
Deep hari ini itu sengaja tidak masuk sekolah untuk menenangkan pikirannya sejenak. Deep kecil harus dipaksa dewasa sebelum waktunya karena sebentar lagi ayahnya yang akan dijatuhi hukuman mati dan ibunya yang telah meninggal dunia. Deep sempat ingin diasuh oleh salah satu polisi karena polisi itu belum memiliki keturunan dengan istrinya namun Deep menolaknya bahkan Deep juga menolak tawaran dari om dan tantenya.
Deep kini tinggal sendiri di rumah, rumah yang menyimpan banyak kenangan dirinya, ayahnya, ibunya dan bahkan Nora yang sering datang untuk mengajaknya bermain. Kenangan demi kenangan terus menghantui pikirannya.
Deep mengingat semua kasih sayang dan perhatian ayahnya yang selama ini selalu membantunya mengerjakan tugas di tengah kesibukannya, mempersiapkan barang-barang yang akan ia bawa untuk pergi ke sekolah seperti tas, buku pelajaran dan seragam sekolahnya semua dipersiapkan oleh Dark ayahnya.
"Nak, itu buku pelajaran kamu udah papah masukkan ke dalam tas ya, kamu mandi sana, papa tunggu di meja makan ya Deep" ucap Dark tersenyum menepuk pundak Deep.
"Iya pah" ucap Deep yang langsung pergi ke kamar mandi dan mengambil seragam sekolahnya yang telah digosok rapi.
Deep mengingat ketika Dark menggosokkan pakaiannya yang membuat hatinya tersentuh saat itu.
"Papah ku baik ya, selalu menyetrika pakaian ku, pakaian mamah, padahal kata orang itu menyetrika tugas istri tapi papah yang melakukan semuanya, papah benar-benar baik dan sangat menyayangi mamah dan Deep" ucap Deep tersenyum meneteskan air matanya.
Deep yang melihat ayahnya diam-diam ternyata malah disadari oleh ayahnya.
"Jangan menangis sayang, hapus air mata mu itu, papah tidak ingin melihat mu menangis seperti ini" ucap Dark menghapus air mata Deep.
Deep yang teringat perkataan papahnya dahulu pun menghapus air matanya.
Deep mengingat ketika ibunya selalu bertengkar dengan ayahnya namun ayahnya selalu menjaganya tidak seperti dengan ibunya.
"Apa kamu tidak malu pada Deep?" tanya Dark menatap Yasmin.
"Malu dengan bocah ingusan itu?, tentu saja tidak!, aku bahkan tidak mengharapkan dia untuk terlahir ke dunia ini, kelahiran Deep di dunia ini itu bukanlah kemauan ku melainkan paksaan dari mu, apa kamu lupa jika aku menikah dengan mu karena sebuah keterpaksaan darimu?, apa kamu lupa jika aku tidak mencintai mu?, aku mau menikah dengan mu karena kamu mengancam ku apa kamu lupa dengan hal itu Dark Aharnish?, apakah aku harus menyayangi anak yang tidak aku inginkan itu?, katakan Dark!, aku saja tidak pernah mencintai mu, bagaimana bisa aku menyayangi darah daging mu itu!, dia adalah hasil dari kesalahan yang telah kamu perbuat pada ku, kamu urus saja sendiri anak mu itu!" ucap yasmin yang langsung pergi meninggalkan Dark.
__ADS_1
"Dia juga darah daging mu, dia juga anak mu Yasmin, sampai kapan kamu akan membenci anak kamu sendiri?, sampai kapan kamu akan menghukum putra kamu sendiri Yasmin?" tanya Dark.
"Sudah ku bilang bukan padamu tadi?, jika dia adalah anak yang tidak pernah aku harapkan kehadirannya!, kamu urus saja anak kesayangan mu itu, dia anak mu dan bukan anak ku!, kamu sangat menginginkan anak bukan?, ambillah!, aku tidak membutuhkannya, kehadirannya hanya akan menyusahkan ku saja" ucap Yasmin yang langsung pergi dari sana.
Deep yang mendengar perkataan Yasmin seketika jatuh tersungkur dan meneteskan air matanya namun Dark menghampirinya dan mencoba untuk menenangkannya.
"Deep sayang, anak papah dengar ya sayang, mamah kamu itu sayang sama kamu, mamah kamu mengatakan hal seperti itu hanya karena dia sedang marah saja, jangan terlalu dipikirkan ya sayang" ucap Dark menghapus air mata Deep.
"Benarkah itu pah?" tanya Deep berlinang air mata menatap ayahnya.
"Itu benar sayang, sudah ya jangan menangis lagi, mending sekarang kita jalan-jalan aja ke mall, kita beli es krim, kamu suka es krim kan Deep?" tanya Dark tersenyum.
"Iya pah" ucap Deep menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Ya udah ayok" ucap Dark membantu putranya berdiri.
Deep mengingat semua masa lalu membahagiakannya bersama dengan Nora wanita yang ia cintai dalam diam itu. Semua sangat berkesan untuknya, walaupun terkesan sepele tapi itu memiliki makna yang mendalam di dalam hatinya.
Senyuman manis Nora masih menghantui pikirannya dan berhasil mencuri hatinya, namun saat ia jatuh cinta pada Nora, Nora dengan teganya meninggalkan ia sendirian di tengah banyak masalah yang menerpanya.
"Kenapa kamu harus pergi Nora?, kenapa kamu harus meninggalkan ku disaat seperti ini Nora?, aku membutuhkan mu Nora, dulu mamah tidak pernah menyayangi ku bahkan mengatakan jika mamah tidak mengharapkan ku terlahir ke dunia ini, sekarang kamu malah pergi meninggalkan ku, mengapa semua wanita yang ku sayang malah mematahkan hati ku?, aku kira Nora berbeda dengan mamah tapi ternyata Nora tidak jauh berbeda dari mamah, Nora dan mamah sama-sama ucap pergi meninggalkan ku sendirian" ucap Deep meneteskan air matanya.
Deep pergi ke luar lagi untuk menghirup udara segar namun ketika sedang asik melamun ada kucing yang mengganggunya. Deep yang kesal karena lamunannya diganggu oleh kucing itu lalu berdiri dan melemparkan kursi itu ke arah si kucing serta memukul-mukulnya dengan kursi itu. Kucing itu akhirnya tewas di tangan Deep.
"Rasakan itu!, siapa suruh kau menganggu ku?, apa kau tahu?, aku saat ini tengah sangat pusing dan kamu malah menganggu ku" kata Deep menatap kucing yang telah tewas itu.
__ADS_1
Deep seketika tersadar dan teringat jika ayahnya akan dijatuhi hukuman mati pun bergegas pergi menemuinya di penjara.
"Pak polisi, apa aku boleh menemui papah?" tanya Deep menatap polisi yang tengah berjaga.
"Ayok saya antarkan kamu ke ruang eksekusi papah mu, hukuman mati papah mu akan dilakukan sekarang juga jadi ku izinkan kau untuk menemuinya sejenak" ucap pak polisi itu mengantarkan Deep.
"Papah" ucap Deep berlari memeluk ayahnya.
Polisi lain yang melihat kedatangan Deep pun menghentikan sejenak dan membiarkan Deep berbicara untuk yang terakhir kalinya dengan Dark.
"Papah, jangan tinggalin Deep nanti Deep sama siapa kalau papah pergi, pak polisi jangan hukum papah aku" ucap Deep meneteskan air matanya menatap para polisi yang tengah menunggunya.
Mendengar perkataan Deep membuat hati para polisi tersentuh dan meneteskan air matanya. Deep menghampiri para polisi itu.
"Pak polisi, jangan hukum papah aku, kalau papah aku dihukum mati lalu sama siapa aku tinggal nanti" ucap Deep meneteskan air matanya menatap para polisi secara bergantian.
Para polisi itu sontak menatap ke atas dan meneteskan air mata tidak menjawab perkataan Deep. Deep pun berlari memeluk papahnya, salah satu polisi menghampiri mereka dan membuka ikatan di tangan Dark. Dark pun meneteskan air matanya dan langsung memeluk putranya itu.
"Deep sayang, maafkan papah nak, maafkan papah" ucap Dark terisak tangis memeluk Deep.
Salah satu polisi menarik Deep dan langsung menggendongnya pergi dari sana.
"Deep" teriak Dark mengulurkan tangannya terisak tangis namun tidak bisa bergerak karena kakinya yang masih terikat.
Hukuman mati Dark pun dimulai, diluar penjara, salah satu polisi menahan Deep agar tidak masuk ke dalam.
__ADS_1
"Papah" teriak Deep terisak tangis dan berusaha lepas dari pegangan polisi itu.
Salah satu polisi yang menjatuhi hukuman pada Dark menghampiri mereka dan mengatakan jika Dark telah dijatuhi hukuman. Mendengar ayahnya telah meninggal dunia pun membuat Deep langsung jatuh pingsan. Para polisi membawa Deep ke rumah sakit dan menunggunya hingga tersadar.