
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sean tak mau menunda waktu lama. Setelah persetujuan dari orangtua Deska dan orangtuanya. Sean langsung menikahi Deska tanpa menunggu waktu lama.
Cinta itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu dan selalu bersama. Sean yakin bisa mencintai Ibu dari anak nya itu.
Pernikahan diadakan cukup mewah. Kedua orangtua Sean menerima Deska dengan baik. Apalagi Deska sedang mengandung calon cucu mereka. Tentu saja mereka senang bukan main yang diinginkan selama ini adalah cucu.
Sean memapah tangan istrinya masuk kedalam kamar mereka. Setelah acara panjang pemberkatan dan resepsi pernikahan yang cukup menguras tenaga.
"Apa kau lelah?". Sean membuka tuxedo nya.
"Tidak Tuan". Deska menggeleng canggung sambil duduk di bibir ranjang
Kisahnya seperti dunia dongeng. Putri lusuh bersanding dengan pangeran. Seperti mimpi menjadi istri dari seorang Sean. Pengusaha kaya dan tampan yang memiliki segalanya.
Sean berjongkok didepan istrinya. Dia menatap wanita ini dengan tatapan hangat dan lembut. Setelah perjuangan yang tidak mudah. Akhirnya Sean berhasil mengikat Deska dalam ikatan pernikahan. Semoga ini awal dari kebahagiaan nya.
"Jangan memanggilku Tuan. Kau bukan pelayan ku dan aku bukan majikan mu. Aku suamimu. Panggil saja Sean". Pria tersenyum lembut.
"S-sean". Ucap Deska sedikit kaku.
"Deska, mungkin saat ini kita belum saling mencintai. Tapi apakah kau mau kita sama-sama belajar untuk saling menerima dan mencintai?". Ujar Sean
Deska mengangguk dengan gugup. Kenapa sekarang dia gugup ya berada didekat Sean. Kemarin-kemarin biasa saja bahkan terkesan tak peduli pada pria ini. Apa karena mereka sudah menikah dan menjadi sepasang suami istri.
"Bagaimana kabarnya?". Tangan Sean mengusap perut istri nya
"Dia baik-baik saja". Deska tersimpul "Mual ku juga sudah berkurang ini kan mau memasuki bulan keempat". Senyum Deska.
"Ya sudah. Kita mandi yuk. Sini biar aku bantu buka gaunnya". Sean membalikkan badan Deska.
"Sean aku malu". Renggek Deska.
"Jangan malu Deska. Kita sudah suami istri sah-sah saja. Lagian aku sudah melihat bagian inci tubuhmu". Goda Sean
"Sean". Deska mencebik malu. Kenapa Sean jadi seperti ini sih?
"Iya. Iya". Sean terkekeh pelan.
Pria itu membantu istrinya melepaskan gaun dari tubuhnya. Benar-benar ribet. Entah benda apa yang seperti payung didalam baju itu. Sean tak bisa bayangkan jika dia yang memakai gaun sepanjang dan seribet ini, lebih baik hanya pakai celana saja pikir pria itu.
__ADS_1
"Sean".
Deska terkejut saat merasakan tubuhnya sudah melayang di udara ternyata suaminya itu sudah menggendong tubuhnya menuju kamar mandi.
Perlahan cinta akan tumbuh. Kedua pasangan pengantin baru itu sudah berjanji akan belajar saling menerima.
Sean juga sedang memulihkan hatinya. Jujur saja perasaan nya untuk Echy masih ada. Tapi Sean tahu ini tidak benar. Ini hanya rasa kagum. Apalagi saat Echy berhasil membujuk Deska. Rasa kagum dihati pria itu semakin bertambah. Namun Sean berusaha menepis perasaannya karena dia tahu itu adalah perasaan salah yang bahkan takkah mungkin dibalas.
Deska wanita berusia 27 tahun ini juga mencoba berdamai dengan kejadian yang menimpanya. Benar kata Echy, Sean adalah pria bertanggungjawab. Coba saja pria lain yang melakukan nya belum tahu mau bersusah payah memperjuangkan Deska. Mungkin saja sudah kabur entah kemana karena sudah mendapatkan dan mengambil sesuatu yang berharga.
Setelah mandi keduanya keluar dari kamar mandi.
Sean hanya memakai handuk yang dia lilitkan dipinggang nya. Sementara Deska memakai kimono yang dipasang suaminya.
"Deska ingat jangan banyak bergerak. Kasihan bayi kita". Tegur Sean.
"Iya Sean". Deska menggeleng sambil tersenyum gemes.
"Pakai baju ini yaa? Ini pasti pasti kerjaan Mommy. Hanya ada baju-baju ini dilemari".
Deska mendesah pelan. Bagaimana mungkin dia memakai baju jaring-jaring dan kurang bahan seperti itu.
"Tidak ada baju lain Sean? Bagaimana bisa aku memakai baju seperti?". Desah Deska.
"Iya". Deska mengangguk dengan senyum.
Sean mengambil kemejanya yang memang panjang. Sebabn ukuran tubuh Sean jauh diatas tubuh Deska.
Akibat depresi, wanita hamil sampai stress nafsu makannya berkurang hingga membuat badannya kurus bak tak terurus. Makan saja sekali sehari. Bagaimana bisa gemuk?
Deska menatap suaminya. Benar kata Echy dia harus banyak-banyak bersyukur. Sean akan jadi suami versi terbaiknya. Deska pasti bisa mencintai pria itu seiring waktu yang berjalan.
.
.
.
.
Seperti biasa sebelum tidur. Regan akan berbicara dengan anaknya.
__ADS_1
Hari ini cukup lelah karena mereka berdua turut menghadiri pesta pernikahan Sean dan Deska.
"Hai anak Daddy bagaimana kabarnya?". Sean mengusap perut Echy yang sudah sedikit membuncit diusia kehamilan empat bulan.
"Akhu bayik-bayik sajya Daddy? Kayau Daddy bagyaimana?". Celetuk Echy menirukan suara anak kecil
Sean terkekeh gemes "Daddy juga sehat Nak". Regan berbaring dipangkuan Echy hingga dia bisa menjangkau perut istrinya itu.
"Apakah masih mual sayang?". Regan bangkit dan duduk disamping istrinya.
Echy menggeleng "Tidak Kak". Senyum Echy "Kak, kira-kira jenis kelaminnya apa yaaa?? Seperti nya dia perempuan".
"Laki-laki sayang". Ralat Regan
"Ck, aku yang mengandung nya Kak. Harusnya dia perempuan seperti Ibu nya". Protes Echy.
"Jangan lupa sayang. Aku yang bekerja setiap malam dan aku susah bersusah payah untuk bercocok tanam disana". Seru Regan tak mau kalah.
"Tapi kan tanpa aku dia tidak bisa ada Kak". Echy masih tak terima.
"Sama juga sayang. Tanpa aku lembur ia juga tidak akan ada". Sahut Regan.
Echy mencebik kesal. Jika anaknya nanti laki-laki, pasti akan menyebalkan seperti suaminya. Posesif dan menyebalkan tapi diperlakukan seperti ratu.
Regan terkekeh "Jangan cemberut sayang aku bisa menerkam mu".
Regan menghujani wajah Echy dengan ciuman bertubi-tubi. Gemes. Pengen gigit deh.
"Ya sudah ayo tidur. Ini sudah malam". Regan mengajak istri nya berbaring.
"Yang bilang masih siapa Kak?". Ketus Echy ikut berbaring disamping suaminya.
Regan terkekeh lucu. Istrinya ini sejak hamil jadi bawel, dan memang sudah bawel dari sono nya tapi semakin bertambah. Cantik sudah pasti, pesonanya membuat Regan jatuh cinta berkali-kali pada istrinya itu. Oleh sebab itulah dia semakin posesif. Takut jika ada yang melirik kecantikan istrinya, Regan takkan rela kecantikan Echy dinikmati pria lain. Kecantikan Echy hanya milik nya dan hanya dia yang boleh mengatakan istrinya itu cantik tidak boleh orang lain.
Regan menatap wajah Echy yang tidur dengan damai. Dia memeluk wanita itu dan menangis dalam diam.
Dokter mengatakan harus menyiapkan diri untuk menjelang lahiran karena disana nanti akan ada pertarungan yang harus dimenangkan.
"Tuhan selamatkan istri dan calon anakku. Jangan ambil mereka dari sisiku. Biarkan aku bahagia sampai akhir hayat. Sungguh aku takkan sanggup hidup tanpa Echy. Dia segalanya untukku". Lelehan bening itu lolos dipelupuk mata Regan.
Sebenarnya kondisi Echy semakin memburuk. Namun wanita hamil itu selalu bisa menyembunyikan rasa sakitnya.
__ADS_1
Echy hanya minum obat ibu hamil saja. Vitamin dan susu Ibu hamil. Itulah yang membantu daya tahan tubuhnya.
Bersambung....