Pain Is Art

Pain Is Art
Deep Dibully Teman-temannya


__ADS_3

Sesampainya di sekolah, Deep langsung di tatap oleh teman-temannya dan ditertawakan.


"Eh, eh lihat deh, anak psikopat udah datang ya ampun, ikh aku ngefans banget sama bapaknya tapi ternyata gak lebih dari seorang pembunuh" bisik Maya pada kembarannya Mayang.


"Kok kamu ngomong gitu sih Maya?" tanya Deep menghampirinya.


"Kenapa Deep Akhtara?, aku kan hanya mengatakan semua kebenaran yang terjadi apa salah ku?, aku tidak bersalah sedikitpun, karena itulah faktanya, kamu tidak bisa membohongi fakta yang sudah terungkap itu" ucap Maya tersenyum menatap Deep.


"Maya, kamu jangan ngomong kayak gitu sama Deep" ucap Mayang menatap kembarannya.


"Ada apa Mayang?, apa kamu mulai terpesona dengan anak psikopat ini?, sadarlah Mayang, cukup Nora saja yang bodoh, tapi tidak, Nora tidak bodoh, buktinya Nora pindah ke Jerman, itu berarti Nora tidak akan menemuinya lagi" ucap Maya tersenyum menatap Deep.


"Aku yakin kok kalau Nora pasti bakal balik lagi ke Jakarta, Nora hanya pergi sejenak bukan berniat untuk meninggalkan aku selamanya" ucap Deep menatap Maya dan Mayang dengan tatapan mata sendu.


"Deep Akhtara!, hanya sedikit perbedaan antara kejujuran dan kebohongan, apakah kamu seyakin itu jika Nora Porschia Tranquila akan kembali lagi ke Jakarta?, apakah kamu tahu?, jarak antara Jakarta dan Jerman sangatlah jauh, apa kamu percaya akan hal itu?" tanya Maya tersenyum menatap Deep.


"Aku percaya pada Nora, selama ini dia selalu jujur padaku, dan tidak pernah menyakiti ku" ucap Deep menatap Maya dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Tidak pernah menyakiti mu?, dan inilah saatnya, Nora meninggalkan mu karena ia ingin mematahkan hatimu, namun bodohnya kamu masih saja mempercayai Nora, cewek seperti Nora pasti akan cepat mendapatkan pasangan di Jerman sana, pasti akan ada banyak pria yang mendekatinya ketika dia dewasa kelak, dan apa kamu yakin jika cinta Nora sekuat itu padamu di tengah banyak harapan yang pria lain berikan padanya?, apakah Nora tidak akan tergoda sedikitpun?, begitu yang kamu pikirkan?, oh tentu saja tidak Deep Akhtara, kisah mu dan Nora hanya sebatas cinta monyet, dan jangan pernah berharap monyet itu dewasa, apa kamu mengerti maksud ku Deep?" tanya Maya tersenyum menatap Deep.


Deep yang mendengar sontak menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya.


"Biar ku perjelas apa maksud ku, maksud ku adalah tidak akan ada cinta monyet yang bertahan hingga dewasa, sangat kecil kemungkinan jika cinta yang tumbuh di masa kanak-kanak akan terus tertanam di dalam hati hingga dewasa kelak di tengah banyaknya pupuk yang diberikan untuk menumbuhkan rasa cinta lain di hati Nora, pasti akan ada banyak pria yang akan memberikan Nora pupuk hingga benih cinta itu tumbuh di hatinya dan mekar berbunga-bunga, perhatian yang diberikan itu ibarat pupuk jika banyaknya perhatian yang Nora dapatkan, apakah dia masih mengingat semua janjinya padamu?, oh tentu saja tidak Deep Akhtara, dengan mudahnya Nora akan menghapus perasaannya itu dan menggantikan kamu dengan pria lain yang bahkan jauh lebih baik dari kamu, dan yang pastinya bukan anak seorang pembunuh seperti kamu, Nora ibaratkan berlian yang hanya pantas berada di tempat yang mewah, sedangkan kamu hanyalah batu kerikil jalanan yang dengan mudahnya hancur terlindas oleh kendaraan, tidak ada sejarahnya jika berlian berjodoh dengan batu kerikil seperti mu" ucap Maya tersenyum menatap Deep dan menggelengkan kepalanya.


"Tapi mungkin kamu tidak mengerti Maya, jika batu memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan, salah satunya adalah untuk bahan bangunan konstruksi untuk sebuah pondasi, jika membuat pondasi saja membutuhkan batu, lantas apakah kamu berfikir jika hanya berlian yang bermakna sedangkan batu tidak memiliki makna sedikitpun?, batu akan menjadi bermakna di tempat yang tepat sama seperti berlian, berlian juga akan terjaga di tempat yang tepat, jika berlian jatuh ke tangan penjahat, apakah berlian itu masih tetap akan ada?, pasti mereka sudah akan menjual berlian itu, batu dan berlian bisa bersatu, jika memang takdir yang menginginkannya semua akan menjadi mudah bagi batu dan berlian untuk bersatu, jodoh tidak harus selalu bersama Maya, apakah kita akan terlahir dengan jodoh kita dari rahim yang sama?, tentu tidak bukan?, dan itu berarti jika jodoh itu tidak harus selalu bersama, melainkan saling melengkapi satu sama lain, aku percaya akan satu hal Maya, jika cinta ku ini mampu membawa Nora kembali ke dalam pelukan ku, kita hanya perlu bersabar dan menunggu kapan waktu yang indah itu datang, untuk hal sekecil itu saja kamu tidak mengerti Maya, bagaimana bisa kamu memahami karakter jodoh mu kelak, jika filosofi jodoh saja kamu tidak mengerti" ucap Deep tersenyum menatap Maya dan menggelengkan kepalanya.


Maya yang mendengar perkataan Deep sontak terdiam kesal menatap Deep. Deep pun langsung meninggalkan Maya dan Mayang masuk ke dalam kelas.


Sampai di depan pintu kelas, Zorya meluruskan kakinya hingga membuat Deep terjatuh. Zorya dan Dhruv terlihat sangat bahagia melihat Deep terjatuh. Zorya dan Dhruv langsung pergi meninggalkan Deep yang terjatuh. Deep bangkit perlahan dan berjalan dengan kakinya yang pincang. Deep yang merasakan sakit di kakinya pun langsung di bangkunya tanpa melihat jika ada banyak km yang memenuhi bangkunya itu.


Teman-temannya yang melihat Deep diperlakukan seperti itu oleh mereka malah ikut menertawakan Deep. Zorya menuangkan air got yang sengaja ia ambil dari got di depan rumahnya ke atas kepala Deep dan Dhruv meratakannya ke wajah Deep dengan kain pel yang ia ambil dari sudut kelas.


Sungguh teganya Zorya menjadikan air got sebagai pembersih wajah Deep dan Dhruv menggunakan kain pel kotor sebagai kain untuk membersihkan wajah Deep yang justru semakin menghitam.


Deep pun mengangkat kursinya dan memegangi kursinya serta berjalan sesuai dengan hati nuraninya menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya karena matanya terasa sangat perih. Deep yang berdiri tida sengaja mengenai ujung kursinya itu pada anu Zorya yang membuatnya teriak kesakitan dan memegangi anunya yang terkena ujung kursi Deep.

__ADS_1


"Terkutuklah kau Deep berani sekali kau mendorong masa depan ku dengan kursi setan itu" ucap Zorya teriak menunjuk Deep dan satu tangan lainnya memegangi anunya yang terasa sangat perih.


"Coba lihat sana, rusak kagak?, kalau rusak masa depan gawat itu, bisa gak punya anak lu seumur hidup kalau gak punya anu" ucap Dhruv memegang tangan Zorya yang memegangi anunya.


Zorya berlari ke kamar mandi diikuti oleh teman-temannya. Zorya memasuki salah satu pintu kamar mandi diikuti oleh Dhruv, Rangi, dan Rasalas yang ikut masuk karena penasaran dengan anunya Zorya. Zorya membuka resleting celananya dan mengeluarkan anunya, teman-temannya yang melihat anu Zorya sontak tertawa kecil dengan ditutupi oleh tangan mereka masing-masing.


"Kenapa kalian ketawa kayak gitu?" tanya Zorya memegangi anunya yang memerah karena terkena dorongan kursi Deep.


"Gak apa-apa kok, coba lihat kanan, kiri, depan, belakang, ada yang lecet kagak?" tanya Dhruv.


"Gak ada sih cuma merah doang" ucap Zorya sambil memeriksa anunya.


"Ya udah pakai lagi tuh celana, untung kagak patah tuh tongkat baseball, kalau patah kan kacau gak bisa bikin pemain sepakbola" ucap Dhruv.


"Ngaco lu!, sejak kapan tongkat baseball dipakai sama pemain sepakbola?" tanya Rangi menatap Dhruv.


"Ya kali dia bosen main baseball pengen main sepakbola, ribet lu!" ucap Dhruv kesal menatap Rangi.

__ADS_1


"Ya ya ya, terserah lah!" kata Rangi menggelengkan kepalanya.


Perdebatan pun berakhir dan kini mereka berempat kembali ke ruang kelasnya.


__ADS_2