
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Dae dan Rein sedang sarapan berdua. Dirumah sebesar itu hanya dihuni oleh mereka dan beberapa pelayan yang bekerja disana.
"Kak bagaimana kabar Kak Echy?". Rein memang jarang berkomunikasi dengan Echy lantaran dia yang sibuk dengan kegiatan kampusnya. Saat ingin menghubungi Echy biasanya kakaknya itu sudah istirahat.
"Dia baik-baik saja Rein". Jawab Dae yang tidak mau membuat Rein khawatir "Bagaimana kuliahmu?". Dia meneguk air dalam gelasnya.
"Seperti biasa Kak". Rein menghela nafas panjang "Setelah ini aku ingin spesialis kanker. Tapi aku juga ingin membangun rumah sakit? Apa bisa dikerjakan bersamaan?". Desah pria berkacamata tebal itu.
"Tentu saja bisa Rein. Kakak akan membantu". Senyum Dae
"Terima kasih Kak".
Sama seperti perlakuan Dae pada Echy, begitu juga dengan Rein. Dia sangat menyanyangi Rein. Mereka selalu saling mendukung dalam suka mau pun duka.
"Selamat pagi semua".
Kelly berjalan dengan sumringah dengan menggandeng tangan Gian.
"Pagi Kak".
Dae cuek-cuek saja dan melanjutkan makannya.
"Selamat pagi Kakak tampan". Kelly main duduk-duduk saja disamping Dae dan diikuti oleh Gian
"Pagi". Ketus Dae
Rein hanya geleng-geleng kepala gemes. Padahal Dae terlihat menyimpan rasa pada Kelly. Tapi kenapa pria itu gengsi setengah mati. Kalau Kelly tidak ada dia mencari kemana-mana. Tapi saat ada Kelly cuek-cuek bebek saja. Sampai Dae meminta Kelly dan Gian untuk tinggal bersamanya dan Rein.
"Gian mau disuapi atau makan sendiri?". Kelly mengoles beberapa rotinya
"Makan sendiri saja Aunty". Jawab pria kecil itu tampak tak sabar untuk menyantap roti ditangan Kelly
"Ini sayang".
"Terima kasih Aunty".
Gian melahap dua lembar roti itu. Sejenak pria kecil itu terdiam sambil mengunyah roti didalam mulutnya.
"Gian kenapa?". Tangan Dae terulur mengusap kepala Gian
"Kenapa Daddy dan Mommy tidak pulang-pulang, Uncle? Katanya hanya sebental, tapi kenapa belum pulang?". Ucap pria kecil itu sendu menatap Dae.
__ADS_1
Dae, Rein dan Kelly sejenak terdiam. Gian adalah bocah yang masih polos tentu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
"Mommy_".
"Mommy baik-baik saja kan Uncle? Gian lindu Mommy. Gian ingin beltemu Mommy. Gian ingin peluk Mommy". Lirih Gian. Bocah itu tampak tak mampu menahan air matanya.
"Gian". Kelly meletakkan rotinya dan merengkuh tubuh pria kecil itu "Gian tidak boleh menangis yaaa? Mommy baik-baik saja kok". Ucap Kelly menenangkan.
"Hiks, kalau Mommy baik-baik saja kenapa tidak pelnah telpon Gian? Gian ingin dengal suala Mommy, hiks".
Dae menghela nafas panjang. Kondisi Echy disana drop total. Bagaimana mungkin Dae menjelaskan kondisi Echy? Bahkan Rein dan Kelly saja tidak tahu kondisi Echy. Karena Regan melarang Dae untuk memberitahukan kepada kedua orang itu.
"Kak, telpon saja Echy. Kasihan Gian. Aku juga belum dengar kabar Echy". Saran Kelly sambil mengusap kepala Gian.
"Echy dan Regan sedang honeymoon tidak mungkin menganggu mereka". Jawab Dae asal.
Rein menatap Dae penuh selidik. Seperti nya ada yang disembunyikan Dae tentang Kakak nya. Terlihat dari wajah sendu Dae saat membahas Echy dan Rein yakin jika sekarang ada sesuatu yang tidak beres dengan Echy.
"Son". Dae berjongkok menyamakan tingginya dengan Gian "Jangan sedih yaa. Nanti Uncle akan ajak Gian ke Amerika. Mau?".
"Mau mau". Gian mengusap air matanya "Janji". Dia mengaitkan jari Kelingking nya dengan Gian
"Janji".
Dae dan Kelly menjadi orangtua pengganti untuk Gian. Keduanya kompak menjaga bocah tampan itu. Apalagi sejak Ellena dan Domain kembali ke Inggris membuat keduanya harus ekstra menjaga Gian yang setiap bangun mencari Regan dan Echy.
"Kak".
"Iya?". Dae melirik Kelly "Ada apa?". Tanyanya
"Echy baik-baik saja kan Kak?". Kelly menatap Dae curiga "Jangan sembunyikan apapun padaku Kak. Aku berhak tahu kondisi Echy. Dia saudara dan sahabat ku". Ujar Kelly.
"Echy baik-baik saja. Tidak perlu khawatir". Kilah Dae yang masih belum siap mengatakan kondisi Echy yang sebenarnya.
Kelly tak lagi bertanya-tanya. Gadis itu menatap kosong keluar jendela mobil. Tanpa Echy rasanya hampa. Rindu dengan panggilan cinta dan sayang. Rindu membuat kerusuhan bersama. Rindu dengan kemanjaan Echy.
Sampai digedung pencakar langit. Rio turun duluan membuka pintu untuk Dae. Sementara Kelly turun sendiri tanpa menunggu Rio.
Mereka berjalan masuk. Seperti biasa tatapan kagum dilontarkan pada Dae. Namun ada beberapa yang selalu iri melihat keakraban Dae dan Kelly.
"Pagi Tuan Dae". Sapa Joshua. Manager muda dan tampan.
Dae tak merespon dia malah memasukkan kedua tangannya disaku celananya.
__ADS_1
"Pagi Kelly". Sapa Joshua.
"Pagi Josh". Balas Kelly. Mereka seusia dan terlihat serasi.
"Makan siang bersama. Mau?". Tawarnya
"Wahh boleh". Tentu saja Kelly senang. Pria tampan seperti Joshua incaran para wanita di kantor ini.
"Mau makan siang dimana?". Tanya Joshua tersenyum hangat. Dia berdiri disamping Kelly dibelakang. Sementara didepan Dae berdiri dengan wajah malas.
"Dimana saja boleh". Sahut Kelly.
Pintu lift terbuka. Mereka keluar dari lift.
Kelly terus menggobrol dengan Joshua. Keduanya terlihat akrab dan nyambung satu sama lain.
Wajah Dae sudah memerah. Pria itu berjalan duluan tanpa menunggu Rio dibelakang nya. Sementara Kelly yang memang tidak tahu dia tidak mau tahu dan malah asyik mengobrol dengan Joshua.
"Aku kembali keruangan dulu". Pamit Kelly.
"Iya Kel. Aku juga mau kembali ke ruangan. Sampai ketemu nanti siang". Joshua melambaikan tangannya pada Kelly.
Kelly menghidupkan komputer nya. Gadis ini memang tidak secerdas Echy tapi jika masalah pekerjaan dia adalah orang yang kompeten.
"Permisi Nona Kelly".
"Iya ada apa?". Tanya Echy ketus. Apalagi wanita itu memakai baju seksi.
"Maaf Nona saya ingin bertemu Tuan Dae untuk meminta tanda tangan". Ujar wanita itu tersenyum.
Kelly mendelik kesal. Ini pasti akal-akalan wanita ini ingin mendekati Dae.
"Biar aku saja". Kelly merampas berkas itu dari tangan wanita seksi yang didepannya.
"Tapi Nona_".
"Kenapa? Keberatan? Sama saja kan?". Ketus Kelly "Sudah sana. Nanti aku antar ke ruangan mu". Usirnya. Enak saja ingin mendekati Dae apalagi pakaian wanita itu seperti mengundang nafsu pria saja.
"Baik Nona". Dalam hati sudah menyumpahi Kelly.
Kelly mencebik menatap punggung wanita itu. Semua karyawan Dae selalu begitu ingin meminta tandatangan padahal ingin cari perhatian. Memakai pakaian ketat agar Dae terpesona. Awas saja kalau Dae terpesona, Kelly akan membuat gedung ini rata dengan tanah.
"Dasar wanita genit". Cibir wanita itu "Baju saja seperti kurang ukuran? Apa tidak risih memakai baju seperti itu?". Kelly geleng-geleng kepala "Kelamaan berteman dengan Echy aku jadi terbiasa menjadi wanita sopan". Kelly terkekeh pelan.
__ADS_1
Bersambung.....