
"Ada apa bi?" tanya Deep.
"Tuan kenapa senyam-senyum gitu?"
"Hah? senyam-senyum? masa iya bi?"
"Iya tuan, tadi bibi lihat tuan senyam-senyum sendiri, makanya bibi bangunkan, maaf ya tuan"
"Hm iya bi, gak apa-apa kok, jam berapa sekarang bi?"
"Setengah delapan tuan, sarapan dulu tuan, nanti kalau mau tidur lagi gak apa-apa"
"Hm iya bi"
"Bi, nanti bisa tolong panggilkan pak Rafly kesini?"
"Baik tuan, bibi panggilkan sekarang ya tuan"
"Hm nanti saja bi, bibi makan dulu aja, habiskan makanannya baru nanti panggil pak Rafly, oke?"
"Siap tuan"
Deep dan bi Rika sarapan bersama di dalam kamar.
Setelah selesai makan, Deep meletakkan piringnya di atas meja dan berjalan ke arah lemari pakaian. Deep mengeluarkan baju dan mengambil handuknya yang ada di jemuran kecil depan kamar mandi.
"Tuan, saya panggil pak Rafly ya"
"Iya bi"
Bi Rika pergi menutup pintu kamarnya dan pergi ke kamar pak Rafly. Bi Rika mengetuk pintu kamar pak Rafly dengan memanggil namanya.
"Pak Rafly" ucap bi Rika sembari mengetuk pintu.
"Siapa ya?" tanya pak Rafly membukakan pintu.
"Eh kamu, ada apa?"
"Kamu di panggil tuan Deep"
"Di panggil tuan Deep atau di panggil kamu nih?" ucap pak Rafly menyeringai memegang dagu bi Rika.
"Apa sih lu?!"
"Kok kesal sih?"
Bi Rika membuka pintu kamarnya dan mengajak pak Rafly masuk.
"Mana tuan Deep? katanya tuan Deep manggil aku? kok gak ada? kamu pasti bohong kan? bilang aja kamu kangen kan sama aku?" ucap pak Rafly memegang tangan bi Rika.
__ADS_1
"Lepaskan!"
"Tidak akan!" ucap pak Rafly yang langsung menarik dan mencium tangan bi Rika.
Bi Rika menampar pak Rafly yang mencium tangannya.
"Jangan kurang ajar ya kamu!"
"Jangan sok tidak suka, aku yakin kamu pasti suka, secara kamu kan janda, janda muda" ucap pak Rafly menyeringai mengangkat alisnya.
Pak Rafly mendorong bi Rika dan langsung menindih tubuhnya.
Deep keluar dari dalam kamar mandi dan melihat bi Rika yang ada di bawah kendali pak Rafly. Pak Rafly ingin menciumnya namun bi Rika terus menghindar. Wajah Deep seketika memerah, hasrat membunuhnya kini kembali bangkit. Deep menarik nafas dalam-dalam untuk meredam hasratnya itu.
"Pak Rafly" panggil Deep.
"Tuan Deep" ucap pak Rafly yang langsung bangun merapihkan pakaiannya.
"Ikut saya yuk"
"Kemana tuan?"
"Saya ingin beli sesuatu"
"Baik tuan"
"Tukang material bangunan dimana ya pak? coba search pak, sekalian pesan gocar aja, mobil belum sampai soalnya, katanya sih tiga hari baru sampai"
"Baik tuan, disini material terdekat lima kilometer dari hotel ini"
"Lima kilometer? lumayan dekat, ya udah pesan gocar, biar kita langsung kesana, ada sesuatu yang mau saya beli"
"Tuan mau beli apa?"
"Tidak usah banyak tanya! nanti kamu juga akan tahu dengan sendirinya kok, lakukan saja apa yang saja apa yang saya perintahkan padamu, mengerti hm?"
"Maaf tuan, iya saya pesan gocar sekarang tuan"
"Hm!"
Pak Rafly memesan gocar yang diminta oleh Deep. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya gocar yang mereka pesan tiba.
Deep membeli gunting, pisau, dan palu.
"Semua itu untuk apa tuan?" tanya pak Rafly.
"Tidak usah banyak tanya, pesankan gocar ke arah hutan terdekat dari sini"
"Hutan? mau ngapain tuan ke hutan?"
__ADS_1
"Banyak ya kamu! tujuan saya jauh-jauh ke Bali itu untuk refreshing, apa salahnya ke hutan? di hutan kan sepi, otomatis udaranya juga sejuk, sudahlah! pesan saja! tak usah banyak cakap sampeyan!"
"Baik tuan"
Deep dan pak Rafly pergi ke hutan dengan menggunakan gocar.
Sesampainya di sana, Deep langsung berjalan ke tengah hutan sembari menatap sekelilingnya di ikuti oleh pak Rafly di belakangnya yang menatap kebingungan.
"Tuan Deep aneh banget ya, masa healing ke hutan sih? hutan kan seram, masa dijadikan sebagai tempat healing?" batin pak Rafly bertanya-tanya.
Deep berhenti di tengah rimbun pepohonan dan berbalik badan ke arah pak Rafly. Deep tersenyum sembari menepuk pundak pak Rafly.
"Ada apa tuan?" tanya pak Rafly.
"Sudah saya bilang padamu, jangan ganggu bi Rika lagi, mentang-mentang dia janda terus kamu bisa seenaknya sama dia hm?"
"Maaf tuan, tapi saya mencintainya dan dia tidak membalas perasaan saya"
"Dia tidak membalas perasaan kamu dan kamu berusaha untuk menodainya begitu? saya memang jauh lebih muda dari kamu, makanya saya mau tanya"
"Tanya apa tuan?"
"Bagaimana bisa kamu terlahir ke dunia ini? siapa yang melahirkan kamu?"
"Ya ibu saya tuan"
"Hm ibu kamu ya, jenis kelamin ibu kamu apa? laki-laki atau perempuan hm?"
"Ya perempuan kah tuan masa laki-laki melahirkan sih!"
"Hm okay, sekarang saya mau tanya sama kamu, jenis kelamin bi Rika apa?"
"Perempuan tuan, lantas?"
"Tidak apa"
Deep membuka kantung plastiknya dan mengambil pisau yang tadi ia beli. Deep mengelus perlahan pisau itu sembari tersenyum.
Tanpa aba-aba Deep menusukkan pisau ke perut pak Rafly dan memutar pisau itu.
"T-tuan, mengapa tuan melakukan hal ini padaku tuan!"
"Mengapa? karena saya tidak suka melihat ada orang yang berzina di depan mata saya! untuk hal seperti itu saja kamu tidak mengerti?" tanya Deep menarik pisau itu dari perut pak Rafly dan kembali menusukkannya.
Pak Rafly akhirnya terjatuh dan perutnya berlubang karena Deep memutar pisau itu membuat bagian yang terkena terputus. Deep mengambilnya dan membuka baju pak Rafly untuk melihat hasil karyanya yang indah itu.
"Bentuk lingkaran yang sempurna, apa ini? ini usus dia? panjang sekali ususnya, aku ingin melihat jantungnya, apakah masih berdetak atau tidak" ucap Deep yang langsung menancapkan pisau dan memutarnya hingga terputus.
Deep mengambil jantung pak Rafly dan memegangnya. Ternyata jantung pak Rafly masih berdetak. Deep mengambil ponselnya dan merekam dirinya yang tengah memegang jantung yang masih bergerak itu. Rekaman video itu dia pause dan mengganti ke kamera belakang. Deep menghidupkan kembali dan mereka tubuh pak Rafly yang berlubang di daerah perut dan dadanya. Deep menaruh jantung pak Rafly ke dalam dadanya yang berlubang dan menarik ususnya yang panjang itu. Deep mengeluarkan semua organ dalam pak Rafly dan merekamnya. Setelah puas merekam, Deep menguliti tubuh pak Rafly, memisahkan daging dari tulangnya dan mengemasnya rapi seperti baru dibeli dari toko. Deep membawa stok tempat yang biasa ia gunakan untuk mengemas daging manusia seperti daging mall. Deep langsung pergi dan meninggalkan darahnya yang berceceran, karena ia lupa membawa wadah untuk menampung darah.
__ADS_1