Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Efek kemoterapi


__ADS_3

Jika bisa menyesal maka aku sangat menyesal, tapi ku tahu sekedar menyesal takkan mengembalikan kondisi tubuhku.


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kemoterapi merupakan pengobatan kanker dan tumor yang efektif menyelamatkan jutaan jiwa. Namun, dibalik itu kemoterapi juga memiliki efek samping yang beragam.


Efek kemoterapi bisa berbeda-beda pada setiap orang, termasuk tingkat keparahan nya. Efek samping ini muncul karena obat-obatan tersebut memiliki tidak memiliki kemampuan untuk membedakan sel kanker dan sel sehat.


Seorang gadis tengah duduk dibrangkar rumah sakit. Didepannya ada meja kecil, dimeja itu ada kanvas dan beberapa cat untuknya mengambar diatas kanvas.


Tangan lentiknya menari dengan lihai, wajahnya tampak serius seakan tak ingin diganggu oleh siapapun.


Rambut panjang yang dulu menjadi kebanggaan nya, kini hanya kepala plontos yang terlihat polos. Kaca mata tebal minus juga bertengger dihidung mancungnya, dia yang tak pernah memakai kacamata sebelumnya diharuskan memakai benda itu.


"Kakak". Tangannya terhenti dan menoleh kearah pintu masuk.


Dia tersenyum hangat dan meletakan kanvasnya.


"Echy". Kelly langsung berlari kearah arah Echy. Dia naik keatas ranjang Echy dan memeluk gadis cantik itu "Rindu". Renggek Kelly bergelut manja dipelukkan Echy .


Echy mengelus punggung Kelly dengan sayang. Sudah beberapa hari sejak kemoterapi dia tidak bertemu dengan sahabatnya itu.


"Cih, kau berkata rindu seperti baru bertemu saja". Celetuk Echy melepaskan pelukan sahabat nya itu


"Ck, bisa tidak jangan membuatku mengomel?". Gerutu Kelly


"Tidak bisa. Karena aku sungguh menyukai wajah kesalmu itu. Terlihat imut dan juga menggemaskan". Echy tergelak sendiri. Rein geleng-geleng kepala


"Kakak".


Echy beralih pada adiknya itu "Rein". Senyum gadis itu manis "Sini peluk Kakak. Ternyata kau sudah besar yaa?". Serunya

__ADS_1


"Ck, Kakak pikir selama ini kecil apa?". Protes Rein memeluk gadis cantik itu "Kau itu hampir membuatku mati jantungan Kak". Gerutu Rein


"Jangan mati dulu Rein. Nanti Kakak tidak punya teman yang mau diledekin". Echy melepaskan pelukannya dan tersenyum menampilkan rentetan gigi putihnya


"Kakak terlaluan sekali". Gerutu Rein.


"Echy, aku punya sesuatu".


"Apa Kel. Jangan kasih bom bunuh diri. Aku belum mau mati. Rugi belum nikah ?". Celetuk Echy menatap Kelly yang tersenyum smirk


Kelly mendengus kesal "Jangan asal bicara". Ketus Kelly kesal


Kelly mengambil wig dalam tas ranselnya. Wig yang dia beli untuk menutup kepala Echy.


"Ini untuk sahabatku". Tunjuk Kelly dengan bangga.


Ara tersenyum "Terima kasih sayangku. Cintaku".


"Cih, aku masih normal Chy". Kelly berdecih jijik


Rein menahan tangis, saat ini kondisi Echy setelah kemoterapi benar-benar terlihat sakit.


"Kan Cinta tambah cantik". Senyum Kelly mengembang. Echy hanya tersenyum simpul. Tapi tidak dengan hatinya.


"Ada satu lagi Cinta". Kelly menaik turunkan alisnya sambil tersenyum menggoda


"Apa sih sayang?". Echy berlagak seakan tak sabar.


"Rasanya aku ingin muntah mendengar nama panggilanmu itu". Ucap Kelly bergidik ngeri. Rein hanya menggeleng kepala saja


"Taraaaaaa". Kelly membuka wignya, ternyata dia juga memakai wig. Echy terkejut melihat Kelly yang juga botak tanpa sehelai rambut pun dikepalanya.

__ADS_1


Echy sampai menutup mulutnya tak percaya


"Kel".


"Aku ingin nemanin mu. Jadi kau tidak sendirian yang tidak ada lambutnya. Aku juga tidak ada lambut". Seru Kelly menyeka air mata Echy.


"Kel".


Echy tak dapat berkata-kata. Dia menarik Kelly dalam pelukkannya. Memeluk sahabatnya ini dengan Isak tangis. Echy terharu dengan kasih sayang Kelly padanya. Sahabatnya itu rela mencukur rambutnya agar sama dengan Echy


"Terima kasih sayangku". Isak Echy memeluk Kelly.


"Cihh aku benar-benar jijik". Kelly melepaskan pelukannya sambil menatap Echy dengan kesal nya


Echy tertawa terbahak-bahak. Mereka berdua sama-sama botak. Kelly memang memangkas semua rambutnya agar sama seperti Echy. Agar menemani sahabat nya itu.


Rein berusaha menahan tangisnya. Rein bersyukur memiliki Kelly yang begitu sayang pada Kakak nya.


Rein menyeka air matanya, dia mengigit bibir bawah berusaha menahan gejolak tangis yang serasa ingin pecah.


Sejak kemoterapi, kondisi Echy kembali melemah. Rambutnya rontok, sering mimisan, kehilangan nafsu makan, kepala sakit luar biasa, berat badan Echy juga menurun, sering mual dan muntah darah secara terus menerus, sesak nafas dan kelainan detak jantung atau anemia. Kulit Echy juga kering dan terasa begitu perih. Pendarahan, mudah memar, gusi berdarah dan juga mimisan. Sering terkena infeksi. Sulit tidur. Tidak jarang juga Echy mengalami gangguan psikologis seperti depresi stress dan cemas.


Efek kemoterapi membuat tubuh Echy rentan terhadap rasa sakit. Terpaksa dia harus mengambil cuti padahal baru masuk beberapa hari. Untung saja perusahaan itu milik Regan sehingga Echy bisa ambil cuti tanpa proses lama.


Mata Echy juga infeksi dan membengkak, Kelly sempat menangis histeris mengira Echy sudah menjadi vampir karena melihat penampilan nya.


Echy juga mengalami paru-paru basah, dia harus menjalani beberapa treatment agar daya tahan tubuhnya kuat.


"Sayangku istirahat ya. Aku akan menjagamu disini". Ucap Kelly. Sungguh hatinya teriris meliaht kondisi echy


Rein menyelimuti Kakaknya. Dia juga berusaha tegar dan kuat demi Echy

__ADS_1


Rein dan Kelly keluar dari ruangan rawat Echy. Kedua orang itu duduk dibangku tunggu. Berusaha menahan sesuatu yang hendak keluar dari mata mereka.


Bersambung


__ADS_2