
Selesai dengan urusannya, Roxena tak langsung pulang. Ia meninjau pembangunan rumah kaca yang ia inginkan. Pondasi sudah dibangun. Target dalam satu bulan akan selesai semuanya, bangunan dan juga isinya.
Para anggota yang bertugas membangun membungkuk hormat kala Roxena datang.
"Lady! Lady!"
Seorang wanita menggunakan jas putih berlari menghampiri Roxena.
"Kau sudah menyelesaikan penelitianmu, Liu?"
Wanita itu adalah dokter Liu. Nafasnya terengah, ia memegang kedua lututnya seraya menghela nafas. "Tidak. Saya keluar karena mendengar Anda datang."
"Ya?" Roxena memiringkan kepalanya. "Ada apa?"tanyanya kemudian.
"Saya ingin mengecek kondisi tubuh Anda!"jawab dokter Liu.
"Ada apa dengan tubuhku?" Roxena tak paham.
CK!
"Luka-luka yang Anda dapatkan dapat berpengaruh serius pada tubuh Anda. Anda kan paling anti ke rumah sakit untuk pemeriksaan detail, jadi saya datang untuk itu!"ucap dokter Liu. Ia memandang Roxena serius.
Hah!
"Baiklah. Tapi, sebentar saja karena aku harus segera pulang."
Niatnya ingin meninjau lalu pulang. Namun, berantakan karena dokter Liu.
"Ayo, Lady!"
Dokter Liu membawa Roxena ke ruang kerja pribadinya. Di sini lengkap. Dokter Liu segera melakukan pemeriksaan.
"Bagaimana?"tanya Roxena.
"Anda akan segera mati jika terus terluka, Nona."
__ADS_1
"Kau menyumpahiku mati?!"tanya dingin Roxena.
"Kan jika, Nona," sergah Dokter Liu membela diri.
"Fisik Anda sangat lelah. Anda butuh istirahat. Lebih tepatnya Anda butuh sesuatu yang membuat Anda rileks untuk waktu yang lama. Anda jenuh, Anda butuh suasana baru. Selain itu, apakah Anda kurang tidur belakangan ini?"
"Ku rasa," jawab Roxena tak yakin.
"Apakah Anda masih sering mengonsumsi alkohol?"
"Terkadang."
"Melewatkan jam makan?"
"Hm."
"Gencar berhubungan seksual dengan Tuan?"
Roxena menatap dingin dokter Liu.
"Ya, aku merasakan." Roxena teringat tubuhnya yang rileks seminggu yang lalu.
"Katakan aku harus apa, kau jangan bertele-tele!!"ketus Roxena.
Dokter Liu tersenyum. "Anda butuh liburan. Atau mungkin bulan madu akan menyembuhkan kejenuhan Anda. Jika Anda jarang melakukan hubungan seksual, mungkin bisa diusahakan untuk melakukannya lebih sering. Jika terlalu sering, mohon dikurangi. Kurang dan lebih itu berdampak pada tubuh. Lalu kurangi alkohol dan rokok. Jangan melewatkan jam makan. Makan buah dan sayur. Saya akan memberikan rekomendasi makanan untuk Anda," jelas Dokter Liu panjang. Bicaranya yang santai menandakan bahwa ia adalah salah satu tangan kanan terdekat Roxena.
Posisi Dokter Liu memang cukup tinggi, ia adalah kepala medis di markas Light and Shadow. Obat-obatan tradisional semuanya adalah hasil penelitian Dokter Liu. Tentu saja turut andil di dalamnya.
"Saran konyol," cetus Roxena.
Mengajak bulan madu?
Bulu kucing itu akan berdiri. Cakar dan taringnya akan keluar. Meskipun belakang ini terlihat peduli, Roxena merasakannya. Tetap dingin dan acuh tak acuh. Pria itu menurut untuk mencari aman. Karena jika amarah Roxena benar-benar keluar akan sulit menanggung akibatnya.
"Mengapa konyol? Manusia itu bukan robot, Lady! Bahkan hewan saja tahu kapan saatnya mencari makan dan bersenang-senang. Anda sudah bekerja keras selama ini, istirahat sejenak tak akan membuat Anda lemah! Justru sebaliknya."
__ADS_1
"Apa yang kau rencanakan, Liu? Dari tadi kau memaksaku untuk istirahat dan istirahat. Lalu saran konyol bulan madu itu, jawab Liu!" Nada sedingin es itu membuat dokter Liu merinding.
"Demi kebaikan Anda, Lady. Fisik Anda memang kuat. Namun, dari hasil pemeriksaan, Anda akan sulit untuk hamil, Lady" Sedikit mencicit.
Roxena langsung merubah ekspresinya. "Sulit untukku hamil? Apa tidak ada tanda kehamilanku? Aku pertama melakukannya sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu. Harusnya sudah ada karena itu masa subuhku!" Ada jejak kecemasan. Roxena memburu dokter Liu untuk menjawabnya.
"Bahu saya sakit, Lady." Tanpa sadar Roxena bangkit dan mencengkram erat bahu Dokter Liu.
"Seseorang mungkin akan hamil setelah pertama kali melakukannya. Namun, tidak berlaku untuk Anda, Lady. Anda harus berusaha keras untuk hamil karena kondisi Anda sulit untuk hamil, Lady!"
Jeder!!
Petir seakan menghantam Roxena.
Dirinya sulit hamil?
Itu berputar di kepalanya.
Ugh!
"Lady."
Dokter Liu membantu Roxena kembali duduk.
"Tidak mungkin. Apa alasannya? Luka-lukaku? Kebiasaan merokok dan minum dulu atau apa?!"
Roxena frustasi. Ia mengharapkan anak tapi katanya akan sulit? Bagaimana jika ia tidak punya pewaris?
Tidak, itu tidak lebih penting dari keinginannya.
"Hormon di rahim Anda cenderung tidak stabil, Lady. Kebiasaan buruk Anda juga menjadi faktor pendukungnya. Luka Anda tidak berpengaruh karena tidak menyentuh bagian rahim. Oleh karenanya saya menyarankan Anda untuk istirahat lebih lama dengan melakukan bulan madu. Biasanya menghabiskan waktu dengan pasangan adalah obat lelah yang ampuh."
"Aku akan pulang."
Roxena menyeret langkahnya lesu. Bahkan tak mengindahkan dokter Liu yang mengejarnya dengan tatapan cemas.
__ADS_1
"Sial! Ku pikir Lady akan tenang mendengar hal ini!"gerutu dokter Liu pada dirinya sendiri.