
"Silakan makan!" perintah Deep.
"Iya makasih" jawab Jane tersenyum kecil menganggukkan kepala.
"Hm makanannya enak!" ucap Becky.
"Iya benar! rasanya beda kayak nugget pada umumnya! kamu beli di mana nugget ini?" tanya Rima.
"Aku tidak membelinya, tapi aku membuatnya sendiri dengan daging khusus yang tidak semua orang bisa untuk membuatnya" jawab Deep tersenyum kecil menatap Jane dan teman-temannya.
"Benarkah kamu yang membuatya sendiri?" tanya Jane.
"Iya!" jawab Deep tersenyum kecil menganggukkan kepala menatap Jane.
"Rasanya sangat enak! ternyata kamu pintar masak juga ya!" ucap Jane tersenyum.
"Terima kasih, apa kamu menyukainya?"
"Iya, ini sangat enak!"
"Terima kasih, alhamdulilah deh kalau kalian suka sama rasanya, rencananya nugget ini mau aku jual, tapi aku bingung jual di mana"
"Kenapa gak jual di pasar terdekat aja? emang pasar jauh ya dari sini?"
"Lumayan sih!"
"Oh gitu, ya kamu jual online aja gimana?"
"Hm ide bagus!"
"Iya kayak jual di e-commerce gitu kayak Instagram, tiktok, ya terserah kamu di mana aja, kamu foto aja produknya, nanti kalau ada yang pesan kamu baru buat atau ya mau dibuat dulu taruh di freezer juga it's okay sih"
"Hm iya, terima kasih ya, oh iya nama kamu siapa?"
"Nama aku Jane" jawab Jane.
"Nama ku Deep!" ucap Deep tersenyum kecil menatap Jane.
"Oh iya Deep, kalau ini Prim!" ucap Jane menepuk Prim yang ada di sebelah kanannya.
"Hai! gw Prim!" ucap Prim tersenyum kecil melambaikan tangan pada Deep.
"Hai Prim! gw Deep!" ucap Deep tersenyum kecil melambaikan tangan pada Prim.
"Kalau yang ini namanya Acha" ucap Jane menepuk Acha yang ada di samping kirinya.
"Gw Acha!" ucap Acha sinis.
"Acha! jangan gitu!" ucap Jane.
__ADS_1
"Biarin aja sih! emang dia siapa lu sih? peduli banget sama tuh orang!" ucap Acha sinis menatap Deep.
"Dia emang bukan siapa-siapa gw, tapi dia udah nolongin kita, tidak bisakah lu bersikap sedikit lebih lembut pada orang yang telah menolong kita?" tanya Jane.
"Bisakah lu tidak bersikap terlalu manis pada orang tidak dikenal?" tanya Acha sinis.
"Ribut terus ribut!" ucap Becky sembari terus mengunyah makanannya.
"Kalian apa-apaan sih? kenapa jadi bertengkar kayak gitu?" tanya Prim.
"Iya gak boleh ribut di depan rezeki! makanan itu kan rezeki, kalau lu ribut di depan makanan itu sama saja lu ribut di depan rezeki yang telah Tuhan kasih ke kita, sama aja kalian menghina makanan!" ucap Rima.
"Ya habis dia sewot banget sih ngomong sama Deep kan gw jadi gak enak sama dia!" ucap Jane.
"Hm, gak apa-apa kok Jane" ucap Deep tersenyum kecil menatap Jane.
"Tuh lu lihat Cha! Deep sebaik itu masih aja lu curigai!" ucap Jane.
"What ever!" ucap Acha pergi meninggalkan teman-temannya tanpa memakan sedikitpun makanan yang diberikan oleh Deep.
Melihat perlakuan Acha yang semakin tidak menghargainya, membuat hasrat Deep dalam membunuh seseorang kini kembali bangkit.
"Hm Deep" panggil Jane.
"Iya Jane, ada apa?"
"Hm iya gak apa-apa kok Jane!" jawab Deep tersenyum kecil menganggukkan kepala menatap Jane.
"Itu makanan si Acha gak dimakan sama sekali ya?" tanya Becky.
"Enggak!" jawab Jane.
"Buat gw ya!" ucap Becky.
"Lapar lu Beck?" tanya Rima.
"Hehe iya nih lapar! gak apa-apa kan Deep kalau makanan Acha aku yang habiskan?" tanya Becky menatap Deep.
"Gak apa-apa kok! silakan saja kalau mau dihabiskan!" jawab Deep tersenyum kecil menatap Becky.
"Thanks!" ucap Becky mengambil makanan Acha.
"Oh iya, nama kalian berdua siapa?" tanya Deep menunjuk Becky dan Rima.
"Hm aku Rima" jawab Rima tersenyum kecil menganggukkan kepala menatap Deep.
"Aku Becky" jawab Becky tersenyum kecil menganggukkan kepala menatap Deep di sela mengunyah.
"Gw Deep! salam kenal!" ucap Deep tersenyum kecil menganggukkan kepala menatap Rima dan Becky.
__ADS_1
"Iya!" jawab Rima dan Becky kompak.
"Deep, Jane, Prim, Rima dan Becky pun menghabiskan makanannya. Setelah menghabiskan makanan, Jane dan teman-temannya membawa piring bekas makan mereka ke tempat pencuri piring.
"Taruh situ aja, nanti biar aku yang cuci kan kalian tamu ku" ucap Deep.
"Gak apa-apa kok, biar kita cuci sendiri-sendiri aja" jawab Rima.
"Hm ya udah terserah kalian aja deh, makasih ya!" jawab Deep tersenyum kecil menganggukkan kepala menatap mereka.
"Sama-sama" jawab Rima tersenyum kecil menatap Deep.
Deep mengurungkan niatnya untuk membunuh semua orang yang datang berkunjung ke rumah itu. Melihat kebaikan Jane, Prim, Rima dan Becky membuat hati Deep luluh dan tersentuh hingga mengurungkan niatnya, namun Deep menargetkan Acha sebagai korban selanjutnya yang dagingnya akan ia jadikan sebagai nugget untuk makanan pribadinya di pemukiman tak berpenghuni itu.
"Hm Deep, kita ke kamar ya!" ucap Jane.
"Iya silakan!" jawab Deep.
Jane dan teman-temannya kembali ke dalam kamar, berbeda dengan Acha yang masih sibuk mencari sinyal di luar.
"Ah tempat macam apa ini! kenapa gak ada sinyal!" gerutu Acha.
Deep yang melihat keberadaan Acha langsung memanah tepat di belakang kepala Acha. Acha langsung jatuh tersungkur dan Deep pun langsung menyeret tubuh Acha dan membawanya ke dalam rumahnya tempat ia memproduksi nugget. Tempat kedap suara yang sengaja Deep desaign untuk memudahkannya. Deep langsung memotong-motong tubuh Acha menjadi beberapa bagian menjadi kecil-kecil. Deep menguliti potongan kecil-kecil itu dan tak lupa menampung darahnya untuk ia olah menjadi sirup yang manis nan lezat.
Deep memisahkan setengah daging untuk dirinya sendiri yang akan ia jadikan sebagai nugget dan setengah lagi untuk The Deep Restaurant.
Deep meletakkan stok restonya ke dalam mobil dan akan membawanya ke The Deep Restaurant, sedangkan yang akan ia olah menjadi nugget, ia simpan di dalam freezer yang ada di ruangan itu. Deep pun pergi ke The Deep Restaurant.
Jane, Prim, Rima dan Becky pun tidak menyadari jika Deep ke luar menggunakan mobilnya, sedangkan Acha sudah tewas di tangan Deep.
"Aneh banget gak sih? kok di sini sinyal kencang ya? giliran di depan sana malah gak ada sinyal sama sekali!" ucap Rima.
"Ya bagus dong, kalau sampai di sini gak ada sinyal juga kan kasian Deep yang harus tinggal di sini sendirian" ucap Jane.
"Hm iya sih!" jawab Rima.
Jane menghubungi tukang service mobil untuk membenarkan mobil mereka yang rusak. Jane mengirimkan lokasi tempat mobil mereka berada dan juga plat mobil Acha.
"Pak, tolong ke alamat sini ya, mobil kami rusak!" ucap Acha.
"Baik mbak, tunggu ya!"
"Oke pak!"
"Gw udah hubungi dealer mobil, nanti ada yang datang untuk membenarkan mobil kita" ucap Jane.
"Alhamdulillah bagus deh!" ucap Rima.
"Iya!" jawab Jane.
__ADS_1