Pain Is Art

Pain Is Art
Deep Membunuh Satu Sekolah


__ADS_3

Keesokan harinya pihak sekolah mendapatkan laporan dari keluarga Zorya dan Dhruv, keluarga Rangi serta keluarga Dimas.


"Pak, apa kemarin Zorya dan Dhruv ke sekolah? soalnya dari kemarin dia gak ada di rumah" ayah Zorya dan Dhruv resah karena putranya tidak kunjung kembali ke rumah.


"Zorya dan Dhruv waktu itu kan ikut pulang bersama bapak"


"Iya pak, mereka memang pulang bersama saya tapi semenjak kami pulang ke rumah sampai pagi ini mereka tidak kunjung kembali ke rumah, saya periksa kamera pengawas di rumah saya, mereka berdua keluar rumah entah kemana, makanya kami ke sekolah untuk menanyakan apakah kemarin Zorya dan Dhruv pergi ke sekolah atau tidak"


"Anak saya Rangi juga tidak kembali sehabis pulang sekolah kemarin sampai saat ini juga belum kembali"


"Rangi juga menghilang?" tanya ayah Zorya dan Dhruv.


"Rangi temannya Zorya dan Dhruv kan pak? kenapa mereka bisa hilang bersamaan?"


"Saya tidak tahu bu"


"Anak saya Dimas juga belum kembali pak dari kemarin, saya sudah menghubungi teman-temannya, keluarga tapi mereka bilang Dimas tidak bersama dengan mereka"


"Rangi, Dimas, Zorya dan Dhruv menghilang? Dimas dan Rangi kan bersahabat dan kaya bapak tadi jika Rangi bersahabat juga dengan Zorya dan Dhruv, konspirasi apa ini sebenarnya?" tanya ibu Dimas resah.


"Sebentar saya cek CCTV di sekolah ini dulu ya"


"Oke pak"


"Pak itu Zorya sama Dhruv" kata ayah Zorya menunjuk layar komputer.

__ADS_1


"Untuk apa Zorya dan Dhruv menghampiri Rangi dan Dimas?" tanya ibu Rangi menatap keluarga Zorya dan Dhruv.


"Mereka membawa anak saya keluar? untuk apa?" tanya ibu Dimas resah.


"Pak, apa tidak ada kelanjutannya?" tanya ayah Zorya.


"Tidak ada pak, CCTV hanya sampai ke depan pagar saja tidak bisa jauh mengawasi dan terakhir mereka pergi ke arah kiri, itu berarti mereka berempat pergi ke taman, tapi untuk apa?"


"Taman?" tanya ayah Zorya dan Dhruv yang langsung lari ke taman.


"Saya tidak mau tahu ya pak, anak kami harus ditemukan karena terakhir menghilang ada di lingkungan sekolah" bentak ayah Dimas menarik baju kepala sekolah.


"Baik pak, pihak sekolah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan anak bapak dan ibu semua"


"Oke baiklah" kata ayah Dimas yang langsung pergi.


"Cari saja mereka, kalian tidak akan bisa menemukan mereka, karena mereka telah mati ditangan ku, seseorang seperti mereka tidak pantas untuk dibiarkan hidup begitu saja, hanya kematian lah hukuman yang pantas bagi mereka, tadinya aku tidak ingin untuk membunuh mereka, karena semua rencana ku belum berjalan dengan baik, aku belum menghancurkan kisah cinta antara Zorya, Mayang, Dhruv dan Maya, tapi apa boleh buat? Zorya dan Dhruv sudah mengetahui jika akulah dalang dibalik video yang tersebar atas nama Rasalas Ouranos, dan mereka juga telah memberitahu pada Rangi, aku belum puas bermain dengan Rangi, sebenarnya aku tidak ada dendam ada Dimas karena dia telah membantu ku untuk memberitahukan masa lalu dari Rangi Auriga tapi jika aku membiarkan Dimas tetap hidup, dia bisa saja memberitahukan pada orang-orang jika akulah dalang dibalik semuanya, jika aku hanya membunuh Zorya, Dhruv dan Rangi serta menyisakan Dimas, Dimas pasti akan membeberkan semua pada lingkungan sekitar jika aku telah membunuh sampah masyarakat itu, maafkan aku Dimas, seharusnya kamu tidak terlibat dalam hal ini, tapi kamu malah ada di samping mereka pada saat itu, kamu juga telah menceritakan pada Rangi jika aku yang telah mempermalukannya, jadi sepertinya itu juga pantas menjadi hukuman bagimu Dimas Seabert karena telah ikut campur di dalam rencana ku, sekarang aku hanya tinggal menyingkirkan kedua anak kembar itu, tapi jika bisa semua kenapa harus dua? kenapa tidak semuanya saja aku bunuh sekalian, biar tidak ada lagi yang mencari tahu kemana menghilangnya para sampah masyarakat itu" batin Deep menyeringai dan menganggukkan kepala.


Sepulang sekolah Deep membeli sebuah gas beracun yang akan ia taruh ke dalam AC agar ketika AC itu menyala dapat membunuh semua orang yang ada di dalam ruangan.


Malam hari Deep pergi ke sekolah karena ia pernah mendengar pembicaraan kepala sekolah kepada penjaga sekolah untuk mematikan CCTV dan AC di sekolah tersebut.


Deep menaruhnya di setiap ruangan yang ada AC nya dan juga yang hanya menggunakan kipas.


Setelah memastikan semua ruangan tidak ada yang terlewatkan, Deep kembali ke rumahnya.

__ADS_1


Deep pergi ke klinik untuk meminta surat izin sakit yang akan ia titipkan besok kepada salah satu teman sekolahnya.


Keesokan harinya Deep membuat wajahnya pucat seperti sedang sakit dan pergi ke rumah temannya.


"Tokk... tokkk... assalamualaikum" kata Deep mengetuk pintu rumah Akhtar.


"Wa'alaikumsalam, Deep kamu kenapa? kok muka kamu pucat banget sih? kamu sakit?" tanya Akhtar resah memegang kedua lengan Deep.


"Iya Tar, aku sakit nih, aku boleh titip surat ini gak? tolong kasih ke bu guru ya"


"Iya Deep, ya udah kamu istirahat aja"


"Iya Tar, makasih ya" kata Deep tersenyum.


"Iya sama-sama, mau aku antar aja gak?"


"Gak usah Tar ngerepotin, rumah kita kan juga gak terlalu jauh, ya udah aku pamit pulang ya assalamualaikum" kata Deep tersenyum.


"Iya wa'alaikumsalam" jawab Akhtar tersenyum.


Deep pun berjalan perlahan meninggalkan rumah Akhtar. Sesampainya di rumah Deep langsung membuka jaket yang ia pakai dan melemparkannya begitu saja ke lantai, Deep menghapus make-up yang ia gunakan untuk memberikan kesan pucat seperti orang sakit di wajahnya. Nampak senyum sumringah terpancar dari wajahnya.


"Hanya karena enam orang, semuanya harus tewas hm tapi tak apa, karena itu berarti aku akan mendapatkan hasil lukisan yang banyak lagi karena mereka semua tewas di dalam gedung sekolah" kata Deep tersenyum.


Beralih ke sekolah, kini penjaga sekolah telah menyalakan AC di setiap ruangan dan membersihkan sekitar sekolah. Ketika para siswa memasuki ruang kelas dan menutup pintunya, mereka batuk-batuk seperti seseorang yang tercekik dan satu persatu tumbang. Begitupula di ruang guru, kepala sekolah yang ingin menyalakan rekaman CCTV tidak sempat untuk menyalakannya karena lehernya seperti tercekik dan ia pun tewas sebelum menyalakan CCTV. Salah satu guru sempat berteriak sebelum akhirnya tewas, teriakannya di dengar oleh penjaga sekolah.

__ADS_1


Penjaga sekolah masuk ke ruang guru dan menutup pintunya namun dengan cepat gas beracun itu membunuhnya.


Sepertinya Deep memberikan jumlah yang banyak pada setiap AC, sehingga hanya dalam hitungan detik saja mereka semua tewas karena menghirup gas beracun yang Deep taruh ke dalam AC.


__ADS_2