
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹
Regan mengajak Echy untuk fitting baju pengantin mereka. Pernikahan yang dulu nya gagal kini akan Regan wujudkan. Setelah banyaknya perjuangan akhirnya dia akan berhasil mempersunting Echy sebagai istri dan miliknya seutuhnya.
Meski saudara kembarnya belum bangun dari koma tapi Regan tidak mau menunda waktu lagi. Regan takut akan ada yang merebut Echy dari nya. Echy harus jadi miliknya dan harus begitu selamanya.
Mereka masuk kedalam butik kelas atas. Butik ternama yang hanya bisa dikunjungi oleh artis papan atas dan istri pengusaha.
"Tolong pilihkan gaun pengantin terbagus untuk calon istri saya". Tintahnya.
"Baik Tuan".
"Mari Nona".
Echy sebenarnya paling malas jika berhubungan dengan butik. Dia tidak suka berdandan dan memakai baju-baju aneh.
"Kak". Renggek Echy tidak mau.
"Ayo sayang. Tidak lama". Regan tersenyum gemes "Mau aku temani ganti baju?". Dia tersenyum jahil.
"Tidak mau". Secepatnya Echy mengikuti pengawai butik itu.
Regan menggeleng gemes melihat tingkah Echy yang menurut yang justru terlihat imut dan menggemaskan.
Regan duduk disoffa sambil menunggu Echy dengan gadget ditangannya.
Sejenak Regan terdiam ketika mengingat perbincangan nya dengan Zora tempo hari.
"Kemoterapi tidak membantu banyak untuk Nona Echy. Kemoterapi hanya mencegah penyebaran kanker dalam tubuh dan kemoterapi mematikan sel-sel dalam tubuh. Kondisi Nona Echy tergantung dari daya tahan tubuhnya. Sel kanker sudah menyebar dibagian syarafnya. Saya sarankan untuk anda lebih ketat menjaga kesehatan Nona, Tuan".
Regan menghembus nafasnya kasar. Itulah sebabnya dia mempercepat hari pernikahan nya dengan Echy. Agar dia leluasa menjaga gadis itu dua puluh empat jam.
Regan menyenderkan punggungnya lemah. Uang sebanyak apapun yang dia miliki takkan bisa membeli kesembuhan. Terbukti dia sudah melakukan berbagai cara dan pengobatan alternatif, tapi tetap saja tak ada perubahan ditubuh Echy. Penyakit gadis itu masih saja aktif didalam tubuhnya.
Seluruh tubuh Regan rasanya melemah. Regan pikir perjuangan nya sudah usai. Nyatanya masih banyak lagi yang harus dia lakukan.
"Kak".
__ADS_1
Regan mengangkat pandangan nya. Sejenak pria itu membeku ditempatnya. Mulutnya terbuka lebar dan mengangga. Dia menatap gadis itu dengan tak percaya. Cantik sangat cantik.
Tanpa sadar Regan sampai berdiri melihat penampilan Echy. Gaun pengantin yang begitu pas ditubuh ramping nya.
Sejenak senyum pria itu memudar saat dia melihat belahan dada Echy yang terekspos begitu lantang.
"Jelek. Ganti". Ujarnya
Wajah Echy berubah masam "Kak, kau itu bagaimana sih? Ini bagus sekali kenapa di bilang jelek?". Protesnya
"Ganti sayang baju nya tidak bagus". Regan membalikkan badannya
"Tapi Kak_".
"Jangan protes".
Regan takkan rela melihat Echy memakai gaun itu. Apa lagi belahan dadanya terbuka. Tidak, tidak boleh ada pria lain yang melihatnya selain dirinya sendiri.
Echy menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal. Dalam hati sudah mengumpat kasar.
Echy kembali memakai gaun yang lainnya. Lagi-lagi Regan menyurut nya mengganti gaun itu. Dengan alasan jelek dan tidak pas ditubuh Echy.
"Kak, kau ini bagaimana sih Kak? Ini gaun yang kesepuluh dan semuanya tidak ada yang bagus dimatamu". Cemberut Echy.
Regan hanya menggeleng sambil tersenyum "Memang tidak bagus sayang. Duduk saja Sebentar biar aku yang pilihkan".
Tidak hanya Echy yang pusing tapi juga pelayan butik itu pusing dengan permintaan Regan. Ini, ini salah.
Regan mengambil satu gaun pengantin yang sangat cantik. Tidak terbuka dan pasti pas ditubuh ramping kekasihnya.
"Sayang coba ini".
Echy berdiri dan mengambil gaun itu. Jika itu tidak sesuai dengan selera Regan makan Echy akan mengamuk dan membakar butik ini saking kesalnya.
Gadis itu masuk kedalam ruangan ganti. Sementara para pengawai dibutik itu hanya tersenyum simpul saja menyaksikan perdebatan pasangan yang tengah viral di media sosial itu.
Echy keluar dengan gaun yang dipilih kan Regan
__ADS_1
"Kak, ini bagaimana?".
Untuk sesaat Regan seperti lupa ingatan. Echy benar-benar cantik. Sangat cantik dan terlalu cantik. Gaun itu pas ditubuhnya tidak terbuka dan tampil apa adanya.
"Sayang".
Regan menghampiri Echy. Tanpa sadar pria itu berkaca-kaca menatap kecantikan Echy yang tidak ada dua nya. sangat cantik. Pas sekali. Alami. Echy belum di make up saja sudah cantik. Apalagi jika didandani.
"Ini pas dan cantik". Dia menyelipkan anak rambut Echy.
Echy tersenyum dan mengangguk. Dia selalu terpesona dengan tatapan memuja Regan. Tatapan damba yang membuatnya selalu candu.
"Iya Kak, aku lepas gaunnya dulu. Gerah".
Ucap Echy
"Iya sayang".
Setelah dari butik. Regan mengajak Echy ke toko perhiasan. Dia ingin mengambil cincin pernikahan yang sudah dia pesan jauh-jauh hari bahkan sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Wahhh Kak, cincin nya bagus sekali". Echy menatap cincin itu dengan mata berbinar-binar.
"Kau suka?".
Echy mengangguk "Sangat-sangat suka Kak. Ini mirip seperti cincinnya Cinderella. Tapi ini bukan kisah Cinderella, tapi kisahku yang sebenarnya".
Regan terkekeh pelan mendengar celotehan Echy. Dia meminta pengawai toko itu untuk mengeluarkan cincin pesanan nya.
"Cobalah sayang. Pasti pas dengan ukuran jarimu".
"Iya Kak". Echy mencoba cincin itu dan memang pas dijari manisnya.
"Pas, Kak". Dia menatap cincin yang melingkar dihari manisnya.
"Mau yang lain sayang? Anting atau kalung, gelang juga boleh?". Tawar Regan
Echy menggeleng "Tidak Kak. Ini saja sudah cukup. Aku lapar kita makan saja yukk". Echy melepaskan cincin dijarinya dan meletakkan kembali kedalam kotak beludru itu.
__ADS_1
Regan menggenggam tangan Echy. Gadis itu bergelut manja dilengan kekarnya. Jangan sangka Regan tak terluka. Dia hanya mencoba tersenyum getir. Tidak bisa dia bayangkan untuk kehilangan Echy yang kedua kalinya. Rasanya Regan tidak sanggup hidup tanpa Echy.
Bersambung......