
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Zora masih berjuang diruang membangunkan Echy atas perintah Dae.
“Kakak, aku mohon bangun Kak”. Tangis sambil rebut CPR itu dan menekan-nekannya didada Echy, air mata luruh bersamaan dengan ucapannya.
“Ecyh, come on Ecyh Come on”. Ucap Dae seperti seorang Dokter.
Sementara Kelly sudah terduduk dengan menangis sambil menggendong putra Echy
Sedangkan para perawat yang lainnya hanya diam saja menyaksikan. Mereka sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena memang Echy tidak bisa diselamatkan. Bagaimana mungkin selamat dalam keadaan sakit luar biasa, dia harus melakukan operasi yang tentunya kan menghancurkan bagian perutnya.
“Echy”. Teriak Dae memeluk tubuh Ara, dia menangis dengan histeris.
"Kakak". Rein ikut memeluk Echy
Sedangkan Zora sudah mematung ditempatnya seluruh tubuhnya serasa melumpuh seketika.
“ECHY”.
Tit tit tit tit tit tit tit
“Dok”.
Zora menatap layar monitor yang bergaris-garis bengkok.
“Cepat atur deteksi jantungnya”. Hansel mengikuti perintah Zora
Dae dan Rein itu tersandar didinding. Mereka hampir saja mati jantungan ketika melihat jantung Echy berhenti beberapa menit dan sebuah keajaiban terjadi dimana detak jantung Echy kembali lagi.
“Hiks, terima kasih sudah kembali Chy”. Ucap Dae dengan nafas tersenggal-senggal dan begitu juga dengan Rein.
Kelly menyeka airnya. Dia setengah mati menahan agar dirinya tetap kuat. Dia takut sahabat nya itu pergi. Jika Echy pergi entah bagaimana kehidupan Regan anaknya. Mungkin Regan memilih mati. Sementara anaknya sama sekali belum melihat wajah sang Ibu.
Jari lentik Regan bergerak-gerak. Keringat tiba-tiba saja bercucuran didahinya seolah baru selesai berlari.
Bayi yang tadinya menangis, kini malah terlelap digendongan Kelly dengan tenang. Wajahnya kembali damai seperti tadi.
"Kak Regan". Seru Kelly.
"Dokter". Teriak Dae setelah melihat tangan Regan bergerak-gerak.
"Saya akan periksa Tuan". Zora juga tampak berkeringat.
"Syukurlah. Tuan Regan sudah sadar". Ujar Zora menyeka keringat nya.
Dae dan Kelly bernafas lega. Bahkan kedua pasangan itu berkaca-kaca.
Sedangkan Rein berdiri kembali dan menghampiri ranjang Regan. Jantungnya nya juga hampir berhenti ketika Echy kehilangan nafasnya.
Perlahan mata Regan terbuka. Kepalanya sedikit berdenyut. Dia seperti baru bangun dari koma panjang.
"E-c-Echy". Lirih nya.
"Kak". Kelly mengusap kepala Regan "Kakak". Kelly menitikkan air mata bahagia nya.
"Echy". Regan tampak mencari istri nya "Echy". Pria itu hendak bangun.
__ADS_1
"Kak". Rein langsung menahan Regan
"Jangan bergerak Regan. Tenanglah. Dia baik-baik saja". Cegat Dae juga
Nafas Regan memburu. Dimana istrinya? Dan apakah Echy kembali? Kenapa dia bermimpi Echy pergi meninggalkan nya.
"Echy". Lirih Regan "Dimana Echy Ae?". Tanyanya dengan suara lemas
"Itu dia". Dae menunjuk ranjang Echy yang bersebelahan dengan Regan "Dia sudah kembali. Dia baik-baik saja. Dia wanita kuat". Ucap Dae terbata-bata dengan suara parau nya.
"Sayang". Wajah Regan pucat.
"Sayang". Dia mengulurkan tangan seolah hendak menggapai istrinya.
"Maafkan aku". Lirihnya
"Kak". Kelly menggendong putra Regan "Ini putra Kakak". Senyum Kelly menyerahkan bayi yang dibalut dengan lampin itu.
"P-putra?". Mata Regan berkaca-kaca.
Dae dan Rein membantu Regan bersandar setelah semua alat medis ditubuh nya dilepaskan kecuali selang infuse.
"Ini Kak". Kelly menyerahkan bayi munggil itu.
Mata Regan berkaca-kaca menyambut putra pertamanya. Inikah buah cintanya? Ini kah putra yang di nantikan oleh istrinya.
"S-son". Bibir Regan bergetar
"Selamat Gan. Selamat menjadi Ayah. Dia akan jadi pria sejati seperti mu". Ucap Dae juga senang melihat bayi itu.
Air mata Regan menitik dipipi tampan nan pucat itu. Wajah bayi nya sangat mirip dengannya.
"Selamat ya Kak". Rein ikut menimpali "Dia akan membantu Kakak membangunkan Kak Echy".
Regan tersadar. Dia beralih pada istrinya yang masih terlelap dengan beberapa alat medis ditubuhnya. Dentingan layar monitor itu terdengar menggema didalam ruangan mereka.
"Apa dia baik-baik saja? Apa dia kesakitan saat aku tertidur?". Regan menatap istrinya dengan berkaca-kaca.
"Dia baik-baik saja Gan". Sahut Dae.
"Aku ingin disampingnya". Pinta Regan
"Sini Kak". Kelly mengambil alih bayi Regan
"Tunggu sebentar Kak. Rein ambil kursi roda dulu".
Rein memerintahkan Ben untuk mengambil kursi roda agar Regan bisa duduk disana. Bekas operasi Regan masih basah jadi tidak bisa bergerak banyak
"Ini Tuan". Ben masuk.
Regan naik ke kursi roda dengan bantuan Dae dan Rein.
Ben tersenyum simpul melihat Regan terbangun lagi serta bayi munggil itu yang sudah sehat. Tentu dengan perawatan medis yang mahal bisa menyelamatkan bayi prematur itu.
Rein mendorong pelan kursi roda Regan dan menghampiri ranjang Echy yang tidak jauh dari ranjang Regan
"Sayang". Lirih Regan "Sayang bangun". Gumamnya.
__ADS_1
Wajah Regan masih sangat pucat. Karena dia cukup lama baru sadar dari pengaruh obat bius itu.
"Lihat lah putra kita sayang. Kau masih akan mengomel karena dia laki-laki dan tidak denganmu". Regan terkekeh pelan "Lagian aku yang bekerja keras malam hari, tentu saja dia menuruni wajah tampanku". Tangannya terulur mengusap kepala plontos Echy.
Echy masih memakai oksigen uap, sehingga separuh wajahnya tidak bisa dijangkau oleh Regan.
Yang lain ikut terkekeh. Tapi air mata luruh dipipi mereka termasuk Ben.
Ben sungguh terinspirasi dengan kisah cinta Regan dan Echy. Seandainya juga dia memiliki pasangan pasti dia juga akan sebahagia Regan dan Echy.
.
.
.
.
"Domain bagaimana keadaan Regan dan menanti kita?". Lirih Ellena. Saat ini dia juga terbaring karena drop total.
"Mereka baik-baik saja Hon. Regan sudah bangun". Senyum Domain.
Domain tidak mau menceritakan bahwa tadi Echy mengalami kritis dan bahkan berhenti bernafas beberapa menit. Namun Tuhan begitu baik hingga mengembalikan wanita cantik itu.
"Lalu cucu kita?". Tanya Ellena "Aku ingin melihat cucu kita Domain". Pinta wanita paruh baya yang masih cantik itu.
"Dia aman bersama Dae dan Kelly". Sahut Domain.
"Tapi Hon_".
"Domain aku ingin bertemu Regan. Bawa aku kesana". Renggek Ellena.
Domain menghela nafas panjang. Dia adalah pencinta wanita, yang selalu mengalah pada istrinya. Jika Ellena sudah merenggek dia tidak akan bisa menolak.
"Baiklah". Sahut Domain mengalah.
Domain mendorong kursi roda Ellena keluar dari ruang rawat. Ruang rawat Ellena tidak jauh dari ruangan Regan dan Echy sehingga tidak perlu waktu lama untuk berada disana.
"Regan".
"Mom".
"Daddy". Gian tersenyum sumringah dia datang bersama Rio.
Memang selama Regan dan Echy koma, Rio lah yang merawat Gian karena yang lainnya sibuk mengurus Regan dan Echy.
"Son". Senyum Regan
Domain, Ellena, Rio dan Gian masuk kedalam ruangan Regan. Sebenarnya tidak boleh banyak orang masuk karena Echy dalam keadaan koma.
Tapi menurut Regan, Echy akan cepat bangun jika banyak orang yang berkunjung melihatnya.
"Daddy". Gian berhambur memeluk Regan.
Domain dan Ellena tersenyum simpul. Dari kemarin, Gian terus menangis mencari Regan dan Echy. Untung saja Rio ahli merayu hingga mengajak pria kecil itu jalan-jalan dan bermain.
Bersambung....
__ADS_1