Pain Is Art

Pain Is Art
Tercetusnya Ide Keluarga Psikopat


__ADS_3

"Gw gak ada uang nih bro, gw boleh gak minjem duit lu dulu? nanti gw ganti kok kalau gw ada uang, lu tahu sendiri kan gw sama Zellyn baru ketimpa musibah, pesawat yang gw sama Zellyn tumpangi meledak, semua barang, uang, handphone kita juga ikut meledak di dala pesawat, kita gak punya apa-apa lagi" ucap James.


"Tenang bro, nanti pakai uang gw dulu aja" ucap Gerry menepuk pundak James.


"Patungan lah biar adil, kan James sama Zellyn juga teman kita juga" sambung Axcel.


"Nah benar tuh kata Axcel" sambung Andika.


"Makasih ya semua" ucap James meneteskan air mata dan memeluk ketiga temannya.


"Sama-sama" ucap teman-temannya menepuk pundak James.


"Makasih ya Gerry, Andika, Axcel karena kalian udah mau bantuin kita" ucap Zellyn tersenyum.


"Sama-sama" ucap Gerry tersenyum dan ingin memeluk Zellyn.


"Eits! bini temen lu itu!" ucap Axcel menahan tangan Gerry.


"Oh iya lupa!" ucap Gerry tersenyum kecil menundukkan dan menggaruk-garuk kepalanya.


"Hm, dasar buaya!" ucap Andika memalingkan wajahnya.


"Sesama spesies buaya tidak boleh saling menghina!"


"Sialan kau!" ucap Andika kesal menunjuk Gerry.


"Apa lu hah?" tanya Gerry yang mulai terpancing emosi.


"Eh udah! udah! kok kalian jadi pada ribut gitu sih!" ucap James berusaha melerai Gerry dan Andika.


"Andika tuh yang mulai duluan!"


"Lah kok jadi gw deh!"


"Apa kalian tuli? gw bilang udah ya udah! kenapa masih dilanjut aja?, cepet minta maaf" kata James.


"Hm, sorry" ucap Andika dan Gerry kompak.


"Ini kita gak bayar tukang bangunan aja? emang kalian bisa bangun rumah?" tanya James.


"Enggak" jawab Andika menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Terus?" tanya James.


"Gampang lah! tinggal disusun aja jadi rumah!" kata Axcel.


"Emang lu ngerti?"


"Ngerti gak ngerti, udah lah ayok bantuin gw!" pinta Axcel.


"Hm oke"


James dibantu dengan ketiga teman absurd semasa kuliah pun membangun sebuah rumah yang bahkan lebih layak disebut sebuah gubuk karena mereka berempat tidak bisa membangun pondasi rumah pada umumnya.


"Lah kok jadinya begini ya? perasaan kemarin mulai udah bagus deh, kenapa jadi kayak kandang ayam?" tanya Axcel melihat rumah yang telah selesai mereka bangun.


"Lah iya kok jadi begini ya bentuknya, akh lu sih Sel! kan gw bilang sewa tukang aja, ini sih lebih layak disebut kandang sapi daripada rumah tempat tinggal orang" ucap Gerry.


"Tahu lu Sel! udah beli bahan bangunan mahal-mahal masa malah jadinya begini sih!"sambung Andika.


"Ya udahlah gak apa-apa, yang penting ada rumah tempat berlindung dari panas dan hujan kan?" tanya James tersenyum menatap teman-temannya.


"Tapi ini gak layak ditempati James" ucap Andika.


"Gimana kalau tempat ini kita jadikan sebagai pabrik aja sekalian?" tanya Gerry.


"Pabrik apa tuh? lu mau jualan apaan emang?" tanya James.


"Daging, tapi tempat ini jangan kita daftarkan kayak pabrik lain" kata Gerry.


"Ilegal dong?" tanya James.


"That's right!" ucap Gerry.


"Tapi daging apaan dulu nih?"


"Tuh!" ucap Gerry menunjuk mayat pria yang ada di depan mereka.


"Daging manusia maksud lu?" tanya James.


"Yaps!"


"Dari sekian banyaknya ide gila lu itu, menurut gw ini ide lu yang paling gila deh Ger! emang ada apa manusia yang mau beli daging mayat manusia hah?" tanya Axcel.

__ADS_1


"Belum dicoba ya mana tahu! kita coba dulu aja, lagipula di dalam hutan ini juga cuma ada manusia itu kan? dan dia juga baru mati, jadi dagingnya belum membusuk, gimana hah?" tanya Gerry tersenyum kecil mengangkat alisnya.


"Ternyata ada jiwa psikopat di dalam diri lu ya Ger!" ucap Andika.


"Ayolah kawan! and James! bukankah lu sama Zellyn pernah meminum darah manusia?" tanya Gerry.


"Darimana lu tahu hah?" tanya James.


"Ya tahu lah, darah dia masih mengalir, pasti lu habis menyayat dia dan meminum darahnya bener gak hah?" tanya Gerry mengangkat alisnya.


"Hm, gw akui emang iya, tadi gw sama Zellyn minum darah dia, karena Zellyn sangat membutuhkan air, disini cuma ada kumpulan mayat, tidak ada sumber air ataupun sungai, jadi gw meminum darah dia" ucap James.


"Nah kan! kita jual aja sekalian dagingnya!" ucap Gerry mengangkat alisnya.


"Hm, tapi emang gak bakal ketahuan apa?" tanya Andika.


"Sepertinya tidak! kita coba jalani dulu saja, gimana?" tanya Gerry.


"Hm, oke juga" ucap James.


"Lu berdua gimana? mau ikut kagak hah? and Zellyn, lu juga ikut kan?" tanya Gerry menatap Axcel, Andika dan Zellyn.


"Hm, oke juga" ucap Axcel.


"Lu gimana Dik?" tanya Gerry.


"Kalau lu bertiga disini, terus gw disana saa siapa? kan gw juga yatim piatu, dari kita awal ngampus kan udah tinggal serumah bareng, James baru misah semenjak nikah sama Zellyn, gw ikut deh" ucap Andika.


"Zellyn?"


"Kalau mas James ikut, aku juga ikut" jawab Zellyn.


"Good! kita mulai pengerjaannya sekarang aja, setelah selesai nanti kita tawarkan kepada pelanggan" ucap Gerry tersenyum.


Mereka pun memotong-motong mayat korban jatuhnya pesawat dan menawarkan dagingnya ke pasar dan restoran, semenjak saat itu mereka menjadi satu keluarga psikopat yang tinggal di dalam hutan dan menculik setiap manusia yang menginjakkan kaki ke dalam hutan tempat tinggal mereka untuk dikawinkan paksa hingga sang wanita melahirkan. Ketika anak hasil perkawinan paksa yang keluarga psikopat lakukan, mereka memotong-motong anaknya dan menjualnya, sedangkan pria dan wanita yang mereka culik terus mereka paksa untuk kawin dan melahirkan secara terus-menerus.


Zellyn melahirkan anak laki-laki setelah beberapa bulan mereka menjadi seorang penjual dan psikopat. James dan Zellyn mengajarkan anak mereka untuk menjadi seorang psikopat sejak dini. Sam tumbuh menjadi psikopat seperti James dan Zellyn karena didikan mereka.


Kini di pabrik perkawinan manusia dan pemotongan anak sudah ada dua puluh orang wanita, dan dua puluh orang pria yang akan mereka kawinkan paksa dan berganti pasangan. Wanita pertama dikawinkan dengan pria kedua lalu wanita pertama dikawinkan dengan pria kelima begitu juga seterusnya.


Ide mengawinkan manusia tercetus dari James sendiri yang berpikir jika mereka akan rugi jika hanya membunuh manusia yang masuk ke dalam hutan, akhirnya mereka menculik laki-laki dan perempuan dewasa untuk dikawinkan, dan anak merekalah yang akan menjadi target penjualan. James selalu memberikan obat penggemuk badan kepada anak-anak mereka agar tubuhnya berisi dan menghasilkan daging yang banyak, agar mereka bisa untung lebih besar lagi.

__ADS_1


__ADS_2