Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Bertemu Jerry Miller


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Regan menepuk-nepuk lengan Echy yang melingkar ditangan kekarnya. Dia tersenyum hangat melihat gadis itu tampak gugup sekali.


"Jangan takut sayang. Aku bersamamu". Bisiknya tersenyum halus.


Echy mengangguk dan memaksakan senyum. Dia tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaan nya. Jujur saja ada sedikit ketakutan dihati gadis itu. Paman nya adalah orang jahat bagaimana jika usaha mereka gagal nantinya?


Regan membawa Echy masuk kedalam gedung Perusahaan milik Jerry Miller. Lebih tepatnya, perusahaan milik Adam.


Echy menatap interior gedung itu. Bayangan sang Ayah masih terpatri diotaknya. Disini dia banyak menghabiskan waktu dan membantu Ayahnya itu dalam menjalankan bisnis. Swjak duduk dibangku kuliah dia sudah terlatih dalam bekerja.


Adam tidak hanya sebagai Ayah bagi Echy. Tapi juga guru dan pelatih. Didikkan Adam membuatnya tumbuh menjadi wanita yang kuat dan cerdas serta memiliki banyak ambisi.


"Silahkan masuk Tuan Regan". Sekretaris Jerry mempersilahkan Regan dan Echy masuk. Ben mengekor dari belakang.


Regan dan Echy masuk tanpa mengucapkan kata terima kasih pada sekretaris itu.


"Selamat siang Tuan Regan. Nona Echy. Silahkan duduk ".


Jerry bangkit dari duduknya dan menyambut kedua orang itu dengan senyuman hangat. lebih tepatnya senyuman licik.


Regan hanya mengangguk dan membawa Echy duduk disoffa.


Jerry tersenyum manis pada Regan. Regan adalah pengusaha nomor satu. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri baginya bisa bertemu dan bekerja sama dengan CEO ternama itu.


"Ada apa Tuan datang menemui saya? Apa ingin membahas kerjasama kita?". Ucap Jerry percaya diri.


Regan hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi. Dia sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan Jerry.


"Ben".


Ben maju dengan membawa sebuah map lalu memberikan nya pada Jerry.


"Apa ini Tuan?". Regan tetap tak menjawab.


Jerry membuka map itu dengan penasaran. Apa isinya? Tentu saja dia bingung.


Mata Jerry membulat sempurna "Tuan ini apa maksud nya? Bagaimana bisa perusahaan saya beralih nama menjadi nama Rexy Viollitha?". Protes Jerry


"Jangan percaya diri Paman. Perusahaan ini bukan milikmu. Ini milik Ayah dan kau yang mengambilnya". Echy menatap Jerry dengan tatapan tajam tangannya terkepal sangat kuat.


"Apa yang kau bicarakan Echy? Ayah mu sendiri yang memberikan perusahaan ini pada Paman". Sergah Jerry tak terima. Padahal dia berusaha menutupi kegugupannya.


"Ben".


Ben maju lagi dengan iPad ditangannya. Dia menujukkan sebuah video pada Jerry.

__ADS_1


Jerry mengangga tak percaya. Bagaimana bisa mereka mendapat video itu. Bukankah semua videonya sudah dihapus? Tapi kenapa bisa ada disana?


"Paman yang merebut harta kedua orangtuaku. Paman juga yang sudah membunuh Ayah dan Bunda". Bentak Echy dengan amarah. Gadis itu sampai berdiri "Paman benar-benar jahat. Paman merebut semua kebahagiaan ku. Demi uang, Paman tega membunuh Ayah. Apa salah Ayah?". Gadis itu berteriak sambil menunjuk wajah Jerry


Setelah melakukan penyelidikan. Regan dan Dae berhasil menemukan bukti bahwa orangtua Echy bukanlah mati karena serangan jantung, tapi memang dibunuh oleh Jerry. Jerry tega membunuh adik nya sendiri demi harta dan ketenaran, meski itu bukan adik kandung nya


Regan benar-benar geram dengan perbuatan Jerry. Dari awal dia memang tidak menyukai Paman kekasihnya itu, terlihat bahwa pikiran orangtua itu tidak baik.


Jerry tersendak. Semua kedoknya terbongkar. Bagaimana bisa? Dia sudah membayar polisi dengan mahal agar kasus ini tidak bisa diproses meski ada yang berusaha memuntaskannnya.


"Apa maks_".


"Angkat tangan".


Tiga orang polisi masuk kedalam ruangan Jerry. Mereka langsung menodongkan senjata kearah Jerry.


"Apa-apaan ini? Siapa yang menyuruh kalian masuk?". Jerry berjalan mundur sambil mengangkat tangannya.


"Dasar gadis brengsekkkk. Lihat saja nanti pembalasanku". Tatap Jerry tajam pada Echy yang juga menatapnya dengan tajam.


Jerry mengambil pas buka dan hendak melepar kearah Echy.


Dorrrrrrrrrrrrrrr


"Arghhhhhhhhh".


"Tangkap dia". Suruh sang komandan


"Baik Komandan".


Mereka menyeret Jerry dengan paksa yang sudah merintih dan berteriak kesakitan. Peluru itu mengenai tulang kakinya.


"Anda baik-baik saja Nona?". Tanya sang komandan pada Echy


Echy hanya mengangguk dalam pelukkan Regan.


"Terima kasih Pak". Ujar Regan


"Kalau begitu saya permisi".


Regan membalas dengan anggukan. Dia memenangkan Echy yang menangis didalam pelukkan nya.


"Ben urus semuanya. Suruh Dae memasukkan wanita itu kedalam penjara bersama Ayah nya". Tintah Regan


"Baik Tuan".


Regan membenamkan kepala Echy didada bidangnya. Gadis ini tidak boleh berpikir keras itu akan bahaya untuk kesehatan nya.

__ADS_1


.


.


.


.


Dae mengembuskan asap rokoknya keatas hingga membentuk gumpalan.


Dia menatap Dea yang seperti orang gila. Penampilan nya acak-acakan. Wajahnya lebam. Tubuhnya kurus tak terurus.


"Apa kabar sayang?". Dae tersenyum licik "Apa kau suka dengan tempat ini? Ehem sebentar lagi aku akan memindahkan mu ketempat yang jauh lebih baik. Dan selamat kau sudah bebas dari hukumanku". Dae tersenyum licik.


Dea menatap Dae tak percaya. Benarkah dia dilepaskan oleh pria itu. Atau hanya sebuah mainan saja.


"Tapi sebelumnya. Aku ingin melihat kehancuran mu berkali-kali lipat, Dea". Dae membuang puntung rokok nya "Kau sudah menyakiti adikku. Kau menamparnya. Kau membuatnya hampir kehilangan nyawa dan kau adalah penyebab penderitaan nya". Tatap Dae tajam.


"Rio".


Rio masuk bersama seorang pria berbadan besar. Wajahnya sanggar dan menyeramkan. Tato-tato terlihat diotot tangannya. Kepala nya botak menyeramkan.


"Iya Tuan?".


Rio mendekat kearah Dae dan siap melaksanakan perintah Tuan-nya itu.


"Suruh dia memperkosa wanita ****** ini. Ambil video nya dan sebar kan ke media sosial. Setelah itu bawa dia ke kantor polisi". Dae berdiri


"Baik Tuan".


Dae berjongkok menyamakan tinggi nya dengan Dea. Tak ada lagi sedikit cinta pun untuk wanita itu.


"Dae aku mohon jangan lakukan itu Dae. Aku mohon. Maafkan aku". Dea menangis histeris.


"Ehem, kau takut sayang? Bukankah kau memang sudah biasa menjajakan tubuhmu pada semua pria?". Dae menatap Dea dengan jijik.


Pria itu berdiri dan keluar bersama Rio. Tak lupa Rio sudah memasang kamera untuk merekam Dea.


Pria bertubuh besar itu menatap Dea dengan lapar. Wanita ini sudah tidak asing lagi, dia sering melihat wanita ini di club malam.


Pria itu membuka bajunya. Dia tersenyum haus melihat tubuh Dea. Meski wanita ini luka-luka dan penampilan nya berantakkan tapi dia tetap cantik.


Sementara Dea meringguk sambil berteriak ketakutan. Sangat takut. Sumpah Dea benar-benar menyesal telah berurusan dengan Dae. Pria itu sangat kejam lebih kejam dari Mafia. Tak segan-segan Dae membalaskan dendam nya pada orang-orang yang sering mengusik hidupnya.


Pria itu menarik tubuh Dea dengan kasar. Dia merobek pakaian Dea.


Dea berusaha menutupi tubuh nya dengan tangan nya, tidak. Tidak. Dia tidak mau melayani pria itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2