Penjara Cinta Roxena

Penjara Cinta Roxena
Bab 27 Pelelangan


__ADS_3

Suasana di pelabuhan sangat ramai ini. Kendaraan mewah dan orang-orang sibuk berlalu lalang. Mereka hilir mudik masuk ke dalam sebuah kapal pesiar besar.


Kapal pesiar yang tinggi dan panjang itu am bersandar setiap 3 tahun sekali dan akan bersandar selama 3 hari saja. Kasino dan pelelangannya adalah yang paling terkenal dari kapal pesiar ini. Banyak orang-orang kaya dan juga bangsawan datang untuk bertaruh nasib atau hanya sekadar melihat-lihat.


Di kapal pesiar ini, selama 3 hari, keberuntungan mereka dipertaruhkan. Kaya semakin kaya, atau sebaliknya. Dengan aturan setiap yang datang harus memakai nama samaran dan juga topeng setengah wajah untuk menyembunyikan wajah.


"Lihat! Bukankah itu Alpha dan Eta?"


Suasana yang riuh perlahan menghening kala 2 orang datang. Seorang wanita dengan tinggi semampai, menggunakan topeng berwarna hitam dan wanita satu lagi menggunakan topeng berwarna putih. Keduanya sama-sama membawa kesan misterius.


"Pasti akan ada orang sial di pelelangan malam ini," bisik seorang pria yang menggunakan topeng bermotif rubah.


"Siapa targetnya kali ini? Di pelelangan lalu, ada anggota kerajaan yang sial. Apakah kali ini akan sama?"


"Oh, dari kabar angin yang ku dengar itu adalah Edwardo. Dan dia sudah meninggal karena penyakit. Namun, orang bodoh dan sombong masih ada. Lihat saja siapa yang sial hari ini."


"Oh iya, apa kalian tahu malam ini ada barang menarik, banyak yang mengincarnya. Namun, aku yakin barang itu akan menjadi milik Alpha."


"Hahaha, kita nikmati saja pertunjukan malam ini. Ayo-ayo."


Mereka mengikuti langkah dua wanita itu. Memasuki sebuah pintu dan lorong yang cukup panjang hingga akhirnya tiba di ruangan besar, mirip sebuah teater pertunjukan dengan bangku melingkar dan panggung berada di tengah.


Setiap bangku dilengkapi dengan nomor dan papan tunjuk tangan yang akan digunakan untuk partisipasi lelang nanti.


Dua wanita yang dikenal dengan Alpha dan Eta itu mengambil tempat di bangku nomor 50 dan 51. Dan kursi di sekitar mereka, tidak ada yang mengisi. Sudah menjadi hal umum setiap tahunnya.


"Erin, tak peduli berapa harganya, harus mendapatkannya!"bisik Alpha pada Eta.


"Baik, Nona." Eta alias Erin tersenyum penuh ambisi. Nonanya menginginkan sesuatu sampai memperingatkannya setiap waktu. Harus mendapatkannya!


Setelah kurang lebih 10 menit, ruangan itu penuh. Dan lelang pun dimulai. Pembawa acara memberi sambutan meriah. Memperkenalkan diri dan pelelangan dimulai.


Barang pertama, barang kedua, sampai barang kelima, Alpha alias Roxena sama sekali tidak ikut. Bukan barang tujuan dan tak tertarik bermain dengan peserta lelang yang berpartisipasi.


"Hadirin sekalian sambutlah barang selanjutnya."


"Ini adalah gaun edisi terbatas. Satu-satunya yang ada di dunia. Dibuat dengan tangan ahli desainer legenda, Sierra. Dibuat dengan kain dan pewarna berkualitas tinggi. Warna biru yang indah ini, dihasilkan dari batu lazuli. Dilengkapi dengan mutiara dan intan, gaun ini diberi nama "Samudra dan Angkasa Menari"!"


Tepuk tangan begitu meriah menyaksikan gaun dengan nama "Samudra dan Angkasa Menari" itu. Warna biru tua yang kontras dengan bercak hitam dan putih. Membuatnya mempunyai dua makna sesuai dengan namanya yakni Samudra yang dalam dan Angkasa yang sangat tinggi.


"Harga awal 1 juta dollar. Harga untuk kenaikan adalah 100 ribu dollar!"


"Itu sangat mahal!!"seru mereka yang tertarik dengan gaun terbatas itu namun tak punya cukup uang. Lagipula mereka harus bersaing dengan para Tuan dan Nona muda kaya yang sama ini tengah sibuk saling menaikkan harga untuk gaun itu.

__ADS_1


Erin melirik Roxena. Wanita di sampingnya itu tampak tak tertarik.


"Gaun itu sangat cocok dengan Anda. Apakah Anda sama sekali tidak menginginkannya?"tanya Erin berbisik. Roxena, hatinya sangat dalam seperti samudra, tak dapat diselami dan dipahami keinginannya. Lalu, status juga tinggi seperti angkasa, hanya segelintir orang yang mampu menjangkaunya.


"Dipadukan dengan Blue Ocean, pasti sangat serasi, Nona." Erin membujuk. Sekarang harganya sudah 1,8 juta dollar.


"Erin, bahkan tabungan Gerald setahun tak cukup untuk membelinya. Aku tak punya uang untuk membeli itu," jawab Roxane malas.


Erin terbatuk pelan. Tidak punya uang katanya?


"Katakan saja Anda ingin pakaian yang dibeli dengan uang suami Anda," cetus Erin.


Roxena tersenyum. Lalu mengangkat papan nomor bangkunya.


"Nomor 50, 1,9 juta dollar!"


"Tiba-tiba aku ingin bermain."


Erin hanya menggeleng lemah.


"Nomor 39, 2 juta dollar! Ada lagi?"


"Nomor 50, 2,1 juta dollar!"


"Nomor 39, 2,2 juta dollar!"


Harga semakin naik. Roxane berulang kali mengangkat papan nomornya. Membuat harga semakin naik dan persaingan semakin panas.


"Nomor 39, 4 juta dollar!"


"Tampaknya Anda memiliki wanita yang spesial. 4 juta dollar, itu milik Anda." Roxena tersenyum lebar. Lain dengan wajah pria itu yang memerah padam dan ketukan palu sebanyak 3 kali meresmikan bahwa gaun itu miliknya.


"Sial! 4 juta dollar hanya untuk gaun?! Tapi, aku rasa ini sepadan."


Dan begitulah. Roxena terus bermain, membuat harga semakin tinggi hingga akhirnya melepasnya. Dan tibalah untuk barang kelima belas. Itu adalah sebuah jepit rambut. Dengan motif bunga Jade Vine, jepit rambut itu tampak elegan. Dibuka dengan harga 100 dollar namun tak ada yang menawar. Pembawa acara menghela nafas, tak berharap banyak.


Bagi mereka itu tak menarik. Jepit rambut kuno? Tak cocok dipakai di zaman modern begitu. Ketinggalan zaman.


"100 ribu dollar!"


"Apa?"


"100 ribu dollar untuk jepit rambut itu? Apa wanita itu gila?! Itu tidak sepadan!"

__ADS_1


"Aku rasa dia kebanyakan uang. Jepit rambut tak dilirik itu ia beli mahal."


Juru lelang batuk pelan untuk menetralkan keterkejutannya. Ia kemudian mengumumkan harga dan jepit rambut itu jatuh kepada Roxane.


Erin bertanya dengan tatapan. "Itu barangku, Erin," ucap Roxena dengan tatapan sendu.


Jika berkaitan dengan masa lalu yang tak aku pahami, tatapan Nona selalu sendu, batin Erin.


Lelang dilanjutkan. Dan Roxane kembali bermain dan ada saja yang termakan dengan itu. Malam ini, ada banyak korban dari Roxane. Akhirnya barang yang menjadi primadona malam ini keluar. Sebuah perhiasan berupa kalung dengan batu permata, di permukaan biru dan semakin dalam semakin gelap warnanya hingga mendekati hitam. Blue ocean, itu juga mencerminkan dalamnya samudra. Semua terpesona dengan kalung itu.


Tatapan Roxane kini penuh ambisi. Ia harus mendapatkan kalung itu!


"Ini adalah sebuah kalung yang sangat berharga. Ditemukan di dalam kapal yang tenggelam di dasar laut. Sebuah permata yang terus bersinar meskipun sudah berusia ribuan tahun. Kalung yang diperkirakan berasal dari zaman kerajaan terdahulu, "Blue Ocean". Harga awal 5 juta dollar! Untuk kenaikan adalah 200 ribu dollar!"


"5,5 juta dollar!" Bangku nomor 39, yang bersaing dengan Roxane tadi yang pertama menawar.


"10 juta dollar!" Roxane langsung menaikkan harga hampir 2 kali lipat.


"11 juta!"


"12 juta!"


"Sial! 13 juta!"


Alhasil, hanya kedua orang itu yang bertaruh. Yang lain menonton. Meskipun kalung itu sangat menawan, budget mereka tak cukup. Apalagi bersaing dengan harga yang kini sudah lebih dari 15 juta dollar.


"17 juta!"


"Wah, Anda sangat menginginkan kalung ini, ya? Pasti wanita itu sangat luar biasa. Namun, kalung ini akan menjadi milik saya. 25 juta dollar!" Roxane langsung menambah jumlah harga yang ia tawarkan.


"Nona? Jadilah seperti tadi saja. Jangan berebut dengan saya! 25,5 juta dollar."


"Anda sangat kaya, ya?" Roxane tersenyum. "30 juta dollar. Bagaimana?"


Aku tak punya uang lagi untuk menawar. "Sial!"


"Awal saja kau!" Mengacungkan telunjuk pada Roxane. Roxane menanggapi dengan senyum yang semakin lebar. 30 juta dollar, kalung itu miliknya.


"Selamat kepada nomor 50 telah mendapatkan barang utama pada pelelangan malam ini. Semua barang lelang telah habis. Silahkan ke belakang untuk membayar dan menerima barang Anda. Acara lelang ditutup. Sampai jumpa di pelelangan selanjutnya. Selamat malam."


Roxena dan Erin, juga yang mendapatkan barang lelang malam ini segera menuju tempat untuk membayar dan mengambil barang mereka. Pria nomor 39 tadi menatap Roxane sinis sepanjang jalan. Ia sangat tidak senang. Blue Ocean adalah tujuannya namun ia kalah.


Aku harus mendapatkannya, bagaimanapun caranya!

__ADS_1


__ADS_2