Pain Is Art

Pain Is Art
Deep Pembasmi Perzinaahan


__ADS_3

"Hm kenapa semua acara membosankan, apa aku melukis aja kali ya? hm tapi tidak, aku juga sedang tidak berselera melakukan hal itu, lantas aku harus apa saat ini? hm aku keluar rumah saja deh, tapi aku tidak bisa menyetir, bagaimana caranya aku membawa mobil papa? aku telah membunuh kak Aeri karena perilakunya yang tidak mengenakkan itu, lantas bagaimana aku pergi? hm bodyguard papa, dia pasti bisa bawa mobil" kata Deep tersenyum dan langsung naik ke atas.


Deep mengambil banyak korek api, pisau, dan bom waktu yang Dark simpan di ruang bawah tanah lalu Deep taruh di dalam tas miliknya. Deep menghampiri bodyguard Dark yang tengah berkumpul di luar.


"Pak, bisa ajarkan saya menyetir dong" pinta Deep.


"Menyetir?" tanya bodyguard Dark terkejut.


"Iya, ada apa? bapak gak mau mengajari ku untuk menyetir?"


Bodyguard Dark hanya saling menatap satu sama lain kebingungan.


"Jadi salah satu dari kalian tidak ada yang mau untuk mengajariku menyetir? oke baiklah kalau begitu aku tidak mau lagi menggaji kalian semua, dan kalian semua harus keluar dari rumah ini bagaimana hm?" tanya Deep menyeringai.


"Dipecat?" tanya salah satu bodyguard Dark.


"Iya dipecat"


"Jangan pecat saya" ucap satu bodyguard.


"Iya tuan, jangan pecat kami semua" sambung bodyguard lain.


"Benar tuan, kami akan mengajarkan tuan bagaimana caranya menyetir mobil, tapi tolong jangan pecat kami tuan" sambung bodyguard lain.


"Oke baiklah, saya tidak akan memecat kalian semua, salah satu dari kalian ikut dengan ku, hm kamu saja, cepat ikut dengan ku, atau aku akan memecat kalian semua" kata Deep menunjuk salah satu bodyguard Dark.


Umur Deep memang baru 12 tahun tapi tubuhnya sangat tinggi sama seperti Dark ayahnya. Tinggi Deep kini sudah seratus lima puluh lima sentimeter.


Kini Deep belajar menyetir mobil dengan ditemani oleh salah satu anak buah dari Dark ayahnya.


Beberapa jam berlalu, Deep yang sudah merasa jika dirinya mampu membawa mobil itu sendiri pun menyuruh anak buahnya untuk turun dari mobilnya.


"Terima kasih telah mengajarkan ku menyetir pak" kata Deep tersenyum menatap anak buahnya.


"Sama-sama tuan" kata anak buahnya tersenyum menatap Deep dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku rasa kini aku bisa mengendarai mobil ini sendirian jadi bapak turun sekarang juga dari mobil, oh iya ini ongkos pulangnya, cepatlah keluar dari dalam mobil ini" kata Deep mengusir anak buahnya.


"Ttt-tapi tuan"


"Tidak ada tapi-tapian, saya ingin bapak keluar sekarang juga dari mobil ini" kata Deep sinis menatap anak buahnya dengan tatapan dingin.


Anak buahnya hanya menatap Deep kebingungan.


"Apa yang harus aku lakukan? aku tidak mungkin membiarkan tuan Deep mengendarai mobil ini sendirian, apalagi tuan Deep masih dibawah umur, aku takut terjadi sesuatu pada tuan Deep, aku sudah bekerja dengan tuan Dark sebelum tuan Dark menikah dengan nyonya Yasmin dan sebelum kelahiran tuan Deep, tuan Deep sudah seperti anak kandung ku sendiri, tapi tuan Deep memintaku untuk turun" batin pak Aceng.


"Pak Aceng" bentak Deep.


"Iii-iyya tuan" kata pak Aceng terkejut.


"Cepat turun!" perintah Deep memberikan kode dengan matanya.


Pak Aceng pun mau tidak mau turun dari mobil itu meninggalkan Deep sendiri.


Ketika pak Aceng turun, Deep dengan cepat mengendarai mobilnya yang membuat pak Aceng terkejut dan ketakutan dengan Deep.


Pak Aceng pun memesan taksi online dan pulang ke rumah Deep.


Deep memberhentikan di sebuah warung.


"Bu ada minyak tanah gak?" tanya Deep pada penjual.


"Ada dek, mau berapa liter?" tanya penjual.


"Sepuluh liter, tapi dibikin satu liter satu liter ya bu" pinta Deep.


"Oke dek" kata penjual itu yang langsung masuk ke dalam dan mengambilkan minyak tanah pesanan Deep.


"Ini dek minyaknya" kata penjual membawa dua botol minyak tanah.


Deep pun membuka bagasi mobilnya dan penjual minyak itu meletakkan minyak yang ia bawa dan mengambil minyak lain di dalam. Deep pun membantu penjual untuk mengambilnya.

__ADS_1


Deep mengeluarkan sejumlah uang merah dan memberikannya kepada penjual lalu pergi.


"Eh dek ini uangnya kebanyakan" teriak penjual.


Deep menghiraukan panggilan penjual itu dan tetap melaju kencang.


Melihat mobil Deep yang semakin kencang, penjual pun tersenyum menatap uang yang ia pegang.


"Terima kasih banyak, semoga kehidupan kamu sekeluarga selalu dikelilingi oleh kebahagiaan" kata penjual tersenyum menatap ke jalan padahal sudah tidak terlihat mobil Deep disana.


Penjual itu pun masuk ke dalam dengan perasaan senang menerima uang yang banyak dari Deep.


Deep memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah bar. Deep pun masuk ke dalam bar itu dengan membawa minyak tanah serta korek api yang sudah ia bawa dari rumah.


Deep yang gabut pun mulai menuangkan minyak tanah ke setiap sudut bar itu. Deep menyalakan korek api dan membuang korek api yang menyala itu ke tempat yang sudah ia siramkan minyak tanah.


Api mulai menjalar ke setiap sudut bar, Deep berjalan perlahan meletakkan kedua tangannya di saku celana sembari menyeringai. Deep yang tadinya gabut pun kini terlihat sangat senang sudah membakar tempat perzinaahan itu.


Api menjalar sangat cepat ke setiap sudut dengan segera Deep menutup pintu bar agar tidak ada satu orang pun yang dapat keluar dari dalam sana.


Deep langsung meninggalkan tempat itu dengan mobilnya mencari korban selanjutnya.


Kebiasaan Dark untuk membasmi perzinahan kini menurun kepada Deep. Dark yang hobi membunuh semua orang yang ada di dalam bar tempat berzina itu kini telah menurunkan bakat dan hasrat membunuh pelaku perzinaahan kepada putra satu-satunya Deep Akhtara.


"Entah kenapa aku merasa sangat senang melihat semua orang di dalam bar itu panik, ketakutan dan mati terbunuh, aku harus cari bar lain" kata Deep yang langsung menambah kecepatan mobilnya.


Kini Deep telah tiba di sebuah bar yang cukup besar. Deep masuk ke dalam bar itu membawa bom waktu yang sudah ia persiapkan.


Deep langsung pergi ke toilet yang ada di dalam bar itu dan mengatur waktu peledakan. Deep membawa bom itu ke depan. Deep meletakkan bom waktu itu di tempat para pengunjung tengah berjoget-joget riang gembira. Deep langsung berlari keluar menutup bar dan mengendarai mobilnya dengan sangat cepat untuk menghindari ledakan dari bom yang ia letakkan disana.


Suara ledakan bar itu terdengar oleh Deep padahal jaraknya sudah jauh dari tempat itu. Deep memberhentikan mobilnya sejenak. Deep tersenyum membayangkan apa yang terjadi di dala sana.


"Pasti saat ini mereka para penziina telah tewas dan pergi ke alam baka" kata Deep tersenyum menganggukkan kepalanya dan langsung melanjutkan perjalanannya.


Bom itu bukan hanya mematikan para penziina di dalam bar tapi juga banyak orang yang tengah melintas di depan bar itu. Kini darah menyembur dari bar layaknya sebuah hujan darah. Organ-organ dalam para penziina dan juga orang yang melintas ikut terkena ledakan pun berserakan di jalanan layaknya hujan jeroan yang membuat mual orang yang melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2