Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Dia


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Selamat siang Tuan Regan". Sean berjabat tangan dengan Regan


"Selamat siang Tuan Sean". Balasnya.


Sedangkan Echy terdiam membeku ditempatnya. Jantungnya terasa berhenti berdetak. Lima tahun, pria ini menghilang tanpa kabar dan kenapa sekarang bisa ada didepan matanya. Bahkan pria itu tampak biasa-biasa saja setelah menghancurkan hidupnya.


"Tuan Regan, perkenalkan Rexy dia salah satu staff terbaik diperusahaan saya, dia kepala bagian Marketing". Ucap Sean memperkenalkan Echy.


Seluruh tubuh Echy serasa melumpuh. Darah dalam tubuhnya terasa mendesir. Ada sesuatu yang dia tahan didalam sana. Ada gejolak kemarahan dan kekecewaan terlihat jelas di mata wanita itu.


Mata Echy terlihat merah selain menahan amarah dia juga menahan tangis. Jika saja bukan karena Sean sudah pasti gadis itu akan berlari pergi dari ruangan meeting.


"Hai Nona Rexy".


Regan mengulurkan tangannya kearah gadis yang manis menatapnya dengan intens itu


Namun Echy hanya terdiam. Dia masih belum sadar dari keterkejutan nya. Pria itu mengingatkannya kembali pada kenangan di masa lalunya.


"Chy?". Tangan Sean mengusap bahu Echy.


"Ehhh, iyaaaaa". Echy baru tersadar.


"Tuan Regan ingin berkenalan denganmu". Bisik Sean pelan. Hal itu justru membuat Regan mengepalkan tangannya cemburu.


Echy mengangguk dan memaksakan senyum "Iya... Saya Rexy, panggil saja Echy". Echy menerima uluran tangan Regan.


Regan bisa rasakan jika tangan gadis itu bergetar, bukan karena gugup tapi menahan takut.


"Senang berkenalan dengan anda Nona". Ucap Regan menjabat tangan Echy dengan begitu erat. Tangan yang dia rindukan selama lima tahun ini.


"Iya Tuan". Secepatnya Echy menarik tangannya saat merasa pria itu menjabat nya terlalu lama.


Pembahasan kerja sama antara dua perusahaan besar itu dipresentasikan oleh Sean. Jika Sean, Willy dan Ben fokus pada presentasi Sean. Maka berbeda dengan Regan dan Echy.


Regan menatap Echy dengan penuh kerinduan. Sementara Echy terdiam dan menatap kosong kearah monitor presentasi. Gadis itu sama sekali tidak menyimak. Dia ingin agar meeting ini cepat selesai. Dia ingin pergi. Tidak sanggup melihat Regan.


"Permisi Tuan saya mau ke kamar mandi sebentar". Ucap Echy berdiri sambil menunduk dia tidak mau jika tatapannya bertemu dengan Regan

__ADS_1


"Kau baik-baik saja Chy?". Tanya Sean sedikit khawatir apalagi melihat Echy yang banyak diam.


"Saya baik-baik saja Tuan. Saya permisi".


Echy melangkah lebar keluar dari ruangan meeting. Dia tak berpamitan pada Regan.


Echy masuk kedalam kamar mandi. Nafas gadis itu memburu. Echy memegang dadanya, jantunya berdegup. Tidak ada orang yang baik-baik saja saat harus dipertemukan kembali dengan cinta lamanya.


Echy menarik nafas pelan lalu menghembuskannya perlahan. Wanita itu menatap pantulan dirinya didepan cermin kamar mandi.


"Kau harus kuat Echy. Kau harus buktikan padanya bahwa tanpa dia kau bisa bahagia. Jangan ingat-ingat dia lagi. Dia adalah orang yang sudah membuatmh kehilangan segalanya. Jangan berikan dia celah untuk mendekat. Anggap saja kau dan dia tidak pernah saling kenal sebelumnya". Gumam gadis itu.


Echy memperbaiki penampilan nya jangan sampai ada yang tahu jika dia baru saja menangis. Dia harus kuat dan tidak boleh terlihat lemah.


Echy keluar dari toilet. Dia terkejut melihat Regan berdiri didepan pintu toilet sambil kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana kanan dan kirinya.


"A-ada apa Tu-tuan?". Tanya Echy gegelapan. Dia takut pada pria ini.


"Tidak hanya ingin memastikan apakah kau baik-baik saja". Ujar Regan menatap Echy dalam.


Echy tak menanggapi. Gadis itu mellengang pergi dari sana tanpa menunggu Regan. Dia tidak akan bisa selalu sanggup bertemu pria itu. Echy harap ini adalah pertemuan terakhir mereka. Setiap kali mengingat nama pria itu dia selalu teringat pada kedua orangtuanya. Pria itu adalah penyebab dari segala penderitaan nya.


Kini gadis itu benar-benar dingin padanya. Bahkan hanya untuk menatapnya saja gadis itu tidak mau. Apakah dia benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan nya yang dulu?


"Aku tahu kau membenci ku sayang. Tapi bisakah jangan hukum aku dengan wajah dingin mu? Aku benar-benar merindukanmu. Aku ingin memelukmu dan melepaskan semua kerinduan ini". Gumam Regan sendu.


.


.


.


.


Setelah meeting selesai, Regan sengaja meminta Ben untuk menyiapkan makan siang untuk mereka disebuah restorant.


"Terima kasih Tuan Regan atas kerjasama. Anda tidak perlu repot-repot mengajak kami makan siang". Ucap Sean sambil berjabat tangan dengan Regan.


"Tidak apa-apa Tuan Sean. Anda klien saya dan tamu saya, sudah sewajarnya saya melayani anda". Sahut Regan tersenyum tapi tatapan terarah pada Echy.

__ADS_1


"Mari. Asisten saya sudah menyiapkan makanan untuk kita".


Sean dan Echy masuk kedalam mobil diikuti oleh Regan. Regan meminta agar pakai mobilnya saja. Sementara mobil Sean dibawa oleh Willy.


Echy duduk diantara dua pria tampan yang memiliki sejuta pesona. Sean duduk disebelah kiri Echy sedangkan Regan duduk disebelah kanan Echy. Dan Ben yang menyetir didepan.


"Kapan Tuan Regan datang ke Indonesia?". Tanya Sean membuka pembicaraan.


"Sekitar seminggu yang lalu". Jawab Regan.


Regan menatap jari-jari Echy yang saling meremas satu sama lain. Gadis itu terus saja menunduk dan enggan melihatnya.


"Anda baik-baik saja Nona?". Tanya Regan pada Echy.


"Iya Tuan". Echy mengangguk tanpa melihat Regan


"Apa kau tidak enak badan Chy?". Sean ikut menimpali. Tak biasanya Echy diam seperti ini.


"Tidak Kak. Aku baik-baik saja". Echy mengeser sedikit duduknya agar dekat dengan Sean. Dia tidak mau menatap Regan.


Kening Regan berkerut ketika mendengar Echy memanggil Sean Kakak. Apakah mereka seakrab itu? Apa ada informasi yang terlewatkan tentang gadisnya


Sampai direstourant mereka berempat langsung turun.


Ben membuka pintu untuk Regan. Sedangkan Sean turun duluan dan mempersilahkan Echy keluar dari mobil.


Mereka bertiga masuk. Ben memilih menunggu dimobil. Dia tidak ingin ikut campur urusan Tuan nya.


Ketiga orang itu menjadi pusat perhatian. Seorang gadis cantik dihimpit oleh dua pria tampan sekaligus. Tatapan memuja para penghujung restorant dilayangkan pada ketiga orang itu.


Regan meminta Ben menyiapkan ruang VVIP. Dia juga memesan makanan kesukaan gadisnya. Dia masih ingat apa saja makanan yang sering dimakan oleh gadisnya itu


"Silahkan dinikmati Tuan Sean. Nona Echy".


"Terima kasih Tuan".


Echy menatap makanan yang tertata rapih diatas meja. Apa maksud Regan menyiapkan makanan ini untuknya? Apa pria itu sengaja mengingatkannya pada masa lalu mereka?


Jika bukan karena Sean mungkin Echy sudah mengajak Regan baku hantam. Setelah menghilang selama lima tahun dia datang seolah tak bersalah. Tidak tahukah Regan bahwa ada banyak luka yang dia turihkan dihati Echy?

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2