
Di perjalanan, Deep teringat akan satu hal.
"Kalau aku tutup itu resto sayang banget ya, mending aku buka aja itu resto, oh iya kuncinya, kayaknya aku pernah titip kunci cadangan deh sama mas Data" batin Deep.
"Assalamualaikum mas Data" notifikasi WhatsApp dari Deep.
"Wa'alaikumsalam tuan Deep, ada apa?"
"Waktu itu aku pernah titip kunci resto ke mas kan ya?"
"Iya tuan"
"Tolong nanti restonya dibuka ya, saya lagi berlibur ke luar kota"
__ADS_1
"Siap tuan"
"Oh iya, mas Data, kalau dagingnya habis tolong dibeli aja ya, ambil aja duit di kasir buat beli dagingnya"
"Siap tuan, stok daging juga masih banyak kok tuan, nanti kalau habis saya belikan"
"Dagingnya harus yang bagus ya, jangan sampai pelanggan kecewa karena rasa dagingnya berbeda"
"Siap tuan"
"Walaupun sudah pasti ada perbedaan antara daging sapi dan daging manusia, tapi tak apalah, yang penting resto itu tetap buka karena galeri seni aku tutup, cuma ada beberapa lukisan disana, kalau dibuka nanti langsung habis kebeli kan cuma buang-buang waktu aku aja, mending sekalian banyakin dulu baru buka, lagipula sisa lukisan disana juga sudah aku tawarkan secara online, kalau makanan takutnya yang pesan jauh kan kasian gak bisa pesan, kalau kejauhan daerahnya takut basi dijalan makanannya, makanya itu resto harus tetap buka dan galeri seni aku tutup, kalau lukisan kan mau kirim beda negara juga Insha Allah aman gak akan basi kayak makanan yang cepat banget basi, harusnya daging cowok tadi aku langsung potong-potong aja ya? kenapa aku pakai taruh rumah segala? ya udah lah udah terlanjur juga, semoga aja darahnya masih enak nanti dibuat sirup dan dagingnya juga belum bau, kalau udah gak enak ya mau gak mau aku buang itu orang, karena sudah tidak berguna lagi buatku, untuk apa aku membunuhnya jika dia tidak bisa aku jadikan makanan dan minuman hm, tujuan ku bunuh manusia kan bukan hanya untuk lukisan, tapi juga buat bahan restoran, nanti di Bali aku cari bule aja kali ya? bule kan glowing tuh kulitnya, pasti enak juga deh rasanya, ini sampai mana ya? kalau jalur darat kan enak gitu ada plang jalannya atau nama tol gitu, kalau jalur udara gak bisa lihat apa-apa selain awan hm sama paling kalau udah sampai di bandara, kenapa perjalanan jauh gak bisa gitu naik kereta atau bus biar lebih enak gitu hm, ini kapan sampainya sih? aku udah gak sabar pengen ngebunuh orang, hm di dalam pesawat ini kan ramai ya? apa aku bunuh semua aja kali ya? habis tangan ku udah gatel banget deh pengen menggaruk leher orang pakai pisau ku, tapi disini ada bodyguard ku sama bi Rika nanti mereka tahu dong kalau aku seorang pembunuh, hm jangan deh, tahan aja" batin Deep menatap bodyguardnya dan bi Rika lalu menatap ke jendela.
"Tuan gak makan? makan dulu tuan" kata bi Rika.
__ADS_1
"Hm iya bi, bibi duluan aja, aku masih kenyang soalnya" jawab Deep tersenyum kecil.
"Hm oke tuan" kata bi Rika.
Deep seketika tersadar dari lamunannya dan melihat bi Rika di sampingnya yang tengah tertidur.
"Kok udah pada tidur semua sih hm, gak seru banget deh, masa baru jam segini udah pada tidur aja! hm aku lapar, apa lauk makan malam hari ini? hm daging? ini daging apa? daging sapi, daging kambing atau daging manusia? kelihatannya seperti daging sapi, tidak mungkin di pesawat disediakan daging manusia, tapi mungkin aja sih, kalau seisi pesawat kanibal semua, udah lah mending aku makan aja" kata Deep memakan sesendok nasi dan daging.
"Hm rasanya lumayan enak sih, tapi menurut ku jauh lebih enak sepuluh kali lipat daging manusia daripada daging sapi ini, daging manusia lebih empuk dibandingkan dengan daging sapi manapun, apa adalagi restoran yang menjual daging manusia seperti ku? kalau ada dia harus dimusnahkan sih, dia sudah meniru ide ku, hanya aku yang boleh menjual daging manusia yang lainnya tidak boleh, manusia-manusia itu hanya boleh mati di tangan ku, tidak boleh ada membunuh lain yang berusaha untuk melenyapkannya, siapapun yang berusaha untuk melenyapkan target ku akan aku lenyapkan dia terlebih dahulu, siapa suruh bermain-main dengan Deep Akhtara? pokoknya hanya Deep yang boleh melakukan semua hal itu, Deep bisa bersaing tapi Deep tidak ingin bersaing dengan orang yang berusaha mengacaukan apalagi berusaha merebut target Deep Akhtara, ketika Deep ingin memilikinya, maka Deep harus memilikinya, tidak boleh ada orang lain yang memilikinya" batin Deep sembari mengunyah makanannya.
Deep membuka ponselnya untuk menonton sebuah film, namun notifikasi WhatsApp dari Nora muncul dan mengganggunya.
"Nora? ngapain lagi nih orang? aku bingung sama diriku sendiri, terkadang aku obsessed with her but sometimes I just obsess over myself and the humans that will be my target is for me to kill to satisfy my desires, entahlah! aku tidak mengerti dengan perasaan ku sendiri, terkadang aku berpikir, apakah aku masih memiliki hati atau tidak? sepertinya hati ku telah lama mati karena terlalu banyak trust issue yang menumpuk di dalamnya dan karena terlalu banyak luka yang tak bisa tersalurkan, aku ingin ada seseorang yang bisa mendengarkan luka ku, tapi aku tidak punya siapapun, aku merasa tidak punya siapapun, dan memang kenyataannya aku tidak punya siapapun di sisiku, ya memang ada bi Rika, pak Jaka, pak Farel, pak Panji, pak Zainal, pak Rudy, pak Rafly, dan para pekerja ku yang lain, tapi bagiku seisi dunia nampak kosong, tidak ada siapapun di dalamnya, yang ada hanya kegelapan, tidak ada sedikitpun cahaya yang menerangi dunia ku, aku kehilangan cahaya dan karena itu aku benci melihat orang lain hidupnya bercahaya, indah dan bahagia, mereka harus merasakan kegelapan yaitu dengan salah satu anggota keluarganya yang aku bunuh, tapi aku masih memberikan sedikit cahaya, karena aku jadikan jasad mereka sebagai lukisan yang sangat indah ya walaupun setelah aku lukis, aku ambil seluruh darahnya, aku ambil semua daging, kulit, dan tulang mereka untuk restoran aku, tapi aku masih berbaik hati bukan? ya aku rasa begitu, siapa tahu anggota keluarga yang aku bunuh itu membeli hasil lukisan ku atau justru malah makan di restoran ku? untuk apa aku memikirkan mayat, nasib ku sendiri saja memperihatinkan, untuk apa memikirkan nasib orang lain? aku harus kerja keras untuk menunjang kehidupan ku sendiri, karena tidak ada lagi yang menunjang kehidupan ku, ya memang sih papa meninggalkan banyak uang, tapi tetap saja tidak ada cinta darinya lagi yang akan aku dapatkan, akh aku benci air mata ini mengalir" kata Deep yang langsung menghapus air matanya dan menghabiskan makanannya.
__ADS_1