Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Belum siap kehilangan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Flashback on


Echy sudah berdiri diatas altar. Wajah cantiknya seketika memudar. Sudah lebih dua jam dia menunggu pria yang akan menikahinya tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda kehadiran calon suaminya itu.


"Nak". Viollitha menghampiri Echy yang sudah tampak cantik disana.


"Bunda". Gadis itu tersenyum simpul "Kenapa Bunda?". Echy menatap ada yang tidak biasa diwajah


"Sabar ya Nak. Kita tunggu sebentar lagi, mungkin Regan dan keluarga masih dijalan. Pasti sudah tidak sabar yaa?". Goda Viollitha terkekeh melihat wajah putri nya yang malu.


"Bunda apaan sihh?". Echy menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah akibat godaan Viollitha.


Echy masih menunggu dengan sabar. Meski dalam hati dia gelisah. Beberapa kali dia menghubungi Regan namun ponsel pria itu sama sekali tidak diangkat. Echy juga mengirim puluhan pesan pada calon suami nya itu namun tetap tidak ada jawaban diseberang sana.


"Bagaimana?". Tanya Adam pada orang suruhannya "Dimana Domain dan keluarga nya?". Pria paruh baya itu terus menatap Putrinya yang berdiri diatas altar. Sambil menunggu sang calon suami.


"Ada apa Ayah?". Rein ikut menimpali.


"Tidak Son". Kilah Adam yang tidak mau membuat putranya panik.


"Ayah ke depan sebentar". Ucapnya lagi.


"Iya Ayah".


Rein menatap Kakak nya yang begitu cantik. Sangat cantik bak bidadari didunia dongeng. Senyumnya mengembang. Apalagi gaun pengantin itu begitu pas ditubuhnya. Lekuk tubuhnya yang indah seakan mempesona bagi kaum adam.


"Kakak". Rein menghampiri Echy "Kenapa wajah Kakak jelek sekali hari ini yaa?". Goda pria itu


Echy memutar bola matanya malas sambil mencebik kesal "Makanya mata jangan minus, orang cantik seperti ini dibilang jelek". Gerutu Echy.


Rein tertawa lebar melihat wajah Kakak nya. Mereka bagai anjing dan kucing yang setiap hari berdebat. Adiknya kalem, Kakak nya perusuh nomor satu alhasil rumah menjadi tempat perang keduanya.

__ADS_1


Para tamu undangan sudah berdatangan. Para kolega bisnis juga ikut menghadiri pesta pernikahan Regan dan Echy. Pesta yang di nanti-nanti oleh semua orang. Sebab Regan dan Echy adalah pasangan fenomenal yang sekarang sedang buming diperbincangkan. Bahkan nama keduanya sedang tranding topik di media sosial mau pun televisi swasta lainnya. Seorang pengusaha kaya raya berhasil mempersunting gadis berprestasi dan lulusan terbaik di Indonesia. Siapa yang tak kagum?


"Ada apa Rein?". Tanya Echy saat melihat suasana tiba-tiba riuh


"Tidak tahu Kak". Sahut Rein.


"Ayo kita lihat Rein". Echy menggandeng tangan Kakak nya


"Tapi Kak_".


"Ayo Rein".


Rein mengalah. Keduanya turun dari altar. Lalu menuju kerusuhan orang yang terdengar ramai itu. Dalam hati bertanya-tanya ada apa?


"Ayah. Bunda". Teriak keduanya


Echy dan Rein menghampiri Adam dan Viollitha yang tergeletak dilantai dengan darah yang mengalir dari perut Viollitha.


"Hiks Ayah. Bunda". Teriak Echy memangku kepala Adam "Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini? hikss". Gadis itu memeluk sang Ayah dengan tangis dan teriakkan


"Apa yang terjadi Paman? Kenapa bisa seperti ini?". Tanya Echy sambil menangis pada Jerry, yang tidak lain adalah saudara tiri Ayahnya.


"Kau yang sabar Chy. Regan dan keluarga nya menghilang tiba-tiba. Ayahmu serangan jantung saat mendengar cerita itu dan Ibu menusuk dirinya dengan pisau". Jawab Jerry juga terisak.


Echy langsung luruh. Apa maksudnya Regan menghilang? Kemana calon suaminya itu? Apa alasan nya pergi? Dan Ayahnya serangan jantung ketika mendengar kabar itu. Ibunya, juga meninggal.


"Ayah. Bunda".


.


.


.

__ADS_1


.


Echy dan Rein menangis dipusara kedua orangtuanya. Hari yang harusnya menjadi hati paling bahagia didalam hidup mereka kini menjadi hari malapetaka yang membuat mereka kehilangan segalanya.


"Hiks Ayah. Bunda". Echy menangis sambil memeluk pusara Adam


Serasa bermimpi tapi nyata. Baru saja Ayah nya itu mengiring nya menuju altar pernikahan tapi sekarang sudah tinggal didalam tanah. Kenapa takdir kejam sekali padanya?


"Ayah. Bunda". Rein juga ikut terisak.


Bocah yang masih duduk dibangku SMP itu menangis tersedu-sedu. Kehilangan benar-benar tak adil. Dia baru berbicara dengan Ayah nya. Tapi sekarang Ayah nya justru pergi untuk selamanya. Meninggalkan dia, disaat dirinya masih begitu butuh kasih sayang orangtua.


"Bunda".


Tangisan Echy dan Rein memenuhi pemakaman. Mereka menatap dengan kasihan Kakak beradik itu. Dalam sehari kehilangan dua orang diwaktu bersamaan.


"Chy. Rein". Kelly memeluk Echy dan Rein ikut menangis bersama "Kalian yang sabar yaaa.. Kalian harus ikhlas. Biarkan orangtua kalian tenang dialam sana". Ucap Kelly.


Kelly tidak tahu perasaan apa yang harus dia gambarkan. Dia baru saja kehilangan Kakak tertuanya, Jeremy. Sekarang dia harus menyaksikan kerapuhan sahabat nya. Kelly yakin setelah ini Echy takkan bisa tersenyum. Dia mengenal gadis itu sejak SMA. Gadis ceria dan cantik dengan segudang prestasi membanggakan. Tidak sombong dan tampil apa adanya meski dia keluarga kaya.


"Hiks hiks hiks".


"Aku belum siap kehilangan kalian. Aku belum siap hidup tanpa kalian. Aku mencintai kalian. Kenapa kalian pergi secepat ini? Bagaimana aku dan Rein bisa hidup? Pada siapa lagi aku mengadu tentang betapa lelah nya aku menjadi orang yang selalu dianggap memiliki segalanya, padahal mereka tidak tahu bahwa kalian lah segalanya untukku. Ayah. Bunda. Tidak bisakah kalian bertahan lebih lama? Tidak bisakah kalian melihatku sekali saja dan kembali lagi? Semua terasa mimpi. Menyakitkan. Jika ini benar ini mimpi aku ingin memberontak agar segera bangun". Echy meluapkan isi hatinya. Mengatakan bahwa betapa dia rapuh saat ini. Tidak. Bagiamana bisa dia hidup tanpa kedua orang tua?


"Ayah Bunda. Kenapa kalian meninggalkan Rein. Sebentar lagi Rein lulus sekolah, Rein kan masuk sekolah menengah atas. Rein akan sekolah lebih giat dan sekolah Dokter seusai dengan keinginan Ayah. Tapi kenapa Ayah dan Bunda malah meninggalkan Rein".


Kelly hanya bisa menangis dalam diam sambil menunduk. Tak bisa dia bayangkan jika dia yang berada diposisi Echy pasti sangat menyakitkan. Gagal menikah. Calon suami pergi hilang bagai ditelan bumi. Dan harus kehilangan kedua orangtuanya.


"Ini semua gara-gara Kak Regan. Aku tidak akan pernah memaafkan nya. Aku membencinya. Sampai tanah berada di kepalaku, aku tidak akan pernah memaafkannya". Ucap Echy terisak sambil tangan nya terkepal sangat kuat.


Menyesal sudah pernah mencintai pria itu menaruh sepenuh hati padanya. Bermimpi dia adalah pria yang akan mendampingi nya hingga mau memisahkan.


Tapi kenyataannya tidak lah seperti itu. Dia harus kehilangan diwaktu yang bersamaan. Echy berusaha menyakinkan dirinya bahwa ini hanya mimpi. Tapi ini bukan mimpi ini adalah kenyataan nya. Kedua orangtuanya telah pergi untuk selamanya.

__ADS_1


Menangis takkan bisa membuat yang pergi datang kembali. Yang hilang muncul lagi. Tapi menangis dapat memberi kelonggaran dalam dada.


Bersambung....


__ADS_2