
Deep kembali dengan membawa mesin senso yang sudah menyala. Deep berjalan perlahan sembari tersenyum kecil menuju ke arah mas Gemini dan mbak Ruby.
Ruby yang ketakutan memegang tangan Gemini. Gemini mengajak Ruby untuk menghindari Deep, namun Deep berlari mengejar kepergian mereka yang tidak bisa berlari lagi karena tiba di sudut ruangan. Deep tertawa kencang dan berusaha menancapkan mesin senso itu ke mereka, namun mereka berhasil menghindar.
"Sebesar apapun usaha kalian untuk melarikan diri, aku tidak akan pernah melepaskan kalian! menarilah bersama mesin senso ku dan tersenyumlah menemui ajal kalian!" ucap Deep tersenyum kecil menatap Gemini dan Ruby yang nampak ketakutan dan kebingungan.
Deep melemparkan mesin senso itu dan akhirnya mesin senso itu berhasil membelah tubuh Gemini dan Ruby tepat di hadapan bi Rika. Setengah tubuh ke atas mbak Ruby jatuh di pangkuan bi Rika. Bi Rika nampak sangat ketakutan melihat tubuh mbak Ruby yang terpotong dan terjatuh di pangkuannya.
"SURPRISE!" ucap Deep mengagetkan bi Rika dan bertepuk tangan sembari tersenyum.
Deep mematikan mesin senso miliknya dan mengambil potongan tubuh ke atas milik mas Gemini dan membawanya tanpa rasa jijik sedikitpun melihat usus dan organ dalam yang bergelantungan.
__ADS_1
Deep membuka penutup mulut bi Rika dengan tangan kirinya sembari tersenyum dan mengangkat potongan tubuh itu tepat di depan mata kepala bi Rika.
"Bagaimana? apa kamu menyukai kejutan dari ku ini hm?" tanya Deep tersenyum kecil menatap bi Rika lalu menatap potongan tubuh mas Gemini.
"Kenapa tuan tega melakukan hal ini kepada mereka? memangnya apa salah mereka pada tuan? mereka tidak bersalah tuan! mengapa tuan dengan teganya merenggut nyawa mereka dengan cara seperti ini?" tanya bi Rika meneteskan air matanya.
"HEI! JANGAN MENANGIS!" pinta Deep menghapus air mata di pipi bi Rika dan menatapnya dengan ekspresi wajah sedih.
"Aku ingin memberikan mu kejutan di hari ulangtahun mu, apa kamu lupa kalau hari ini adalah hari ulangtahun mu? aku hanya ingin memberikan kado yang akan selalu kamu ingat seumur hidup mu, dan aku rasa, kado ini akan menjadi kado yang tak akan pernah bisa kamu lupakan, benar begitu kan?" tanya Deep tersenyum kecil tapi dengan tatapan mata sedih.
"Apa tadi bibi bilang? aku tidak berempati? empati, hati, logika ku sudah lama mati oleh keadaan! jika ingin menyalahkan sesuatu, maka salahkanlah takdir yang ada saat ini! karena takdirkah yang sudah mengubah ku menjadi orang yang seperti ini! aku hanya ingin mencari ketenangan, kebahagiaan, mendapatkan cinta, dukungan, apa aku salah? aku berusaha mengulurkan tangan ku tapi tidak ada seorang pun yang meraihnya, aku berusaha menunjukkan luka, dan semua kesedihan ku tapi tidak ada rangkulan yang aku dapatkan, jangankan rangkulan, telinga saja tidak bisa aku dapatkan, tidak ada telinga yang mau mendengar semua rasa sakit ku! tidak ada hati yang bisa mengerti sehancur apa dunia ku saat ini! bibi berani mengatakan jika aku adalah orang yang tidak memiliki empati? lantas disebut apakah mereka? disebut apakah orang yang dengan sengaja menutup telinga saat cerita dan keluh kesah ku keluarkan? disebut apakah orang yang hatinya tidak bisa mengerti sehancur apa hati dan hari-hari ku? disebut apakah otak yang tidak mampu berpikir sebelum berbicara? disebut apa orang yang dengan sengaja bertindak padahal dia sudah tahu pasti jika tindakannya itu akan melukai hati orang lain? jangan ajarkan aku untuk bersabar dengan semua luka yang selama ini aku pendam sendirian! jika kamu ingin menjadi guru bagiku, maka ajarkan aku untuk mengungkapkan semua kekesalan ku setelah dipatahkan berulang kali oleh keadaan, karena sungguh, aku sudah cukup muak untuk bersabar dan melawan luka ku seorang diri!" jawab Deep jatuh tersungkur dan meneteskan air matanya menatap bi Rika.
__ADS_1
Mendengar perkataan Deep sontak membuat bi Rika kembali meneteskan air matanya.
"Mendengar perkataan ku saja sudah membuat mu meneteskan air mata, lantas bagaimana dengan aku yang harus merasakan semua kepahitan itu dan bangkit seorang diri tanpa telinga untuk mendengar, tanpa rumah untuk ceritaku berlabuh, tanpa rangkulan saat aku tidak sanggup lagi menghadapi semua luka ku, tanpa tangan yang akan membantu ku berdiri saat aku terjatuh?" tanya Deep meneteskan air matanya.
"Kamu terlalu cepat menilai ku! kamu terlalu mudah mengatakan jika aku adalah monster dan sebagainya! tapi apa pernah kamu mengerti perasaan ku? apa pernah kamu bertanya padaku bagaimana hati-hati ku? apa pernah kamu mengerti tatapan mata ku yang membutuhkan pelukan tanpa harus mengatakannya? tidak kan? kamu sudah lama bekerja di sini, papa selalu percaya pada mu dulu kan? tapi apa yang kamu lakukan saat ini pada ku? tidak ada yang kamu lakukan pada ku selain memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah!" ucap Deep meneteskan air mata di kala terpejam dan menundukkan pandangannya.
"Maafkan bibi tuan, selama ini bibi tidak bisa mengerti luka tuan, selama ini tuan harus memendam semua luka tuan seorang diri" ucap bi Rika meneteskan air matanya menatap Deep yang terlihat masih bersedih.
"Maaf? semuanya sudah terlambat! kini aku telah menemukan kebahagiaan ku sendiri! aku bahagia membunuh mereka semua, awalnya aku hanya merasa bahagia ketika mendengar suara rintihan kucing yang aku siksa hingga tewas di halaman rumah, tapi sekarang aku bahagia mendengar rintihan kesakitan manusia dalam menemui ajalnya!" jawab Deep yang langsung tertawa tapi dengan tatapan mata sedih.
"Sekarang aku sangat bahagia karena ada banyak pasang telinga yang mau mendengarkan semua luka ku, walaupun dalam keadaan mereka sudah tidak bernyawa lagi, tapi setidaknya aku melihat adanya telinga saat hatiku terluka, aku mendapatkan banyak pasang tangan yang aku inginkan meraih ku saat hari-hari ku sedang tidak baik-baik saja, mereka memang tidak bisa meraih ku dengan gerakan tangannya sendiri, tapi aku bisa menggerakkan tangan mereka, akhirnya setelah sekian lama aku mencari, aku mendapatkan semua yang aku inginkan yaitu telinga untuk mendengarkan semua luka ku, tangan untuk menguatkan ku, dan hati serta otak yang tidak akan pernah menyakiti ku" ucap Deep tersenyum kecil dan meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Oh iya, HAPPY BIRTHDAY TO YOU" ucap Deep tersenyum menatap bi Rika dan menghapus air matanya.
Deep kembali melakban mulut bi Rika agar bi Rika tidak mengeluarkan suara.