Pain Is Art

Pain Is Art
Pertolongan Terakhir


__ADS_3

"Tuan, ini pisaunya mau dibuang juga atau dibawa pulang aja?" tanya bi Rika membawa pisau bekas mereka makan steak tadi.


"Cuci aja bi, kita bawa pulang aja pisaunya" jawab Deep.


"Baik tuan" ucap bi Rika yang meninggalkan mereka untuk membersihkan semua pisau.


👂"Kenapa kamu membiarkannya pergi?"


👂 "Cepat hentikan dia dan ambil semua pisau itu!"


👂 "Ambil semua pisau itu dan tusukkan ke mereka Deep"


👂 "Jangan mau diatur sama mereka!"


👂 "Kamu tidak boleh berobat, berobat hanya untuk orang sakit dan kamu tidak sakit"


👂 "Kamu sehat tapi mereka menyuruh mu untuk berobat?"


👂 "Siapa mereka bisa mengatur mu seenaknya?"


👂 "Mereka bukan siapa-siapa kamu Deep, tetapi mereka berani mengatur mu dan kamu mengikuti perintahnya?"


👂 "Are you crazy Deep?"


👂 "Cepat ambil pisau itu dan bunuh mereka"


👂 "Sayat lehernya, sayat kulitnya, potong tubuhnya, dagingnya bisa kamu jual darahnya bisa kamu jadikan sirup"


👂 "Orang yang mengatakan kamu sakit saat kamu sehat tidak pantas untuk hidup Deep"


👂 "Ayok cepat Deep lakukan!"


👂 "Masa gitu aja takut sih?"


👂 "Buat mereka lebih berguna Deep"


👂 "Jika kamu mencincang mereka, mereka akan jauh lebih berguna!"


👂 "Cepat Deep lakukan!"


👂 "Lihatlah! pantai ini sangat sepi, hanya ada kalian, jika kamu takut, kamu adalah pengecutt Deep!"


👂 "Ayok cepat Deep!"


Deep menutup telinganya karena mendengar suara yang entah datang darimana itu. Deep memejamkan matanya dan mengatur pernafasannya.


"Lu kenapa Deep?" tanya Andika melihat keanehan Deep.


"Sepertinya skizofrenia dia kumat deh" jawab Gerry menatap Andika lalu menatap Deep.


"Kayaknya sih iya" sambung Axcel menatap Deep.

__ADS_1


"Deep" panggil James menepuk pundak Deep.


Deep seketika membuka matanya dan menatap tajam James lalu pergi meninggalkan mereka dengan terlebih dahulu memelintir tangan James yang memegang pundaknya.


"Gila! sakit banget pelintirannya tuh bocah satu!" ucap James memegangi tangannya.


"Wajar sih kan dia bocah psikopat dan skizofrenia!" sambung Andika.


"Tuh bocah mau kemana lagi?" tanya Axcel.


"Entahlah! udahlah biarin aja, balik yuk!" ajak Gerry.


"Tapi kita belum bilang ke Deep dan yang lain, masa main balik aja sih?" tanya James.


"Hm iya sih, tapi mereka pada kemana ya?" tanya Gerry menatap sekelilingnya.


"Entahlah! kita cari mereka aja ayok kalau mau balik!" ajak Axcel.


"Oke juga ide lu, ya udah yuk kita cari mereka" ajak Gerry.


Gerry, Axcel, Andika, James dan Zellyn pergi mencari keberadaan Deep, bi Rika dan para anak buah Deep untuk berpamitan sebelum mereka pulang.


"Deep" panggil James melihat sekelilingnya.


"Kalian teman-temannya tuan Deep kan?" tanya pak Rudi dari arah belakang mereka.


"Eh iya pak, bapak anak buahnya Deep ya?" tanya James.


"Iya benar, ada apa mencari tuan Deep? bukankah tuan Deep bersama dengan kalian tadi?"


"Oh gitu, kalau kalian terburu-buru nanti saya sampaikan pada tuan Deep kalau kalian tadi pamitan mau pulang" ucap pak Rudi tersenyum kecil.


"Hm gitu ya pak? ya udah pak, kita pamit pulang ya, tolong bilangin ke Deep dan yang lain, makasih untuk steak yang Deep kasih ke kita, itu enak banget, ya udah pak, kita cuma mau ngomong itu aja kok, nanti tolong sampaikan ke Deep ya kalau bapak ketemu sama dia" ucap James tersenyum.


"Baik, nanti akan saya sampaikan ke tuan Deep" jawab pak Rudi tersenyum menganggukkan kepala.


"Ya udah pak, kita pamit pulang, assalamualaikum" ucap James tersenyum menganggukkan kepala.


"Wa'alaikumsalam" jawab pak Rudi tersenyum menganggukkan kepala.


James, teman-temannya dan juga istrinya pergi meninggalkan pantai dan berencana untuk menemui keluarga mereka.


"Kita ke hutan itu aja dulu" ucap Andika.


"Ngapain?" tanya James.


"Ya membebaskan mereka lah! kita kan mau pulang, gak mungkin dong kalau mereka masih kita sekap di bangunan itu" ucap Andika.


"Tapi kalau kita bebaskan mereka apa gak bahaya?" tanya Gerry.


"Bahaya? bahaya kenapa?" tanya Andika.

__ADS_1


"Ya kan kita menculik mereka dan menyekap mereka di tempat itu, nanti gimana kalau mereka lapor ke pihak berwajib?" tanya Gerry.


"Ya kita bilang baik-baik aja ke mereka, kali aja mereka bisa mengerti, dan tidak melaporkan kita ke pihak yang berwajib" ucap Andika.


"What? apa lu yakin Dik?" tanya Gerry.


"Ya gak yakin-yakin banget sih sebenarnya, tapi gak ada salahnya dicoba kan?" tanya Andika.


"Iya benar sih gak ada salahnya dicoba, kalau percobaannya sia-sia gimana?" tanya Gerry.


"Kita ga akan tahu itu sia-sia atau enggak sampai kita mencobanya kan?" tanya Andika.


"Iya sih, ya udah kita ikuti kemauan lu" ucap Gerry.


"Oke" jawab Andika tersenyum kecil.


"Jadi kita ke hutan nih ya?" tanya James menatap teman-temannya di belakang.


"Iya ke hutan" jawab Andika.


"Hm oke" jawab James.


Sesampainya di hutan, mereka langsung masuk ke rumah yang mereka jadikan sebagai tempat perkawinan paksa dan pemotongan.


"Lah kok orang-orangnya pada gak ada ya? pada kemana mereka?" tanya Axcel menatap tempat itu yang sudah tidak ada satupun manusia tersisa.


"Ayok coba kita cari ke tempat lain!" ajak James.


"Hey! lu siapa? ngapain lu di tempat kita?" tanya Andika saat melihat ada seorang pria yang duduk membelakangi mereka.


Pria itu menoleh ke arah Andika dan teman-temannya.


"Deep?" tanya mereka terkejut.


"Deep, apa yang lu lakukan di tempat ini? dan kemana semua manusia yang ada di tempat ini?" tanya James.


Deep tersenyum dan menunjukkan kemasan daging manusia koleksi mereka yang sudah Deep potong-potong.


"Lu menghabisi mereka semua?" tanya James terkejut.


"Iya" jawab Deep tersenyum kecil dan menganggukkan kepala.


"Kalian bilang kalau kalian mau berhenti menjadi pemasok ku, ya sudah aku potong-potong saja mereka, kalian boleh pergi, aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, kalian tenang saja, aku tidak akan melaporkan kalian ke pihak berwajib, karena jika aku melaporkan kalian, aku juga akan ikut terseret ke dalamnya, karena kita kan pernah kerjasama, jadi kalian tenang saja, anggap saja daging, tulang, kulit, dan darah mereka sebagai uang tutup mulut dari kalian untuk ku" ucap Deep tersenyum kecil.


"Hm oke, lu boleh pergi sekarang" ucap James ketakutan.


"Oke, tapi bisakah kalian membantuku untuk yang terakhir kalinya?" tanya Deep menatap dengan ekspresi sedih.


"Apa yang bisa kami lakukan untuk mu?" tanya Axcel.


"Bantu aku memasukkan ini semua ke dalam mobil ku, aku tidak bisa membawanya sendiri" ucap Deep dengan ekspresi wajah sedih.

__ADS_1


"Oke, kita akan bantuin lu buat masukin semua ini ke dalam mobil lu" ucap Axcel tersenyum kecil.


"Terimakasih" ucap Deep tersenyum manis.


__ADS_2