
Deep dan sang wanita pria itu ke rumah Deep. Tidak ada seseorang di rumah Deep yang melihatnya pada saat itu.
Deep mengajaknya ke kamar Dark sebagai jalur pertama untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah.
Wanita itu ingin menurunkan kekasihnya ke atas kasur Dark, namun Deep mencegahnya.
"Bukan disini, ayok ikut aku" kata Deep.
"Oh oke" kata wanita itu yang kembali membawa kekasihnya.
"Kita mau apa ke kamar mandi?" tanya wanita itu saat melihat Deep mengarahkannya ke kamar mandi.
"Ke kamar ku, sudahlah ikut saja"
"Baiklah"
Deep membawa mereka ke kamar yang ada di ruang bawah tanah.
"Ini kamar ku" kata Deep tersenyum.
Ada rasa takut yang melanda sang wanita karena Deep membawa mereka ke kamar yang letaknya ada di bawah tanah.
"Design kamar kamu unik ya" kata wanita itu tersenyum kecil melihat sekelilingnya.
"Hm iya makasih, oh iya, nama aku Deep Akhtara, panggil aja Deep" kata Deep tersenyum mengulurkan tangannya.
"Aku Filza Iseul" kata wanita itu tersenyum.
"Filza Iseul?" tanya Deep.
"Iya" kata wanita itu menganggukkan kepalanya.
"Susah juga ya ternyata nama kamu" kata Deep tersenyum.
"Hahaha iya! panggil aja Filza, kalau masih susah panggil aja Ila atau Lala aja biar gampang" kata wanita itu tersenyum.
"Oke, aku panggil kamu aja Lala aja ya" kata Deep.
"Oke" kata wanita itu tersenyum.
"Hm Deep"
"Iya, ada apa?"
"Tadi kamu bilang kalau kamu lebih muda dari aku, emangnya umur kamu berapa?"
"Umur aku baru dua belas tahun kak"
"Hah dua belas tahun?"
__ADS_1
"Iya kak, emangnya kenapa?"
"Engg-enggak kok gak apa-apa"
"Oh gitu ya udah tunggu sebentar ya disini, biar aku hubungi dokter dulu untuk mengobati luka mu itu" kata Deep tersenyum.
"Iya" kata Lala tersenyum menganggukkan kepalanya.
Deep keluar dari kamar itu dan meninggalkan Lala bersama mayat kekasihnya. Lala berjalan mengelilingi setiap sudut kamar itu.
"Benar-benar design yang unik" kata Lala tersenyum.
Lala keluar kamar dan mengelilingi tempat perapian Deep.
"Ada ginian buat apa ya? apa Deep itu Kristen juga?" tanya Lala memegang perapian Deep yang mati.
Ketika Lala berjalan, ia tidak sengaja memegang salah satu tombol, seketika besi-besi tajam keluar entah darimana dan menusuk Lala. Lala pun tewas tertusuk besi-besi itu.
Deep yang sedari tadi melihat wanita itu dari CCTV pun kembali ke ruang bawah tanah.
"Apa kamu pikir jika aku akan meninggalkan dokter untuk mu? tentu saja tidak, aku itu ingin membunuh mu bukan ingin menyelamatkan mu, kamu telah masuk ke dalam perangkap ku Filza Iseul" kata Deep tersenyum.
Deep pun memencet tombol lain dan besi-besi itu kembali ke dalam ternyata salah satu dinding itu adalah besi yang ia design seperti dinding lainnya dan ketika tombol itu dipencet, besi-besi itu akan keluar dari balik dinding.
Deep mulai melakukan aksi gilanya kepada Lala dan juga Rafly. Deep menyayat perlahan kulit Lala hingga semuanya terpisah dari dagingnya. Deep memotong-motong bagian tubuh Lala dan memisahkan daging serta tulangnya, begitu juga yang ia lakukan kepada Rafly.
Deep menjadikan Lala dan Rafly sebagai stok awal restorannya nanti. Deep membersihkan darah yang menempel di kulit, daging, dan tulang mereka serta membungkusnya rapat seperti daging-daging yang dijual di mall. Deep mengeluarkan stok makanannya dari dalam freezer dan memasukkan kulit, daging dan tulang mereka ke dalam freezer.
Deep keluar dari kamar itu dengan mobilnya entah kemana. Deep mengelilingi jalanan tanpa tujuan yang jelas. Deep melihat papan tulisan "RUMAH INI DIJUAL" tepat di samping restorannya. Deep menghubungi nomor yang tertera disana untuk membeli rumah itu dan mengalihfungsikan untuk galeri seninya karena tempat galeri seni Dark ayahnya sudah ditutup dan tidak boleh ia gunakan, jadi ia mencari tempat lain untuk memajang dan menjual hasil-hasil lukisannya.
📱"Assalamualaikum maaf ini siapa ya?" tanya pemilik rumah.
📱"Saya Deep Akhtara, saya melihat papan tulisan rumah dijual tepat di samping restoran yang baru akan saya buka" kata Deep.
"Lantas apa hubungannya dengan saya?"
📱"Saya ingin membeli rumah mu itu untuk saya alih fungsikan menjadi galeri seni agar galeri seni saya berdekatan dengan restoran saya, jadi saya tidak perlu jauh-jauh kedua tempat sekaligus, rumah itu mau kamu jual dengan harga berapa? berapapun harganya akan saya beli karena saya menginginkan rumah mu itu dan berapa luas tanah rumah mu itu? bisakah hari ini juga kita bertemu di restoran ku yang berada samping rumah mu itu? aku ingin berbicara langsung kepada mu, bagaimana?"
"Oke baiklah saya kesana sekarang"
"Oke saya tunggu"
Deep menunggu pemilik rumah itu di depan restorannya, selang beberapa menit, pemilik rumah pun datang.
"Apa anda yang bernama Deep Akhtara?" tanya pemilik rumah menghampiri Deep.
"Iya benar, saya Deep Akhtara"
"Nama saya Shaga Shailendra" kata pemilik rumah tersenyum mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Salam kenal" kata Deep menjabat tangannya sembari tersenyum.
"Iya" jawab pria itu tersenyum.
"Hm ayok masuk dulu ke dalam biar lebih enak bicaranya"
"Oke baiklah"
Deep mengajak pemilik rumah itu ke dalam restorannya.
"Design restoran yang sangat indah, dan elegan" kata pemilik rumah menatap sekelilingnya restoran Deep yang di setiap lantainya digelar karpet merah dan ada lampu besar di tengah-tengah serta AC di setiap sudut ruangan.
"Thank you, ya memang saya design restoran ini sendiri, agar sesuai dengan apa yang saya mau"
"Menu apa yang akan dijual di restoran ini?"
"Aneka daging, dan tulang-tulangan"
"Wow pasti enak"
"Iya, tapi bahan-bahannya ada di rumah saya tidak ada di restoran ini, karena saya juga masih mengurus surat-surat untuk membuka restoran ini, jadi bagaimana? berapa luas tanah rumah mu itu? dan ingin kamu jual dengan harga berapa?"
"Luas tanahnya dua ratus lima puluh meter persegi dan ingin saya jual sebesar tiga milyar rupiah, apa anda ingin membelinya?"
"Boleh saya lihat-lihat dulu rumah mu itu?"
"Boleh, ayok kita ke rumah saya"
"Oke"
Shaga mengajak Deep ke rumahnya. Rumah itu memang sangat lebar dan terkesan mewah. Deep melihat sekelilingnya rumah Shaga, di dalam rumah itu jauh lebih luas dari depannya. Deep tersenyum menganggukkan kepala melihat sekelilingnya.
"Jadi bagaimana? apa anda jadi membelinya?" tanya Shaga.
"Iya jadi, saya jadi membelinya, berapa nomor rekening mu? saya akan transfer uangnya ke kamu sekarang juga dan berikan sertifikat rumahmu"
"Ikut saya, sertifikat itu ada di rumah saya yang lain, saya sudah mengemasi barang-barang saya membawanya pindah ke rumah baru itu beserta sertifikat rumah ini"
"Oh oke"
Shaga mengajak Deep ke rumah barunya. Shaga memberikan sertifikat rumah yang ingin Deep beli. Deep melihat keaslian sertifikat itu .
"Oke saya ambil rumah mu itu, berapa nomor rekening mu?" tanya Deep.
Shaga menyebutkan nomor rekeningnya pada Deep dan Deep pun mengirimkan jumlah uang sesuai dengan yang Shaga minta.
"Senang berbisnis dengan mu, jika ada yang ingin kamu tanyakan lagi, ini kartu nama saya, kamu hubungi saja nomor yang tertera disana, itu nomor wa ku" kata Shaga tersenyum.
"Oke baiklah saya permisi" kata Deep tersenyum dan beranjak pergi membawa sertifikat rumah Shaga dan kartu nama Shaga.
__ADS_1
Rumah itu kini resmi menjadi milik Deep Akhtara.