
Sesampainya di rumah, Deep langsung pergi ke dapur karena merasa lapar, tetapi ia lupa jika bi Rika ia sekap di ruang bawah tanah, sehingga tidak ada yang menyiapkan makan malam untuknya.
Deep yang merasa lelah dan lapar pun berteriak memanggil bi Rika dan para anak buahnya.
“Bi Rika!” teriak Deep.
“Bi Rika!” teriak Deep.
“Pak Jaka!” teriak Deep.
“Iya tuan” jawab pak Jaka menghampiri Deep beserta para anak buahnya yang lain.
“Kenapa bisa di meja makan belum ada makanan hah? bi Rika ke mana aja dari tadi? masa jam segini makanan belum ada yang siap satupun sih!” bentak Deep.
“Maaf tuan, bi Rika dari tadi gak ada di rumah, tadi kita juga udah cari ke sekitar rumah, nanya sama tetangga sekitar, cari ke pasar dan kita telepon juga gak diangkat sama sekali sama dia, kita gak tahu dia pergi ke mana tuan, mungkin saja tuan tahu bi Rika pergi ke mana” jawab pak Jaka yang langsung menundukkan kepala.
“Apa maksud mu hah? apa saya bodyguard dia sampai-sampai saya harus selalu tahu dia pergi ke mana hah?” tanya Deep mendorong pak Jaka.
“Cepat pesan makanan saja ke restoran saya, suruh antarkan yang cepat ke rumah saya, bilang ini perintah dari tuan Deep Akhtara! cepat!” perintah Deep.
__ADS_1
“Baik tuan!” jawab pak Jaka.
Deep pergi meninggalkan anak buahnya begitu saja. Pak Jaka berdiri dibantu oleh pak Panji dan anak buah Deep yang lainnya.
Pak Jaka langsung menelepon mas Data yang merupakan kepala restoran di The Deep Restaurant.
“Celaka! aku lupa jika tadi aku menyekap bi Rika di ruang bawah tanah, tadi pak Jaka bilang dia nanya ke tetangga sama cari ke pasar juga, gimana kalau sampai dia lapor tentang hilangnya bi Rika ke kantor polisi? sebelum hal itu terjadi, aku harus segera menyelesaikan semuanya!” batin Deep menoleh ke arah pak Jaka sejenak dengan tatapan mata tajam.
Deep langsung pergi ke ruang bawah tanah untuk menghampiri tawanannya yaitu bi Rika.
“Assalamualaikum, apa kabar bi Rika? pegel gak setelah beberapa jam duduk terikat di kursi dengan rantai dan gembok yang terpasang di kedua tangan dan kaki bibi? kalau pegel nanti aku kasih kasur buat bibi tidur, sebentar aku cari dulu ya, kayaknya aku pernah lihat di kamar ini ada kasur lantai deh” ucap Deep yang langsung meninggalkan bi Rika.
Beberapa menit kemudian Deep kembali dengan mendorong kasur spring bed untuk bi Rika tidur. Deep memasangkan seprai dan memberikan bantal. Kasur spring bed yang pernah Dark gunakan untuk menjebak para wanita malam yang akan ia eksekusi. Kasur spring bed yang dilengkapi dengan rantai di bagian atas dan bawah.
Deep memapah bi Rika ke atas kasur dan memberikannya minuman. Bi Rika meminum air yang Deep berikan karena merasa haus, Deep yang kelelahan pun minum bersama bi Rika.
“Kamu mungkin berpikir jika aku tidak peduli padamu, karena aku menyekap mu di tempat ini, jika aku tidak mempedulikan mu lagi, aku sudah lama membunuh mu, aku tidak perlu menyekap mu, memberikan mu kenyaman, makanan, minuman, segala macam, aku bisa langsung membunuh mu jika aku menginginkannya, tapi untuk saat ini aku belum menginginkannya, aku masih ingin kamu tetap hidup, jadi minumlah sepuasmu, untuk makanan sedang aku pesankan, aku juga baru sampai rumah, belum makan juga sama sepertimu, jadi tidak usah risau” ucap Deep tersenyum kecil menatap bi Rika.
Bi Rika pun menatap Deep dengan tatapan sendu.
__ADS_1
Deep mengambil ponselnya dan mengirimkan WhatsApp kepada mas Data.
“Mas Data tolong kirimkan tujuh paket makanan beserta Coca-Cola ya, saya lagi ingin minum Coca-Cola, saya tunggu di rumah ya mas, tolong segera dikirim, saya sudah sangat lapar” pesan Deep.
“Baik tuan!” balas mas Data.
“Tuan sedang berbicara dengan siapa?” tanya bi Rika.
“Oh ini, ini mas Data, saya minta dia segera mengirimkan makanan dan juga Coca-Cola karena saya lagi pengen minum Coca-Cola” jawab Deep tersenyum kecil mengarahkan ponselnya pada bi Rika.
Bi Rika membaca isi percakapan mereka dan benar apa yang dikatakan Deep jika tidak ada sesuatu yang Deep sembunyikan padanya saat itu.
“Ada apa? apa kamu berpikir jika aku akan membohongi mu lagi? aku tidak pernah membohongi siapapun, aku selalu berkata jujur, mungkin kamu berpikir jika aku telah membohongi mu karena aku mengidap gangguan kesehatan mental, aku hanya tidak ingin kamu tahu dan orang lain tahu jika aku ini mental ilness, jika mereka sampai tahu, mereka pasti akan mengatakan jika aku adalah orang gila, karena dipikiran mereka, seseorang yang mental ilness itu sama dengan orang gila, padahal mental ilness dan gila itu berbeda, mental ilness masih bisa menjalani kehidupannya seperti biasa namun dengan kondisi kesehatan mental yang buruk, tapi orang gila, dia tidak bisa melakukan kehidupan seperti biasanya, memorinya sudah tidak berarti lagi, dia tidak bisa berpikir, makanya banyak kan orang gila yang pakai baju sobek-sobek, rambut berantakan, makan ikan mental, dan lain sebagainya, ya karena bagi mereka kehidupan mereka sudah benar-benar hancur, mental ilness masih bisa seperti layaknya manusia normal, tapi ya balik lagi, berbeda dengan manusia normal, tapi bukan orang gila, itu sebabnya aku menyembunyikan hal ini dari kamu, dan dari yang lainnya, karena aku tidak mau disamakan dengan orang gila” ucap Deep tersenyum kecil dengan tatapan mata sedih dan menundukkan kepala.
“Kenaps tuan gak menjalani pengobatan saja? untuk menyembuhkan mental ilness tuan?” tanya bi Rika.
Deep meneguk segelas air dan menatap bi Rika.
“Aku pernah menjalani pengobatan, aku mengonsumsi obat-obatan yang dokter itu berikan, tapi aku merasa tidak ada pengaruhnya bagiku, jadi aku membuang obat-obatan itu dan berhenti menjalani pengobatan itu, karena aku pikir jika itu semua adalah satu hal yang sia-sia dan percuma juga aku lakuin kalau gak membuahkan hasil sedikitpun” jawab Deep menatap bi Rika dan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
“Bukan seperti itu tuan, pasti suatu saat akan membuahkan hasil jika tuan terus melakukannya, sama seperti kita menanam padi, ketika kita menanamnya, apa kita akan langsung bisa memanennya? tentu tidak tuan! tidak ada usaha yang akan berakhir sia-sia! jika usaha tuan gagal, tuan harus terus berusaha lagi untuk bangkit dan terus melakukannya, karena orang hebat bermula dari orang biasa, para ilmuwan yang terkenal genius pun dimulai dengan ketidaktahuan apapun, apa ketika seseorang terlahir, mereka langsung menjadi seorang ilmuwan yang hebat? tentu tidak! mereka lahir menjadi bayi kecil yang tidak tahu apapun, diajarkan berjalan, berlari, makan, segala macam oleh orangtuanya, baru ketika dewasa, mereka mulai mempelajari hal itu semua, sampai akhirnya mereka bisa menjadi ilmuwan yang hebat hingga saat ini” jawab bi Rika menatap Deep.
Deep hanya terdiam menatap bi Rika dan menundukkan kepalanya.