Pain Is Art

Pain Is Art
Berantem di Kelas


__ADS_3

"Eh balik yuk ke kelas" ajak James.


"Lah tumben lu rajin!" ucap Andika.


"Gak rajin juga sih sebenarnya, lu lihat aja jam, kita udah telat setengah jam mata kuliah"


"Lah iya! cepat banget deh kayaknya jam! gw ngevape dulu dong sebentar, boleh ya? biar entar ke kelasnya bareng" pinta Andika.


"Ya udah lu ngevape aja, gw duluan ke kelas ya, kan masih ada Axcel sama Gerry ini"


"Lu berdua disini kan?" tanya Andika menatap Axcel dan Gerry.


"Iya, gw juga mau ngerokok dulu, biasa ngerokok kalau gak ngerokok malah pahit rasanya mulut gw!" jawab Axcel.


"Sama, gw juga gitu" sambung Gerry.


"Tuh kan ada temannya, ya udah kalian bertiga kalau mau ngerokok or ngevape aja, gw balik duluan ya ke kelas" ucap James.


"Lu gak mau ngevape juga?"


"Gw gak pernah ngevape ataupun ngerokok dan gw juga gak tertarik sih mencobanya!"


"Cobain dulu! enak tahu, kayak ada manis-manisnya gitu, tapi emang manis sih, ini gw lagi pakai yang rasa strawberry, cobain dulu James, enak lho!"


"Enggak! makasih! gw ke kelas duluan bye!" ucap James yang langsung pergi meninggalkan teman-temannya.


"Hm yoweslah! dikasih yang enak gak mau!"


Setibanya di depan kelas, James melihat dosennya yang tengah mencatat di papan tulis. James berjalan mengendap-endap ke bangku kosong yang ada di belakang agar dosennya tidak curiga jika ia baru saja tiba.


"James? kapan kamu datang?" tanya dosennya menunjuk James terkejut.


"Saya datang daritadi bu, mungkin ibunya lupa kali atau salah lihat, kan daritadi saya ada disini bu, iya kan?" tanya James menatap teman sekelasnya memberikan isyarat dengan menganggukkan sedikit kepala dan mengedipkan mata.


"Hm iya bu, James daritadi ada di samping saya kok bu"


"Mereka bohong bu, James baru saja masuk ke kelas saat ibu mencatat di papan tulis tadi" ucap Zellyn.


"Sialan nih cewek! cepu banget jadi orang! untung cantik lu! kalau enggak udah gw tendang lu ke planet mars!" ucap James perlahan menundukkan kepala.

__ADS_1


"Dia yang bohong bu, saya daritadi ada disini kok, iya gak teman-teman? daritadi saya ada di dalam kelas kan?" tanya James menatap teman-teman sekelasnya.


"Iya bu James benar, daritadi James ada di dalam kelas kok bu" jawab mahasiswa salah satu mahasiswa.


"Hm oke yasudah lah kalau begitu, mungkin ibu dan Zellyn aja yang salah lihat, kita lanjutkan topik pembelajaran yang tadi" ucap bu dosen.


"Iya bu" jawab semua mahasiswa kompak.


Zellyn menatap James dengan penuh amarah, karena dirinya jadi dosennya ikut menyalahkan kebenaran ucapannya.


James meledeknya dengan menjulurkan lidahnya dan membuka tutup tangannya di samping telinga.


"Dasar cowok menyebalkan! lihat saja nanti pembalasan gw!" gerutu Zellyn menatap James penuh amarah dan langsung memalingkan wajahnya.


"James" panggil Axcel di depan ruang kelas.


"Sini masuk aja cepetan!" ucap James memberikan isyarat dengan tangan.


Axcel, Andika dan Gerry berjalan perlahan memasuki ruang kelas. Andika dan Gerry duduk di bangku belakang James, sedangkan Axcel duduk di bangku kosong samping James dekat dengan dinding kelas.


Zellyn tak percaya melihat kedatangan Axcel, Andika dan Gerry teman-teman James yang bisa masuk begitu saja tanpa diketahui oleh dosennya.


"Eh cewek lu ngapa tuh ngeliatin kita?" tanya Axcel berbisik pada James menatap Zellyn.


"Entahlah! maybe dia mulai menyadari jika dia mulai ada rasa cinta sama gw" jawab James.


"Kepedean lu! firasat gw gak enak sih!" sambung Gerry.


"Sama, lihat aja tuh matanya si Zellyn udah kayak mau makan orang!" bisik Andika menunjuk Zellyn.


"Apa menurut lu kalau si Zellyn itu kanibal hah? ya kalau dia kanibal juga gak apa-apa sih, lagi pula dia juga sudah lama menenggelamkan gw ke dalam cintanya, ya cuma tinggal memakannya saja" ucap James menyeringai menatap Zellyn.


"Memakan apa dulu nih?" tanya Andika.


"Gw paham maksud dari perkataan si James, maksudnya dia pasti memakan cacing besar Alaska, iya gak?" tanya Gerry menyeringai mengangkat alisnya.


"Yaps! tapi gw lebih suka menyebutnya sebagai T-Rex daripada cacing besar Alaska, because T-Rex lebih besar dan berbahaya dibandingkan cacing besar Alaska sepertinya!" ucap James menyeringai menggigit bibir bawahnya.


"Jangan engap lu masih di dalam kelas!" ucap Axcel mendorong James.

__ADS_1


"Hah? engap? engaas kali" sambung Gerry.


"Nah iya itu, sama aja kan?"


"Beda tolol! engap itu lu habis lari maraton tuh baru engap kecapean namanya, kalau engaas itu ku butuh kasih sayang asik!" ucap Gerry tertawa kecil.


"Asik! jub-jub na!" ucap Axcel tertawa kecil.


"Shia! udahlah nanti Jaju gw bangun" ucap James.


"Alaiwa? Jaju? who is Jaju?" tanya Axcel.


"Jaju is my brother"


"Oh shitt! phom khao chai laeo kha!" ucap Axcel tertawa kecil menganggukkan kepala.


"Alaiwa?" tanya Andika.


"Tidak lain dan tidak bukan sudah pasti itu adalah magnum" jawab Gerry menahan tawanya.


Mendengar perkataan Gerry sontak membuat Andika tertawa.


Jam perkuliahan yang menyebalkan bagi Zellyn pun akhirnya selesai juga. Dosen meninggalkan ruang kelas sedangkan Zellyn langsung berlari menutup pintu kelas.


"Gak ada yang boleh keluar dulu dari dalam kelas" teriak Zellyn.


"Ada apa sih?" tanya salah satu mahasiswa.


"Kenapa kalian semua membela James dan teman-temannya hah? kalian tahu dan kalian melihat sendiri jika James dan teman-temannya itu tadi telat masuk ke kelas, kenapa kalian mengatakan jika sedari awal mereka sudah ada di dalam kelas hah? apa kalian takut dengan mereka? tidak perlu merasa takut dengan mereka! mereka itu bukan siapa-siapa disini" ucap Zellyn.


"Berani juga cewek lu James" bisik Andika.


"Ini yang bikin gw makin tertarik untuk mendekati Zellyn, karena cuma dia wanita yang sulit gw dapatkan dari pertama masuk ke dalam kampus ini" jawab James.


Zellyn berjalan perlahan menghampiri James dan teman-temannya dengan tatapan mata sinis.


"Heh buaya darat! walaupun mereka semua takut sama lu pada tapi jangan pernah lu berpikir jika gw akan takut dengan lu semua ya!" bentak Zellyn mendorong James.


James hanya tersenyum menatap Zellyn dan berjalan meninggalkannya. Zellyn memegang tangan James dan James pun menatapnya dingin. Zellyn memelintir tangan James namun James membalasnya dan mendekap tubuh Zellyn.

__ADS_1


"Aku tahu jika kamu tidak pernah takut pada kami, tapi kamu wanita yang aku cintai, aku tidak ingin menyakiti mu, tapi kamu yang memulai hal itu terlebih dahulu, jadi maafkan aku jika aku menyakitimu" ucap James tersenyum menatap Zellyn dan mendorongnya lalu pergi diikuti oleh teman-temannya.


__ADS_2