Pain Is Art

Pain Is Art
Pengemis Gadungan


__ADS_3

Setelah lukisannya selesai, Deep beristirahat sembari scroll sosial media miliknya. Akun instagramnya kini sudah memiliki tiga puluh ribu followers. Deep juga memasarkan hasil lukisannya diakun Instagram miliknya dan karena itulah akun Instagram miliknya dibanjiri oleh banyak followers.


"Alhamdulilah semua surat yang tuan Deep perlukan sudah jadi" kata pak Farel asisten pribadi Deep yang ditugaskan untuk mengurus surat restoran dan galeri seninya.


Pak Farel kembali ke rumah dengan senyum sumringah terpancar dari wajahnya. Sesampainya dirumah ia langsung mengetuk pintu kamar Deep namun Deep tidak kunjung membukanya, akhirnya pak Farel memutuskan untuk meneleponnya.


Deep yang sedang scroll Instagram pun menjadi terganggu oleh notifikasi panggilan telepon masuk dari pak Farel.


"Ada apalagi deh ini orang telepon? gangguin orang aja deh!" gerutu Deep yang langsung mengangkat panggilan telepon dari pak Farel.


"Assalamualaikum tuan" kata pak Farel.


"Wa'alaikumsalam, ada apa?" tanya Deep ketus.


"Tuan ini saya mau memberikan surat-surat yang tuan minta tapi saya ketuk-ketuk pintu kamar tuan gak ada jawaban, jadi saya telepon tuan saja, ini sertifikatnya taruh dimana ya tuan?"


"Masuk aja ke dalam kamar, pintunya gak dikunci kok, ini saya lagi di luar soalnya tadi kelupaan kunci pintu, taruh di dalam laci lemari kecil itu aja, tutup lagi pintunya ya pak"


"Siap tuan"

__ADS_1


Panggilan telepon diantara mereka pun berakhir. Pak Farel masuk ke dalam kamar Deep dan meletakkan sertifikat itu di tempat yang diperintahkan oleh Deep lalu keluar dari dalam kamar.


"Bagus deh sertifikat itu udah jadi berarti sekarang aku tinggal bikin web pribadi untuk restoran sama galeri seni itu dan buka lowongan pekerjaan" kata Deep tersenyum.


Deep membuat situs resmi untuk restoran dan galeri seninya. Deep juga membuat akun Instagram resmi untuk restoran dan galeri seninya. Restoran Deep diberi nama "The Deep Restaurant" dan galeri seninya ia beri nama "The Deep Art". Deep sengaja memasukkan namanya sebagai kode awal jika restorannya itu menjual organ dalam manusia dan berbahan dasar manusia serta dibalik lukisannya itu mengandung makna terselubung yaitu dengan menggunakan manusia sebagai acuan dalam melukis, karena "Deep" jika diartikan dalam bahasa Inggris bermakna "dalam", tetapi tidak ada yang curiga padanya padahal dia sudah memberikan kode pada nama usahanya itu.


"Aku kira nama itu tidak akan bisa di daftarkan ternyata bisa dan tidak ada yang curiga dengan restoran ku, padahal restoran itu berbahan dasar manusia, entah mereka yang bodoh sehingga tidak bisa membedakan mana daging, tulang, kulit sapi dan mana daging, tulang, kulit, manusia atau memang karena keberuntungan ku lah yang menang, tidak ada yang curiga dengan sirup itu, padahal sirup itu terbuat dari darah, hm bagus lah, jadi tidak ada satupun yang terbuang sia-sia" kata Deep tersenyum kecil.


Deep memotret hasil lukisannya dan mempublikasikannya ke situs penjualan miliknya dan juga ke akun Instagram miliknya. Deep keluar dari kamar ruang bawah tanah untuk mengambil kedua sertifikat usahanya yang ada di dalam kamarnya. Deep mengambil kedua sertifikat usahanya dan membawanya ke kamar yang ada di ruang bawah tanah. Deep meletakkan kedua sertifikat itu di laci lemari dan menguncinya.


Deep membuat informasi lowongan pekerjaan online dan mencetaknya untuk ditempelkan langsung ke tempat umum.


Deep menyeleksi setiap berkas yang ia terima dan menjadwalkan pertemuan di restoran dan galeri seninya.


"Hm bete banget aku, ngapain ya enaknya? bunuh orang lagi seru kayaknya, tapi aku cari korban barunya dimana? kalau cari di gang-gang sempit udah bosan banget, di masjid? akh tidak! itu terlalu banyak dosa jika aku membunuh di masjid, hm tapi kayaknya jarang deh kasus pembunuhan di masjid, tapi gak deh tempat lain aja, mall aja gimana? kan di mall banyak orang tuh pasti, tapi aku apakan mall itu? hm apa aku bakar saja kali ya mall itu? sepertinya seru saat melihat mereka berlarian keluar, tapi sebelum itu aku harus merusak CCTV di mall itu dulu biar gak ketauan, tapi jangan deh gak seru kayaknya, aku bakar langsung saja, kalau terbakar kan pasti CCTV itu rusak, iya kan? tapi kalau bakar sekarang nanti ketahuan, mau gak mau harus dibakar pas itu udah tutup, tapi aku merasa sangat bosan saat ini, hm bagaimana kalau aku bakar orang hidup-hidup aja ya? aku bakar bajunya biar tubuhnya terbakar lalu dengan begitu dia bisa hangus dan mati terbakar seperti di neraka, tapi bukan neraka pembalasan di akhirat namun neraka dunia yang aku ciptakan untuk menghanguskannya, sepertinya itu sangat menarik, ya sudah sekarang lebih baik aku keluar untuk mencari orang yang sesuai untuk aku bakar itu" kata Deep tersenyum dan langsung meninggalkan kamarnya.


Deep membawa korek gas untuk melancarkan aksinya dalam membakar maksanya hidup-hidup.


Ketika berada di lampu merah, ada seorang pengemis yang meminta uang padanya.

__ADS_1


"Pak, bu, kasihanilah saya" kata pengemis itu mengulurkan tangannya.


Deep membuka kaca mobilnya dan memberikan selembar uang seratus ribu kepada pengemis itu.


"Terima kasih mas"


"Hm!"


Deep memarkirkan mobilnya di sudut jalan dan mengikuti pengemis itu karena Deep merasa ada sesuatu yang aneh kepada pengemis itu, dan benar saja dugaan Deep, pengemis itu mengeluarkan iPhone keluaran terbaru dari dalam tas lusuh yang ia bawa.


"Seorang pengemis memiliki hp iPhone keluaran terbaru? bagaimana bisa? aku saja belum membeli hp keluaran terbaru itu, iPhone milik ku masih iPhone empat belas promax, sepertinya dia cocok deh menjadi korban ku, karena handphone miliknya saja iPhone keluaran terbaru tapi dia menjadi seorang pengemis, eh dia mau pergi kemana tuh?" tanya Deep saat melihat pengemis itu beranjak pergi.


Deep terus mengikuti pengemis itu. Pengemis itu pergi ke kamar mandi. Deep menunggu di luar dan betapa terkejutnya dia saat melihat pengemis itu berganti baju seperti layaknya seorang sultan. Pengemis itu masuk ke dalam mobil sport.


"What? pengemis punya iPhone dan mobil mewah, hm aku tahu nih harus apa" kata Deep tersenyum.


Pengemis itu mengangkat panggilan telepon dari seseorang dan Deep pun melancarkan aksinya. Deep melepaskan rem mobil pengemis itu dan menyalakan api di mesin mobil itu. Pria itu yang tidak melihat Deep melakukan hal itu pun masuk ke dalam mobilnya dan ketika mobil itu dinyalakan, mobil itu seketika meledak. Deep nampak sangat bahagia menyaksikan pengemis gadungan itu tewas mengenaskan.


"Seseorang yang tidak mengerti baik dan buruk, bagaimana bisa mengerti Deep Akhtara? kamu bisa menipu banyak orang, tapi kamu tidak akan pernah bisa untuk menipu ku, sekarang rasakan hal itu, aku telah mengantarkan mu menuju pintu gerbang kematian mu, kamu berpura-pura menjadi seseorang yang tidak mampu, hm sekarang urusan mu adalah para malaikat disana bukan lagi seseorang yang akan mengasihani dan memberikan mu uang" kata Deep tersenyum dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2