Pain Is Art

Pain Is Art
Halusinasi?


__ADS_3

"Nora" panggil Deep mencari ke sekelilingnya seperti orang yang sedang frustasi.


"Nora!" teriak Deep menatap sekelilingnya.


Deep meneteskan air matanya dan jatuh tersungkur.


"Hai Deep!" panggil seorang laki-laki yang tiba muncul di hadapannya.


Deep menatapnya perlahan dan terkejut.


"Apa kamu mengingat ku?"


"Rasalas? kamu kan...?" tanya Deep kebingungan melihat kedatangan Rasalas di hadapannya.


"Iya, aku Rasalas, kamu ingat denganku bukan? aku korban pertama mu, kamu memang tidak membunuh ku dengan tangan mu secara langsung, tapi karena perbuatan mu itu, aku tewas di tangan sahabat-sahabat ku sendiri, terima kasih Deep Akhtara, jangan harap kamu bisa merasakan kebahagiaan, setelah kamu merenggut kebahagiaan orang lain! Nora tidak akan pernah mau kembali lagi pada penjahat seperti mu Deep Akhtara!"


"Diam kamu! kamu juga punya andil atas Nora! gara-gara kalian, aku pernah meragukan Nora dan aku meninggalkan Nora karena orang-orang tidak bermutu seperti kalian! aku tidak jahat padamu, atau pada teman-teman mu itu, karena penjahat dan kriminal yang sesungguhnya adalah kalian! bukan aku! ataupun mereka!"

__ADS_1


"Jelas kalian yang bersalah dan bukanlah aku!"


"Benarkah seperti itu Deep Akhtara?"


"Kami mungkin bersalah padamu, tapi otak mu kriminal Deep Akhtara! jika kamu ingin membalaskan rasa sakit mu itu pada kita, silakan saja! kami tidak akan menghalangi mu, tapi mereka? bagaimana dengan mereka yang tidak kamu kenal lalu kamu bunuh dan kamu jadikan sebagai bahan makanan di restoran mu itu? bagaimana dengan mereka yang tubuhnya kamu jadikan sebagai hasil karya seni? bagaimana dengan karya seni mu yang sudah memakan banyak korban itu? bagaimana dengan keluarga mereka Deep Akhtara? kamu tidak mengenal mereka! apakah itu berarti mereka bersalah padamu sampai kamu harus membunuh mereka hm? mereka tidak bersalah Deep Akhtara! tapi otak mu yang bermasalah Deep Akhtara!" sambung Dimas teman sekolahnya yang pernah ia bunuh.


"Diam kamu Dimas!" bentak Deep menunjuk Dimas dengan penuh amarah.


"Hai! kamu tidak mengenal ku bukan? mengapa kamu tega membunuh ku? apa salah ku padamu?" tanya seorang wanita yang pernah menjadi korban Deep Akhtara.


"Tuan! aku tahu aku bersalah pada tuan, lantas Gemini? apa salah Gemini pada tuan?" tanya mbak Ruby.


"Tidak! tidak akan ada satupun manusia yang senang dengan perlakuan mu Deep Akhtara!"


"Berani ya kamu berbicara seperti itu padaku!" ucap Deep menunjuk mbak Ruby dengan wajah yang memerah.


"Ada apa? apa kamu ingin menyakiti ku lagi? silakan saja! orang gila! UPS SORRY! orang gila terlalu mulia untuk disamakan dengan orang seperti mu!" ucap mbak Ruby.

__ADS_1


"Persetan kau Ruby!" bentak Deep yang langsung menampar pipi mbak Ruby namun tangannya menembus.


Deep terkejut dan seketika tersadar jika Ruby telah lama mati.


"Apa kamu lupa jika aku sudah mati Deep Akhtara? mengapa kamu ingin menampar ku? itu adalah sebuah usaha yang sia-sia tuan! tuan tidak bisa lagi menyakiti ku, tapi seumur hidup tuan akan tersakiti dan tersiksa, tuan hanya bisa tertawa, tersenyum, tanpa merasakan kebahagiaan sedikitpun! orang seperti tuan tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan! seseorang yang tega melenyapkan nyawa seseorang tidak akan pernah merasakan kebahagiaan tuan! sama seperti ayah tuan! tuan akan merasakan hal itu nantinya, atau bahkan jauh lebih menyakitkan dari apa yang ayah tuan rasakan! karena kalian sama-sama pelenyap yang kejam!"


"Aku bukan pelenyap! dan aku juga tidak kejam seperti apa yang kamu katakan itu!"


"Benarkah? lantas apa yang kamu lakukan itu kamu sebut apa Deep Akhtara?"


"Aku hanya melakukan apa yang mereka lakukan padaku! kamu tidak tahu apapun tentang ku Ruby! kamu hanya sebagai karyawan ku bukan siapa-siapa ku! mengapa kamu terlalu ikut campur dalam urusan pribadi ku? apa kamu tidak ada pekerjaan lain, selain ikut campur dalam masalah orang lain? apa kamu tahu Ruby? mereka adalah seorang pengkhianat dan pembohong yang besar! mereka menjadikan ku sebagai sahabat, ketika papa ku sedang ada di puncak kejayaan, saat dunia tahu tentang papa ku, mereka langsung meninggalkan ku, dan bukan hanya itu saja, mereka mem-bully ku secara terus-menerus, aku tidak tahan dengan apa yang mereka lakukan, makanya aku membunuh mereka! karena aku hanya melakukan apa yang mereka lakukan padaku! mereka selalu menyakiti fisik dan hatiku, aku hanya membalasnya, dan itu sama sekali bukanlah kesalahan ku! camkan itu baik-baik Ruby!"


"Apa tadi kamu bilang Deep? di hari dan tahun berapa aku bully kamu Deep?" tanya Dimas.


"Ya okay! kamu memang tidak pernah mem-bully ku, tapi kamu berteman dengannya! dan bagiku, itu sama saja dengan pengkhianatan Dimas! tidak boleh ada satu orang pun yang menemaninya! aku ingin dia menderita seumur hidupnya! tapi kamu malah datang dan menemani hari-harinya, dan aku tidak menyukai akan hal itu, jadi aku terpaksa membunuh mu! karena kamu telah mengetahui semua rencana ku untuk menghabisi nyawa mereka! kamu memberitahukan rencana ku pada orang yang ingin aku bunuh, itu sebabnya aku membunuh mu juga, apa kalian tahu? sebenarnya aku tidak ingin membunuh mu Rasalas dan teman-teman mu secepat itu, tapi Dimas yang membuat ku terpaksa mempercepat maut kalian! jika ingin menyalahkan seseorang, maka salahkanlah Dimas! bukan aku Rasalas!"


"Dimas teman ku dan dia tidak bersalah sedikitpun! dia hanya memberitahukan padaku dan yang lain rencana kotor mu itu Deep Akhtara!"

__ADS_1


"Lantas bagaimana dengan ku Rasalas? apa aku ini bukan teman mu? kamu pernah mengakuiku sebagai sahabat mu dan pada akhirnya kamu menyakiti ku hanya karena dunia mengetahui tentang papa ku! aku juga tidak ingin seperti ini Rasalas, tapi kenapa kamu dan teman-temanmu itu melakukan hal ini padaku? jika saja kamu dan teman-temanmu itu tidak melakukan hal itu padaku, mungkin saat ini mereka semua masih bernyawa, sumber dari permasalahan ini adalah kamu dan teman-temanmu itu Rasalas! bukan aku! kamu yang telah merusak akal sehat ku, sehingga aku menjadi seperti ini, kamu yang telah membuat ku kehilangan akal, hingga mereka semua harus menanggung atas semua kesalahan yang telah kamu lakukan padaku! sekarang pergilah dari sini! aku tidak ingin melihat mu lagi! pergilah ke alam baka! aku sudah mengantarkan mu menemui maut mu, sekarang tinggal kamu yang harus berjalan memasuki dunia barumu itu!" ucap Deep tersenyum kecil menatap Rasalas.


Rasalas, Dimas dan Ruby seketika menghilang dari hadapan Deep.


__ADS_2