
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Kak ini bagaimana?". Tanya Echy sambil menunjuk gaun yang sudah dia pakai.
Regan mencebik "Tidak cocok". Enak saja Echy memakai baju yang belahannya terlihat.
"Ck, Kak aku sudah beberapa kali ganti baju. Kau ini kenapa tidak ada yang cocok sih?". Gerutu Echy.
"Biar aku pilihkan sayang".
Regan mengandeng tangan istrinya menuju walk in closet.
"Pakai ini saja". Regan memberikan satu baju pilihan nya.
"Kak, ini baju apa?". Protes ini.
"Pakai ini sayang". Tegas Regan "Ayo cepat, nanti kita terlambat". Perintah Regan terkekeh pelan.
Meski mengerutu dan protes serta mengomel wanita hamil berkepala plontos itu tetap memakai baju pilihan suami nya. Usia kandungan nya memasuki bulan kelima, sehingga sudah terlihat lebih besar.
Echy memakai baju pilihan Regan. Meski tak sesuai selera nya tapi dia tidak bisa membantah. Apalagi suaminya itu paling rewel jika masalah pakaian.
"Nah begini kan cantik". Regan tersenyum sumringah sambil memperbaiki gaun istrinya yang sedikit bergeser.
Echy memutar bola matanya malas. Cantik dari mana.
"Ayo sayang. Pelan-pelan jalannya". Regan mengandeng tangan wanita hamil itu.
Hari adalah pernikahan Dae dan Kelly. Tentu saja acaranya mewah. Apalagi Kelly adalah keluarga kaya yang sangat berpengaruh di Inggris. Dan Dae juga pengusaha ternama yang masuk dalam pengusaha muda yang kaya raya.
"Apakah sakit sayang?". Regan mengenggam tangan istrinya didalam mobil.
"Tidak Kak. Aku menikmati nya". Echy merebahkan kepalanya di bahu Regan
Regan tersimpul hangat, dia paling suka saat Echy bermanja-manja padanya. Dia mengusap kepala wanita itu.
Echy memejamkan matanya meresapi setiap perasaan nyaman bersama suaminya, Regan. Entah kapan usia akan menjemput nya pergi. Echy ingin Tuhan memberinya satu kesempatan untuk bertahan hidup setidaknya sampai anaknya lahir nanti.
Regan turun duluan dari mobil lalu mengitari mobil dan membuka pintu mobil untuk istrinya.
"Silahkan Tuan Putri". Godanya sambil mengulurkan tangannya
"Terima kasih Pangeran". Senyum Echy menyambut tangan Regan
Kedatangan Regan dan Echy disambut hangat oleh keluarga besar Kelly dan Dae.
Bidikkan kamera saling bersautan dan berlomba-lomba memotret pasangan yang tengah viral itu.
"Mommy. Daddy". Teriak Gian.
__ADS_1
"Gian".
Pria kecil itu berhambur kearah Regan dan Echy. Regan menyambut Gian dengan pelukkan hangat.
"Apa kabarmu Son?".
"Baik Dad". Senyum Gian sumringah.
Regan dan Echy naik keatas pelaminan menghampiri Dae dan Kelly yang tampak gagah dan cantik dengan balutan gaun pengantin mahal.
"Hikkssss Cinta". Echy memeluk Kelly.
"Sayangku". Kelly membalas pelukkan sahabat nya.
"Hikss selamat Cinta, akhirnya kau laku juga". Ujar Echy
Kelly melepaskan pelukannya "Ck, memangnya aku turun pasaran yang tak akan laku?". Kelly memincingkan matanya kesal.
Echy cenggesan senang sekali menggoda sahabatnya ini.
"Jaga Kakak ku yang paling tampan ya Cinta". Echy kembali memeluk kelly dengan sayang. Sekarang mereka iparan.
"Pasti Cinta. Aku juga titip Kak Regan ya Cinta. Semoga kalian bahagia". Ucap Kelly.
"Terima kasih Cinta".
"Kak Dae".
"Echy".
Echy berhambur memeluk Kakak nya itu. Dia turut bahagia jika Dae menemukan cintanya dan Echy bersyukur orang itu adalah sahabat nya sendiri, Kelly.
"Selamat ya Kak. Kakak harus bahagia".
"Pasti sayang". Dae mengecup kepala Echy tanpa peduli dengan tatapan horor Regan.
"Apa dia baik-baik saja disana?". Dae melepaskan pelukannya.
"Dia sehat-sehat Kak". Senyum Echy.
Regan juga turut memberikan salam kepada kedua orang itu.
"Aku titip Kelly. Jaga dia".
"Pasti".
Acara cukup panjang. Banyak tamu undangan rekan bisnis Dae yang berdatangan.
"Sayang duduk sini, jangan berdiri". Regan membawa istrinya duduk dikursi VVIP.
__ADS_1
"Selamat malam Tuan Regan". Sapa rekan bisnis nya
"Malam". Ketus Regan
Regan semakin mencebik kesal saat para lelaki menatap istrinya dengan damba.
Bagaimana tidak sejak Echy hamil kecantikan calon Ibu itu bertambah kali lipat ganda. Bahkan sangat cantik. Ingin rasanya Regan menyembunyikan dan mengurung Echy di kamar agar tidak ada yang menikmati kecantikan istrinya itu.
"Sayang kita pulang ya? Kau tidak boleh capek".
"Tapi Kak, ini belum sel_".
"Mataku mengangguk sayang. Ayo pulang".
Echy tak bisa membantah lagi. Suaminya itu benar-benar keterlaluan. Acara sedang berlangsung dan belum selesai. Regan sudah mengajak Echy pulang. Alasan nya ini dan itulah. Padahal dia hanya cemburu istrinya dilirik orang lain.
.
.
.
.
"Dil".
Rein duduk disamping Dilsa.
"Kak". Gadis itu tersenyum lembut.
"Minum". Rein memberikan sebotol air mineral.
"Terima kasih Kak". Dilsa menunggak air didalam botol itu karena jujur saja dia benar-benar haus.
"Bagaimana keadaan Ibu?".
"Sehat Kak". Jawab Dilsa.
Sejenak keduanya terdiam. Kehidupan Dilsa berubah seratus delapan puluh derajat sejak Deska menikah dengan Sean.
"Dil".
"Iya Kak?". Dilsa melirik Rein "Ada apa Kak?". Tanya Dilsa.
Rein menggeleng "Makan siang yuk. Hari ini Kakak yang traktir". Rein berdiri
"Wahh boleh". Seru Dilsa semangat.
Bersambung..
__ADS_1