
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"E-chy". Lirih Regan. Dia membuka matanya perlahan saat mendengar teriakkan Kelly dan Dae.
"E-chy". Pria itu masih bergumam. Tangannya terulur ingin menggapai wajah Echy yang begitu didalam pelukkan Dae
"Kak Regan". Isak Kelly "Kakak harus bertahan Kak". Kelly menyeka air matanya
"E-chy". Dengan kondisi memprihatinkan Regan masih sempat-sempatnya mengingat nama gadis itu.
"Echy baik-baik saja Kak. Dia hanya kelelahan. Kakak tidak perlu khawatir. Kakak harus bertahan demi Echy". Ucap Kelly air mata masih mengalir begitu saja.
"A-aku mencintai mu, E-chy".
Pria itu kembali terpejam. Mungkin luka dan rasa sakit dibagian tubuhnya sudah tak mampu lagi dia tahan.
Sampai dirumah sakit. Ben dan Rio turun duluan. Membuka pintu dan mengangkat tubuh Regan.
Sementara Dae menggendong Echy yang sudah tak sadarkan diri. Untung saja darah dihidung Echy sudah berhenti. Jadi dia tidak panik seperti tadi.
Para dokter dan perawat yang sudah diberitahu oleh Ben berbondong-bondong menolong kedua orang itu.
"Ayo Tuan".
Ben dan Rio meletakkan Regan diatas brangkar yang didorong oleh beberapa perawat.
Dae juga meletakkan Echy dengan pelan. Ini kedua kalinya Dae menangis. Bagaimana tidak wajah Echy tidak hanya pucat tapi juga dingin seperti mayat.
Regan dan Echy dimasukkan dimasukkan kedalam ruang pemeriksaan. Para dokter terbaik dirumah mewah sakit mewah itu dikerahkan untuk menolong kedua orang itu. Apalagi Regan pemilik saham terbesar dirumah sakit ini. Tentu pengaruh nya begitu kuat.
"Dok pasien kekurangan banyak darah". Ucap salah satu perawat.
"Segera cari ke bank darah". Sahut dokter Zora
"Tapi Dok, golongan darah Tuan Regan langka sama seperti Nona Echy. Tidak ada golongan darah itu di bank darah". Sahut Siska, asisten Zora
"Segera hubungi keluarganya. Siapa tahu memiliki golongan darah itu". Ucap Zora.
"Baik Dok".
Para dokter dan perawat saling sibuk mengurus kedua orang itu. Apalagi Regan. Kondisinya terlihat menggenaskan. Luka dibagian tubuhnya juga sangat banyak. Benturan dikepalanya juga terlihat.
"Dok jantung Nona Echy melemah".
__ADS_1
"Percepat alirannya".
Regan dan Echy hanya terbaring tak berdaya. Oksigen yang menempel mampu membantu keduanya bernafas. Zora mulai panik, kondisi keduanya kritis. Apalagi Regan kekurangan banyak darah. Sementara Echy jantungnya melemah. Efek kemoterapi itu masih berpengaruh ditubuhnya.
Cukup lama mereka menangani kedua orang itu. Membersihkan luka ditubuh Regan. Memasang alat-alat medis yang terpasang dibagian tubuhnya seperti tangan, dada, hidung dan bagian perutnya juga.
Sedangkan Echy, dipasang oksigen uap. Kondisi gadis itu tak kalah kritis. Mungkin karena syok dan terkejut sehingga dia tidak bisa mengontrol emosinya. Padahal Zora sudah memperingatkan Echy agar tidak berpikir keras karena sangat berpengaruh bagi kesehatan nya.
.
.
.
.
"Bagaimana Sus?". Dae dan Kelly mendekati Siska
"Maaf Tuan, Tuan Regan kekurangan banyak darah. Kami sudah mencari dibank darah tapi tidak ada yang sama dengan golongan darah Tuan Regan. Apakah diantara keluarga dan teman-teman nya ada yang memiliki golongan darah O_?". Ucap Siska sambil menjelaskan.
"Ambil darah saya Sus". Ucap Dae yakin.
Kelly, Rio dan Ben melirik kearah Dae. Bukankah Regan dan Dae rival? Bermusuhan karena masa lalu. Lalu kenapa Dae mau menolong Regan dan mendonorkan darahnya.
"Ayo Sus ambil darah saya sebanyak mungkin. Selamatkan Regan". Ucap Dae
"Mari Tuan ikut saya".
Kelly, Rio dan Ben masih tak percaya mendengar ucapan Dae. Mereka menatap punggung Dae yang mengikuti Siska untuk mengambil darahnya.
Ada kesalahpahaman yang masih didendam oleh Dae pada Regan. Dae sudah bersumpah seumur hidupnya tidak akan memaafkan Regan. Dia akan menghancurkan pria itu. Membalaskan semua dendamnya.
"Kak Kelly". Rein datang dengan tergesa-gesa.
"Rein". Kelly memeluk pria tampan itu "Rein, hiks. Kak Regan dan Echy Rein". Kelly terisak didalam pelukkan Rein.
"Kak Echy". Gumam Rein juga tak mampu menahan air matanya.
Tidak lama kemudian. Domain dan Ellena juga datang. Mereka baru mendapat kabar dari Ben bahwa Regan kecelakaan.
"Tuan Besar. Nyonya Besar". Sapa Ben sambil membungkuk kan badannya memberi hormat.
"Ben bagaimana keadaan putraku?". Tanya Ellena tak sabar. Dia hampir mati jantungan ketika mendengar cerita Ben
__ADS_1
"Tuan masih diperiksa Nyonya". Sahut Ben
"Paman. Bibi".
"Kelly".
Keduanya saling berpelukkan. Kelly menangis didalam pelukkan Ellena. Kelly menangis sepuasnya. Dan meminta maaf karena tidak bisa membuat Regan kembali ada Echy dan malah membuat Regan dan Echy mengalami luka yang sama.
"Apa yang terjadi Kelly?". Ellena melepaskan pelukannya "Bagaimana bisa Regan kecelakaan seperti ini?". Cecar Ellena
"Duduk dulu Hon". Mereka kembali duduk.
Kelly masih segugukan. Lalu Kelly menceritakan bagaimana bisa terjadi kecelakaan.
Rein terheran melihat Echy yang begitu akrab dengan orangtua Regan. Apa hubungan mereka? Tentu saja Rein mengenal keluarga Regan karena dulu, Domain dan almarhum Ayah nya Echy dan Rein adalah sahabat baik Domain. Oleh sebab itulah mereka menjodohkan Regan dan Echy, sehingga membuat kedua orang itu saling jatuh cinta.
Bukannya sedih atau syok, Domain dan Ellena tersenyum bangga melihat pengorbanan Regan. Cinta Regan pada Echy memang tak main-main. Bahkan rela celaka dan hampir kehilangan nyawa demi gadis yang dia cintai.
"Dia pasti baik-baik saja. Dia tidak akan pergi. Sebelum cintanya berakhir bahagia". Ucap Domain terlohat tenang.
Kelly mengangguk sambil menyeka air matanya. Dia cukup syok dan salut dengan cinta Regan pada Echy. Memang benar orang yang pernah kehilangan akan berjuang untuk mempertahankan miliknya.
"Lalu bagaimana dengan Echy?". Tanya Ellena. Dia merindukan calon menantunya yang gagal itu.
"Echy juga masih diperiksa Bik". Sahut Kelly.
Domain melirik kearah Rein. Pria berkacamata tebal itu hanya diam duduk disamping Ben. Sementara Rio menyusul Dae, setelah dia berhasil mengepak Dea.
"Rein". Panggil Domain.
Namun Rein hanya terdiam. Tak ada niat untuk merespon panggilan Domain.
"Apa kabarmu Rein?". Rein masih diam "Maafkan Paman". Lirih Domain menatap Rein
"Lupakan saja Paman. Permintaan maaf mu tidak akan membuat orangtua kami kembali. Aku tidak tahu apa motif kalian kembali ke Indonesia. Setelah kalian berhasil membuat aku dan Echy menderita, kalian kembali datang untuk mentertawakan kami". Sahut Rein dingin
"Rein". Tegur Kelly sambil menggeleng. Domain mengangkat tangan agar Kelly tidak melanjutkan ucapannya
"Kami pergi karena ada alasan tertentu Rein. Kami minta maaf. Kami tidak bermaksud membuat kau dan Echy menderita". Imbuh Domain "Maafkan kami". Ucap Domain lagi.
"Aku tidak peduli. Apapun alasannya. Semua tidak akan bisa mengembalikan semua nya yang telah pergi". Sahut Rein.
Ben yang duduk disamping Rein hanya bisa menghela nafas panjang. Echy dan Rein sama-sama keras kepala. Entah bagaimana nanti reaksi keduanya setelah tahu apa alasan Regan meninggalkan mu Echy dihari pernikahan mereka sehingga membuat Adam dan Viollitha meninggalkan karena serangan jantung.
__ADS_1
Bersambung...