Pain Is Art

Pain Is Art
Kesempatan Kedua Deep


__ADS_3

Deep yang seorang psikopat gabut pun mengambil krim perontok bulu untuk membersihkan bulu-bulu yang menempel di kulit pak Farel dan pak Panji. Setelah tidak ada bulu yang tersisa, Deep mulai menguliti tubuh pak Farel dan pak Panji.


Seketika Deep teringat oleh James, Zellyn, Andika, Axcel dan Gerry, teman-temannya yang dulu membantunya mencari mangsa, tetapi kini mereka telah bertaubat dan berhenti membunuh lagi. Deep bahkan mengingat Sam anak James dan Zellyn yang tidak bersalah, namun harus tewas di tangannya.


Deep juga teringat akan teman-temannya di sekolah yaitu Alby, Ardha, Arsa dan juga Chanel.


Deep bahkan merindukan wanita pujaannya setelah Nora yaitu Jane dan juga Rima yang mengajarkannya untuk mendekati Jane. Deep tidak membunuh Rima karena ia pernah membantunya dan pernah mendengar curhatan hatinya yang mencintai sahabatnya yaitu Jane.


Deep menunda pekerjaannya dalam menguliti pak Panji dan pak Farel. Deep pun segera pergi mencari pujaan hatinya dan juga Rima.


"Aku harus bisa menemukan Jane dan Rima, tapi mereka? kalau Jane dan Rima lihat mereka, pasti nanti Jane gak mau sama aku, masa aku gagal sebelum berjuang sih? hm apa aku lanjutin dulu aja ya? kalau ditunda-tunda nanti takutnya busuk, kan daging manusia cepat banget busuknya, gak kayak daging sapi atau daging ayam, hm ya udah deh! aku lanjutin dulu aja sampai selesai, terus nanti baru deh cari Jane dan Rima" ucap Deep tersenyum kecil yang kembali melanjutkan pekerjaannya dalam menguliti tubuh pak Panji dan pak Farel.


Setelah semuanya selesai dikuliti, dipotong-potong dan dikemas, Deep membersihkan tempat itu lalu pergi untuk mencari Jane dan Rima. Deep membawa seluruh potongan daging itu untuk ia jual ke The Deep Restaurant yaitu restoran pribadinya.


Deep meletakkannya ke sebuah troli belanja yang ia beli. Ia menyusuri rumahnya yang nampak sangat sepi dan ia pun teringat akan pak Jaka dan pak Rudi yang masih berada di dalam kamarnya. Deep meletakkan troli begitu saja dan mengecek pak Jaka dan pak Rudi. Deep mengeluarkan jasad mereka dari dalam kamar. Deep membuka jendela kamar pak Jaka dan pak Rudi agar asap beracun itu ke luar.


"Hm daging mereka kalau dimakan manusia lain, nanti manusia yang makan daging mereka mati juga gak ya? itu kan racun, takutnya orang yang makan daging mereka juga ikut mati lagi, mereka gak boleh mati, nanti kalau konsumen aku pada mati, terus siapa yang makan ke restoran aku? gak ada yang mau makan ke restoran aku dong kalau mereka semua mati? akh tidak! tidak! konsumen aku lebih penting dari apapun, ya walaupun harus kehilangan dua daging manusia, tapi nanti bisa dicari lagi dari orang lain yang sehat dan tidak mati karena asap beracun, ya sudah! mereka aku bakar saja deh!" ucap Deep menyeret tubuh pak Jaka dan pak Rudi satu persatu dan membakarnya. Deep menunggu sampai tubuh mereka hanya menyisakan abu saja karena Deep takut, jika meninggalkan tubuh mereka sendirian, nanti ada warga yang mencurigainya, dan juga mengetahui jika Deep membakar kedua anak buahnya.

__ADS_1


"Hm lama banget sih hangusnya? hm bikin es coklat dulu deh, sambil ngelukis enak kali ya? entar baru ke The Deep Restaurant biar bawa daging-daging itu dan juga mencari keberadaan Jane dan juga Rima, tapi aku merindukan teman-teman ku yang beraneka ragam seperti Alby, Arsa, Ardha dan ya Chanel juga lumayan lucu, oh iya gimana keadaan Andika ya? apa dia udah mati? kan terakhir dia sekarat karena aku sayat, James yang lain juga gimana ya kabarnya? udah pada mati atau belum ya? kalau belum kan enak! daging mereka bisa aku manfaatkan untuk The Deep Restaurant, ya biar hidup mereka bisa lebih sedikit berguna lagi untuk banyak orang! berguna dalam mengatasi rasa lapar banyak orang, karena daging mereka yang disajikan menjadi makanan yang lezat, tak lupa dengan darahnya yang menjadi minuman yang manis semanis Ramida Jane Lorelei dan juga tentunya semanis Nora Porschia Tranquila, hm Nora! seandainya saja aku tidak pergi meninggalkan ku sendiri, mungkin saat ini mereka semua masih hidup, The Deep Art dan The Deep Restaurant tidak akan pernah ada, anak buah ku juga masih hidup, dan bi Rika juga mungkin masih hidup saat ini, jika saja kamu tidak pergi waktu itu! aku tidak benci padamu Nora karena aku mencintaimu, tapi aku benci seseorang yang meninggalkan ku ketika aku membutuhkan kehadiran mereka, aku kesepian! tidak ada siapapun yang menemaniku! ayah dan ibuku telah tiada, Zorya dan yang lain aku pikir mereka adalah sahabat, tetapi ternyata musuh dalam selimut, mereka mau bersahabat denganku karena harta kekayaan ayahku semata, ketika mereka tahu rahasia tergelap dari ayahku, mereka semua meninggalkan ku, aku berharap kamu tidak pergi meninggalkan ku, tapi itu semua hanya tinggal harapan saja! kamu tetap pergi meninggalkan ku Nora!" ucap Deep memejamkan matanya dengan air matanya yang menetes.


"Tidak! aku tidak boleh menangis!" ucap Deep menggelengkan kepalanya dan menghapus air matanya.


Deep melihat ke tubuh pak Jaka dan pak Rudi yang sudah menjadi abu, Deep membersihkannya lalu pergi ke The Deep Restaurant untuk mengantarkan daging pak Panji dan pak Farel. Di tengah perjalanan, Deep bertemu dengan Rima dan Jane yang sedang berjalan kaki.


Deep memberhentikan mobilnya dan menghampiri Rima dan Jane.


"Jane, Rima" panggil Deep.


"Tunggu jangan pergi, aku gak akan nyakitin kalian, aku cuma mau minta maaf sama kalian" ucap Deep menundukkan kepalanya dengan ekspresi wajah sedih.


"Jangan berkata seperti itu, aku juga punya hati Jane"


"Hm oke, kita maafin, tapi jangan ganggu kita lagi, aku mohon!"


"Aku cinta sama kamu Jane!" ucap Deep.

__ADS_1


Jane dan Rima yang sudah berjalan beberapa langkah pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Deep. Jane menghampiri Deep diikuti oleh Rima.


"Hah? apa? cinta?" tanya Jane.


"Iya, aku mencintaimu Ramida Jane Lorelei!"


"Dari mana kamu tahu nama lengkap ku?"


"Rima yang mengatakannya padaku, dia juga yang menyuruhku untuk memperjuangkanmu"


"Aku tidak percaya kamu mencintaiku, buktinya saja kamu memotong jari Rima tepat di depan mataku"


"Aku minta maaf sama kalian! aku mohon! kasih aku kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki semuanya!"


"Maaf Deep aku gak bisa!"


Deep berlutut di hadapan Jane agar Jane mau memberikannya kesempatan kedua untuk berubah, Jane melirik Rima dan Rima pun tersenyum kecil menganggukkan kepala, akhirnya Jane memberikan Deep satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semua kesalahannya.

__ADS_1


"Terima kasih!" ucap Deep tersenyum kecil.


"Iya" jawab Jane tersenyum kecil menganggukkan kepala.


__ADS_2