Pain Is Art

Pain Is Art
Deep Terapi


__ADS_3

Deep terbangun dari tidurnya dan mengambil air minum dari dalam kulkas. Deep mengambil laptop miliknya karena seketika teringat dengan pendaftaran sekolahnya. Nama Deep ada di peringkat pertama di SMPN. Besok merupakan hari terakhir pendaftaran online sekolahnya.


"Peringkat pertama? alhamdulilah peringkat pertama di sekolah negeri ya walaupun aku pengennya di sekolah negeri yang kemarin, tapi gak apa-apa deh, yang penting aku dapat sekolah negeri" kata Deep tersenyum.


Deep langsung mematikan laptop miliknya dan bersiap-siap untuk pergi ke restoran dan galeri seninya. Setelah selesai mandi, Deep melihat ke arah freezer tempat ia menyimpan potongan tubuh manusia. Deep membuka freezer itu dan mengambil satu daging.


"Pah maafkan Deep, tapi jika daging-daging ini tidak dijual akan mubazir nantinya" kata Deep memasukkan daging-daging itu ke dalam koper agar dia mudah untuk membawanya. Deep membawa daging, tulang, kulit dan sirup darah buatannya ke restorannya. Deep memindahkan lukisannya ke dalam kamarnya lalu meminta anak buahnya untuk membawa lukisannya dengan mobil lain ke galeri seninya karena mobilnya sudah penuh dengan bahan dasar restorannya.


"Pak Panji" panggil Deep.


"Iya tuan" kata pak Panji menghambat Deep.


"Tolong bawakan lukisan-lukisan ku ya ke galeri seni ku, karena mobil ku sudah penuh dengan bahan-bahan untuk restoran ku, kunci mobilnya ada di dalam lemari ambil saja, aku tunggu disana, aku juga harus taruh bahan-bahan ini di freezer" kata Deep.


"Siap tuan" kata pak Panji menganggukkan kepala.


Pak Jaka pun membukakan pintu pagar untuk Deep. Disana sudah ada para chef yang ia pilih untuk restoran miliknya. Deep memberikan resep masakan yang enak pada chef itu.


Deep memasukkan daging, tulang, kulit ke dalam freezer serta memasukkan sirup buatannya ke dalam kulkas.


Anak buah Deep tiba di galeri seninya dan mereka membantu Deep untuk menyusun hasil lukisannya.


"Terima kasih ya pak, udah bantuin aku untuk menyusun hasil lukisan-lukisan ku" kata Deep tersenyum.


"Sama-sama tuan, semoga usahanya lancar ya, makin sukses ke depannya" kata pak Panji tersenyum.


"Aamiin, makasih ya pak" jawab Deep tersenyum.


"Sama-sama tuan, saya permisi, assalamualaikum" kata pak Panji tersenyum.


"Wa'alaikumsalam pak hati-hati" jawab Deep tersenyum.


Pak Panji tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Deep sudah menyebarkan info ke social media miliknya jika hari ini dia akan membuka restoran dan galeri seni. Orang-orang yang mengikuti social media Deep pun mulai berdatangan. Ketika menunggu cukup lama dan tidak ada lagi yang datang, akhirnya Deep memulai acara pembukaan. Deep terlebih dahulu membuka restorannya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" kata Deep tersenyum menatap para tamu.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mereka kompak.


"Terima kasih semua yang sudah datang ke acara pembukaan ini, tanpa berlama-lama lagi, saya akan menggunting pita ini sebagai peresmian pembukaan rekening dan galeri seni saya yang ada di samping restoran ini, bismillahirrahmanirrahim, 1.. 2... 3" kata Deep tersenyum menggunting pita merah.

__ADS_1


Para tamu masuk mengelilingi restoran dan galeri seni Deep yang tampak sangat mewah dengan beralaskan karpet merah.


"Wow! desain restoran yang sangat indah, boleh saya lihat menu makanannya?" tanya salah satu tamu menghampiri Deep.


"Boleh, tunggu sebentar ya" kata Deep tersenyum dan menepuk tangannya menandakan jika ia memanggil waiters yang ia pekerjaan.


"Ini menu di restoran ini pak, mau pesan apa?" tanya waiters tersenyum memberikan buku menu kepada tamu.


Satu persatu waiters menghampiri setiap meja untuk memberikan buku menu. Tidak ada satupun para tamu yang tidak memesan makanan.


"Hm, makanannya enak ya?" tanya salah satu pengunjung kepada rekannya.


"Iya benar, ini makanan terenak yang pernah aku makan, dagingnya empuk banget, dan bumbunya itu lho mantap banget, benar-benar mewah sama seperti konsep tempat restorannya" kata rekannya.


"Iya benar, makanan mewah dengan design mewah juga, benar-benar berkelas sekali tempat ini" kara pengunjung lain.


Mendengar percakapan mereka membuat Deep tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah kalau mereka semua suka sama masakan aku, jadi aku bisa cepat menghabiskan stok makanan yang berbahan dasar manusia itu, setelah semuanya laku terjual, aku akan menggantinya dengan daging sapi berkualitas tinggi agar rasanya tak jauh berbeda dengan daging manusia" batin Deep tersenyum menatap para pengunjung.


Deep pergi ke galeri seninya, beberapa lukisan sudah laku terjual.


"Aku harus belajar melukis sekarang, agar aku tidak menggunakan manusia lagi, aku benar-benar ingin berubah dan menjadi seorang yang lebih baik lagi" batin Deep tersenyum namun tak dapat ia pungkiri, matanya berkata lain.


Deep pergi dari galeri seninya untuk menjalani pengobatan agar mentalnya dapat kembali pulih, dan sembuh sepenuhnya dari mental ilness yang ia alami selama ini.


Deep menjalani beberapa terapi dan dokter memberikan obat kepada Deep.


"Obatnya diminum teratur ya dek, jangan sampai kelupaan, biar terapi yang kita lakukan berhasil" kata dokter tersenyum.


"Iya dokter makasih" kata Deep tersenyum.


"Semangat ya dek, kamu pasti bisa melewati semua ini" kata dokter tersenyum.


"Iya dok"


"Itu ada nomor saya, kalau ada apa-apa yang mau ditanyakan, bisa langsung hubungi saya saja" kata dokter tersenyum.


"Baik dokter, saya permisi" kata Deep tersenyum dan membungkukkan sedikit badannya.

__ADS_1


"Iya" kata dokter tersenyum menganggukkan kepala.


"Kasian sekali anak itu, harus menjadi anak yatim piatu sejak kecil, dan dia juga adalah anak satu-satunya yang harus bertahan dan berjuang sendiri untuk sembuh dan mengembalikan mentalnya seperti semula" kata dokter menatap kepergian Deep dengan ekspresi wajah sedih.


Deep pergi ke apotek untuk membayar dan mengambil obat yang ia butuhkan, sembari menunggu namanya dipanggil, Deep menyimpan nomor sang dokter ke ponselnya. Deep mendapatkan panggilan telepon dari Nora.


"Nora" kata Deep melihat nama yang meneleponnya.


Deep mengangkat panggilan telepon dari Nora.


"Assalamualaikum Deep" kata Nora excited.


"Wa'alaikumsalam Nora" jawab Deep.


Nora mengalihkan panggilan telepon ke panggilan video.


"Kamu apa kabar? kok chat aku gak pernah dibalas lagi sih? kamu masih marah ya sama aku?" tanya Nora.


"Hm, enggak kok"


"Itu kamu lagi dimana? kamu lagi diluar ya?"


"Hm iya, ini aku lagi nungguin obat"


"Kamu sakit? sakit apa?"


"Hm, tadi aku habis terapi untuk menyembuhkan penyakit mental aku, kata dokter aku kena skizofrenia dan psikopat, makanya tadi aku terapi dan ini lagi nunggu obatnya" jawab Deep tersenyum kecil.


"Astagfirullahaladzim, pasti karena aku ya? maafin aku ya Deep" kata Nora menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata.


"Kamu gak usah nangis, ini bukan salah kamu kok, ya emang aku saja yang lemah" kata Deep tersenyum tapi tidak dengan matanya.


Terdengar suara bel yang berdering membuat Nora dan Deep terdiam.


"Hm Deep, aku masuk dulu ya ke kelas, udah bel soalnya" kata Nora tersenyum kecil.


"Okay" kata Deep tersenyum menganggukkan kepala.


"Nanti kita lanjut lagi ya, see you, assalamualaikum" kata Nora tersenyum melambaikan tangannya.

__ADS_1


"See you, wa'alaikumsalam" jawab Deep tersenyum melambaikan tangannya.


__ADS_2