Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Meminta kesempatan lagi


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Echy".


Echy yang tengah asyik dengan kanvas dan kuas ditangannya menoleh kearah pintu masuk. Wajah gadis itu langsung berubah dingin.


"Kak Regan?". Gumam Echy pelan. Gadis itu menunduk takut.


Regan berjalan masuk kedalam ruangan gadis itu. Dia menampilkan senyum manisnya. Meski dia tahu bahwa gadisnya itu takkan mau membalas senyuman.


Regan duduk dikursi samping ranjang Echy. Hari ini kondisi Echy sudah lebih baik.


"Apa kabar?". Tanyanya. Kepalanya terulur mengusap kepala gadis itu "Suatu saat nanti rambutmu akan tumbuh". Imbuhnya lagi


"Kak jangan". Echy menepis tangan Regan "Jangan sentuh aku Kak".


Regan terdiam menatap Echy. Namun gadis itu malah menunduk dan melanjutkan lukisannya.


"Ada apa Kak Regan kesini?". Tanya Echy dingin


"Apa aku benar-benar tidak memiliki kesempatan Chy. Aku mencintaimu". Echy memejamkan matanya sejenak mendengar kata cinta itu.


"Aku minta maaf, mungkin kesalahan ku memang sudah fatal hingga benar-benar sulit untuk dimaafkan. Tapi berikan aku satu kesempatan lagi Chy. Kesempatan untuk membuktikan bahwa aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama". Ucap Regan menatap Echy dengan tatapan permohonan.


"Memaafkan anda tidak akan membuat orangtua saya kembali Tuan. Meskipun anda datang dengan seribu maaf semua tidak akan bisa merubah segalanya. Anda sudah menjadi orang yang tidak akan bisa masuk lagi didalam hidup saya. Terlalu banyak sakit yang sudah anda turihkan dihati saya. Mungkin saya memang keras kepala dan egois, tapi bagaimana jika anda yang berada diposisi saya. Bagaimana perasaan anda?". Echy memberanikan diri menatap Regan "Memaafkan itu tidak semudah mengucapkannya. Selama ini saya dan anda baik-baik saja. Lantas kenapa anda ingin kembali dengan alasan masih mencintai saya? Karena jika anda mencintai saya? Anda tidak akan pergi begitu saja dihari pernikahan kita". Tatap Echy kecewa. Sorot matanya penuh kebencian


"Chy_".


"Kaca yang sudah pecah tidak akan bisa utuh kembali. Sekalipun anda berusaha menempelnya dengan lem akan selalu ada lubang didalam pantulannya". Ujar Echy "Begitu juga dengan hati dan kepercayaan. Kalau sudah pernah rusak takkan bisa diperbaiki meski dengan cara apapun".


"Saya hanya tidak mau jatuh dilobang yang sama. Terlalu sakit jika mengenang semua nya. Kedatangan anda kembali hanya akan menguak kembali luka lama. Apa maksud anda kembali? Apakah anda ingin membuat saya jatuh dan sakit lagi? Tidakkah anda puas dengan penderitaan saya selama ini?". Echy mengeluarkan semua unek-unek nya


"Chy aku mohon maafkan aku Chy. Maafkan aku. Tolong kali ini saja berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan ku. Aku berjanji akan menjaga mu". Regan mengenggam tangan gadis itu.


Echy menatap Regan sambil menggelengkan kepalanya


"Jika anda bisa mengembalikan kedua orangtua saya. Maka saya akan memaafkan anda dan menerima anda kembali. Bagaimana?".


Deg


Regan menatap Echy yang tersenyum sinis padanya.

__ADS_1


"Chy".


"Anda tidak bisa kan? Segera keluar dari kamar saya. Karena saya mau istirahat. Jangan datang lagi jika masih dengan permintaan yang sama. Kecuali anda bisa membangunkan kedua orangtua saya mungkin anda memiliki kesempatan itu". Echy melepaskan genggaman tangan Regan dan kembali melanjutkan lukisannya.


"Chy".


Namun gadis itu sama sekali tak mengubris. Tidak. Regan sudah menimbulkan banyak luka dihati Echy. Semudah itu meminta maaf tanpa dosa. Apakah Regan tahu bagaimana sulitnya Echy hidup?


Dulu Echy begitu mencintai pria itu sangat cinta. Cinta pertama yang Echy harapkan akan menjadi suaminya juga. Namun nyatanya dia salah. Regan malah membuatnya tak bisa membuka hati untuk pria lain.


Regan berdiri dan matanya masih menatap Echy. Pria itu melangkah keluar dengan berat. Apakah dia harus menyerah dengan semua keadaan ini?


Echy menarik nafas setelah Regan keluar. Gadis itu menatap punggung Regan yang mulai menghilang dibalik pintu


"Kau tidak akan bisa membuat yang hancur utuh kembali. Karena tidak ada hal yang sepele jika berbicara hati. Sebelum benar-benar menyakiti pikirkan dulu apakah akibat dari perbuatan itu".


.


.


.


.


"Gian".


Regan berjongkok menyamakan tingginya dengan pria kecil itu.


"Haii jagoan Daddy. Sudah makan?". Regan menggendong pria kecil itu


"Sudah Daddy. Gian sudah kenyang". Sahutnya dengan semangat "Kenapa wajah Daddy murung?". Tanyanya polos


"Daddy hanya lelah". Dia memaksakan senyum didepan putranya.


"Gian tidur ya. Daddy akan temani".


"Iya Dad".


Kesibukan bekerja membuang Regan jarang ada waktu untuk anaknya. Pergi pagi dan pulang malam. Begitu terus setiap hari. Karena dia memang sengaja menyibukkan dirinya. Agar tidak selalu terfokus pada masalah nya.


"Daddy bacakan dongeng". Renggek Gian manja

__ADS_1


"Iya Son".


Regan membacakan dongeng untuk putranya itu. Menemani Gian tertidur adalah aktivitas yang selalu dia lakukan setiap hari. Hanya Gian penyemangat hidup Regan.


Regan menatap putranya yang terlelap.


"Maafkan Daddy yang belum bisa membangunkan Mommy mu Son? Maafkan Daddy. Daddy berjanji suatu saat nanti kau akan melihat wajah Mommy mu". Regan mengecup kening Gian.


Regan keluar dari kamar putranya. Pria itu memejamkan matanya sejenak. Bolehkah Regan lelah dan menyerah? Dunianya benar-benar hampa. Tanpa Echy. Tanpa senyuman gadis itu. Selama lima tahun Regan berusaha hidup sebagai manusia normal lainnya. Namun nyatanya dia tetaplah pria yang lemah.


Regan masuk kedalam sebuah kamar. Dia menatap sendu wanita yang sudah lima tahun ini belum bangun-bangun. Saat dia pulang ke Indonesia. Dia harus membawa wanita itu. Dia tidak bisa meninggalkan wanita sendirian.


"Bangun". Dia mengenggam tangan wanita itu "Bangun". Regan terisak sambil membenamkan wajahnya "Apa kau tidak kasihan pada putramu. Bangunlah, aku tidak tahu harus jawab apa saat dia menanyakan dirimu?". Ujar Regan


Dikeheningan malam bersama bunyi-bunyian alat medis yang menemani kegundahan Regan. Menangis dengan hebat. Meluapkan semua emosinya.


"Apa yang harus aku lakukan? Dia sama sekali tidak mau memberiku kesempatan. Bagaimana ini? Aku benar-benar mencintainya. Aku sungguh mencintainya. Apa yang harus aku lakukan hiks hiks". Pria itu masih menangis sambil mengungkapkan isi hatinya.


"Apa aku harus menyerah? Apa aku harus membawamu kembali pergi dari sini? Tapi bagaimana dengan gadisku? Dia tidak akan aman tanpa pengawasan ku. Diluar sana terlalu banyak munsuh yang mengintainya". Ujarnya lagi.


Suara tangisan Regan saling bersahutan. Bercerita pada orang yang tengah koma sama saja percuma. Takkan mendengar. Takkan merespon.


**Bersambung....


Hai para readers...


Apa kabar semuanya??


Semoga selalu sehat dalam lindungan Tuhan yaa.


Jangan lupa bersyukur


Terus pantau cerita author.


Jika ada saran dan masukkan kalian boleh coret-coret dibawah yaaaaaa.......


Mampir yuk ke karya baru author


Istri Kecil Tuan Cassanova. Tidak kalah seru. Bikin gemes..Pengen ngakak plus ada romantis dan patah hati... Udah up episode 3 ya guysss.


Jangan lupa juga follow akun author. Tanpa kalian semua,. author hanya butiran debu😭🤭**

__ADS_1


__ADS_2