
🗣️ "Deep" panggil seorang wanita yang entah dari mana.
Deep melihat sekelilingnya sembari mengemudikan mobilnya.
"Suara siapa itu?" tanya Deep melihat sekelilingnya.
🗣️ "Aku Nora"
"Nora?" tanya Deep yang langsung menghentikan mobilnya di tepi jalan.
🗣️ "Iya, aku Nora, kamu apa kabar Deep?"
"Alhamdulillah aku baik, kamu gimana kabarnya?"
🗣️ "Kamu berbohong padaku Deep!"
"Apa maksudmu Nora?"
🗣️ "Kamu tidak dalam keadaan baik-baik saja Deep, kenapa kamu berbohong padaku Deep?"
"Kamu saja mengingkari janji mu!"
🗣️ "Aku tidak pernah mengingkari janji ku Deep, hanya saja otak mu yang bermasalah itu yang berbicara, maaf jika aku berbicara seperti itu Deep, tapi kamu harus berobat Deep!"
"Tidak! aku tidak mau berobat! aku tidak sakit Nora!"
🗣️ "Kamu sedang sakit Deep, tapi kamu selalu mengabaikan akan hal itu, aku mohon!"
"Tidak!" teriak Deep yang langsung memejamkan matanya dan menutup kedua telinganya dengan tangannya.
Perlahan Deep membuka matanya dan menurunkan tangannya.
"Deep" panggil Nora tersenyum dari arah kanan di luar mobil.
Deep tersenyum melihat kehadiran Nora di depannya dan langsung keluar dari dalam mobilnya.
Nora tersenyum dan berlari mundur menatap Deep mengulurkan tangannya.
Deep tersenyum dan mengejar Nora sembari melihat kanan kirinya untuk menyebrang.
Deep terus mengejar Nora hingga akhirnya tiba di taman. Deep memegang tangan Nora dan mereka pun berputar sembari tertawa bahagia mengayunkan tangan.
"Lihat deh! itu orang kenapa ya?" tanya salah seorang wanita pada temannya.
"Kayak lagi main sama seseorang gitu, padahal kan dia sendiri, apa jangan-jangan..."
__ADS_1
"Taman ini berhantu?" tanya wanita itu menatap temannya perlahan dengan ekspresi wajah ketakutan.
Secara bersamaan temannya juga menatapnya perlahan ketakutan. Mereka tatap-tatapan sejenak lalu berlari meninggalkan taman itu.
Setelah cukup jauh mereka berlari, mereka berhenti karena kelelahan.
"Istirahat dulu capek gw! udah jauh juga kan dari taman itu! HUFT! gila sih! baru kali ini gw lihat fenomena kayak gitu!"
"Sama! selama kita ke sana kayaknya gak pernah ada kejadian aneh kayak gitu kan? baru kali ini ada kejadian aneh kayak gitu!"
"Iya! tapi kasian cowok tadi mana ganteng pula, dan mukanya kayak familiar gitu, tapi gw lupa siapa, pokonya kayak gw pernah lihat dia, tapi gw lupa lihat dia di mana!"
"Cowok tadi mirip anak pelukis terkenal itu haduh siapa namanya gw lupa! Dark..."
"Oh iya gw ingat, dia anak Dark Aharnish, pelukis terkenal itu, dan dia juga pelukis, nama dia Deep Akhtara, katanya dia CEO of The Deep Art and The Deep Restaurant, gw pernah makan di sana, makanannya enak banget, beda dari yang lain!"
"Masa sih?"
"Iya sumpah! enak banget dan mewah banget restorannya, harga makanannya juga cukup menguras kantong untuk satu porsinya, tapi sebanding lah ya dengan penataan restoran dan views yang indah mengarah pantai!"
"Berarti dia orang kaya dong?"
"Iya, dia kaya banget, mungkin kalau itu pantai di jual, dia bakal langsung beli, yakin 100% gw! tapi kasihan juga sih"
"Kasihan kenapa? kan dia kaya!"
"Lah kenapa bapanya tega banget ngebunuh istrinya sendiri?"
"Katanya sih karena dia selalu dihina gitu sama istrinya, karena mereka nikah tanpa cinta awalnya, dengar-dengar sih ibunya nikah tanpa pernah mencintai ayahnya sedikitpun, makanya mereka sering bertengkar dan akhirnya terjadi hal seperti itu!, gak tahu sih itu benar apa kagak, tapi dulu itu sempat viral gitu kan beritanya, "pelukis terkenal Dark Aharnish tega menghabisi istrinya sendiri lantaran sering dihina oleh istrinya Yasmin Yesinta" tapi gak tahu ya itu hoaks atau enggak!"
"Astagfirullahaladzim, kasian banget dia, apa jangan-jangan dia kayak gitu karena hal itu?"
"Karena apa?"
"Ya karena dia kangen seseorang dan dia membayangkan seseorang itu sedang bermain bersamanya, makanya dia kayak orang lagi main gitu kan?"
"Jadi bukan karena hantu?"
"Kayaknya sih bukan, ya udah yuk kita balik aja lagi ke taman, kasihan dia!"
"Lu yakin? entar kalau taman itu beneran ada hantunya gimana? gak mau akh gw! takut ditempelin sampai pulang ke rumah nanti!"
"Percaya sama gw! di sana gak ada hantunya, oke kalau ada, tapi selama ini kan kita gak pernah digangguin, jadi sepertinya itu bukan hantu, tapi halusinasi dia seolah sedang bermain dengan seseorang!"
"Hm, iya sih, jadi kita balik lagi ke taman nih?"
__ADS_1
"Iya"
"Enggak akh! gw capek banget! udah jauh-jauh lari dari taman, sekarang mau balik lagi ke taman"
"Emangnya lu gak kasihan apa sama dia?"
"Ya kasihan sih! tapi..."
"Udah ayok!" ajak wanita itu menarik tangan temannya.
Kedua wanita itu akhirnya kembali ke taman.
Ketika mereka tiba di tempat tadi mereka melihat Deep, mereka terkejut dan saling menatap satu sama lain melihat Deep yang masih berputar mengayunkan tangan dan tertawa bahagia seolah ada seseorang yang menemaninya bermain.
"Lihat deh! dia terlihat sangat bahagia seolah ada seseorang yang sedang bermain dengannya, padahal dia hanya bermain sendiri, tapi terlihat sangat bahagia"
"Iya"
Seketika Nora menghilang dari pandangan Deep dan Deep pun nampak panik kebingungan mencari kepergian Nora.
"Nora!" panggil Deep mencari sekelilingnya dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf mbak, apa mbak melihat wanita yang tadi bersama saya?" tanya Deep.
"Tidak!" jawab salah satu wanita yang ada di taman.
Deep menghampiri kedua wanita yang tadi kabur karena mengira taman itu berhantu.
"Maaf mbak, apa mbak lihat wanita yang bersama saya tadi?" tanya Deep.
"Wanita? kamu dari tadi datang ke taman ini sendiri, tidak bersama seorang pun yang menemani mu!"
"Apa?"
"Iya, mungkin wanita itu hanya sebatas halusinasi mu saja, karena daritadi kita di sini tidak melihat ada seorang wanita yang ikut bersama mu"
"Iya benar, kamu hanya datang sendiri ke taman ini"
"Enggak! ini gak mungkin! tadi aku datang ke sini sama Nora!" ucap Deep berkaca-kaca menatap kedua wanita yang tadi kabur.
"Nora!" teriak Deep.
"Sabar ya Deep; aku tahu pasti berat rasanya jadi kamu, tapi aku yakin, kamu pasti bisa melewati semuanya; kamu pasti bisa Deep; semangat!" ucap wanita itu tersenyum mengepalkan tangannya ke atas.
"Darimana kamu tahu nama ku?" tanya Deep.
__ADS_1
"Hei! kamu seorang pelukis terkenal, dan keluarga mu juga seorang pelukis terkenal, jadi seluruh Indonesia juga pasti mengenal mu Deep Akhtara!" ucap teman wanita itu tersenyum menatap Deep.
Deep memundurkan langkahnya perlahan dan pergi mencari Nora dengan mata berkaca-kaca.