Pain Is Art

Pain Is Art
Flashback Keluarga Psikopat James


__ADS_3

James tersenyum sembari memberikan sirup darah buatan Deep Akhtara.


Zellyn menatap sirup yang ia pegang kebingungan, karena ia tahu jika di dalam hutan itu tidak ada sumber air dan juga James tidak terlalu menyukai manis.


Flashback sejenak ke masa lalu James, kenapa mereka tidak pernah minum air putih dan hanya meminum darah manusia sebagai minumannya.


Awalnya James dan Zellyn yang masih mengandung Sam akan kembali ke rumahnya yang berada di California, Amerika Serikat setelah berlibur di pulau Bali sekaligus mengunjungi keluarga Zellyn yang tinggal di Bali, namun baru saja pesawat itu naik, pesawat itu mengalami masalah dan akhirnya pesawat itupun terjatuh di hutan yang masih ada di pulau Bali. Semua penumpang tewas dengan bentuk yang mengerikan. James tersadar dari pingsannya dan memegangi kepalanya yang mengeluarkan banyak darah. James mencari keberadaan Zellyn istrinya.


"Zellyn" panggil James mengelilingi setiap sudut hutan untuk mencari keberadaan istrinya.


James melihat bangkai pesawat yang terjatuh jauh dari dirinya. James menghampiri bangkai pesawat itu untuk mencari keberadaan Zellyn istrinya. James mengacak-acak bangkai pesawat itu, dan akhirnya menemukan Zellyn yang masih mengenakan seat belt. James melepaskan seat belt Zellyn dan segera membawanya pergi meninggalkan bangkai pesawat itu. Setelah susah payah berlari dan juga cukup jauh, pesawat itupun meledak. James yang mendengar ledakan itupun terus berlari menjauhinya. James melihat dari kejauhan bangkai pesawat yang sudah dilalap si jago merah.


"Zellyn bangun!" ucap James menepuk-nepuk pundak Zellyn.


"Zellyn!"


"Zellyn bangun!" ucap James yang menekan-nekan dada Zellyn.


Setelah cukup lama menekan-nekan dada Zellyn, akhirnya Zellyn pun tersadar.


"Daddy!" ucap Zellyn dengan nada lemah.


"Yes baby, are you okay?"


"Yeah, i'm okay!" ucap Zellyn yang ingin bangun.


James membantu Zellyn bangun. Zellyn syok melihat pesawat yang mereka tumpangi kini terbakar.


"Hanya kita yang selamat dari ledakan itu" ucap James.


Mendengar perkataan James membuat Zellyn semakin syok dan meneteskan air mata. Zellyn mengelus-elus perutnya.


"Terimakasih ya Allah, Engkau telah menyelamatkan kami dari ledakan pesawat itu" ucap Zellyn menatap ke atas dan meneteskan air mata sembari mengelus perutnya yang sedang hamil.


James menghapus air mata Zellyn dan memeluknya.


Zellyn yang sedari tadi menangis pun membuatnya cegukan. James panik dan berusaha mencari air, namun ia tidak menemukannya. Tidak ada sungai juga disana. James melihat mayat salah satu penumpang pesawat dan menghampirinya.

__ADS_1


"Darah itu sama seperti air bukan? aku gagal menemukan air, di dalam hutan ini bahkan tidak ada sungai hanya ada darah, tapi apakah aku harus memberi minum kepada istri dan anak ku darah manusia? tapi itu jauh lebih baik daripada Zellyn kenapa-kenapa, dia sedang hamil saat ini, jika terlalu lama cegukan, maka bisa saja berpengaruh pada kandungannya" ucap James yang langsung mencari sesuatu di sekelilingnya.


James menemukan sebuah mangkok plastik dan juga sebuah ranting yang ujungnya runcing. James menyayat tubuh mayat itu dan menampung darahnya. Setelah mangkok itu penuh, James membawanya dan memberikannya kepada Zellyn.


"Minumlah ini!" pinta James menyodorkan mangkok berisi darah manusia itu.


Zellyn menggelengkan kepala namun James tetap saja memaksanya. Setelah semua darah itu habis, cegukan Zellyn pun berhenti.


"Kenapa kamu memberikan ku darah mas?" tanya Zellyn.


"Disini tidak ada air sedikitpun, aku sudah mencarinya, bahkan aku juga tidak menemukan sebuah sungai di dalam hutan ini, lalu aku melihat mayat salah satu penumpang pria yang kepalanya mengalir banyak darah hingga menggenang di tanah dan wajahnya hancur, melihat darah itu aku jadi teringat dengan air, karena keduanya sama-sama cair, daripada kamu kenapa-kenapa dan cegukan kamu tidak juga berhenti, makanya aku menyayat tangan dia dan menampung darahnya, aku tidak ada pilihan lain lagi Zellyn, jika ada air di dalam hutan ini, pasti aku juga sudah memberikan mu air, dan bukankah darah, maafkan aku Zellyn" ucap James menangis sesenggukan.


"Tidak apa mas, aku mengerti kok, kamu sudah melakukan yang terbaik untuk ku dan anak kita" ucap Zellyn tersenyum merangkul James dan tersenyum serta mengelus perutnya.


James pun tersenyum dan mengelus serta mencium perut Zellyn.


"Kepala kamu berdarah, kita harus segera mengobatinya" ucap Zellyn yang langsung ingin meninggalkan James.


James langsung berdiri dan memegang tangan Zellyn.


"Kamu mau kemana?" tanya James.


"Hutan ini luas, kamu mau cari kemana? apalagi kamu juga lagi hamil"


"Aku hanya akan mencari sekitar sini kok mas, mas tenang saja ya, aku gak apa-apa kok" ucap Zellyn tersenyum.


"Hm ya sudah, kamu hati-hati ya" ucap James tersenyum mengelus pucuk kepala istrinya.


"Iya mas, kamu istirahat saja dulu, biar aku yang akan mencari obat untuk mengobati luka di kepala mu itu"


"Iya sayang" jawab James tersenyum menganggukkan kepala.


Zellyn pun meninggalkan James dan James duduk bersandar di bawah pohon sembari memegangi kepalanya yang terus mengeluarkan darah.


Tak lama kemudian Zellyn pun datang dengan membawa tanaman yang ia maksud. Zellyn langsung meracik dan menempelkan tanaman itu di kepala James yang terluka lalu mengikatnya dengan sobekan kain yang ia temukan saat mencari tanaman itu.


"Makasih ya sayang" ucap James tersenyum mengelus pucuk kepala istrinya.

__ADS_1


"Iya mas" jawab Zellyn tersenyum dan memeluk James.


"Nanti kita bermalam dimana mas?" tanya Zellyn.


"Hm mumpung masih terang, kamu mau gak bantuin aku untuk membuat sebuah rumah sederhana untuk tempat kita tinggal?"


"Mau mas" ucap Zellyn tersenyum mengangguk kepala.


Ketika berkeliling mencari bahan yang akan mereka gunakan untuk membuat sebuah rumah, Zellyn melihat ada sebuah rumah pohon.


"Mas" panggil Zellyn.


"Ada apa sayang?"


"Mas lihat deh, itu ada rumah pohon, punya siapa ya? apa kita pakai aja kali ya?" tanya Zellyn menunjuk rumah pohon yang ada di hadapan mereka.


"Ya udah biar aku cek dulu ya ada orang atau enggak, ya syukur-syukur sih gak ada orangnya, jadi bisa kita pakai untuk bermalam" ucap James tersenyum.


"Iya mas" jawab Zellyn tersenyum menganggukkan kepala.


James menaiki anak tangga untuk melihat apakah di dalam rumah pohon itu kosong atau tidak, ternyata rumah pohon itu tak berpenghuni dan ia pun turun kembali untuk memberitahukannya kepada Zellyn.


"Gimana mas? kosong gak?" tanya Zellyn.


"Rumah itu kosong, kita tinggal disitu aja ya untuk sementara" ucap James tersenyum.


"Iya mas" ucap Zellyn tersenyum menganggukkan kepala.


Zellyn naik terlebih dahulu diikuti oleh James dibelakang.


"Alhamdulillah ya mas kita masih bisa punya tempat untuk berteduh" ucap Zellyn menatap sekeliling rumah pohon itu.


"Iya sayang, ya udah kamu tiduran aja, istirahat ya" ucap James tersenyum mengelus pucuk kepala istrinya.


"Iya mas, kamu juga"


"Iya sayang"

__ADS_1


James dan Zellyn pun berbaring memejamkan mata.


__ADS_2