
Deep membuka lowongan pekerjaan karena ia membutuhkan supir pribadi setelah supir pribadi Dark mengundurkan diri.
Para calon tenaga kerja pun mulai berdatangan ke rumah Deep. Pilihan Deep akhirnya tertuju pada seorang wanita cantik seksi berusia delapan belas tahun.
"Selamat ya mbak Ceisya Ae-Ri, mbak diterima sebagai supir baru disini"
"Makasih ya pak hm..."
"Jangan panggil pak, panggil Deep aja, kan umur aku sama umur mbak nya tuaan umur mbak, umur aku baru dua belas tahun mbak, kalau umur mbak..."
"Aeri aja pak, soalnya keluarga ku pada manggil Aeri jadi lebih nyaman aja dengan nama Aeri"
"Oh oke, mbak Aeri kan udah delapan belas tahun" kata Deep tersenyum.
"Oh oke pak, hm Deep maksudnya, maaf pak hm Deep maksudnya, kalau boleh saya tahu, keluarga Deep kemana?"
"Ayah dan ibu saya sudah lama meninggal dunia"
"Innalilahi wa innailaihi raji'un, meninggal karena apa pak?"
"Hm dibunuh orang mbak"
"Astagfirullahaladzim, maaf ya Deep saya tidak tahu atas hal itu"
"Oke, hm mbak kalau bisa mbak tinggal disini aja biar kalau aku ingin keluar tinggal keluar aja gitu"
"Oh oke, tapi saya harus bilang dulu ke keluarga saya"
"Oh oke silakan mbak, besok pagi mbak tinggal disini saja ya"
"Siap, saya permisi assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Wanita itu pulang ke rumahnya untuk memberitahukan kepada keluarganya, sementara Deep kini ia hanya pergi ke sekolah lain untuk mengikuti beberapa tes saja untuk mendapatkan ijazah. Deep selalu membawa pisau di dalam tas kemanapun ia pergi. Deep menusukkan pisaunya kepada setiap orang yang ia temui di jalan.
Deep menelepon supir pribadinya untuk mengantarkannya pergi.
"Assalamualaikum mbak"
"Wa'alaikumsalam Deep ada apa?"
"Mbak aku mau ke Bogor nih, bisa antar aku kesana gak ya sekarang?"
"Bisa kok, tunggu sebentar ya, biar saya kesana"
"Oke mbak aku tunggu"
"Oke"
"Mah aku pergi dulu ya assalamualaikum" ucap Ae-Ri mencium punggung tangan ibunya.
"Wa'alaikumsalam, mau kemana kak?"
"Aku mau ke rumah Deep mah
"Deep siapa nak?"
"Bos baru aku mah, kan aku ngelamar jadi supir nah bos aku itu namanya Deep, dia gak mau dipanggil pak katanya mah, karena lebih tua umur aku sama dia"
"Emang umur dia berapa kak?"
__ADS_1
"Katanya sih baru dua belas tahun mah"
"Muda banget kak, emang orangtuanya gak ada kak sampai harus pakai supir pribadi?"
"Orangtuanya udah meninggal mah katanya sih dibunuh sama orang"
"Innalilahi wa innailaihi raji'un, ya udah kak kamu tinggal di rumahnya aja, kasian dia kak masih kecil udah harus tinggal sendirian di rumahnya, pasti dia kesepian banget deh gak ada teman untuknya berbicara"
"Iya mah, ya udah mah Aeri pergi dulu ya mah assalamualaikum"
"Iya kak wa'alaikumsalam"
Aeri pun pergi ke rumah Deep. Deep mengajak Aeri jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor.
"Kak kit ke Kebun Raya Bogor yuk, semenjak mama sama papa meninggal dunia aku udah lama gak bepergian jauh soalnya aku gak bisa bawa mobil dan aku juga masih dibawah umur kan belum boleh bawa mobil"
"Iya dek hm.."
"Gak apa-apa kok mbak, kalau mbak mau panggil aku dek ya gak apa-apa" kata Deep tersenyum.
"Iya dek"
Deep dan Aeri pergi ke Kebun Raya Bogor. Deep terlihat sangat bahagia bersama dengan Aeri. Semenjak kematian ayahnya dan kepergian Nora dari sampingnya membuat Deep selalu termenung merindukan seseorang untuk menemaninya.
Ketika sedang bercanda dengan Aeri, Deep seketika terdiam.
"Kenapa dek?"
Deep tidak menjawab pertanyaan Aeri dan masih terdiam mematung. Deep merindukan saat-saat dimana ia bersama dengan Nora.
"Nora aku merindukanmu" kata Deep dengan ekspresi wajah datar.
"Nora? Nora siapa dek?" tanya Aeri menepuk pundak Deep.
"Nora itu siapa dek? pacar kamu ya? tadi kamu bilang "Nora aku merindukanmu" Nora itu siapa kamu dek?"
"Hm itu, Nora itu sahabat aku kak"
"Oh gitu"
"Iya kak, selama ini cuma Nora yang selalu ada untuk aku, disaat semua teman-teman di sekolah ku membully aku, hanya Nora yang tulus ingin bersahabat dengan ku, namun ketika papa aku meninggal, Nora malah pergi meninggalkan ku, kata dia kakeknya yang di Jerman masuk rumah sakit, dan katanya bisnis papa nya yang ada di Jerman juga sedang mengalami masalah, makanya Nora juga harus ikut dan menetap di Jerman, Nora memang masih menghubungi ku, tapi aku tidak pernah membalasnya karena aku merasa sangat kecewa atas perlakuan Nora yang meninggalkan ku ketika papa ku meninggal dunia kak"
"Hm dek, menurut kakak sih kamu balas saja pesan yang Nora kirimkan itu, karena itu sama sekali bukan salah Nora, jika kamu ada di posisi Nora, kakak yakin juga mau tidak mau dia harus pergi ke Jerman, jangan menyalahkan Nora dek, Nora tidak bersalah sedikitpun, itu sama sekali bukan kesalahan Nora dan itu juga bukan kemauan Nora, sekarang kamu balas ya pesan dari Nora, kasian dia, dia juga gak mau ada di posisi seperti ini, dia juga terpaksa, dan kamu juga malah menghakimi dia, itu pasti membuat dia semakin tertekan tinggal di Jerman"
"Hm iya kak" kata Deep yang langsung memeluk Aeri.
Aeri pun memeluk Deep seakan Deep adik kandungnya.
Aeri dan Deep memang baru saja mengenal tapi sudah sangat dekat seolah mereka sudah lama mengenal satu sama lain.
Deep melepaskan pelukannya dari Aeri dan membuka ponselnya. Deep membaca setiap pesan yang Nora kirimkan dan membalas satu persatu pesan dari Nora.
Mendapatkan balasan pesan dari Deep, Nora langsung menelpon Deep.
📞"Assalamualaikum Deep"
📞"Wa'alaikumsalam Nora"
Nora mengganti ke panggilan video.
📱"Deep kamu apa kabar? kok chat aku gak pernah dibalas sih? kamu marah ya sama aku?"
__ADS_1
📱"Hm enggak kok"
📱"Bohong!" kata Nora ngambek.
📱"Iya sorry Ra, iya aku akui jika aku sempat marah sama kamu tapi semenjak adanya kak Aeri, aku sudah melupakan semuanya" kata Deep tersenyum menatap Nora dan menatap Aeri.
Mendengar perkataan Deep membuat Aeri tersenyum.
📱"Kak Aeri siapa Deep?"
📱"Supir pribadi aku, dia baru kerja hari ini, kamu mau ngomong sama dia?"
📱"Boleh" kata Nora excited.
📱"Assalamualaikum kak Aeri" kata Nora tersenyum.
📱"Wa'alaikumsalam Nora"
📱"Kak Aeri makasih ya, karena kak Aeri akhirnya Deep mau menghubungi aku lagi" kata Nora tersenyum.
📱"Iya Nora sama-sama, ya udah kamu lanjutkan aja ngobrol sama Deep nya" kata Aeri tersenyum.
📱"Iya kak" kata Nora tersenyum.
Deep mengambil alih ponselnya yang tadi Aeri pegang.
📱"Kamu lagi dimana Deep?"
📱"Aku lagi di Kebun Raya Bogor nih sama kak Aeri, kamu lagi apa?"
📱"Gak lagi ngapa-ngapain sih sebenarnya"
📱"Oh gitu, kamu gimana disana?"
📱"Gimana apanya Deep?"
📱"Hm maksud aku itu kamu bahagia gak disana? teman-teman baru kamu gimana?"
📱"Teman-teman disini sih baik-baik semua orangnya tapi untuk masalah bahagia atau tidak ya tidak"
📱"Kamu gak bahagia disana?"
📱"Enggak, gimana aku mau bahagia coba kalau kamu aja gak pernah balas chat aku, aku telpon juga gak pernah diangkat, selalu dimatikan"
📱"Maafin aku ya Nora"
📱"Iya Deep"
"Nora" panggil ibunya.
"Iya mah sebentar" jawab Nora.
📱"Hm Deep nanti kita lanjutin lagi ya, mama aku manggil soalnya"
📱"Iya" kata Deep tersenyum.
Panggilan video diantara mereka pun berakhir. Deep terlihat sangat bahagia setelah berkomunikasi dengan Nora. Aeri yang melihat pun mengerti jika Deep sebenarnya mencintai Nora sahabatnya itu. Aeri tersenyum dan mengelus pundak Deep. Deep tersenyum menatap Aeri dan memeluknya.
"Makasih ya kak" kata Deep.
"Iya Deep sama-sama" jawab Aeri.
__ADS_1
Deep dan Aeri melepaskan pelukannya dan pergi untuk memesan makanan.