
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹
Regan menggendong Gian. Sementara tangannya yang satu mengenggam tangan Echy dan mengandeng tangan gadis itu agar sejajar dengannya.
Mereka menjadi pusat perhatian. Wajah Regan dan Gian memang tidak mirip. Tapi mereka seperti Ayah dan anak.
"Son kau ingin beli apa atau ingin makan?". Tanya Regan pada putra angkatnya.
"Gian ingin main sama Mommy". Jawabnya.
"Wahhh boleh sayang". Seru Echy sumringah.
"Yeessss main sama Mommy". Gian tak kalah girang. Keduanya bertos ria.
"No... No". Regan menggoyang kan jari telunjuknya.
Wajah Echy dan Gian langsung berubah. Sudah senang setengah mati. Malah dilarang lagi.
"Memangnya kenapa Kak?". Echy merenggut kesal.
"Tidak boleh sayang. Kau tidak boleh lelah. Biar aku saja yang main dengan Gian". Sergah Regan. Mana berani dia menyuruh Echy melakukan hal seekstrim seperti itu.
"Tapi Dad_".
"Tidak bisa Son. Mommy tidak boleh lelah. Gian mau Mommy sakit?". Pria kecil itu menggeleng "Kalau begitu Gian main sama Daddy saja yaa?". Rayu pria itu pada Gian.
"Iya Dad. Gian tidak mau Mommy sakit lagi kayak kemalin. Nanti Gian tidak ketemu Mommy lagi". Lirih pria itu.
Echy gemes sendiri melihat wajah cemberut Gian. Pria kecil ini sungguh tampan dan juga menggemaskan itu.
Mereka masuk kearea permainan. Disana banyak anak-anak yang juga ikut bermain bersama orangtua mereka.
"Sayang, tunggu disini yaaa. Aku main dulu sama Gian. Ingat jangan kemana-mana". Regan mendaratkan kecupan singkat dikening gadis itu.
"Kakak, malu dilihat orang apalagi didepan Gian". Protes Echy. Mereka jadi pusat perhatian.
"Aku tidak peduli sayang. Kau milikku". Regan malah menguap kepala gadis itu.
"Mommy, Gian mau cium juga".
"Boleh sayang".
"Stopp...Stoppp. Tidak boleh". Regan langsung menahan Gian yang hendak mencium kening.
"Kenapa Daddy?". Tanya Gian polos dan juga heran.
"Iya Kak kenapa?". Imbuh Echy juga heran.
"Tidak apa-apa. Ya sudah ayo Son, kita main". Regan mengandeng tangan Gian "Sayang tunggu ya. Aku tidak lama".
"Iya Kak".
__ADS_1
Tentu saja Regan tidak setuju jika Gian mencium Echy. Bagaimana pun Gian adalah laki-laki. Bagaimana kalau dia jatuh cinta pada Echy?? Regan takkan Sudi bersaing kembali. Pikirannya terlalu cemburu dan posesif.
Echy menatap punggung kedua orangtua itu. Regan dan Gian tampak sangat bahagia. Sebab begitu lama Regan koma dan Gian selalu bertanya dimana Daddy nya. Untung saja Echy yang memang jago acting itu selalu bisa menyakinkan Gian.
"Semoga Kakak selalu bahagia. Meski nanti aku akan pergi lagi Kak. Aku percaya orang sebaik Kakak akan bertemu jodoh yang baik". Gumam Echy.
Dia tidak tahu bagaimana hidupnya nanti akan terus berjalan. Mati memang belum tentu. Tapi jika Echy boleh jujur rasa sakit didalam tubuhnya membuatnya ingin menyerah dan pergi begitu saja. Apalagi setelah kemoterapi, daya tahan tubuhnya melemah. Kemoterapi membuat sebagian syaraf Echy serasa lumpuh.
"Mumpung Kak Regan lagi sibuk main sama Gian. Aku beli bobba saja. Sudah lama aku tidak minum, minuman kesukaanku itu". Echy tersenyum smirk.
Gadis itu berjalan pelan menjauhi kursi yang dia duduki tadi.
Echy mencari tempat Bobba. Dia benar-benar ingin sekali meminum Bobba. Apalagi siang-siang seperti ini pasti sangatlah segar.
"Paman, Bobba nya dia yaaa?". Pintanya.
"Iya Nona. Silahkan tunggu sebentar".
"Baik Paman".
Echy duduk sambil mengawasi sekitar nya. Takut jika Regan dan Gian menyusulnya. Kapan lagi coba dia bisa minum Bobba? Setiap hari selalu bersama Regan dan pria itu mengontrol semua makanan nya. Tidak boleh makan ini dan itu. Dia sungguh bosan.
"Ini Nona". Sang penjual memberikan dua cup Bobba pada Echy.
"Wahh terima kasih Paman".Gadis itu tersenyum empat lima saking senangnya.
"Ini Paman uangnya". Dia memberikan satu lembar uang seratusan.
"Untuk Paman saja".
Gadis itu menatap dengan lapar dua cup Bobba ditangannya. Dengan semangat luar biasa dia menyeruput sekali dua sedotan itu.
"Ahhh segarnya".
Dia sambil berjalan seperti anak kecil yang makan rakus. Benar-benar segar sekali.
"Aduhhhh". Echy tak sengaja menabrak sebuah benda karena saking asyiknya makan Bobba.
"Kalau jalan itu hati-ha_".
"Ehem".
Regan dan Gian sudah memasang wajah sanggar nya ketika melihat Echy makan Bobba, sampai dua lagi.
Echy hampir tersendak. Bobba ditangannya hampir saja jatuh ke lantai. Kalau jatuh bisa menangis tua dia memikirkan Bobbanya. Selain enak masih banyak lagi. Sayang kalau dibuang.
"Mommy". Gian melipat kedua tangannya didada "Kata Daddy, Mommy tidak boleh minum Bobba". Gian mengintrogasi Echy.
Echy menelan salivanya kasar. Kenapa dua pria ini kompak menunjukkan ekspresi wajah mereka. Gian yang biasanya imut juga jadi tegang seperti itu. Membuat Echy bergidik ngeri saja.
"Sedikit saja kok sayang". Echy cenggesan "Gian mau?". Tawarnya lebih tepatnya merayu. Sumpah Echy tidak rela berbagi Bobba itu dengan Gian.
__ADS_1
"Tidak mau". Gian menggeleng.
Regan melipat kedua tangannya didada. Dia menggeleng gemes melihat kekasih nya ini. Echy memang keras kepala dan hal itulah yang membuat Regan semakin mencintai Echy.
"Ayo sayang".
Regan membuka tong sampah dan meminta Echy agar membuang Bobba nya
"Kakak". Renggek gadis itu sambil menggeleng tidak mau.
"Cepat Mommy". Desak Gian
"Gian, sayang kalau dibuang. Kan tidak boleh mubazir". Dia menatap Regan dan Gian dengan tatapan memohon.
Regan tidak mau luluh. Ini demi kebaikan Echy. Tidak boleh Echy minum, minuman seperti itu.
"Cepat sayang. Atau kau mau aku cium". Regan mendekati gadis itu.
"Tidak". Echy menahan Regan dengan tangannya "Baiklah". Gadis itu memilih mengalah.
Echy menatap kasihan dua cup Bobba yang baru dia makan setengah itu. Masih banyak isinya.
Gadis itu memajukan satu tangannya. Jika dilepas pasti Bobba nya akan tumpah dan masuk kedalam kedalam tong sampah.
Dengan menutup matanya yang satu Echy membuang Bobba itu kedalam tong sampah. Rasanya dia ingin menangisi Bobba itu.
"Yang satu nya lagi sayang". Seru Regan
Echy menatap lama Bobba ditangannya. Secepatnya kilat dia menyeruput isinya.
"Sayang".
"Mommy".
Echy langsung melempar cup Bobba itu kedalam tong sampah.
"Sudah ku buang". Dia menunjukkan tangannya yang kosong.
Regan menggelleng gemes sambil tersenyum jahil.
Dia mendekati Echy dan mengusap bibir gadis itu yang blepotan.
Takkkk
"Awwwwwwww". Rintih Echy saat Regan menjitak keningnya.
"Jangan suka melawan sayang. Ini yang terakhir kali. Kalau masih lagi berani minum Bobba. Aku akan mengurung mu kedalam kamar seharian". Ancam pria itu memijit hidung Echy dengan gemes.
"Kakak". Echy mendengus kesal sambil mengusap hidungnya "Jahat". Cibir gadis itu.
Regan malah tak ledui
__ADS_1