Pain Is Art

Pain Is Art
Adu Domba


__ADS_3

Deep mencari tahu informasi lebih lanjut lagi mengenai keluarga Zorya dan Dhruv.


Deep diam-diam mengikuti Zorya dan Dhruv pulang ke rumahnya.


Rumah Zorya dan Dhruv ternyata sangat mewah, pantas saja jika mereka menghina orang miskin, karena malu tidak selevel dengan mereka.


"Gede juga rumah mereka" kata Deep menatap rumah Zorya dan Dhruv dari depan.


Deep bersembunyi dibalik pohon untuk mendengarkan semua pembicaraan Zorya dan Dhruv dengan kedua orangtuanya.


Zorya mencium tangan ayahnya namun tidak dengan ibunya sedangkan Dhruv hanya mencium tangan ibunya tidak mencium tangan ayahnya, nampaknya Zorya dan Dhruv masih belum bisa menerima pernikahan kedua orangtuanya.


Deep menyelinap masuk diam-diam ke dalam rumah Zorya dan Dhruv.


Deep mengikuti Zorya dan Dhruv masuk ke kamar, rupanya Zorya dan Dhruv tidur dikamar yang sama.


"Ingat ya posisi lu!" ketus Zorya.


"Apa maksud lu?" tanya Dhruv.


"Sebenarnya gw gak sudi punya saudara tiri kayak lu, ingatlah satu hal Dhruv Kane, jika bokap gw bertemu dengan ibu lu itu di bar, ibu lu adalah wanita malam, entah apa yang bokap gw pikirkan saat itu hingga ia memutuskan untuk menikahi wanita bayaran seperti ibu lu itu, gw tidak akan pernah menerima ibu lu sebagai ibu gw, karena gw gak akan pernah mau memiliki ibu seorang jalaang!, sekali murahan tetaplah murahan, sadarlah posisi lu itu Dhruv, sadarlah jika ibu lu itu adalah seorang sampah masyarakat yang terbuang!"


"Dan ingatlah akan satu hal Urtzi Zorya, jika bokap lu juga seorang laki-laki gatal, jika dia tidak gatal dia tidak akan pernah mau menikah dengan jalaang!, ya gw akui pekerjaan ibu gw kotor tapi lebih kotor bokap lu Zorya, karena menghambur-hamburkan uang hanya untuk menyewa seorang wanita malam"

__ADS_1


"Lu saja mengakui jika ibu lu itu murahan, lantas gw harus menerima ibu lu sebagai ibu sambung gw gitu? itu tidak akan pernah terjadi Dhruv Kane, hm ibu lu kan jalaangg, berarti lu anak haram dong? anak hasil dari laki-laki yang membayar ibu lu selama ini? anak haram seperti lu tidak pantas menjadi saudara gw!"


Mendengar perkataan Zorya membuat Dhruv seketika terdiam menunduk.


"Kenapa diam anak haram hm? di sekolah mungkin kita terlihat dekat, tapi tidak dengan di rumah, kenapa papa harus menempatkan lu dikamar gw sih? kayak gak ada kamar lain aja deh, kan ada kamar pembantu atau paviliun, kenapa lu malah disuruh tidur dikamar ini sama gw, hm gak banget deh, seharusnya lu dan ibu lu itu tidur di paviliun aja, atau tidur di kamar pembantu aja, kaum rendahan sok-sokan menjadi kaum atas, lu berada diatas karena label yang bokap gw kasih ke lu dan ibu lu itu, label kaya raya yang bokap gw kasih diketahui oleh teman-teman sekolah kita, makanya mereka menganggap jika lu adalah orang kaya, tapi kenyataannya tidak, sebelum ibu lu itu menikah dengan bokap gw, ibu lu itu sangat miskin bukan? jika kalian adalah orang kaya raya tidak mungkin jika ibu lu itu sampai rela menjual tubuhnya lima ratus ribu untuk satu orang pria, untuk mendapatkan uang lima ratus ribu saja ibu lu harus membuka seluruh pakaiannya, ya memang kerja keras, mengeluarkan keringat juga, tapi dengan cara yang kotor bukan dengan cara yang halal, seharusnya lu bersyukur bokap gw mau menikahi ibu lu itu, karena gw yakin diluar sana masih banyak wanita berkelas yang suka dengan bokap gw, tapi bokap gw malah lebih menikahi jalaangg seperti ibu lu itu, apa bagusnya sih ibu lu itu sampai bisa memikat hati bokap gw hm? oh iya gw tahu, yang bagus dari ibu lu itu pasti bentuk tubuh dan goyangannya bukan? secara ibu lu itu kan jalaangg pasti jago bergoyang-goyang kan? yang ibu lu bisa selain bergoyang apa hm? tidak ada! ibu lu itu tidak masak bukan? bahkan pertama kali dia memasak air pun sampai membuat panci gw gosong, ibu lu itu tidak memiliki skill apapun, jadi menurutlah dengan gw, atau gw akan sebarkan aib ibu lu itu pada teman-teman di sekolah kita hm" kata Zorya tersenyum menepuk pundak Dhruv.


"Oh ternyata ibunya si Dhruv itu wanita malam, jadi kedekatan Zorya dan Dhruv hanya kamuflase semata? Zorya dan Dhruv tidak benar-benar dekat? ini kesempatan yang bagus untuk gw mempermalukan mereka, seorang penyewa jalaang menikah dengan jalaangg, wow! ini pasti akan menjadi berita yang menggemparkan seisi sekolahan" batin Deep menyeringai menatap Zorya dan Dhruv lalu pergi setelah merekam percakapan mereka berdua.


"Satu dayung, dua pulau terlampaui, kalian telah mempermudah gw untuk membalaskan dendam, gw akan sebarkan video ini dengan menggunakan nomor yang sama saat gw menyebarkan video Rasalas" batin Deep menyeringai.


"Hm tapi setelah gw pikir-pikir sebaiknya gw menggunakan nomor baru, iya gw beli kartu lagi aja"


Deep menyamar menjadi seorang anak laki-laki culun dengan tompel di wajahnya agar tidak ada yang tahu jika dia adalah Deep Akhtara anak dari Dark Aharnish seorang pelukis terkenal di dunia. Deep pergi ke konter untuk membeli kartu baru.


"Nomornya yang mana?"


"Yang ini aja bu"


"Bu tolong daftarkan pakai nomor NIK ibu ya soalnya saya gak bawa KK, KK saya juga hilang bu belum dibuat baru"


"Kok bisa hilang sih dek?"


"Bukan hilang sih bu sebenarnya, rumah lama saya dulu kebakaran bu, semua surat hangus terbakar, semenjak pindah ke rumah baru papa belum sempat bikin pas mau bikin papa malah kecelakaan bu, tinggal saya sendiri di rumah, ibu saya udah lama meninggal dunia bu"

__ADS_1


"Astagfirullahaladzim, mau saya bantu untuk membuat KK kamu dek?"


"Gak usah bu, tolong daftarkan aja pakai nomor NIK ibu ya" pinta Deep.


"Ya sudah dek ini ibu daftarkan pakai nomor NIK ibu ya, yang sabar ya dek, emangnya om sama tante kamu gak ada yang mau mengurus kamu dek?"


"Gak ada bu, saya dirumah sendirian, cuma ditemani oleh asisten rumah tangga papa, dan beberapa karyawan papa"


"Oh gitu, ya udah deh ini nomornya udah ibu daftarkan ya, tinggal kamu pasang aja ke handphone kamu ya"


"Iya bu, ini udah ada kuotanya belum ya bu?"


"Kalau nomor yang kamu pilih ini sudah sama kuotanya dek, kuotanya 6 GB untuk 30 hari"


"Jadi berapa bu?"


"Gak usah dek kamu bawa aja kartunya, ibu ikhlas kok" kata ibu penjual tersenyum dan menepuk pundak Deep.


"Makasih ya bu" kata Deep tersenyum.


"Sama-sama dek" kata ibu penjual tersenyum dan menepuk pundak Deep.


Setibanya dirumah Deep langsung melepaskan semua penyamarannya dan langsung mengirimkan video itu kepada teman-temannya dengan menuliskan nama Rasalas Ouranos di akhir chat itu.

__ADS_1


__ADS_2