
Happy Reading 🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹.
Lima tahun kemudian.........
"Mommy".
"Anza jangan teriak-teriak Nak". Ucap seorang wanita cantik menyambut pelukkan putranya.
"Mommy, Anza sudah bisa buat gambal sama Kak Gian". Ujarnya dengan bangga menunjukkan gambar ditangannya
"Wahh bangus ya Nak". Serunya "Anza pintar dehhh sama seperti Mommy nya. Sudah cantik. Baik hati. Paket kuota lahhh".
"Paket komplit Mommy". Ralat Gian menghampiri kedua orang itu.
Wanita itu cenggesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Bagaimana dengan sekolahmu Nak?". Wanita itu menyambut uluran tangan Gian.
"Sehat Mommy". Sahut Gian tersenyum menampilkan rentetan gigi putihnya.
"Alah, kau sama saja seperti Kak Dae". Ketusnya.
Gian terkekeh pelan. Seiring waktu berjalan. Perlahan semua berubah. Gian pria kecil itu kini berusia sepuluh tahun dan dia tumbuh menjadi pria yang cerdas. Wajah tampan dan dinginnya juga sudah terlihat. Sampai hari ini dia tidak tahu jika kedua orangtuanya sudah meninggal.
"Kalian lapar tidak?".
"Lapal Mommy". Jawab Anza
"Lapar Mom". Sahut Gian.
"Ayo".
Wanita itu menggandeng tangan kedua putranya. Rambut panjang menjuntai ke punggung nya. Seiring waktu berjalan akhirnya rambutnya tumbuh lagi. Tentu saja dengan obat penumbuh rambut.
"Kak Gian. Kak Anza". Sapa gadis kecil berusia empat tahun.
"Jangan peluk-pekuk Gita". Cegah Gian saat gadis kecil itu ingin memeluknya.
"Hiks Kak Gian jahay". Ucapnya.
"Gian tidak boleh seperti itu Nak". Wanita itu menggeleng "Sini Gita sama Aunty". Wanita itu memeluk gadis kecil yang tengah menangis.
"Hikks Aunyy, Kak Gian jahay sama Giya. Jahay-jahay hiks hiks". Dia memeluk wanita itu sambil menangis.
"Gian minta maaf ya Nak".
Bocah itu merenggut kesal. Anggi memang manja dan suka memeluknya. Gian tidak suka dipeluk. Dia sudah besar bukan anak kecil lagi.
"Maaf". Ketus Gian menjabat tangan Gita.
Regan dan Dae yang sudah menunggu dimeja makan hanya bisa geleng-geleng kepala. Gian ini memang paling beda. Diusia beli saja, cuek dan dinginnya sudah terlihat. Entah bagaimana jika dia besar nanti.
"Anza, mau makan sama Mommy atau Daddy". Echy mengambilkan makanan untuk putranya.
Mereka makan siang bersama. Setiap jam makan siang, Regan dan Dae akan pulang ke Mansion nya untuk makan bersama istri dan anak-anaknya.
"Siang semua".
Dengan jas dokter kebanggaan nya serta kecamata tebal yang bertengger dihidung mancungnya. Setelah lima tahun dia sudah berhasil menyandang gelar dokter umum. Dan sekarang sedang mengambil spesialisasi jantung.
Rein juga sudah berhasil membangun rumah sakit milik nya. Tentu dengan bantuan Regan dan Dae yang seorang sultan.
__ADS_1
"Siang Rein". Balas semuanya.
"Siang Uncle Rein". Sapa Gian.
"Siang Gian". Rein duduk disamping Gian
Domain dan Ellena tersenyum simpul dan bahagia. Dia masa tua mereka masih diberikan kesempatan untuk melihat anak dan cucu-cucu nya tumbuh. Meski sebelumnya banyak drama yang mereka lewati.
Echy dan Kelly melayani keluarga mereka. Kedua wanita yang sudah menjadi Ibu itu tetap cantik diusia tiga puluh tahun. Cantik dan juga berwibawa.
Setelah perjalanan lima tahun. Echy dinyatakan sembuh total dari penyakit kanker getah bening yang menggerogoti tubuhnya. Tentu dengan pengobatan yang intensif.
Regan menyewa dokter terbaik, Echy melalui beberapa perawatan medis yang tentu memakan uang dan waktu. Dan semua tak sia-sia. Meski perjuangan Regan tak mudah tapi dia berhasil menyembuhkan istri nya
Regan merasakan kebahagiaan yang tak pernah dia rasakan. Dua orang yang begitu berarti dalam hidupnya, Regan benar-benar kedua orang itu seperti menjaga telur yang takut jatuh dan pecah. Karena ketika jatuh dan lepas tidak akan bisa diperbaiki atau dibuat bulat seperti sedia kala.
Mereka tetap tinggal satu rumah di Mansion mewah Regan. Meski awalnya Regan ingin mengajak Kelly dan Gita tinggal dirumah mereka. Namun Echy bersikeras menahan Kakak nya itu agar tetap tinggal bersamanya.
Mansion ini sangat besar dan juga mewah. Jadi mampu menampung banyak keluarga.
.
.
.
.
Semua orang tampak disibukkan dan menyiapkan makanan serta menata dekorasi.
Hari ini adalah ulangtahun putra pertama Regan dan Echy. Rayyanza Walkie atau yang biasa di panggil Anza. Bocah kecil dan tampan itu hari ini genap berusia lima tahun.
"Echy".
"Kak Deska". Kelly memberikan pelukan hangat pada wanita itu.
"Selamat ulang tahun untuk putramu yaaa".
Balas Deska.
"Terima kasih Kak". Echy tersenyum "Terima kasih Kak Sean sudah datang". Ujar Echy.
"Sama-sama Echy. Bagaimana keadaanmu??". Tanya Sean. Sekarang Echy sudah seperti adiknya sendiri.
"Sehat Kak".
"Aunty Echy. Ini buat Gian". Tiffany. Putri kecil Deska dan Sean.
"Wahh apa isi nya ya? Terima kasih cantik". Echy berjongkok menyamakan tingginya dengan gadis kecil itu.
"Sama-sama Aunty". Seru Tiffany
"Sayang Aunty dulu dong".
Cup cup cup cup cup cup
Gadis kecil itu menghujani wajah Echy dengan banyak ciuman.
Echy terkekeh kelly ketika benda kenyal tak bertulang itu menempel dipipi cantiknya.
"Sean".
__ADS_1
"Regan. Dae".
Ketiga Ayah itu berbincang-bincang. Dulu mereka sempat berkonflik karena banyak dan lain hal. Tapi sekarang mereka bersahabat.
Para wanita berkumpul Echy, Kelly dan Deska. Ketiga wanita cantik yang dinikahi oleh para CEO tampan itu tampak asyik bercerita sambil tertawa tanpa beban. Maklum kalau Ibu-ibu yang berkumpul pasti tidak lain tidak bukan, kalau tidak bergosip ya membahas fashion.
"Kak Rein".
Rein menoleh. Pria tu sejenak mematung ditempatnya. Melihat gadis yang dulunya kecil. Kini tumbuh menjadi wanita cantik.
"Dil". Senyum Rein mengembang.
Dilsa menghampiri Rein malam ini Dilsa sangat cantik. Gaun itu melekat ditubuh munggilnya. Senyumnya manis dengan rambut panjang yang menjuntai ke punggung nya.
"Cantik". Puji Rein tanpa sadar.
"Baru sadar ya Kak?". Dilsa terkekeh.
Acara dimulai. Anza pria kecil berusia lima tahun. Wajahnya sangat mirip Regan kecil. Begitu juga dengan kepribadian nya sudah terlihat dingin dan cuek. Benar-benar cuplikan Regan. Dan Anza akan menghangat jika bersama kedua orangtuanya.
"Happy birthday Anza. Happy birthday Anza. Happy birthday. Happy birthday. Happy birthday Anza".
Echy, Gita dan Tiffany yang paling heboh sambil bertepuk tangan.
"Kita hitung sama-sama yaaaa?". Seru Echy.
Satu... Dua... Tiga
"Wuuuuhhhhhh". Anza meniup lilin itu.
"Yeeeeeeeiii". Suara tepuk tangan menggema.
Regan menggeleng melihat istri nya uang seperti gadis remaja saja. Echy paling heboh. Menyiapkan ulang tahun putranya saja sudah berminggu-minggu yang lalu. Dia lupa jika suaminya itu kaya yang bisa membuat pesta hanya dengan jentikkan jari. Tapi ya namanya Echy, Regan takkan menang jika berdebat dengan istrinya. Regan hanya tidak mau, Echy kelelahan dan jatuh sakit lagi.
"Potong kue nya Son". Echy memberikan pisau kecil dan piring kecil pada putranya.
"Mommy, Daddy bantu. Kuenya besal Anza tidak tahu potongnya".
Regan dan Echy terkekeh pelan. Kedua orang tua itu membantu putra semata wayangnya untuk memotong kue ulangtahun yang memang ukurannya besar
Echy tidak bisa lagi melahirkan karena ketika operasi rahimnya langsung dibalik.
Suapan pertama Anza berikan pada Echy.
"Selamat ulang tahun Spiderman nya Mommy". Echy mencium kening putranya.
"Telima kasih Mom". Anza membalas ciuman Echy dipipi.
"Selamat ulang tahun jagoan Daddy. Calon penerus Daddy". Ucap Regan juga mengecup kening putranya.
"Telima kasih Daddy". Sahut Anza membalas ciuman Regan.
Semua orang tampak bahagia. Domain dan Ellena juga terlihat bahagia. Keduanya memutuskan tinggal di Indonesia bersama anak dan cucu-cucu nya.
Ben dan Rio ikut terlihat bahagia. Asisten yang masih jomblo itu juga masih tetap setia dengan para Tuan mereka.
TAMAT
(Regan Walkie Domain)
Perjuangkan jika cinta. Pertahankan jika cinta. Jangan pernah menyerah jika cinta. Lakukan segala nya dengan cinta. Maka semua akan berakhir bahagia.
__ADS_1
(***Rexy Viollitha)
Jika dia cinta dia tidak akan pergi. Jika dia cinta dia tidak akan menyerah. Jika dia cinta dia akan bertahan. Dia mencintai mu akan selalu menemukan satu alasan untuk bertahan meski ada seribu alasan yang akan membuatnya menyerah***.