Pain Is Art

Pain Is Art
Rencana Membunuh Bi Rika


__ADS_3

Deep mengirim semua pasokan yang ia dapatkan di hutan ke restorannya lalu kembali ke rumahnya.


"Assalamualaikum bibi buka pintunya" pinta Deep mengetuk pintu penginapannya.


"Wa'alaikumsalam tuan"


"Hm, bibi nanti kita ke pantai ya, sore aja sekalian liat sunset nanti"


"Baik tuan"


"Jam tiga sore kita berangkat ya bi, hm disana ada tukang makanan gak sih bi?"


"Hm, bibi tidak tahu tuan"


"Ada kali ya, nanti kalau ada gampang lah bisa beli disana"


"Bi tolong kasih tahu pak Panji dan yang lain ya, aku mau mandi dulu"


"Oke tuan"


Bi Rika tidak menyadari jika tangan Deep terkena noda darah, karena Deep menyembunyikan tangannya di dalam kantung jaket. Bi Rika memberitahukan kepada pak Panji dan yang lainnya tentang rencana mereka ke pergi ke pantai. Setelah memberitahukan yang lain, bi Rika kembali ke dalam kamarnya.


"Sial! banyak sekali darah yang terbuang, ini seharusnya bisa buat satu sirup lagi, tapi malah nempel ke tangan sama ke baju hm menyebalkan! padahal aku melakukannya sudah sangat perlahan dan hati-hati agar tidak ada darah yang terbuang sia-sia, hm tapi tetap saja ada darah yang terbuang sia-sia" gerutu Deep.


"Aku cuci sekarang aja kali ya? tapi aku gak bawa detergen, bi Rika bawa detergen gak ya?, hm coba tanya dulu deh"


"Bi Rika, bibi" panggil Deep.

__ADS_1


"Iya tuan, ada apa memanggil saya?" tanya bi Rika menempelkan telinganya ke depan pintu.


"Bibi bawa detergen gak? kalau bawa tolong ambilkan bi, saya mau sekalian merendam baju"


"Tunggu sebentar tuan, hm sepertinya bibi bawa deh"


"Oke bi"


"Tuan, ini detergen nya" ucap bi Rika mengetuk pintu kamar mandi.


Deep membuka sedikit pintu kamar mandi dan berusaha mengambil detergen dari balik pintu.


"Makasih ya bi" ucap Deep yang langsung mengunci pintu kamar mandi.


"Iya tuan, sama-sama" jawab bi Rika.


Ketika Deep memasukkan bajunya ke dalam ember, tercium aroma menyengat amis darah hingga keluar kamar mandi.


"Hm, bau apaan ini? kok amis banget sih baunya, hm baunya kayak amis darah deh, tapi darah apa? kayaknya disini gak ada darah deh, kok bisa bau darah ya? apa jangan-jangan tuan Deep...? hm enggak mungkin kalau tuan Deep, tuan Deep kan cowok, masa menstruasi sih? apa jangan-jangan... hotel ini berhantu lagi, kalau menurut internet, bau amis darah itu bisa jadi pertanda kedatangan Wewe Gombel, tuan Deep kan masih itungan anak kecil ya? apa jangan-jangan itu Wewe Gombel mau culik tuan Deep? akh enggak ah! itu tidak mungkin! tapi kenapa bau banget amis ya" ucap bi Rika.


"Sial! ternyata bau amis darah ini tercium hingga keluar, semoga bi Rika gak tahu kalau sebenarnya bau amis darah ini adalah darah korban yang aku bunuh di hutan dan menempel di baju aku" batin Deep dan langsung menuangkan detergen agar bau amis darahnya tergantikan dengan bau harum detergen.


"Hm, kok sekarang jadi bau wangi detergen ya? atau jangan-jangan bau darah itu berasal dari dalam kamar mandi? apa baju tuan Deep terkena darah ya? mungkin tadi sangat menyengat aroma darah ketika tuan Deep memasukkan bajunya ke dalam ember berisi air dan berbau harum ketika terkena detergen, apa tuan Deep terluka? nanti aku tanyakan saja padanya" batin bi Rika.


Deep keluar dari dalam kamar mandi dan menghampiri bi Rika.


"Bibi, bibi kenapa?" tanya Deep memetikkan jarinya di depan mata bi Rika.

__ADS_1


"Hm, gak apa-apa kok tuan, ya udah bibi mau mandi dulu"


"Oh oke"


"Apa jangan-jangan bi Rika curiga ya sama aku?" tanya Deep menatap kepergian bi Rika.


Sesampainya di dalam kamar mandi, bi Rika langsung mengunci pintunya dan melihat baju rendaman Deep.


"Ini kan bajunya tuan Deep" ucap bi Rika mengangkat baju Deep.


Bi Rika mengangkat air rendaman dengan tangannya.


"Kok air rendamannya warna merah, apa jangan-jangan ini darah yang aku cium tadi itu, kalau untuk warna merah bisa juga sih karena warna pakaiannya luntur, tapi kalau amis darah? masa iya pakaian luntur berbau amis darah? tapi apa yang habis tuan Deep lakukan sampai bajunya terkena darah? tuan Dark dihukum mati karena tuan Deep memberitahu pada polisi kejadian yang ia lihat ketika tuan Dark sedang membunuh seseorang di dalam kamarnya, tuan Dark juga dihukum mati karena banyak nyawa manusia yang menjadi korbannya, apa jangan-jangan tuan Deep juga habis membunuh seseorang? tapi siapa yang habis tuan Deep bunuh? masa iya sih, anak sekecil tuan Deep bisa menjadi seorang pembunuh? a-apa tuan Deep bisa setega itu? apa psikopat itu bisa karena keturunan? atau karena tuan Deep pernah melihat tuan Dark membunuh seseorang makanya tuan Deep jadi mencoba untuk melenyapkan seseorang, enggak! aku gak boleh mikir yang macam-macam, gak mungkin tuan Deep seorang pembunuh, kalau memang iya, apa jangan-jangan tuan Deep juga sudah melenyapkan pak Rafly? dan tuan Deep berbohong jika pak Rafly meninggalkannya sendirian, karena menurut ku tidak mungkin jika pak Rafly meninggalkan tuan Deep sendiri kan tuan Deep juga masih kecil, apa pak Rafly bisa setega itu setega itu meninggalkan tuan Deep sendiri? t-tapi apa tuan Deep juga setega itu bisa membunuh pak Rafly? teka-teki macam apa ini? aku harus tahu semuanya, sebelum semuanya terlambat, jika memang tuan Deep adalah pembunuh, aku harus secepatnya mengetahui hal ini, agar aku bisa secepatnya meninggalkan tuan Deep, karena aku tidak mau jika nyawa ku yang menjadi target selanjutnya tuan Deep" ucap bi Rika.


Deep sedari tadi mendengarkan perkataan bi Rika dari balik pintu.


"Haduh gawat! bi Rika udah mulai curiga lagi sama aku, sekarang apa yang harus aku lakukan? apa aku harus membunuhnya juga? kalau aku biarkan dia hidup, nanti pasti dia bakal cari tahu tentang aku, kalau dia menemukan buktinya terus dia melaporkan ku ke pihak kepolisian bagaimana? aku tidak mau berakhir sama seperti papa ku, sebelum semuanya terjadi aku harus menghentikannya" batin Deep.


Deep memasukkan alat-alat yang akan ia gunakan untuk menghabisi bi Rika ke dalam tas.


"Tuan" panggil bi Rika.


"Iii-iyya bi, ada apa?" tanya Deep gugup dan langsung menutup tas-nya.


"Tuan kenapa? kok kayak orang ketakutan gitu?"


"Ketakutan? enggak kok bi, aku biasa aja kok, ya udah kita jalan sekarang aja ya bi"

__ADS_1


"Iya tuan"


__ADS_2