Pain Is Art

Pain Is Art
Deep Bertemu Sahabat Nora


__ADS_3

"Deep" panggil seorang anak laki-laki dari belakang yang sepertinya seumuran dengan Deep.


Mendengar ada seseorang yang memanggil namanya membuat Deep seketika menoleh ke belakang.


"Kamu siapa ya? kok kamu bisa tahu nama aku sih? kamu tahu nama aku darimana? kayaknya aku gak pernah kenal sama kamu deh"


"Hm, aku Zeline, kamu Deep kan?"


"Iya aku Deep, kamu tahu aku darimana ya?"


"Wah aku senang banget bisa ketemu kamu" ujar Zeline tersenyum.


Deep menatap tajam Zeline dan pergi meninggalkannya.


"Eh tunggu dong" kata Zeline mengejar kepergian Deep.


"Berhenti mengikuti ku!"


"Aku ingin menjadi teman mu, apa itu salah?"


"Salah! karena aku sama sekali tidak mengenal mu nona"

__ADS_1


"Hei! aku mohon tunggu sebentar"


"Aku tidak punya banyak waktu untuk mu nona, ku mohon pergilah!"


"Tidak! aku tidak ingin pergi"


"Aku diminta oleh Nora untuk menemui mu"


"What? Nora?"


"Iya Nora, Nora Porschia Tranquila, Nora itu sahabat ku, Nora meminta ku untuk menemui mu karena kamu tidak bisa di hubungi oleh Nora"


Mendengar perkataan Zelin membuat Deep seketika terdiam. Ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi sedih.


"Aa-apa? cii-cinta?"


"Iya, Nora sangat mencintai mu Deep, tapi mengapa kamu malah mengabaikannya begitu saja? apa kamu tidak mencintai Nora? jika memang kamu tidak mencintai Nora, kamu katakan saja yang sebenarnya kepada Nora, kasian Nora, dia selalu menunggu kamu untuk membalas pesan dan panggilan telepon darinya, tapi kamu tidak pernah mau membalas pesannya apalagi mengangkat teleponnya, terakhir Nora bilang kalau dia masuk rumah sakit, dan itu karena kamu Deep"


"Nora sakit apa? kenapa gara-gara aku? apa salah ku padanya? aku tidak memberikannya racun hingga dia masuk ke dalam rumah sakit, lalu mengapa kamu menyalahkan ku?"


"Kamu emang tidak memberikannya racun, tetapi kamu menancapkan duri di hatinya, apa kamu tidak menyadari akan hal itu Deep? satu tetes racun memang dapat langsung mematikan tapi tidak dengan duri, beribu duri yang kamu menancap memang tidak dapat langsung mematikan tetapi menyakitkan, berbeda dengan racun, kita hanya merasakan efek racun itu beberapa detik atau beberapa menit saja dan langsung jatuh pingsan ataupun meninggal dunia, tetapi duri? duri jika tidak dicabut satu persatu, itu sangat menyiksa Deep, kamu pernah tertancap oleh duri bukan?" tanya Zelin tersenyum kecil menatap Deep dengan tatapan mata sendu.

__ADS_1


"Iya, lantas apa hubungannya?"


"Jelas ada hubungannya Deep, apa jika kamu tertancap oleh duri di jari mu itu tidak merasakan sakit sedikitpun?"


"Sakit lah, masa kagak"


"Kamu sendiri yang mengatakannya, jika tertancap oleh duri itu menyakitkan, lantas bagaimana dengan ribuan duri yang kamu tancapkan ke hati Nora? dengan kamu berbuat seperti itu kepada Nora, itu sama saja dengan kamu menusukkan duri di hatinya, duri di jari bisa dicabut dengan tangan, tetapi duri di hati, hanya bisa dicabut oleh kasih sayang dan perhatian yang kamu berikan kepada Nora untuk menyembuhkan luka di hatinya Deep, bukannya menyembuhkan luka di hatinya, kamu malah menambah dalam luka di hatinya Deep, Nora bilang ke aku, kalau dari terakhir kalian berkomunikasi saat itu menjadi hari terakhir ia mengkonsumsi makanan, ia hanya minum sedikit air, itulah yang membuat masuk ke dalam rumah sakit, asam lambungnya kambuh dan kata dokternya juga Nora mengalami dehidrasi karena terlalu sedikit minum, apa kamu tidak kasian dengannya Deep?"


"Untuk apa aku mengasihani dia? sedangkan dia saja bisa begitu tega kepada ku, aku hanya melakukan apa yang Nora lakukan kepada ku, Nora meninggalkan ku begitu saja dan untuk apa aku menemaninya lagi? itu tidak ada gunanya, dengarlah Zeline, beritahukan hal ini kepada Nora, lupakanlah saja aku, karena semuanya telah lama berakhir, semuanya telah berakhir semenjak kepergian ke Jerman saat itu, aku tidak ingin lagi untuk menemuinya, berkomunikasi dengannya itu sama saja dengan membuang-buang waktu berharga ku, aku saat ini tengah membuka restoran, dan aku juga menjadi seorang pelukis, untuk menghidupi diriku sendiri dan juga membawa gaji para karyawan ku, jika memang Nora peduli kepada ku, dia tidak akan pernah meninggalkan ku seperti itu, apalagi dia meninggalkan ku di titik-titik terlemah ku, katakan kepada Nora, aku tidak ingin mengenalnya lagi, semakin aku mengingatnya, hati ku semakin semakin karenanya"


"Hatimu semakin sakit karena Nora, lantas bagaimana dengan Nora Deep? Nora meninggalkan mu ke Jerman karena kakeknya sedang sakit, dan juga bisnis papahnya berada di ujung kehancuran, aku tahu Nora meninggalkan mu ketika ayah mu akan dijatuhi vonis hukuman mati dan karena ibu mu juga menjadi korban dari papa mu itu, tetapi pikirkan Nora Deep, Nora tidak bersalah, keegoisan kamu lah yang bersalah, ini semua sudah ketetapan takdir, sama sekali bukan kesalahan Nora Deep"


"Kamu mengatakan jika ini adalah ketetapan takdir, lantas mengapa kamu malah menyalahkan ku? kamu mengatakan aku egois, jika memang ini karena takdir, maka takdir lah yang egois, buktinya takdir malah memisahkan aku dan Nora seperti ini, jangan membuat ku semakin membenci dunia ku sendiri, katakanlah hal itu kepada Nora sahabat mu"


"Aku mengerti semua luka mu Deep"


"Apa yang kamu tentang ku? katakan! tidak usah sok tahu tentang ku, Nora yang tahu tentang ku saja malah pergi meninggalkan ku, apa yang kamu tahu hah? kamu tidak tahu apapun tentang ku!"


"Nora telah menceritakan semua tentang mu dan tentangnya kepada ku, aku mengetahui cerita mu walaupun kita baru pertama kali bertemu, Nora dengan bangga menceritakan tentang mu Deep, tetapi kamu seolah-olah jijik ketika mendengar namanya terucap"


"Aku tidak jijik mendengar namanya, karena aku pernah mencintainya, namun aku hanya membenci takdir ku sendiri, mengapa Allah menuliskan takdir seperti ini kepada ku? aku menjadi anak yatim piatu sejak kecil, aku tidak punya seorang pun sahabat, aku harus bekerja keras untuk mendapatkan uang, disaat yang lain tengah menikmati masa remajanya, takdir justru membuat ku seolah menjadi seseorang yang dewasa sebelum waktunya, aku kehilangan masa muda ku, aku tidak punya siapapun lagi, aku tidak bisa percaya lagi kepada Nora, aku mohon mengertilah!" kata Deep meneteskan air mata menatap Zeline dan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Zeline meneteskan air matanya mendengar cerita kehidupan Deep yang begitu menyayat hatinya. Zeline membiarkan Deep pergi begitu saja. Zeline menghapus air matanya dan pergi dari tempat itu.


__ADS_2