Pain Is Art

Pain Is Art
Dark Mempengaruhi Deep


__ADS_3

Deep yang berjalan dengan ekspresi datar pun dihampiri oleh seorang ibu-ibu.


"Dek ikut ibu yuk"


Deep menatap perlahan dengan tatapan datar. Ibu itu merangkul pundak Deep dan membawanya pergi. Ibu itu membawa Deep pada seseorang dan menukarkannya dengan sejumlah uang. Ternyata ibu itu adalah sindikat penjualan anak.


Ketika mereka sedang bernegosiasi Deep berjalan ke arah tempat senjata terbuka begitu saja. Deep langsung menembakkan pistol itu kepada mereka dan mereka pun tumbang setelah mendapatkan tembakan di kepalanya.


Entah siapa yang mengajari Deep, hingga Deep sangat lihai menembak tepat sasaran.


Deep mengeksekusi mereka semua. Deep menyayat satu persatu tubuh mereka, mengikis kulit mereka hingga hanya tersisa tulang saja. Tanpa rasa geli sedikitpun, Deep memegang organ dalam mereka dan meletakkannya di sekitar mayat yang hanya nampak tulangnya saja itu. Deep memotret mereka semua yang sudah dalam bentuk menjijikkan dan menyeramkan itu.


Deep mengambil semua senjata yang ada disana, mengambil bensin yang ada disana dan menuangkannya ke setiap sudut disana dan membakar ruangan itu. Deep berjalan dan menyeringai sesekali menatap ke belakang. Mereka yang ingin menjual organ dalam Deep malah organ dalam mereka yang dipreteli oleh Deep dan dibakar begitu saja. Mereka memilih korban yang salah, mereka tidak tahu jika Deep adalah anak Dark Aharnish seorang pelukis dan pembunuh, bakat dan keberingasan Dark juga menurun kepada Deep. Mereka ingin merenggut nyawa seorang pembunuh malah mereka yang terbunuh.


Deep melemparkan pisau pada setiap orang yang ia temui sepanjang perjalanan ke rumahnya.


Setibanya dirumah, Deep langsung melukis semua korbannya tadi dengan tatapan datar. Deep nampaknya masih sangat tertekan atas kematian Dark ayahnya. Kini Deep tidak lagi menyebut ayahnya sebagai seorang pembunuh, Deep kini malah mendukung ayahnya untuk membunuh seseorang karena kini ia pun telah menjadi seorang pembunuh. Ketika bakat Dark kini menurun pada Deep, malah Dark telah tewas dijatuhi hukuman.


Keesokan harinya Deep pergi ke sekolah untuk menanyakan bagaimana ia seterusnya, apakah sekolahnya masih akan tetap dilanjutkan tapi di sekolah lain atau bagaimana.


"Pak" panggil Deep menghampiri polisi.


"Iya dek, ada apa?"


"Terus ini kelanjutan sekolah aku gimana ya pak?"


"Hm sekolah kamu..."


"Nanti sekolah kamu akan kami pindahkan ke sekolah lain ya dek, kamu tenang saja, dan duduk saja di rumah, tidak usah terlalu dipikirkan, nanti kita akan daftarkan kamu di sekolah baru ya dek"


"Iya pak"

__ADS_1


"Apa kamu punya wa dek? bapak minta nomor wa kamu saja untuk memberitahukan lebih lanjutnya seperti apa"


"Punya pak" kata Deep mengeluarkan ponselnya dari saku dan menyebutkan nomor WhatsApp miliknya.


"Nama kamu siapa dek?"


"Deep pak"


"Deep? Deep anaknya pelukis terkenal Dark Aharnish itu?"


"Iya pak"


"Ya sudah nak Deep pulang saja"


"Iya pak"


Mendengar pertanyaan dari polisi itu membuat Deep kembali mengingat ayahnya.


Deep tersenyum melihat kedatangan ayahnya dan mengikuti ayahnya. Ketika mengejar kepergian ayahnya, Deep tidak sengaja menabrak seseorang. Seseorang itu kesal karena Deep menabraknya.


"Kalau jalan pakai mata dong dek!" bentak seorang pria.


Mendengar perkataan pria itu sontak membuat Deep menatapnya tajam.


"Apa anda berjalan dengan menggunakan mata dan melihat dengan menggunakan kaki?" tanya Deep ketus.


"Berani ya lu sama gw" bentak pria itu menunjuk Deep dengan tatapan mata penuh emosi.


Dengan cepat Deep mengeluarkan pisau dan menebas jari pria itu hingga terputus.


"Ahh!" erang pria itu menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Mendengar suara kesakitan pria itu membuat Deep senang.


"Dasar bocah psikopat!" kata pria itu melihat potongan jarinya yang terjauh ke jalanan dan menahan rasa sakitnya.


Mendengar perkataan pria itu membuat emosi Deep kembali bangkit. Deep berjalan perlahan mengelilingi pria itu. Pria itu menatap Deep yang mengelilinginya. Deep langsung menggorok leher pria itu dari arah belakang dan mendorong pria itu hingga terjatuh. Deep tersenyum puas menatap pria yang sudah tidak bernyawa itu dan langsung pergi meninggalkannya.


Deep kembali mencari keberadaan ayahnya. Entah datang darimana, ayahnya yang tadi sudah tidak ada disana seketika muncul menatap Deep sembari tersenyum.


"Kenapa kamu membunuhnya nak?" tanya Dark.


"Orang seperti dia memang pantas untuk mati pah"


"Mengapa kamu jadi seperti papah nak?"


"Entahlah pah, apa papah tidak suka jika Deep menjadi seperti papah?"


"Tidak nak"


Mendengar jawaban dari ayahnya sontak membuat Deep terbelalak dan seketika ekspresi wajahnya langsung berubah sedih.


"Tidak nak, papah suka dengan hal itu"


Mendengar perkataan dari ayahnya langsung membuat Deep tersenyum.


"Papah senang jika bakat papah menurun kepada mu, dan orang-orang yang menganggu kita seperti itu harus diberikan sebuah pelajaran yang tak akan pernah dilupakan seumur hidupnya, jika seseorang seperti itu dibiarkan pergi begitu saja, pasti akan menyakiti orang lain lagi, jadi sebelum orang seperti mereka itu menyakiti orang lain lagi, maka ada baiknya jika mereka dibunuh saja, karena seribu kata yang diucapkan oleh bibir tidak akan pernah bisa untuk membungkam mulut seseorang, hanya pisau dan benda tajamlah yang dapat membungkam mulut seseorang, jika ada yang mengatakan jika kamu adalah seorang pembunuh, maka hiraukan saja perkataannya, jangan dengarkan perkataan dia dan langsung bunuh saja orang-orang seperti itu, menjaga hati sendiri jauh lebih penting daripada menjaga hati orang lain, menjaga hati orang lain pasti akan menimbulkan luka di dalam hati kita sendiri, jadi untuk apa menyakiti hati kita sendiri hanya untuk kebahagian orang lain, rasa sakit harus dibalas dengan rasa sakit, simbiosis mutualisme itu perlu Deep, saling menguntungkan satu sama lain itu penting, jangan pernah menjadi simbiosis parasitisme yang menjaga hati seseorang dan menomorduakan hati kita sendiri, untuk apa memberikan seseorang keuntungan sedangkan orang itu hanya memberikan kita suatu kerugian semata, dia mendapatkan keuntungan karena kita menjaga hatinya, tetapi kita mendapatkan kerugian karena hati kita tersakiti oleh perkataan dan perbuatannya, ingatlah satu hal Deep"


"Apa pah?"


"Balaskan semua rasa sakit mu kepada seseorang yang telah melukai mu nak, tidak ada sejarahnya menjaga hati orang lain lebih penting daripada menjaga hati kita sendiri, seseorang yang tidak bisa menjaga lidahnya bagaimana bisa menjaga sikapnya? itu tidak akan pernah mungkin bisa terjadi nak, maka balaskan semua rasa sakit mu pada seseorang yang telah menyakiti mu"


"Iya pah, Deep tidak akan pernah memaafkan seseorang yang telah menyakiti hati Deep, Deep hanya akan membunuh mereka yang telah menyakiti hati Deep pah, apa yang papah katakan itu benar, menjaga hati sendiri lebih penting daripada menjaga hati orang lain"

__ADS_1


Mendengar perkataan Dark membuat Deep tersenyum dan seketika menghilang bagaikan di telan bumi. Deep celingukan mencari keberadaan ayahnya namun tidak menemukannya. Deep seketika meneteskan air matanya lalu kembali ke rumahnya.


__ADS_2