Pain Is Art

Pain Is Art
Pengepul


__ADS_3

Deep berjalan ke musholla untuk mengambil mobilnya dengan wajah memerah penuh amarah. Deep mengendarai mobilnya dan pergi ke toko bangunan untuk membeli mesin senso.


"Pak beli mesin senso dong, ada gak ya?" tanya Deep kepada penjual.


"Sebentar biar saya ambilkan dulu"


"Hm!"


"Ini mesin senso nya"


"Ini uangnya pak, kembaliannya ambil aja" ucap Deep tersenyum kecil dan pergi membawa mesin senso tadi.


Penjual itu menghitung jumlah uang yang Deep berikan, ada sepuluh lembar uang seratusan.


"Alhamdulillah lebihnya lumayan banyak, baik juga tuh orang, tapi mesin senso buat apaan ya? dia naik mobil mewah tapi beli senso hm mencurigakan, tapi ya sudahlah yang terpenting aku untung gak buntung" ucap penjual itu tersenyum.


Deep pergi ke tempat pengepul yang tadi membeli botol bekas ibu yang membawa anak kecil tadi.


Deep melihat petunjuk cara menyalakan senso dan menghapalkannya. Deep turun dari mobil dengan mesin senso yang sudah menyala. Nampak pengepul yang tadi membeli botol bekas ibu tadi sedang memilah botol dan gelas bekas, dengan cepat Deep berlari dengan sensornya itu. Senso itu tepat mengenai perut pengepul dan menembus hingga ke belakang. Pengepul lain melihat Deep yang tengah membunuh satu pengepul. Deep menarik mesin senso itu dan memutar mesin senso itu dengan brutal hingga kepala mereka menggelinding seperti kelapa yang jatuh dari pohonnya. Deep terlihat sangat bahagia dan pergi untuk mengunci pintu depan terlebih dahulu agar tidak ada yang melihatnya. Ketika Deep kembali ke dalam, jasad mereka sudah dikerubungi oleh lalat karena berada di tumpukan sampah. Deep membuka jaket miliknya dan mengikat jaket itu sebagai masker untuk menutupi hidung dan mulutnya dari lalat yang mengganggunya. Deep mengeluarkan pisau kecil yang biasa ia pakai untuk memisahkan antara kulit, daging dan tulang para korbannya. Deep mengeksekusi korbannya kecil-kecil dan memasukkan potongan itu ke dalam kantung plastik. Deep mengikat kantung plastik itu dan membawa setiap plastik ke dalam mobilnya. Deep melihat sekelilingnya apakah terdapat CCTV atau tidak, ketika yakin tidak ada CCTV yang terpasang, Deep menyiramkan bensin dan membakar tempat itu. Api menjalar dengan cepat dan Deep segera meninggalkan tempat itu membawa potongan-potongan tubuh korbannya untuk bahan dasar restorannya.


"Aku bawa ke rumah atau langsung ke restoran aja ya?" tanya Deep menoleh ke tumpukan plastik di belakang.


"Kalau aku bawa ke restoran langsung nanti pasti ada yang curiga, soalnya restorannya juga masih buka jam segini, dan ini juga belum aku bungkus plastik, kalau aku taruh langsung mereka pasti curiga, ya udah deh aku bawa pulang dulu aja" ucap Deep menambah kecepatan mobilnya.


Sesampainya di rumah, pak Rafly melihat Deep membawa banyak kantung plastik dan menghampirinya.

__ADS_1


"Tuan, apa itu?" tanya pak Rafly.


"Ini tadi saya baru beli daging di supermarket depan, ini struk pembeliannya tolong kamu buang ya, saya mau bawa daging-daging ini ke dalam dulu ya"


"Bisa saya bantu tuan?"


"Tidak usah! saya bisa sendiri"


"Oh oke tuan"


Entah dapat struk pembelian daging darimana, tapi struk pembelian itu berhasil menipu pak Rafly jika yang dibawa oleh Deep itu adalah daging yang ia beli di supermarket karena ada tulisan Indomaret di bagian atas struk pembelian itu.


Deep membawa plastik-plastik itu ke ruang bawah tanah untuk ia bersihkan dan ia kemas seperti daging supermarket. Darah bekas mencuci daging-daging itu, Deep tampung dan Deep racik menjadi sirup yang lezat.


Deep memasukkan sirup darah itu ke dalam kulkas dan memasukkan potongan tulang, daging dan kulit yang telah ia kemas ke dalam freezer.


"Tuan Deep udah pulang kok, baru saja tadi sampai di rumah, tadi aku ketemu dia di depan habis belanja bahan-bahan restorannya" jawab pak Rafly.


"Oh gitu, ya udah aku panggil ke kamarnya dulu ya, kalian makan saja duluan, nanti aku dan tuan Deep menyusul" ucap bi Rika.


"Eh tunggu" ucap pak Rafly"


"Ada apa?"


"Jangan diganggu, kasian tuan Deep, pasti dia lelah pulang malam begini, dari pagi kan dia keluar baru pulang jam segini, biarkan dia istirahat, aku yakin kalau tuan Deep sudah makan di luar tadi, jadi tidak usah diganggu, biar dia bisa istirahat"

__ADS_1


"Hm, iya juga sih, ya uda deh, ayok makan"


"Iya"


"Haduh lapar banget" ucap Deep memegangi perutnya.


"Aku mandi dulu terus makan, tapi aku pengen daging manusia, aku rebus dulu aja deh dagingnya biar empuk, nanti aku kelar mandi kali aja udah empuk dagingnya terus bisa langsung aku masak deh" ucap Deep mengambil air dan merebus daging manusia lalu membersihkan kamar mandinya serta membersihkan tubuhnya.


Deep teringat akan ponselnya, Deep keluar kamar mandi untuk mengambil ponselnya. Deep memutar sebuah lagu untuk menemani keheningan di dalam kamar mandi. Deep menyalakan shower sembari bernyanyi sesuai dengan lagu yang ada di ponselnya.


Deep menuangkan shampo ke tangannya dan menggosok ke rambutnya tapi yang keluar malah bau darah. Deep mengabaikannya dan membersihkan sisa shampo di rambutnya. Deep meraba-raba sekelilingnya untuk mencari sabun, ada tangan manusia pucat yang mendekatkan botol sabun itu ke arahnya.


"Makasih" ucap Deep yang tidak sengaja memegang tangan itu dan mengambil botol sabun.


Deep membersihkan tubuhnya dan mematikan shower. Deep meraba-raba sekelilingnya untuk mencari handuk yang ia gantung. Tangan itu kembali memberikan handuk kepada Deep.


"Makasih" ucap Deep yang kembali memegang tangan itu.


Deep mengusap matanya yang terkena air dengan handuk dan terbelalak.


"Tadi siapa yang ngambilin sabun sama handuknya ya? kok gak ada siapa-siapa? aku kira tadi bi Rika atau siapa gitu yah ngasih ke aku, tapi kok gak ada orang? oh iya aku ingat, bi Rika dan yang lainnya kan gak tahu tentang kamar ini ya? terus tadi itu tangan siapa dong? aku berada megang tangan seseorang kok tadi, tapi tangan siapa? akh mungkin cuma perasaan aku aja kali ya? ya udah deh"


Deep keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk mandi dan handuk yang terlilit di kepalanya. Deep membuka tutup panci untuk melihat daging yang tadi ia rebus. Deep menusukkan pisau di salah satu daging untuk memastikan dagingnya sudah empuk atau belum, dirasa sudah empuk, Deep mematikan dan mengolah daging itu menjadi semur. Deep membuka rice cooker dan menyendok nasi, karena tadi pagi ia sempat memasak nasi sebelum pergi untuk mendaftarkan dirinya di sekolah barunya itu. Deep makan semur daging manusia dengan minum sirup darah manusia yang sudah ia beri es batu.


"Hm, ini seperti surga dunia, rasanya sangat nikmat, dan sirup ini benar-benar lezat menggugah selera jika ditambahkan dengan es batu seperti ini" ucap Deep tersenyum dan kembali meminum sirup darah.

__ADS_1


Deep menghabiskan makanan dan minumannya lalu tertidur.


__ADS_2