
Deep terbangun di malam hari karena perutnya terasa sangat lapar.
"Lagi enak-enak tidur malah lapar!" kata Deep membuka freezer daging manusia.
Deep mengeluarkan satu daging dari dalam freezer dan membawanya ke dapur atas untuk memasaknya karena Deep tidak menyiapkan bumbu dapur di dalam kamar ruang bawah tanah. Deep memasak daging itu sesuai dengan resep yang diberikan oleh asisten rumah tangganya.
Setelah daging itu matang, Deep menyajikannya di piring dan mengambil nasi.
"Besok gw beli bumbu dapur, beras, sama rice cooker deh biar kagak perlu cape-cape naik ke atas lagi, eh ini jam berapa ya?" tanya Deep melihat sekelilingnya.
Deep melihat jam yang tertempel di dinding belakang.
"Jam sebelas tiga puluh? seriusan? perasaan aku baru tidur deh, kok udah tengah malam aja ya? jam segini pasti mall udah tutup deh, yah gagal dong rencana ku untuk membakar mall saat ramai pengunjung, hm ya udah deh aku ke bar aja, pasti jam segini bar lagi rame dengan para pembuat dosa deh, ya udah lah aku kesana aja, walaupun bosan sih bar terus, pengen nyari yang beda tapi malah ketiduran hm" kata Deep yang menghabiskan makanannya dengan cepat lalu kembali ke ruang bawah tanah.
Deep mempersiapkan alat-alat yang akan ia gunakan untuk membasmi sampah-sampah masyarakat. Setelah semuanya siap, Deep naik ke atas. Deep membuka pintu pagar sendiri dan mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi.
Deep mengelilingi setiap sudut bar itu dengan maksud mencari ruang CCTV untuk mematikan semua CCTV yang terpasang.
Baru saja keluar dari ruang CCTV ada seorang wanita peminum yang di tangannya masih membawa botol minuman itu terjatuh di bahu Deep.
"Ngapain lagi nih cewek" gerutu Deep menahan tubuh wanita itu.
"Mas" kata wanita itu bersuara lemah menggigit bibir bawahnya berusaha untuk menggoda Deep.
"Mas ndas mu! gw sama lu juga tuaan lu!" batin Deep kesal menatap wanita itu.
Deep menuntun wanita itu membawanya ke dalam mobil.
"Kamu tunggu disini dulu ya, jangan kemana-mana" pinta Deep menunjuk wanita yang ia taruh di dalam mobilnya.
"Iya mas" kata wanita itu menganggukkan kepala.
__ADS_1
Deep kembali ke dalam bar berusaha membujuk wanita yang terpengaruh oleh alkohol untuk ikut bersamanya.
"Ikut aku yuk" pinta Deep tersenyum memegang tangan seorang wanita.
Wanita itu langsung memeluk Deep. Wanita lain yang melihat pun menghampiri Deep dan memeluknya.
"Sebenernya gw risih di tempelin begini sama tuh dua cewek, tapi ya sudahlah, daripada semuanya nanti mati terus gw gak ada bahan buat restoran, jadi dengan sangat amat terpaksa gw mau" batin Deep.
Deep membawa kedua wanita itu ke dalam mobilnya. Wanita yang pertama kali di bawa oleh Deep melihatnya dengan tatapan mata lemah karena terpengaruh oleh alkohol.
"Dengar ya perkataan ku, kalian tidak boleh ada yang meninggalkan mobil ku" kata Deep menunjuk tiga wanita di dalam mobilnya.
Para wanita itu hanya menganggukkan kepalanya tidak menjawab perkataan Deep. Deep mengunci pintu mobilnya dan mencari beberapa wanita lagi.
Deep mencari wanita yang sesuai dengan keinginannya.
"Aku bosan dengan wanita, tapi kalau pria banyak bulunya, malas banget aku bersihkan bulunya dulu, kalau ada bulunya kan ketahuan nanti kalau aku pakai kulit manusia, kalau cewek kan gak terlalu banyak lah bulunya, gak terlalu capek membersihkannya" batin Deep mencari korban selanjutnya.
Deep berpura-pura memesan minuman dan duduk di samping seorang wanita.
"Baik mas"
Deep memegang tangan wanita yang ada di sampingnya. Wanita itu hanya menatap Deep seolah-olah dia tidak keberatan jika Deep memegang tangannya. Deep mengelus tangan wanita itu dan menariknya ke atas untuk melihat apakah tubuhnya mulus atau tidak.
"Ini cewek mulus banget ya gak ada bulunya, bagus nih buat bahan makanan gw, jadi gw gak perlu cape-cape bersihin bulu" batin Deep menatap tangan wanita itu yang nampak bersih tidak ada bulu sedikitpun.
Untuk menghindari kecurigaan wanita itu, Deep pun dengan terpaksa mencium tangan wanita itu. Deep tersenyum menatap wanita itu setelah mencium tangannya dan wanita itu pun membalas dengan senyuman.
"Ikut aku yuk cantik" kata Deep tersenyum mengelus tangan wanita itu.
"Mau kemana mas?"
__ADS_1
"Ke rumah ku aja sayang, disini gak enak terlalu ramai orang, bagaimana hm?" tanya Deep tersenyum menatap wanita itu.
"Ya udah ayok mas" kata wanita itu tersenyum menganggukkan kepalanya.
Deep menaruh sejumlah uang di meja dan mengambil minuman yang ia pesan tadi.
Deep memasukkan ketiga wanita di belakang dan membiarkan bangku tengahnya kosong untuk korban selanjutnya.
Deep melihat seorang wanita bertubuh sedikit berisi namun wajahnya sangat cantik. Deep memeluk wanita itu dari belakang dan bersandar di pundak wanita itu. Wanita itu menatap Deep dan mengelus kepala Deep. Deep melepaskan pelukannya dan menarik tangan wanita itu pergi. Wanita itu menarik tangan temannya untuk ikut. Deep yang menyadarinya pun hanya menatapnya.
"Teman ku boleh ikut juga kan?" tanya wanita itu.
"Ngapain sih pakai ngajak-ngajak teman segala? dikira mau ajang pencarian bakat kali ya ngajak-ngajak teman? wong mau dibunuh kok ngajak-ngajak teman sih? mau sehidup semati kali ya? tapi bagus sih persahabatan kayak gitu, sehidup semati gak dia hidup kita mati, ya sudah lah" batin Deep.
"Hei! gimana? teman ku boleh ikut juga atau enggak?" tanya wanita itu.
"Teman kamu hanya satu?"
"Tidak, teman ku ada dua, gimana?"
"Teman dia ada dua berarti pas dong? gw gak perlu cape-cape lagi nyari orang, dasar wanita bodoh! aku membawa mu untuk menjadikan mu bahan makanan di restoran ku, tapi kamu malah mengajak dua teman mu itu untuk ikut menemui ajalnya, terima kasih telah mempermudah jalan ku untuk mencari seseorang yang akan aku bawa ke neraka" batin Deep menatap wanita itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Wanita itu tersenyum karena berpikir jika Deep membolehkannya untuk membawa kedua temannya untuk ikut bersamanya. Sebelum pergi Deep memesan empat belas botol minuman.
"Sebentar ya, aku mau beli minuman dulu" kata Deep tersenyum dan langsung meninggalkan mereka.
Deep kembali dengan membawa kardus kecil berisikan minuman. Deep dan ketiga wanita itu menuju mobilnya.
"Masuklah ke dalam mobil ku, aku akan menaruh minuman ini di bagasi terlebih dahulu" kata Deep tersenyum.
Ketiga wanita itu masuk ke dalam mobil Deep. Kini di dalam mobil Deep sudah berada tujuh wanita yang tanpa mereka ketahui jika Deep akan membunuh mereka.
__ADS_1
"Aku pulang saja lah, tidak berselera menghabisi mereka semua, yang terpenting aku sudah mendapatkan tujuh wanita, tidak akan ada mencari mereka, karena mereka adalah pekerja di bar itu" batin Deep tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya.
Deep pergi membawa ketujuh wanita itu menuju ke rumahnya.