana.


"Mau kak" jawab salah satu anak disana.


"Entar dulu, emangnya duitnya berapa kak?" tanya anak lain.


"Seratus ribu dek, gimana mau gak?" tanya Deep.


"Mau kak" kata anak itu menganggukkan kepalanya.


"Kalau kalian mau duit seratus ribu, ikut sama kakak yuk dek" kata Deep tersenyum.


"Ikut kemana kak?" tanya salah satu anak.


"Asik dapat es krim!" teriak salah satu anak gembira menepuk-nepuk tangannya.


"Iya dek, ya udah ikut kakak yuk" kata Deep tersenyum.


"Iya kak" jawab salah satu anak dan mereka mengikuti Deep untuk masuk kedalam mobilnya.


Deep membawa kelima bocah perempuan itu ke rumahnya untuk di eksekusi.


Deep membunuh bocah-bocah itu dengan sangat brutal. Deep menaikkan kedua tangan salah satu bocah ke tembok dan Deep memberikan paku di tangan bocah itu agar menempel di tembok, sontak bocah itu pun berteriak dan menangis kesakitan. Bocah lain hanya bisa menangis ketakutan melihat teman sekolahnya diperlakukan seperti itu. Deep langsung menyayat dada bocah itu dan mengambil jantungnya. Deep menunjukkan jantung bocah itu masih berdetak kepada bocah lain. Bocah lain pun nampak sangat tertekan dan menangis ketakutan. Jantung bocah itu pun berhenti berdetak setelah beberapa detik dikeluarkan dari dalam tubuh bocah itu. Deep melemparkan jantung bocah itu ke lantai dan menyeret bocah lain untuk di eksekusi sama seperti bocah itu.


Deep terlihat sangat tertarik melihat mayat bocah-bocah itu yang menempel di dinding kamarnya. Deep melukis mereka terlebih dahulu sebelum memotong-motong bagian tubuh mereka.


Seperti biasa Deep memisahkan organ-organ dalam mereka, daging, kulit dan tulang. Deep mengeksekusi mereka diatas sebuah ember besar agar darah mereka bisa tertampung dan bisa ia jadikan bahan sebagai pembuatan sirup merah. Deep membungkusnya lalu meletakkan di dalam freezer. Deep keluar dan mencari korban lainnya.

__ADS_1


"Deep" panggil salah satu emak-emak komplek.


"Iya bu, ada apa?" tanya Deep.


"Kayaknya ibu jarang banget deh liat kamu ke luar rumah, apa gak bosen di rumah sendirian terus kayak gitu Deep? kenapa kamu gak main-main aja gitu sama teman-teman kamu?"


"Teman? teman yang mana bu? saya tidak punya teman sama sekali, teman saya semuanya pergi meninggalkan saya, bahkan juga tidak ada yang mau berteman dengan saya, lantas untuk apa saya keluar rumah? jika di rumah saja saya bisa merasakan ketenangan, kebahagiaan, lalu untuk apalagi keluar rumah bu?"


"Sekedar bersosialisasi atau bermain dengan anak-anak seusia kamu di komplek ini kan bisa Deep"


"Bersosialisasi? maaf saya tidak punya banyak waktu untuk itu, apalagi untuk bermain dengan anak-anak komplek seusia dengan saya, ibu tahu sendiri kan jika saya ini adalah seorang anak yatim piatu, ayah dan ibu saya sudah lama meninggal dunia, jadi saya harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan saya dan juga membayar gaji anak buah, pembantu-pembantu papah dulu, agar mereka tidak pergi meninggalkan saya, karena jujur saja saya tidak bisa melakukan semua hal itu secara sendirian, saya juga butuh seseorang untuk menemani saya, dan untuk mempertahankan mereka agar tetap bekerja dengan saya, saya juga harus bekerja untuk membayar gaji mereka semua dan karena itu ibu tidak pernah melihat saya ya karena saya sibuk bekerja"


"Kamu kerja apa Deep?"


"Aku pelukis bu"


Mendengar perkataan Deep sontak membuat emak-emak itu terkejut.


"Pelukis? apa jangan-jangan dia sudah seperti ayahnya dulu yang merupakan seorang pelukis psikopat, dia dan pak Dark juga jarang sekali bersosialisasi dengan tetangga sekitar, apa jangan-jangan saat ini Deep telah menjadi seorang pembunuh juga sama seperti ayahnya? akh itu tidak mungkin, dia masih sangat muda, tidak mungkin dia berani untuk menjadi seorang pembunuh seperti ayahnya dulu" batin emak-emak komplek.


"Ada apa bu? mengapa ibu seketika terdiam ketika mendengar jika saat ini saya menjadi seorang pelukis? apa ada yang salah dengan melukis bu?" tanya Deep.


"Tii-tidak, tidak ada yang salah dengan melukis, ibu terdiam karena ibu teringat jika kompor di rumah belum dimatikan, ibu permisi ya assalamualaikum" kata emak-emak itu yang langsung berlari meninggalkan Deep.


"Iya bu, wa'alaikumsalam" jawab Deep.


"Aneh!" kata Deep melihat emak-emak itu berlari meninggalkannya seperti seseorang yang sedang ketakutan.


Deep pun kembali mencari korban selanjutnya setelah tertunda oleh emak-emak komplek yang mengajaknya untuk berghibah.

__ADS_1


__ADS_2