Pain Is Art

Pain Is Art
Berburu Mangsa


__ADS_3

Setelah selesai semua berkas sekolah, bi Rika mencari Deep yang tidak ada disampingnya.


"Tuan Deep kemana ya? kok gak ada?" tanya bi Rika celingukan mencari keberadaan Deep.


"Pak Rudi" panggil bi Rika menghampiri anak buah Deep.


"Ada apa?" tanya pak Rudi.


"Apa kamu melihat kepergian tuan Deep?"


"Tidak, bukannya dia bersama dengan mu tadi?"


"Tadi dia memang bersama ku, tapi saat aku selesai mengurus surat-surat, tuan Deep menghilang entah kemana, masa kamu tidak melihat sama sekali kepergiannya sih? kamu daritadi disini kan?"


"Iya aku daritadi disini, tapi daritadi aku di dalam mobil, kalau berdiri di depan terlalu lama capek, makanya aku masuk ke dalam mobil"


"Ah kamu ini bagaimana sih? ya udah ayok bantuin aku cari dimana tuan Deep"


Entah datang darimana, Deep tiba-tiba keluar dari salah satu bilik


"Itu tuan Deep" tunjuk pak Rudi.


"Ayok kita kesana"


"Iya"


"Tuan Deep darimana saja? bibi cari daritadi tidak ketemu"


"Aku tadi ke kamar mandi bi, aku ingin buang air tadi, makanya aku ke toilet, ya mungkin pas bibi cari aku gak ketemu karena aku sedang sibuk menabung di toilet"


"Oh gitu, alhamdulilah deh kalau tuan Deep tidak kenapa-kenapa, bibi resah mencari tuan Deep sedari tadi"


"Iya bi alhamdulilah" jawab Deep tersenyum kecil.


"Alhamdulillah sekali jika mereka tidak curiga pada ku" batin Deep menatap bi Rika dan pak Rudi.


"Ya sudah kita pulang saja ya tuan" ajak bi Rika.


"Memangnya semua berkas sudah selesai bi?"


"Sudah tuan, bibi sudah mengurus semuanya, katanya tanggal sepuluh nanti pertama kali tuan masuk sekolah" jawab bi Rika tersenyum.


"Sekarang tanggal berapa bi?"


"Tanggal lima tuan"


"Berarti lima hari lagi dong? hm okay"


"Iya tuan, ya sudah ayok kita pulang aja"


"Iya bi"


Mereka bertiga pun kembali ke rumah. Di tengah perjalanan hasrat Deep kembali memuncak, Deep ingin sekali membunuh seseorang untuk memuaskan hasratnya itu. Deep menggigit bibir bawahnya dan memejamkan mata agar tidak ada yang menyadarinya.

__ADS_1


"Kenapa gejolak ini kembali bangkit? aku ingin berhenti membunuh, tapi mengapa sangat sulit untuk aku lakukan? apa fungsi obat itu sebenarnya? mengapa obat itu tidak berfungsi sedikitpun padaku" batin Deep.


Sesampainya di rumah, Deep langsung turun dan berlari ke kamarnya. Deep mengunci pintu kamarnya dan menatap sekelilingnya seperti seseorang yang tengah kerasukan.


"Tuan Deep kenapa?" tanya bi Rika menatap pak Rudi.


"Entahlah, sudahlah biarkan saja, mungkin tuan Deep lagi happy kali, kan sebentar lagi dia sekolah" ucap pak Rudi tersenyum menatap bi Rika.


"Hm, iya juga sih" kata bi Rika.


Deep keluar dari dalam kamarnya mengendap-endap menatap sekelilingnya untuk memastikan ada orang yang melihatnya atau tidak. Deep berlari ke kamar Dark dan mengunci pintunya. Deep membuka penutup jalan masuk ke dalam ruang bawah tanah yang ada tepat di bawah kamar Dark.


Deep mengunci pintu kamar itu dan berteriak-teriak seperti orang gila mengacak-acak rambutnya melihat sekelilingnya. Pandangan Deep terhenti tepat di obat yang ada di atas meja. Deep mengambil obat-obatan itu dan meminumnya.


"Jika obat ini tidak bisa meredam hasrat ku untuk membunuh seseorang lagi, aku akan membuang seluruh obat ini dan berhenti untuk ke psikolog dan meminum obat-obatan itu"


"Aku sudah meminum semua obat-obatan itu, tapi mengapa hasrat ingin membunuh ini masih ada" kata Deep dengan wajah memerah dan membawa obat-obatan itu keluar kamar.


Deep yang gila itupun memasukkan semua obatnya ke dalam tempat perapian.


"Dasar obat tidak berguna! aku sudah bayar mahal untuk obat-obatan itu, tapi sama sekali tidak berfungsi" ucap Deep kesal.


Deep melihat sebuah tombak di samping tempat perapian dan mengambilnya. Deep membawa tombak itu keluar dan memacu mobilnya dengan kencang.


"Eh itu tuan Deep mau kemana?" tanya pak Zainal menunjuk mobil Deep yang keluar dengan kencang.


"Udahlah biarin aja, sesuka dia mau kemana, kan kita cuma sekedar anak buahnya doang, jangan terlalu ikut campur masalah pribadinya, terkecuali memang tuan Deep yang meminta bantuan pada kita" jawab pak Rudi.


"Hm, oke" jawab pak Zainal.


Para anak buah, satpam, dan tukang kebun Deep kembali bermain kartu.


Deep menurunkan mobilnya di pinggir jalan dan berjalan kaki untuk menombak para korbannya. Deep menombak setiap orang yang ia temui tanpa rasa takut dan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Deep membawa orang yang telah ia tombak itu ke dalam mobilnya. Deep membawa mereka pulang untuk dieksekusi kecil-kecil.


Setelah selesai Deep membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya lalu kembali pergi.


"Tuan" panggil bi Rika.


Deep menengok perlahan bi Rika dengan tatapan tajam.


"Ada apa bi?" tanya Deep ketus.


"Makan dulu tuan"


"Hm gak usah deh bi, nanti aku makan di luar aja, bibi makan aja sama yang lain ya, aku jalan ya bi assalamualaikum" ucap Deep tersenyum menganggukkan kepala.


"Iya tuan, wa'alaikumsalam" jawab bi Rika tersenyum menganggukkan kepala.


Deep langsung pergi meninggalkan rumahnya. Deep berencana untuk pergi ke rumah sakit tempat ia konsultasi tetapi di tengah perjalanan perutnya terasa lapar.


"Kenapa pakai lapar segala sih? aku kan mau ke rumah sakit itu, ya udah deh aku cari tempat makan dulu" ucap Deep mencari tempat makan di sekelilingnya.


"Pak rendang satu ya" pinta Deep.

__ADS_1


"Pakai nasi dek?"


"Iya pak" jawab Deep tersenyum menganggukkan kepala dan duduk di salah satu tempat.


Deep memilih tempat paling pojok dan menghadap membelakangi jalanan.


"Tempat kosong banyak padahal, kenapa dia milihnya tempat yang paling pojok ya? aneh banget deh itu orang" batin penjual makanan.


Penjual makanan itu memberikan makanan pesanan Deep.


"Permisi, ini makanannya" kata penjual.


"Oh iya pak" kata Deep yang langsung menurunkan satu tangannya ke bawah.


"Minumnya apa dek?"


"Es teh ada gak pak?"


"Ada"


"Ya udah mau es teh manis aja satu ya pak"


"Baik ditunggu ya"


"Iya pak" jawab Deep tersenyum menganggukkan kepala.


Sembari menunggu minumannya datang, Deep membuka akun Instagram miliknya. Banyak netizen yang memuji hasil lukisan Deep sangat indah.


Penjual makanan tidak sengaja melihat akun Instagram milik Deep.


"Permisi, ini minumannya" ucap penjual itu meletakkan es teh pesanan Deep.


"Makasih ya pak" ucap Deep tersenyum menganggukkan kepala.


"Iya sama-sama" kata penjual tersenyum menganggukkan kepala lalu pergi meninggalkan Deep.


"Ternyata dia selebgram, akun Instagram dia aja banyak banget followernya, tadi kalau gak salah nama akunnya itu Deep Akhtara, coba deh aku search biar tahu sebenarnya dia artis apa" batin penjual yang langsung mencari tahu tentang Deep di internet.


Pria itu membuka salah satu artikel yang menunjukkan biodata Deep.


"Deep Akhtara (lahir di Jakarta, 11 November 2011). Deep Akhtara merupakan seorang anak dari pelukis ternama yaitu "Dark Aharnish". Deep juga merupakan seorang pelukis terkenal di usia mudanya. Deep menjadi seorang pelukis di umurnya yang baru menginjak dua belas tahun. Hasil karya lukisan Deep tidak jauh memukau dari hasil karya lukisan ayahnya Dark. Deep baru-baru ini membuka sebuah restoran mewah yang ia beri nama "The Deep Restaurant" dan sebuah galeri seni yang ia beri nama "The Deep Art". Dark ayahnya dijatuhi hukuman mati oleh pihak kepolisian karena dinyatakan bersalah dan ditemukan bukti fisik telah membunuh banyak orang dan Dark sendiri mengakui para korbannya ia jadikan sebagai bahan acuan dalam dia melukis, sedangkan "Yasmin Yesinta" ibu kandung Deep tewas di tangan suaminya yaitu "Dark Aharnish" yang merupakan ayah kandung Deep Akhtara" penjual itu membaca artikel biodata Deep dalam hatinya.


"Jadi dia adalah seorang pelukis dan seorang pengusaha juga? pantas saja Instagram miliknya dibanjiri oleh followers" batin penjual itu dan menoleh ke arah Deep yang tengah asik makan dan scroll Instagram.


"Jadi berapa pak?" tanya Deep menghampiri penjual.


"Lima belas ribu dek"


"Ini pak, makasih ya" ucap Deep tersenyum menganggukkan kepala dan memberikan uang lima belas ribu lalu pergi.


"Sama-sama" ucap penjual itu tersenyum menganggukkan kepala.


Deep pun pergi meninggalkan tempat makan itu untuk berburu mangsa selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2