Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Makan siang bersama


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Suasana tiba-tiba redup. Setelah kedatangan Regan dan dibelakang nya ada Ben yang mengekor. Tatapan dingin Regan seakan mampu membekukan mereka yang berada dikantin.


Tak sedikit yang menatap pria itu dengan sejuta kekaguman. Selain tampan, dia juga kaya dan pewaris tunggal perusahaan Domain Walkie. Tentu hartanya tak akan habis meski dipakai sekian keturunan.


Faza dan Kelly mewanti-wanti karena seperti nya Regan menuju meja mereka. Benar saja Regan berjalan kearah meja mereka dan pasti meminta bergabung.


Sementara Echy, acuh saja. Dia tidak tertarik menganggumi lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya. Sialnya lagi dia harus terjebak diperusahaan ini. Jika bukan karena Rein mungkin Echy memilih merantau keluar negeri dan mencari pekerjaan disana. Namun sayang dia tidak punya pilihan


"Boleh bergabung".


"Silahkan Tuan". Sahut Faza dan Kelly bersamaan.


Dengan santainya Regan duduk disamping Echy yang asyik makan tanpa peduli dengan kedatangan nya. Sudut bibir pria itu tertarik.


Ben memesan makanan untuk dia dan Regan. Sedangkan Faza dan Kelly menjadi kikuk. Mereka canggung makan didepan Regan.


"Kenapa kalian tidak makan?". Tanya Echy heran dia sama sekali tidak peduli dengan Regan "Ayo makanlah Kel. Pekerjaan kita masih banyak. Makananmu takkan habis jika kau tatap begitu". Ujar Echy


Ingin rasanya Kelly menipuk kening Echy dengan sendok karena berbicara tampan melihat orang disampingnya.


Sedangkan Faza menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Duduk satu meja dengan regan, bukan hanya membuat suasana canggung tapi juga membuat makanan yang ada dipiringnya enggan untuk ditelan.


"Chy, makan pelan-pelan. Apa kau tidak malu ada Tuan Regan disampingmu?". Bisik Kelly pelan namun masih didengar oleh Regan. Dan Regan penasaran dengan jawaban gadisnya itu.


"Aku sudah lapar dan aku tidak peduli. Dia bukan raja yang harus kutakuti. Selama aku tidak menganggunya kurasa tidak masalah". Bisik Echy.


Sudut bibir Regan tertarik mendengar jawaban gadisnya itu. Dia gemes sendiri.


"Ya sudahlah terserahmu. Tapi setidaknya jagalah imagemu. Dia Boss kita. Bagaimana jika nanti kau dicap tidak sopan pada Boss sendiri?". Ucap Kelly masih setengah berbisik.


"Aku tidak melakukan hal yang tidak sopan. Apa salah jika aku makan dengan lahap? Dia juga tidak terganggu dan biasa saja. Lagian jika aku makan lama seperti mu kapan selesainya? Nanti makananku dingin bagaimana?". Ketus Echy setengah kesal.


"Ehem". Regan sengaja berdehem


"Maaf Tuan". Ucap Kelly kikuk.

__ADS_1


Mereka kembali makan. Regan sama sekali tidak makan. Dia malah menatap Echy yang makan dengan lahap. Dia tersenyum saat gadis itu hanya makan bakso tanpa sambal. Bagaimana rasanya? Pasti hambar tapi Echy tetap makan dengan lahap.


"Kenapa kau tidak makan Tuan? Apa tidak enak?". Echy memberanikan diri bertanya. Dia jengkel ditatap seperti itu.


"Aku sudah kenyang". Sahut Regan padahal dia sama sekali belum menyentuh makanan nya.


"Ck, kau ini bagaimana sih Tuan? Bahkan kau belum makanan sedikit pun. Kenapa sudah kenyang?". Echy menggeleng saja. Orang kaya memang suka begitu "Sayang sekali makanan dalam piringmu. Buatku saja yaa". Dengan tak tahu malunya Echy mengambil piring Regan yang masih berisi makanan penuh.


"Ck, jangan. Ini pedas. Kalau kau mau lagi. Pesanlah". Sergah Regan menarik kembali piringnya.


"Daripada kau buang mending aku makan. Kau ini Tuan mentang-mentang kaya, suka sekali membuang makanan. Kau tidak tahu diluar sana banyak orang yang kekurangan makanan. Kau malah mubazir". Omel Echy.


Kelly, Faza, Ben dan yang lainnya tercengang melihat keberanian Echy pada Regan. Echy dan Regan seperti orang yang sudah lama kenal. Ben beberapa kali menelan salivanya padahal dia saksi bisu kisah cinta kedua orang itu.


"Pokoknya kau tidak boleh makan ini". Tegas Regan


"Jika kau tidak ingin aku memakan nya, maka kau malah lah". Gerutu Echy


Jadilah mereka berdua berdebat. Faza benar-benar mengangga dengan mulut terbuka lebar. Para karyawan yang lain juga menatap mereka. Bahkan banyak yang berbisik-bisik.


"Ini aku sudah makan". Ketus Regan memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.


Regan memutar bola matanya malas "Kau pasti suka kan melihatku ke pedesaan?". Regan memincingkan matanya kesal tanpa sadar


"Hahaha yaa kaku lucu dan juga menggemaskan Tuan. Coba kulihat". Tanpa sadar Echy menarik sudut bibir Regan "Ayo tersenyum Pepsodent Tuan". Echy menampilkan gigi putihnya agar Regan mengikuti senyumnya. Meski kesal Regan juga ikut menampilkan gigi nya


"Kau ini". Ketus Regan


"Kenapa kalian diam?". Tanya Echy heran.


Sejenak Echy sadar "Astaga".


Gadis itu menutup mulutnya dia melirik Regan. Begitu juga dengan Regan yang baru sadar dan Regan menatap sekeliling mereka dan benar saja mereka jadi pusat perhatian.


Sedangkan Echy melakukan hal yang sama. Dia kelepasan. Rasanya Echy ingin bersembunyi dibawah kolong jembatan menyembunyikan wajahnya.


Regan dan Echy sama-sama terdiam dan melanjutkan makan mereka. Suasana kembali canggung. Turun sudah wibawa Regan sebagai CEO ternama. Didepan Echy dia selalu menjadi dirinya sendiri dan seperti anak kecil.

__ADS_1


Kelly, Faza dan Ben juga melanjutkan makan mereka. Dalam hati Faza bertanya-tanya ada hubungan apaa Regan dan Echy terlihat ada kemistri diantara kedua orang itu.


Setelah jam makan siang. Echy, Faza dan Kelly kembali masuk kedalam ruangan mereka.


"Haiii kau Echy kan?". Seorang wanita cantik pakaiannya ketat dan menempel ditubuh seksinya


"Iya Nona. Kenapa?".


Wanita itu menatap Echy dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Echy dan Kelly saling melihat heran. Siapa wanita itu? Kenapa menatap nya sampai seperti itu?


Sementara Faza menunduk dan tidak berani menatap menatap wanita itu.


"Kenapa Nona?". Kelly juga heran


"Ada hubungan apa kau dengan Tuan Regan?". Tanya wanita itu menatap Echy sinis


"Tidak ada hubungan apa-apa". Jawab Echy jujur.


"Kuperingatkan sekali lagi yaaa. Aku adalah sekertaris Tuan Regan dan aku adalah calon istri nya. Jadi jangan berani mencari perhatian nya apalagi berharap dia jatuh cinta pada mu. Kau itu gadis lusuh". Dia menatap Echy dengan jijik.


Mata Kelly membulat sempurna. Tapi Echy santai saja bahkan saat wanita itu menghinanya dia biasanya.


"Sebaiknya anda lihat sendiri Nona seperti apa orang yang mencari perhatian itu. Saya sama sekali tidak mencari perhatian pada Tuan anda itu, saya juga tidak pernah berharap Tuan anda jatuh cinta pada saya. Saya sama sekali tidak tertarik dengan Tuan anda, karena dia bukan tipe saya". Santai Echy santai menatap wanita itu dengan senyuman mengejek. Selera Regan sungguh rendahan.


"Ibu sekretaris yang terhormat. Silahkan anda pergi dari ruangan saya. Karena saya ingin melanjutkan pekerjaan saya". Usir Echy


"Kau berani padaku_".


"Tidak. Saya tidak berani. Tapi selama anda menganggu ketenangan saya. Saya bukan hanya berani tapi saya juga bisa mengamuk". Ujar Echy.


Wanita itu meninggalkan ruangan Echy dengan wajah ditekuk kesal. Dia bahkan menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal.


"Chy kau berani sekali?". Kelly menatap tak percaya begitu juga dengan Faza.


"Kenapa harus takut? Memangnya dia pocong?". Celetuk Echy sambil duduk dikursi nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2