Penjara Cinta Roxena

Penjara Cinta Roxena
Bab 61 Penjara Cinta Roxena


__ADS_3

“Presdir Roxena!” Di tengah itu, ada yang menyapa Roxena. Itu adalah Presdir Draco yang datang bersama dengan istri dan anak tunggalnya.


Presdir Roxena? Duduk di kursi Lawrence Group?!


Orang-orang di sana terhenyak. Pandangan mereka langsung prihatin pada Nona muda itu. “Asisten Erin mengapa Anda menahan Nona Jenny?”tanya heran Presdir Draco.


“Nona ini kurang ajar pada kami. Sepertinya pengamanan di sini kurang dan keluarganya lalai. Acara Capital Group, mengapa begitu kacau? Mereka benar-benar tidak peduli dengan reoutasi, ya?” Gerald yang menjawab. menatap tajam Nona muda bernama Jenny, wajahnya memucat seakan sadar dengan apa yang terjadi.


Mampus aku!


“Apa yang terjadi?” Suara bariton terdengar dari keramaian. Para tamu membuka jalan. Sosok pria paru bayah yang memegang tongkat diikuti dengan beberapa orang mendekati Gerald dan Roxena.


“P-Paman-” Jenny tergagap saat Pria tua itu menoleh padanya.


“Anda Presdir Capital Group?” Pria tua itu menoleh pada Gerald yang bertanya. Roxena membiarkan Gerald yang bertindak.


“Itu saya. Lalu Anda?”


“Gerald Chaddrick,” jawab Gerald dingin.


“Tuan Gerald, bisakah Anda menjelaskan apa yang terjadi di sini? Apa keponakan saya menyinggung Anda?”tanya Presdir Capital Group tenang, seolah bukan masalah besar. Ia bahkan tersenyum pada Gerald.


Presdir Draco yang melihatnya memasang ekspresi suram sekilas.


“Tampaknya Anda sudah terbiasa,” sahut Gerald. Tidak gentar dan beradu tatap dengan Presdir Capital Group.


Presdir Capital Group lalu meminta salah seorang di belakangnya untuk maju, meminta sebuah lembar cek dan menyerahkannya pada Gerald, “tulis nominal yang Anda inginkan,” ujarnya tersenyum.


Gerald memicingkan matanya. Apa pria tua di hadapannya ini ingin menyelesaikan penghinaan tadi dengan uang? Gerald melirik Roxena yang menutup bagian mulutnya, menyeringai.


“Rendah sekali harga diri Capital Group,” sinis Gerald. Seketika senyum Presdir Capital Group hilang. Wajahnya menjadi suram.


“Jangan main-main dengan saya, Tuan Gerald. Tulis dan selesai!!”


“Nona itu minta maaf pada istri saya dan Anda juga maka urusan akan selesai,” ucap Gerald tegas.


“Jangan terkerlaluan!! Semua tahu keponakan saya tidak waras. Toleransi Anda rendah sekali, tubuhnya memang dewasa tapi sifatnya masihlah anak-anak. Saya sudah merendahkan diri dengan memberi Anda cek kosong!!”


“Jika tidak waras harusnya dikurung bukan dibiarkan berkeliaran!”balas Gerald. Gerald melirik Jenny, tidak waras atau pura-pura? Atau hanya karena mabuk, Gerald tidak peduli dengan itu. Intinya Jenny harus meminta maaf pada Roxena.


“Anda!!”


“Baiklah, Anda tidak mau menulisnya saya akan menentukannya, 100 ribu dollar. Lalu usir mereka dari sini!” Beberapa penjaga mendekat dan hendak menyeret Gerald, Roxena, dan juga Erin.


Erin tersenyum lebar, meskipun Capital Group berpengaruh, Roxena memiliki kekuatan yang sebanding.


“Ah … sudah lama aku tidak merasakannya. Situasi menarik ini … harusnya bisa lebih menarik lagi.” Akhirnya Roxena angkat bicara. Perhatian tertuju padanya.


“Roxena Lawrence dari Lawrence Group, ini pertama kali tidak bertemu, kan?”


“Roxena Lawrence?” Presdir Capital Group terkesiap.


“Ketidaksopanan ini … apakah tidak ada penjelasan lebih lanjut? Mungkin sudah umum jika di lingkaran ini akan tetapi saya tidak berada di lingkaran ini. Lalu saya yakin Anda adalah orang yang bijak di balik kesembronoan ini.” Kata-kata Roxena cukup pedas untuk menyadarkan seseorang.


“Kemudian … apakah orang gila bisa berada di Capital Group? Atau sebenarnya Capital Group adalah rumah sakit jiwa?”tanya Roxena lagi dengan wajah bingungnya.


“Apa maksud Anda?”tanya Presdir Capital Group dingin.


“Ah … sepertinya saya terlalu memandang tinggi Anda. Baiklah jika Anda tidak ingin minta maaf, seharusnya Anda sudah siap dengan konsekuensinya.” Roxena tersenyum.


Presdir Capital Group terdiam. Masalahnya … membesar jika tidak segera diselesaikan. Ia menghela nafas pelan lalu memanggil Jenny dan menyuruhnya untuk meminta maaf pada Roxena dan Gerald. “M-maafkan saya,” ucap Jenny dengan bahu bergetar.


“Maaf, saya tidak menerima permintaan maaf dari orang yang tidak waras,” sahut Roxena.


Wanita ini … ia ingin aku yang membungkuk padanya? Kediamannya tadi menunggu waktu yang tepat dan aku … menganggapnya sepele. Aku kalah. Tapi … menarik.

__ADS_1


“Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang kami ciptakan, Tuan dan Nyonya Chaddrick. Keangkuhan saya membawa saya pada titik terendah. Saya mewakili Jenny dan Capital Group memohon kemurahan hati Anda.”


Para tamu terbelalak melihatnya. Presdir luar negeri yang baru pertama kali menghadiri acara di sini langsung menundukkan Presdir berpengaruh? Ya, itu suatu hal yang langka. Capital Group sangat berpengaruh dan mendominasi. Anggota keluarganya juga dikenal angkuh dan sebagian tidak waras.


Capital Group tidak menutupi kelakuan pembuat onar mereka, malah terang-terangan meminta damai dengan menyerahkan uang atau cek kosong.


“Bagaimana, Suamiku? Apa sudah cukup?”tanya Roxena melempar pandang pada Gerald.


Gerald tercekat sesaat, lalu dengan dingin menatap Jenny, “saya tidak ingin melihatnya.”


“Keluar dari sini.” Jenny segera keluar didampingi beberapa orang.


“Tuan Besar, Anda harus segera membuka acara secara resmi,” ujar seseorang di belakang Presdir Capital Group yang dibalas dengan anggukan.


“Sekali lagi terima kasih atas kemurahan Anda. Selamat menikmati acaranya.” Presdir Capital Group berpaling menuju panggung.


“Kerja bagus, Suamiku,” ucap Roxena memuji Gerald. Gerald merasa aneh, seperti ada yang menggelitik hatinya, Gerald tersenyum, ia senang.


“Maafkan saya, Presdir Roxena,” sesal Presdir Draco karena tak bisa membantu Roxena. Capital Group ditakuti karena memegang sektor keuangan terbesar di negara ini. Kebanyakan perusahaan bergantung pada Capital Group dalam hal keuangan.


“Anda punya kesulitan tersendiri,” sahut Roxena. Tempat duduk Presdir Draco dan keluarganya satu meja dengan mereka.


“Ah perkenalkan ini adalah istri dan putri saya,” ujar Presdir Draco. Istri dan putrinya tersenyum ramah. Roxena mengangguk singkat.


“Ini suamiku, Gerald.”


“Saya banyak mendengar tentang Anda, salam kenal, Tuan Gerald,” ucap Presdir Draco yang dibalas anggukan Gerald.


“Saya juga sudah lama mendengar tentang Anda.”


Percakapan ringan terjadi sebelum terdengar instruksi dari depan. Presdir Capital Group berbicara dengan penuh wibawa, “selamat malam hadirin yang saya hormati. Selamat datang di gala dinner Capital Group dalam rangka menyambut Pewaris Capital Group tengah akan debut secara langsung di lingkaran bisnis negara kita. Saya mengucapkan terima kepada hadirin yang telah memenuhi undangan saya.”


“Saya juga ingin menyampaikan permintaan maaf karena keterlambatan dan ketidaknyaman yang terjadi sebelumnya. Saya harap Anda sekalian dapat memakluminya.”


“Di malam yang berbahagia ini, sekali lagi saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada Tuan Gerald Chaddrick, Roxena Lawrence, dan Lawrence Group atas ketidaknyaman yang disebabkan oleh anggota Capital Group.” Tiba-tiba cahaya terang menyorot meja Roxena.


Roxena hanya mengangkat satu tangannya dan Gerald mengikutinya. “Terima kasih Tuan dan Nyonya.”


“Hadirin sekalian, mungkin kalian sudah mengetahui inti dari gala dinner ini. Di malam yang berbahagia ini, Capital Group akan secara resmi memperkenalkan Pewaris sekaligus menjadi malam pergantian kepemimpinan Capital Group.” Tepuk tangan meriah menyambut ucapannya.


Layar di belakang panggung menampilkan slide presentasi. Siluet pria dengan beberapa informasi dalam bahasa inggris. Di dalamnya tertera jenjang pendidikan dan tanggal lahir namun tidak dengan nama.


Entah mengapa … jantung Roxena berdebar lebih kencang menantikan nama pewaris itu terungkap. Nalurinya berkata bahwa apa yang ia cari akan segera muncul. Berkata bahwa sebentar lagi … kegelisahan semakin melanda dirinya.


Menyadari kegelisahan Roxena, Gerald menangkup tangan Roxena, mencoba memberinya ketenangan. Namun, itu sama sekali tidak membantu. Detik demi detik kegelisahan semakin membesar.


“Aku perkenalkan pada hadirin sekalian … Putra tunggalku, Pewaris Capital Group, Regis Francois!!” Siluet foto di layar berubah menjadi foto sosok pria yang rupawan dan diikuti dengan terbukanya pintu dan sorot lampu ke arahnya ke sana.


Ugh!!


Keuk!!


Roxena memegang dadanya dengan mata membulat sempurna. Apa yang barusan ia dengar? Bukan hanya Roxena yang terkejut, Gerald juga terkejut bukan main. Perasaan takut dan amarah asing hinggap di hatinya. Gerald semakin mengeratkan genggamannya pada Roxena.


Regis … dia Regis yang dicari oleh Nona!!pekik Erin yang membeku di tempat duduknya.


Keuk!!


Sosok Regis Francois muncul di publik. Alis tebal dengan bibir yang tersenyum tipis, tatapan mata yang tajam di balik kacamatanya. Hanya saja … sosok sempurna itu duduk di atas kursi roda.


E-Elisa!!


Gerald merasa aliran darahnya berhenti, wajahnya pias melihat siapa yang mendorong kursi roda Regis. Roxena yang masih tenggelam dalam keterkejutannya membawanya jauh menyelam ke masa lalu. Tidak menyadari kehadiran Elisa di pesta itu.


Elisa tampil cantik dalam balutan dress berwarna biru muda dan perutnya terlihat menonjol, mendorong kursi roda Regis menuju ke panggung. Mereka menjadi sorotan.

__ADS_1


“Wanita itu … bukankah dia pemilik Elisa Boutique, sejak kapan ada hubungan dengan Tuan muda misterius Capital Group?” Putri semata wayang Presdir Draco terheran-heran.


Dibandingkan hal itu, ekspresi Gerald lebih menarik untuk diamati. Apa yang ada di benak pria itu sekarang? Mantan istrinya bersama dengan Regis. Dilihat dari keterkejutan Gerald, tampaknya Gerald tidak tahu menahu mengenai hubungan itu.


Menarik, sangat menarik. Presdir Draco tersenyum sekilas.


Jadi orang berpengaruh yang dikabarkan dekat dengannya itu adalah Regis Francois, orang yang dicari oleh Nona? Takdir gila apa ini?! Ku harap mereka berdua bisa menahan diri.


Erin panik. Tapi, tak tahu harus melakukan apa.


Kini sejoli itu sudah berada di atas panggung. Elisa terlihat sudah biasa, berdiri di samping Regis dengan anggun.


“Selamat malam hadirin sekalian.” Suara bariton Regis menyapa. Menarik Roxena dari kenangan masa lalunya.


“Saya Regis Francois dari Capital Group.”


Roxena mendongak, sorot mata kerinduan terpancar jelas. Roxena merasa bersemangat, ia ingin berlari dan memeluk Regis, meluapkan kerinduan selama puluh kehidupan.


“Setelah berdamai dengan keadaan akhirnya saya bangkit dari luka yang merenggut kesempurnaan.”


“Setelah bertahun-tahun saya menghilang dari pergaulan, saya kembali dengan harapan baru. Setelah kecelakaan yang merenggut semangat saya, akhirnya saya mendapatkan kembali kepercayaan diri. Saya, Regis Francois cacat secara fisik tapi daya pikir dan intelektual saya mampu menutupi kekurangan saya.”


Roxena memandang wajah Regis, ia ingin memeluk Regis melepaskan segala beban dan penderitaan yang selama ini ia alami. Roxena ingin mengadu dan bermanja. Roxena ingin … ingin Regis mengusap rambutnya, mencium keningnya, sewaktu waktu mereka bersama.


Tapi, semua harapan itu pecah saat Roxena menyadari bahwa ada Elisa di samping Regis.


Apa ini? Mengapa Elisa ada di sampingmu, Regis?


Apa kau memiliki hubungan dengannya?


Gerald dan Roxena keduanya merasakan perasaan yang sama, terkejut, bingung, marah, sedih, bingung harus melakukan apa. “Saya Regis Francois dengan segala kelebihan dan kekurangan saya mengucapkan terima kasih kepada hadirin. Di malam yang indah ini juga … saya ingin mengenalkan seseorang pada kalian.” Regis menoleh pada Elisa, keduanya saling panjang. Regis menggapai jemari Elisa.


Tangan Gerald dan Roxena sama-sama terkepal, mereka tidak terima dengan pemandangan itu!


“Seseorang yang sangat saya hormati dan nantikan selama ini. Seseorang yang berhasil menaklukan hati saya. Wanita yang sangat saya cintai, Elisa Moonlight.”


Pengakuan itu menggemparkan seketika. Suasana hening. Bahkan beberapa anggota keluarga Capital Group terperanjat tak percaya. Tentu saja, pernikahan konglomerat adalah sesuatu yang vital dan penuh dengan pertimbangan.


“Apa katanya?!” Suara keras Gerald dan Roxena menarik perhatian, termasuk Elisa dan Regis.


“Regis?”lirih Elisa terkejut.


Keduanya saling pandang dengan perasaan yang sukar dijelaskan. Sedangkan Regis menatap Roxena yang juga menatapnya. Kedua pasangan itu saling pandang. Keempatnya, termasuk Regis merasakan perasaan yang sukar dijelaskan. Regis mengernyit.


“Gerald!” Elisa berseru. Perasaan tidak dapat berbohong. Tapi, Gerald tidak bergerak satu langkah pun. Sementara Elisa yang ingin berlari memeluk Regis ditahan oleh Regis.


“Nona suasana tidak kondusif, lebih baik kita keluar dari sini,” bisik Erin pada Roxena.


“Dia tidak mengenaliku, Erin,” lirih pedih Roxena.


Merasa Roxena down, gegas Erin memegang tangan Roxena dan Gerald, membawa keduanya keluar, tidak ada penolakan, hanya ada langkah gontai.


“Gerald! Jangan pergi!”


“Elisa.” Regis menahannya.


“Regis, Gerald, dia ada di sini … aku harus menjelaskannya!”panik Elisa. Regis menggeleng pelan.


“Bukan sekarang. Aku akan menepati janjiku setelah acara ini selesai.”


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2