
Deep dan rombongan tiba di bandara, mereka langsung mencari penginapan terdekat dari sana karena waktu sudah larut malam.
"Kita cari penginapan terdekat dari sini aja ya, kalau gak nyaman nanti besok pagi kita pindah penginapan, kalau cari penginapan yang bagus juga gak keburu soalnya udah larut malam begini" ucap Deep.
"Iya tuan, kita ikut aja" jawab pak Rafly.
"Oke" ucap Deep.
Deep mengeluarkan ponselnya dan mencari penginapan terdekat dari bandara.
"Ini ada fasilitas antar-jemput bandara, kita staycation disini aja" ucap Deep memperlihatkan ponselnya.
"Bagus banget tuan penginapannya" ucap bi Rika.
"Iya bi"
"Kita pesan berapa kamar ya? yang kasur 2 single atau yang satu double besar?" tanya Deep.
"Yang double aja kasurnya tuan, tapi terserah tuan aja, kita ngikut aja" jawab pak Jaka.
"Oke" jawab Deep.
"Kita kan delapan orang, berarti booking empat kamar ya yang dua single kasurnya?"
"Iya tuan" jawab pak Rafly.
"Kamarnya udah dipesan tinggal tunggu jemputannya aja" ucap Deep.
"Siap tuan" jawab pak Jaka.
Setelah beberapa menit menunggu, jemput mereka tiba di bandara.
"Tuan Deep Akhtara ya?" tanya drivers.
"Iya pak" jawab Deep.
Drivers membukakan pintu mobilnya. Deep, bi Rika, pak Jaka, dan pak Farel ikut mobil pertama sedangkan pak Panji, pak Zainal, pak Rudi dan pak Rafly ikut mobil kedua. Deep dan rombongan menuju ke ke depan resepsionis untuk mengambil kunci kamar mereka.
__ADS_1
"Mbak, saya mau ambil kunci, tadi saya udah booking empat kamar sebelum kesini" ucap Deep.
"Bisa saya lihat buktinya?" tanya mbak resepsionis.
Deep menunjukkan ponselnya kepada resepsionis dan resepsionis mengambilkan kunci kamarnya. Resepsionis itu mengantarkan Deep dan rombongan ke depan kamarnya.
"Hm pak Jaka sama pak Farel di kamar pertama ya, pak Panji sama pak Zainal di kamar kedua, pak Rudi sama pak Rafly di kamar ketiga" ucap Deep.
"Siap tuan" jawab pak Rudi.
"Kalau gak suka ya terserah kalau mau tukeran" ucap Deep.
"Siap tuan" jawab pak Jaka.
"Lalu saya bagaimana tuan?" tanya bi Rika.
"Bi Rika sekamar sama saya, gak apa-apa kan bi? atau bi Rika mau sama salah satu dari mereka ya gak apa-apa sih, saya bebas mau sama siapa saja" ucap Deep.
"Kyu kyu" ucap pak Jaka menggoda.
"Hayuk sama saya saja, kebetulan saya duda nih, bi Rika kan juga janda gimana?" tanya pak Rafly mengedipkan sebelah matanya.
"Ogah!"
"Ayolah, daripada kesepian" ucap pak Rafly menarik tangan bi Rika.
"Lepaskan!" bentak bi Rika.
Pak Rafly tidak menghiraukan perkataan bi Rika dan tetap menarik tangan bi Rika.
"Apakah anda tuli? jika anda bisa mendengar perkataannya seharusnya anda melepaskannya bukan malah menariknya! saya memang lebih muda dari anda, tapi ingatlah satu hal, jika saya adalah majikan anda, anda harus mendengarkan semua perkataan saya karena saya yang menggaji anda, tanpa saya mungkin anda akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan diluar sana, apalagi dengan umur anda yang sudah tidak muda lagi, jadi jika ingin tetap bekerja dengan saya, jangan macam-macam dengannya, atau anda saya pecat! bagaimana hm?" tanya Deep tersenyum sinis mengangkat alisnya.
"Maafkan saya tuan, saya tadi hanya bercanda saja" ucap pak Rafly.
"Minta maaf kepadanya, bukan kepada saya!"
"Maafin saya Rika"
__ADS_1
"Hm!"
"Ya sudah sekarang kalian semua masuk ke dalam kamar masing-masing"
"Siap tuan!"
"Ayok bi" ajak Deep.
"Iya tuan"
"Hm tuan"
"Iya ada apa bi?"
"Makasih ya soal yang tadi itu"
"Hm iya sama-sama bi, ya sudah saya mau mandi dulu ya, bibi istirahat aja dulu"
"Iya tuan"
Deep mengeluarkan bajunya dari dalam koper dan langsung mengunci pintu kamar mandinya karena hasratnya untuk membunuh kembali muncul karena ulah pak Rafly tadi. Wajah Deep seketika memerah, matanya terbelalak dan keringat bercucuran menahan emosinya. Deep menyalakan shower dan berdiri dibawah derasnya air namun hasrat itu sulit untuk diredam. Deep melihat sekelilingnya mencari sesuatu untuk melampiaskan hasratnya dalam membunuh seseorang.
"Kenapa tidak ada benda tajam disini? kalau aku membunuhnya di penginapan berarti aku juga harus membunuh semua orang yang ada disini dong? itu ide bagus sih, tapi jika aku membunuh mereka semua, siapa yang akan membantu ku nanti? mau tidak mau aku harus bisa meredam hasrat ini sampai esok hari, aku akan mengajaknya pergi berdua ke tempat yang sepi agar aku bisa membunuhnya, orang itu benar-benar menyusahkan ku saja!" gerutu Deep yang langsung menuangkan shampo ke kepalanya sembari mengatur pernafasan untuk meredam hasratnya dalam membunuh.
Beberapa menit kemudian Deep keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang masih terlilit di kepalanya. Melihat Deep keluar, bi Rika langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Deep mengeluarkan semua pakaiannya untuk mencari sesuatu. Deep mengeluarkan plastik obatnya.
"Sebenarnya aku tidak percaya dengan dokter itu karena selama aku meminumnya, hasrat ku masih sering muncul tapi entah kenapa aku ingin meminumnya lagi, semoga saja obat ini bisa meredam hasrat ku untuk membunuhnya, ya paling tidak sampai esok hari" batin Deep mengeluarkan satu persatu obat dan meminumnya.
Deep merapihkan kembali bajunya dan menaruh obat itu di tengah-tengah barang bawaannya agar tidak ada yang tahu jika selama ini ia meminum obat penenang yang diberikan oleh psikiater untuk meredam hasratnya dalam membunuh seseorang.
Deep mengeluarkan cemilan dan ponselnya. Deep membuka salah satu snack dan memakannya sembari memainkan ponselnya. Deep menyambung WiFi disana dan membuka akun Instagram miliknya. Ketika WiFi itu terhubung, banyak sekali notifikasi yang masuk di akun Instagram miliknya. Terdapat lima ratus like, seratus komentar dan seratus followers baru.
"Wow! sekarang followers aku udah satu milyar, padahal kan aku baru banget bikin akun Instagram itu dan udah centang biru juga pula, HUFT! jadi begini rasanya ya menjadi selebgram, eh enggak deh, kan aku bukan selebgram tapi pelukis, kalau selebgram kan terfokus pada endors sama konten di Instagram kalau aku kan menggunakan Instagram untuk hasil lukisan ku dan juga restoran ku, aku bikin tiktok kali ya sekalian? ya udah deh aku bikin akun tiktok aja, biar makin laris manis lukisan dan makanan di restoran aku" ucap Deep yang langsung download apk tiktok dan membuat akun tiktok.
Deep melakukan promosi akun tiktok miliknya di akun Instagram, agar para followers Deep tahu kalau Deep baru membuat akun tiktok. Deep mengirimkan screenshot akun tiktok miliknya ke insta story. Notifikasi followers langsung masuk ke akun tiktok miliknya. Deep nampak sangat senang karena followers tiktok miliknya bertambah banyak dalam waktu satu hari saja. Akun tiktok Deep diberi nama "Deep Akhtara" sesuai dengan namanya.
__ADS_1