Pain Is Art

Pain Is Art
Ketahuan


__ADS_3

Ruby yang bersembunyi pun mendengar perkataan Deep dan bi Rika.


"Satu hal lagi yang harus kamu tahu, benar dugaan mu, jika aku sama seperti papa ku, aku melukis manusia yang telah aku bunuh dan jasad korban ku itu aku jadikan menu restoran, darahnya aku buat sirup dan tubuhnya aku buat menu makanan yang enak, tidak ada satupun orang yang curiga akan hal itu" ucap Deep tersenyum menatap bi Rika.


"Sayang" panggil Gemini menepuk pundak Ruby.


Ruby yang terkejut tidak sengaja berteriak dan Deep mendengar suara teriakan Ruby. Ruby langsung menutup mulutnya dan menarik Gemini untuk ikut bersembunyi.


"Siapa di sana?" tanya Deep melihat sekelilingnya.


Ruby menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketakutan.


"Ada apa sih? kenapa kamu ketakutan gitu sama tuan Deep?" tanya Gemini.


"Dia psikopat, dia membunuh banyak orang untuk dijadikan lukisan dan bahan makanan restorannya" jawab Ruby perlahan.


"What? kamu serius?"


"Iya, udah kamu diam saja, biar dia gak tahu keberadaan kita di sini"


"Iya"


Deep melihat keberadaan Ruby dan Gemini yang bersembunyi namun mereka tidak menyadari jika Deep telah melihat persembunyian mereka.


"Ayok kita pulang" ajak Deep menarik tangan bi Rika.


"Baik tuan" jawab bi Rika.


"HUFT! Untung aja dia gak liat keberadaan kita di sini, kalau sampai dia lihat kita, bisa habis nanti kita dibunuh sama dia" ucap Ruby menatap Gemini.


"Iya sayang"


"Besok aku resign dari The Deep Art, kamu mau ikut resign atau enggak? terserah kamu, tapi aku gak mau tetap bekerja di tempat yang aku tahu jika bos aku adalah seorang pembunuh yang kejam, itu sama saja aku makan dari uang haram, karena bos aku mendapatkan uang itu dengan cara merenggut nyawa banyak orang"


"Aku ikut kamu, aku juga gak mau kerja sama dia lagi, aku takut terjadi apa-apa kalau aku tetap bekerja sama dia nantinya, tapi kita harus kembali ke rumahnya dulu, kita harus mengerjakan pekerjaan terakhir kita hari ini, kalau sampai dia tahu kita tidak ada di sana untuk bekerja, nanti dia curiga lagi sama kita"

__ADS_1


"Iya kamu benar, kita harus sampai di rumahnya sebelum dia sampai, tapi kita naik apa?"


"Itu ada ojek, kita naik ojek aja, setidaknya kalau naik motor kita bisa cari jalan yang lebih cepat untuk tiba di rumah tuan Deep, dan tidak terjebak macet"


"Iya sayang"


Gemini menjelaskan alamat rumah Deep pada dua tukang ojek dan memintanya untuk mengendarai dengan kecepatan penuh.


Gemini dan Ruby tiba di rumah Deep. Mereka segera berlari ke ruangan tempat penyimpanan lukisannya, agar Deep tidak mencurigai kepergian mereka.


Deep tiba di rumah dan menarik tangan bi Rika ke dalam.


"Jangan katakan hal ini pada siapapun atau saya akan menjadikan anda sebagai menu makanan selanjutnya bagaimana hm?" tanya Deep tersenyum kecil menatap bi Rika.


"Iii-iyya tuan" jawab bi Rika ketakutan.


"Sekarang buatkan saya makanan, saya lapar, saya ingin melihat pekerjaan karyawan TDA dulu"


"Iii-iyya tuan"


"Mas Yuda" panggil Deep menepuk pundak mas Yuda.


"Iya tuan, ada apa?"


"Kamu lihat keberadaan mbak Ruby dan mas Gemini gak?"


"Ada apa tuan" tanya Ruby yang datang membawa lukisan Deep dari dalam.


"Dimana mas Gemini?"


"Saya di sini tuan, ada apa?" tanya Gemini membawa lukisan Deep.


"Tidak! tidak ada apa-apa, ya sudah kalian lanjutkan saya bekerja"


"Baik tuan" jawab mbak Ruby dan mas Gemini kompak.

__ADS_1


"Hebat sekali tipu muslihat kalian! saya akui kalian cukup cerdas untuk membohongi seorang Deep Akhtara, tapi seorang Deep Akhtara tidak sebodoh itu untuk mempercayai seseorang, Deep Akhtara selalu satu langkah di depan seseorang, kalian mungkin berpikir jika aku tidak melihat persembunyian kalian tadi, tapi aku melihatnya, dan kalian tiba lebih dulu di sini, pura-pura bekerja agar aku tidak mencurigai kalian, it's okay, aku tidak bisa menjalankan permainan ku saat ini pada kalian, karena di sini sangat ramai, aku tidak bisa mengambil banyak resiko, karena aku masih ingin mereka semua hidup"


Deep keluar dari tempat itu dan kembali ke kamarnya. Deep mengunci pintu kamarnya dan membuka lemari kecil yang ada di samping kasurnya.


Deep mengambil photo book di lemarinya. Deep tersenyum melihat kebersamaannya dengan Nora dulu hingga air matanya menetes. Di lembaran lain ada foto keluarganya ketika masih bersama. Ada foto ayahnya, ibunya, dan fotonya ketika masih kecil.


Sampai di tengah lembaran ekspresi wajahnya berubah. Deep mencari-cari sesuatu di dalam photo book itu.


"Surat hasil pemeriksaan ku kemana? kenapa gak ada? seingat ku terakhir aku taruh di tengah-tengah photo book ini, kenapa sekarang gak ada? bi Rika? apa dia yang telah mengambilnya? aku harus cek CCTV untuk mengetahui apa yang bi Rika lakukan sehingga surat itu menghilang dari dalam photo book ini" ucap Deep yang langsung membuka laptop miliknya.


Terlihat rekaman CCTV bi Rika yang masuk ke dalam kamarnya dan mencari-cari sesuatu.


"Benar dugaan ku, jadi bi Rika yang sudah mengambil surat hasil pemeriksaan ku, berarti dia udah tahu kalau aku mental ilness, dan dia ingin mengetahui apakah aku pernah membunuh seseorang atau tidak, kurang ajar sekali dia! berani sekali dia melakukan hal itu diam-diam di belakang ku! memangnya siapa dia? apa dia sudah merasa berkuasa di rumah ini? sehingga dia bisa berbuat seenaknya seperti itu, dan mereka? mbak Ruby dan mas Gemini hanya karena TDA mengapa mereka ikut campur? kenapa mbak Ruby membantu bi Rika untuk bersembunyi? dasar pengkhianat! pengkhianat tidak pantas dimaafkan! pengkhianat hanya pantas untuk mati!"


🗣️ "Bagus! orang seperti mereka hanya pantas untuk mati!"


🗣️ "Sekarang kamu sudah jauh lebih pintar ya? tidak mudah dikelabui oleh orang lain itu adalah sebuah kemajuan yang besar, pertahankan!"


"Aku tidak akan mempercayai siapapun lagi, termaksud dengan mempercayai mu! jadi diamlah! hentikan omong kosong mu itu! aku tidak ingin mendengar omong kosong mu lagi!" ucap Deep ketus.


🗣️ "Aku bukanlah sebuah omong kosong!"


🗣️ "Jika aku adalah sebuah omong kosong berarti kamu juga sebuah omong kosong!"


🗣️ "Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku, kapan kamu bisa mengerti akan hal itu?"


"Aku tidak akan pernah manu mengerti ataupun mencari tahu tentang mu, jadi diamlah!" ucap Deep ketus.


🗣️ "Teruslah berlari sampai kamu mati terbunuh!"


"Apa maksud mu itu?" tanya Deep.


🗣️ "Satu kelemahan mu adalah selalu menolak dirimu sendiri dan selalu menolak kebenaran yang ada!


"Aku bilang diam ya diam!" bentak Deep.

__ADS_1


__ADS_2