Pain Is Art

Pain Is Art
Persahabatan Palsu


__ADS_3

Keesokan harinya Deep bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Deep yang menyiapkan pakaiannya sendiri, memasukkan seluruh barang-barangnya ke tas, dan menyiapkan makanan sendiri pun teringat pada Dark ayahnya, selama ini Dark yang melakukan itu semua untuk Deep, saat ini Deep harus melakukan semua itu sendiri, bahkan harus mendaki tebing yang tinggi sekalipun untuk keluar dari dasar jurang penderitaannya.


Deep meneteskan air matanya dan mengingat semua kenangan, namun Deep segera tersadar dan menghapus air matanya.


Deep yang tidak selera makan langsung pergi ke sekolah dengan membawa bekal makanan dan minumannya seperti ucapan Dark ketika masih hidup yang selalu memintanya untuk membawa bekal.


Deep mengunci pintunya dan berjalan menuju sekolahnya karena ia tidak bisa mengendarai mobil peninggalan ayahnya.


Ketika sedang berjalan menuju sekolahnya, ada sebuah mobil yang melaju sangat cepat hingga membuat bajunya basah oleh air yang ada di jalanan.


Mobil itu berhenti menghalangi langkah kaki Deep. Seseorang turun dari dalam mobil itu.


"Hai Deep Akhtara" ucap Zorya tersenyum menepuk pundaknya.


"Zorya?" tanya Deep saat melihat mobil yang menyiratkan air itu adalah mobil Zorya temannya.


"Iya, bagaimana sekarang Deep Akhtara?, gw kira lu udah tenggelam di dalam lautan bunuh diri karena malu dengan ayah lu yang tertangkap polisi bahkan dijatuhi hukuman mati" ucap Zorya tersenyum meledeknya dan menggelengkan kepalanya.


"Benar kata Zorya, gw kira lu udah terjun ke dasar jurang" sambung Dhruv.

__ADS_1


"Tidak, tidak, jangan seperti itu pada dia, kasian dia sebatang kara, ibunya tewas mengenaskan di tangan ayahnya sendiri, sedangkan ayahnya dihukum mati, dia masih mau keluar rumah saja sudah bagus" ucap Rasalas tersenyum menatap Deep menggelengkan kepalanya.


"Ya, itu sangatlah bagus, seberapa tebal topeng lu itu Deep?" tanya Rangi tersenyum menatap Deep menggelengkan kepalanya.


"Rangi oh Rangi, apakah anda tidak tahu?, jika topeng seorang anak psikopat itu tipis maka kebusukannya sudah sangat lama terbongkar, tapi ini tidak, ayahnya mampu membunuh seribu orang lebih, dan itu berarti, jika topengnya sangat tebal, hingga banyak nyawa yang bisa ia kelabui, Deep Akhtara kasian sekali lu ya?, diberikan makan dan minum dengan uang haram" ucap Dhruv tersenyum menatap Deep.


"Uang haram?, kenapa uang haram bestie?" tanya Rangi menatap Dhruv dan menatap Deep.


"Ya uang haram, karena ayahnya mendapatkan uang itu dari hasil membunuh seseorang, ya memang ayahnya seorang pelukis terkenal, dan ya pelukis bukan pekerjaan yang haram, tapi cara yang ia dapatkan untuk menjadi seorang pelukis terkenal adalah dengan merenggut banyak nyawa tidak bersalah, dan itu sama saja jika ayahnya telah menukarkan jiwa dan raga seseorang dengan segepok uang, sama saja itu bukan uang yang halal melainkan uang haram, karena ada darah yang mengalir untuk menghasilkan segepok uang itu" ucap Dhruv tersenyum menatap Deep.


"Deep, Deep, Deep, seharusnya lu mengganti wajah lu itu, agar tidak ada satupun orang yang menyadari jika lu adalah anak seorang psikopat, apa lu tidak malu dengan wajah itu?, wajah yang dikenal oleh dunia karena popularitas ayah lu itu, popularitas yang cemerlang dengan ide pembantaian yang juga cemerlang, oh Deep Akhtara, seharusnya lu memakai topeng saja, atau lebih baik lu operasi plastik untuk merubah wajah lu itu, biar lu gak malu kalau ketemu orang, pasti akan ada banyak orang yang membenci lu karena perbuatan ayah lu itu!, tidak akan ada anak seorang pembunuh yang kehidupannya akan bahagia setelah semua rahasia itu terbongkar di depan khalayak, ubahlah wajah lu itu sebelum terlambat Deep Akhtara" ucap Zorya tersenyum menepuk pundak Deep.


"Iya ada apa?" tanya Zorya tersenyum menatap Rasalas.


"Dengarkan ini Zorya, dan juga lu Deep" ucap Rasalas tersenyum menatap Zorya dan menatap Deep sembari menunjuknya.


"Zorya, jelas saja dia tidak akan malu, karena dia sangat bangga dengan popularitas yang telah diraih oleh ayahnya, namanya menjadi terkenal oleh dunia karena lukisan ayahnya yang menakjubkan itu, jadi untuk apa dia mengubah wajahnya hm?, jika dengan wajah itu saja dia bisa menjadi terkenal seperti saat ini, dia seperti seorang artis yang dipuja oleh banyak orang, namanya juga ikut tersorot dalam gemerlapnya cahaya panggung, jadi untuk apa dia malu?, seharusnya dia bangga dengan wajah itu, walaupun wajah itu juga lah yang akan memberikan dia cap sebagai seorang anak pembunuh, tapi tak apa, wajahnya itu juga akan membawa dia ke puncak kebahagiaan seperti ayahnya, ya puncak kesuksesan, kesuksesan dalam merenggut nyawa seseorang, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, seorang anak psikopat tidak akan bisa menjadi seorang ahli agama, seorang anak pelukis tidak akan bisa menjadi seorang pilot, bapaknya saja pelukis tega, bagaimana dengan anaknya itu?, apa anaknya jauh lebih brutal dari ayahnya?, HOHO! Deep, bukannya bermaksud menghina kamu, tapi tidak akan ada buah yang berbeda dari pohonnya, apakah ketika kita menanam pohon mangga buah yang akan keluar dari dalam pohon itu adalah buah strawberry?, tentu tidak bukan?, dan itu artinya seorang pelukis psikopat pasti akan mewarisi keahliannya kepada salah satu keturunannya, dan lu satu-satunya keturunannya bukan?, berarti ... ya gw rasa kalian juga akan paham lah apa maksud gw sebenarnya tanpa harus gw berpanjang lebar menjelaskannya kepada anak psikopat ini" ucap Rasalas tersenyum menepuk-nepuk pundak Deep.


"Lebih baik kita tinggalkan saja anak psikopat ini sendirian, ayok kita masuk ke mobil dan berangkat ke sekolah" ucap Zorya tersenyum dan berjalan mendahului teman-temannya menuju mobilnya.

__ADS_1


"Zorya" panggil Deep.


Zorya membuang nafas panjang dan tersenyum lalu berbalik dan menghampiri Deep.


"Ada apa Deep Akhtara?" tanya Zorya.


"Apa aku boleh numpang sama kalian ke sekolah?, lagipula kan kita sekelas" ucap Deep menatap teman-temannya bergantian.


"HUFT!, setelah kita berpanjang lebar tadi, ternyata anak ingusan ini masih tidak mengerti apa maksud kita sebenarnya" ucap Zorya menatap Deep dan menatap teman-temannya.


"Deep Akhtara, maksud perkataan kami adalah; jika kami tidak mau lagi dekat-dekat dengan kamu, because, seorang anak pembunuh seperti kamu sangatlah tidak pantas untuk ditemani, Deep Akhtara, semua yang Nora katakan itu benar, jika kami hanya menginginkan harta dan popularitas kamu semata bukan untuk menjadi sahabat mu, dan bodohnya kamu percaya pada kita dan bahkan meragukan sahabat mu itu, kamu sudah lama bersahabat dengannya bukan?, lantas mengapa kamu masih meragukan Nora hm?, jika dulu kamu tidak meragukan Nora, mempercayai dia dan mungkin saat ini kita tidak akan ada di hadapan kamu, semuanya sudah berakhir Deep Akhtara tidak akan adalagi persahabatan diantara kita, karena itu semua palsu, persahabatan yang asli hanyalah persahabatan yang Nora tunjukkan pada kamu, bukan persahabatan yang kami tunjukkan pada kamu, dengan mudahnya kamu tertipu oleh kami, bagaimana bisa seorang anak psikopat yang terkenal memiliki ide yang genius sangat mudah tertipu oleh seseorang?, kamu harus banyak belajar dari ayah mu itu Deep, agar kamu menjadi seseorang yang pintar dan tidak mudah dikelabui oleh orang lain" ucap Dhruv tersenyum menatap Deep dan langsung berjalan menuju mobil Zorya.


Zorya, Rangi, dan Rasalas pun pergi meninggalkan Deep karena sudah puas membully dia dengan baju Deep yang sudah sangat kotor karena terkena air yang mengambang di jalanan karena Zorya menyuruh supir pribadinya untuk ngebut saat melewati lubang genangan air yang kecil, hingga airnya itu muncrat semua ke baju dan celana Deep.


Melihat semua pengkhianatan yang dilakukan oleh Zorya, Dhruv, Rangi, dan Rasalas pun membuat Deep menangis tersedu-sedu dan berteriak.


"ARgh!" teriak Deep dan jatuh tersungkur.


"Nora maafkan aku Nora, karena aku sudah meragukan setiap perkataan dulu, sekarang aku mengerti apa maksud mu Nora, sekarang aku tahu kalau mereka gak tulus menjadi teman aku, Nora aku berjanji akan selalu menunggu mu kembali disini, sampai bertemu lagi nanti di titik terindah menurut takdir, aku yakin kalau sebenarnya takdir kita terikat, dan takdir hanya ingin menguji kekuatan cinta kita, aku akan menepati janji yang telah aku ucapkan dulu pada mu, dan semoga kamu juga melakukan hal yang sama Nora" ucap Deep meneteskan air mata menatap langit.

__ADS_1


Deep menghapus air matanya dan perlahan berdiri lalu berjalan menuju sekolahnya.


__ADS_2