
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Echy tersadar dia langsung melepaskan pelukan Regan dengan paksa. Gadis itu menyeka air matanya kasar.
"Biar aku obati Echy". Regan mengulurkan tangannya dan hendak mengusap pipi gadis itu.
"Jangan sentuh aku". Bentak Echy. Echy menatap Regan dengan penuh kebencian "Jangan pernah ganggu aku lagi dan jangan pernah datang dikehidupan aku lagi. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali padamu". Tegas Echy menatap Regan dingin.
Hari Regan mencelos sakit. Dia menatap Echy seakan meminta belas kasihan.
"Echy maafkan aku. Aku terpaksa meninggalkan mu. Aku terpaksa Echy. Aku tidak punya pilihan". Ucap Regan menatap Echy dengan permohonan.
"Dan pilihannya adalah meninggalkan aku?". Echy menatap Regan sinis "Mulai sekarang hiduplah masing-masing. Kisah kita sudah lama usai sejak lima tahun lalu. Jadi aku mohon jangan berharap untuk mengulang kisah yang sama".
Echy meninggalkan Regan yang masih mematung. Pria itu seakan ingin mengejar Echy tapi kakinya tak bisa bergerak apalagi mendengar perkataan Echy yang menyuruhnya pergi dan tidak mau melihatnya lagi.
Echy melambai taksi yang lewat. Gadis itu langsung masuk kedalam taksi. Takut jika Regan mengejar nya. Untungnya pria itu tidak mengikutinya.
Echy mengambil kaca kecil dalam tasnya. Gadis itu menatap pantulan dirinya, dia menyentuh sudut bibirnya yang terlihat membiru akibat pukulan dan tamparan Dea.
"Awww". Gadis itu meringgis kesakitan.
"Anda baik-baik saja Nona?". Supir taksi itu melirik Echy dikaca mobil.
"Iya Paman". Sahut Echy menyimpan tasnya.
"Kenapa anda terlihat berantakan sekali Nona?". Ujar supir taksi itu menatap Echy kasihan. Tanpa Echy ketahui jika supir taksi itu adalah pengawal bayangan Regan.
"Tadi aku sedang main petak umpet. Ehh tidak sengaja terbentur meja". Sahut Echy asal sambil memperbaiki rambutnya yang berantakan.
Supir taksi itu hanya menggeleng. Padahal dia juga tahu apa yang terjadi pada Echy. Tapi gadis itu malah berkilah dan menjawab asal saja.
"Kita mau kemana Nona?". Tanya supir taksi itu.
"Apartement Gold, blok 3D". Sahut Echy.
"Baik Nona".
Echy menatap kosong keluar jendela mobil. Hidupnya tak pernah tenang. Selalu saja ada orang-orang yang berusaha menyakitinya.
__ADS_1
Lelehan bening itu kembali lagi luruh dipipi Echy. Harusnya dia tidak selemah ini. Tapi kenapa semuanya begitu menyakitkan? Dia kehilangan orangtuanya. Dia juga harus menghadapi caci dan maki dari orang lain.
"Jika ingin menangis, menangis saja Nona. Jangan ditahan". Ucap supir taksi itu.
"Hiks ternyata patah hati begitu sakit Paman. kukira rasanya biasa saja ternyata hampir membuat seluruh tubuhku melumpuh". Isak Echy sambil mengusap air matanya.
"Ini Nona". Supir taksi itu mengulurkan kotak tissue pada Echy.
"Terima kasih Paman". Echy mengambil beberapa lalu menggelap ingusnya.
"Sretttttttttttttttttttttt". Gadis itu menarik ingusnya sambil menangis segugukan.
Sang supir mendelik mendengar suara ingus Echy. Apa gadis ini tidak malu padanya?
Sampai di Apartement nya. Echy langsung turun tak lupa dia membayar ongkos taksinya
"Tidak usah Nona. Anggap saja saya beramal karena anda sedang bersedih". Tolak supir taksi itu saat Echy menyedorkan selembar uang berwarna merah.
"Ck, kau mengejekku Paman?". Echy memincingkan matanya kesal.
"Maaf Nona. Maksud saya tidak seperti itu". Supir taksi itu kelimpungan sendiri.
Sementara supir taksi itu menggeleng dengan gemes. Pantas saja Tuan nya begitu nekat memperjuangkan cintanya. Gadis itu sungguh menarik perhatian.
"Hallo Tuan. Nona sudah sampai apartement dengan aman. Baik Tuan".
.
.
.
.
"Ada apa dengan wajahmu Hon?". Tanya seorang pria paruh baya pada istrinya.
Wanita itu menghela nafas panjang "Aku sedang memikirkan Regan. Apa dia berhasil memperjuangkan kembali cintanya?". Ujar wanita itu.
"Percayakan semuanya pada Regan. Jika gadis itu benar-benar jodohnya. Mereka akan kembali bersama". Sahut sang suami.
__ADS_1
Terdengar helaan nafas berat dari mulut wanita itu.
"Aku kasihan pada Regan. Dia harus berkorban demi saudara nya. Andai saja kita segera memberitahu calon besan kita waktu itu, pasti semuanya tidak akan seperti ini". Ujar sang wanita.
"Semua sudah terjadi Hon. Aku juga sedikit menyesal. Apalagi melihat kerapuhan putra kita. Rasanya benar-benar bersalah". Sahut sang pria
Kedua pasangan paruh baya itu terdiam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
.
.
.
.
Dae duduk dikursi kebesaran nya. Pria itu tersenyum sumringah membayangkan wajah cantik Echy.
"Tuan".
Lamunan Dae terbuyarkan saat mendengar panggilan asistennya.
"Ada apa?". Ketus Dae. Sedang asyik-asyiknya membayangkan wajah Echy malah harus dikejutkan oleh asistennya itu.
"Anda lihat ini Tuan".
Sang asisten menunjukkan layar ponselnya. Dae memerhatikan video yang ditunjukkan sang asisten.
Rahang pria itu mengeras kuat. Giginya saling bergemeletukkan.
"Dea". Ujar pria itu "Tangkap wanita itu Rio. Dan bawa ke hadapan ku". Tintah Dae.
"Baik Tuan". Rio mellengang keluar dari ruangan Dae
Dae memejamkan matanya menahan emosi. Sekarang tujuannya berbeda. Saat sebelum bertemu Echy dia berminat menghancurkan gadis itu tapi saat bertemu Echy dan berbicara langsung dengan Echy, dia mulai tertarik. Gadis itu memiliki daya tarik tersendiri. Dae saja heran, padahal baru bertemu sekali juga.
Bersambung....
Hai guysss jangan lupa dukung terus yaa..
__ADS_1
Gbu..