
"Ada apa?" tanya bi Rika.
"Tidak! kamu cari saja apa yang kamu inginkan, saya harus membawa lukisan ini, takut tuan Deep marah nanti"
"Ya sudah!"
Bi Rika melanjutkan pencariannya di dalam kamar tuan Deep Akhtara, sedangkan mbak Ruby membawa lukisan-lukisan Deep keluar.
Mbak Ruby meletakkan tas miliknya di depan pintu lift, agar lift itu tidak tertutup, mbak Ruby kembali ke kamar itu untuk mengambil lukisan lainnya.
"Biarkan mereka masuk" ucap Deep pada pak Jaka.
"Baik tuan" jawab pak Jaka.
Pak Jaka membukakan pintu untuk karyawan-karyawan Deep masuk ke dalam setelah tertahan di depan pintu pagar.
"Letakkan kendaraan kalian di sana saja, dan ikut saya ke dalam" ucap Deep.
"Baik tuan"
Setelah memarkirkan kendaraan di tempat yang ditunjuk oleh Deep, mereka mengikuti Deep untuk mengambil hasil lukisannya.
"Mbak Ruby, mereka akan membantu mbak Ruby untuk membawa semua lukisan itu ya, saya ke depan dulu sebentar, kalau sudah selesai, langsung bawa aja ke TDA"
"Baik tuan" jawab mbak Ruby tersenyum menganggukkan kepala.
"Ruangannya yang mana?" tanya Xena.
"Ayok semuanya ikut gw!" ajak mbak Ruby.
"Oke" jawab Aryan.
Mbak Ruby mengajak mereka ke kamar Dark Aharnish dan ke ruang bawah tanah.
"Sebagian bawa hasil lukisan yang di sini ya ke lift yang di depan tadi, sebagian lagi ikut saya ke ruang bawah tanah, karena tuan Deep menyimpan lukisannya di sana"
"Oke" jawab Xena.
Xena Tullia, Aryan Alfarezi, Gemini Ragnala, Leonardo Wesley ikut dengan Ruby Velora sedangkan Xael Zelia, Aditya Delana Putra, Xinlaire Yuda Pratama, Rebecca Ayyara dan Nagita Brunella bertugas untuk memindahkan hasil lukisan yang ada di kamar Dark Aharnish ke dalam lift sebelum mereka membawanya turun.
"Lift-nya udah penuh deh kayaknya, belum kita masuk ke dalam lift-nya, segitu aja dulu kita bawa ke bawah, taruh di dalam mobil, sisanya nanti" ucap Leo.
"Oke" jawab mbak Ruby.
Mereka masuk ke dalam lift untuk meletakkan hasil lukisan Deep ke dalam mobil yang mereka bawa. Setelah semua lukisan itu masuk ke dalam mobil, mereka kembali untuk mengambil lukisan lain.
Deep tidak jadi pergi ke luar karena perutnya merasa lapar. Deep pergi ke dapur untuk mencari makanan.
"Haduh! lapar banget lagi! shia! gak ada makanan lagi!" gerutu Deep.
__ADS_1
"Tuan" panggil pak Panji.
"Bi Rika kemana ya?" tanya Deep.
"Gak tahu tuan, dari kita sampai Jakarta, saya tidak melihat keberadaannya"
"Kemana lagi tuh orang? udah gak ada makanan, dia ilang pula! apa jangan-jangan?" tanya Deep yang langsung berlari meninggalkan tempat itu menuju ke ruang bawah tanah.
"Tuan" panggil Gemini.
"Iya, dimana mbak Ruby?" tanya Deep.
"Ada apa tuan?" tanya mbak Ruby yang baru masuk.
"Apa kamu melihat keberadaan seseorang di ruang bawah tanah itu sebelum mereka semua tiba?"
"Hm...."
"Ada apa? apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari saya?"
"Ti-tidak tuan"
"Minggir kamu!" ucap Deep yang langsung mendorong mbak Ruby.
Deep berlari ke dalam dan langsung membuka pintu itu, melihat kedatangan Deep membuat bi Rika terkejut dan langsung ingin bersembunyi, tapi Deep melihatnya.
"Bi Rika" panggil Deep.
"Bi Rika ngapain disini? apa saya menyuruh bi Rika untuk ke tempat ini? atau ada salah satu dari mereka yang memanggil bi Rika ke sini?"
"Eng-enggak tuan!"
"Lantas untuk apa bi Rika di sini?"
"Hm..."
"Sudahlah! ikut saya!"
"Baik tuan"
"Kalian teruskan pekerjaan kalian ya, nanti saya ke TDA kok buat periksa susunan lukisan-lukisan itu" ucap Deep menunjuk hasil lukisan-lukisannya.
"Baik tuan" jawab Aditya.
"Ayok bi Rika" ajak Deep tersenyum kecil melirik bi Rika.
"Iya tuan" jawab bi Rika.
"Tuan Deep mau bawa dia kemana ya? kalau sampai tuan Deep mencelakai dia bagaimana? aku harus mengikutinya" ucap Ruby pelan dan berlari meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Ruby" panggil Gemini.
Ruby mengabaikan Gemini dan berlari mengikuti kepergian Deep.
Deep berjalan sembari tersenyum dan menatap tajam bi Rika namun bi Rika tidak menyadarinya.
"Ruby mau kemana? kenapa dia diam saja pas aku panggil dia? gak biasanya deh Ruby kayak gitu, apa Ruby ingin mengikuti kepergian tuan Deep? tapi untuk apa Ruby mengikutinya? apa Ruby mengetahui sesuatu rahasia tuan Deep? kenapa Ruby tidak menceritakannya padaku? aku harus mengikutinya, dia kekasihku, tidak akan aku membiarkannya untuk pergi sendirian" ucap Gemini yang langsung berlari mengejar kepergian kekasihnya Ruby.
"Eh lu mau kemana?" tanya Aryan.
"Gw mau ngejar Ruby, Ruby tadi mengejar kepergian tuan Deep, gw rasa Ruby tahu sesuatu tentang tuan Deep, makanya dia mengejar kepergian tuan Deep yang membawa wanita tadi" ucap Gemini.
"Lah terus kerjaan lu gimana?" tanya Aryan.
Gemini tidak mendengarkan perkataan Aryan dan langsung pergi, karena baginya Ruby lebih penting dari apapun.
Ruby menaiki taksi untuk mengejar kepergian Deep dan Gemini pun memberhentikan taksi selanjutnya yang melintas.
Deep membawa bi Rika ke tengah-tengah The Deep Art dan The Deep Restaurant.
"Kenapa tuan bawa saya kesini?" tanya bi Rika.
"Bibi ingin mengetahui semua tentang ku bukan?" tanya Deep tersenyum kecil menatap bi Rika.
"Maksud tuan?"
"Apa bibi pikir saya bodoh? saya tahu bibi ingin mencari tahu semua tentang saya, jika tidak, bibi pasti bisa menjawab pertanyaan saya mengapa bibi ada di ruang bawah tanah tadi, tapi bibi tidak bisa menjawabnya, itu berarti ada sesuatu yang bibi sembunyikan" jawab Deep tersenyum kecil menatap bi Rika.
"Eng-enggak kok tuan"
"Tidak usah berbohong bibi, ayok ikut saya" ajak Deep menarik tangan bi Rika ke The Deep Restaurant.
Deep mengajak bi Rika ke tempat penyimpanan daging, tulang, kulit dan sirup di restorannya.
"Hm mas Data, bisa tolong tinggalkan kami berdua sebentar disini? ada sesuatu hal yang penting yang ingin saya bicarakan berdua dengannya" ucap Deep tersenyum kecil menatap mas Data.
"Baik tuan" jawab mas Data yang langsung pergi dari sana.
Deep menutup serta mengunci pintunya.
"Lihatlah daging, tulang, organ dalam yang sudah dipotong kecil-kecil dan kulit yang ada di dalam freezer itu, dan lihatlah sirup merah yang ada di dalam kulkas itu" ucap Deep menunjuk freezer yang ada di depannya dan kulkas yang ada di sampingnya.
"Ada apa tuan?" tanya bi Rika.
"Bibi ingin mengetahui semua tentang ku bukan? itu semua adalah manusia" ucap Deep tersenyum menatap bi Rika.
"Manusia? apa maksud tuan manusia? apa tuan membunuh manusia dan menjual semua itu sebagai menu restoran tuan?" tanya bi Rika ketakutan.
"Iya" jawab Deep tersenyum menatap bi Rika.
__ADS_1
Mendengar perkataan Deep sontak membuat bi Rika terkejut dan ketakutan. Bi Rika berjalan perlahan ke belakang untuk menjauh dari Deep dengan wajah pucat dan keringat dingin.